- Apa penyakit yang paling sering menyerang selada?
- Mengapa selada mudah terserang penyakit?
- Bagaimana cara mencegah jamur pada selada?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Cara mengatasi penyakit yang menyerang tanaman selada menjadi hal penting dalam budidaya sayuran daun, baik secara konvensional maupun hidroponik. Selada dikenal sebagai tanaman yang cepat tumbuh dan memiliki permintaan pasar tinggi, tetapi juga cukup rentan terhadap berbagai jenis penyakit. Jika tidak ditangani dengan tepat, serangan penyakit dapat menyebabkan daun rusak, tanaman layu, hingga gagal panen.
Hal itu juga senada dengan pernyataan Rindu (40), petani sukses asal Klaten, Jawa Tengah, yang menceritakan pengalamannya budidaya salada kepada tim Liputan6.com pada Sabtu (25/4/2026). Di lokasi perkebunan hidroponik miliknya, ia berujar meski mudah dirawat, selada juga dapat diserang jamur meskipun ditanam dalam greenhouse.
“Praktis ya perawatan (selada), hasilnya organik, di pasar laris banget. Dulu itu suami saya juga jadi mentor (tanam selada hidroponik) untuk ibu-ibu PKK kelompok wanita tani,” ujar Rindu.
“Tapi di selada juga ada jamur fusarium. Biasanya kalau kena air hujan itu bikin muncul jamur, terus ada mata kodoknya,” imbuhnya.
Biasanya lingkungan sangat memengaruhi kesehatan selada. Kelembapan tinggi, sirkulasi udara buruk, serta media tanam yang kurang bersih sering menjadi penyebab utama munculnya penyakit. Berikut penjelasan lengkap mengenai cara mengatasi penyakit yang menyerang tanaman selada agar hasil panen tetap sehat dan maksimal.
Mengenali Gejala Penyakit pada Selada
Langkah pertama dalam pengendalian penyakit adalah mengenali gejalanya sejak awal. Tanaman yang terserang penyakit biasanya menunjukkan perubahan pada daun, batang, maupun akar.
Beberapa tanda umum antara lain daun menguning, bercak cokelat, layu, hingga muncul lapisan putih seperti tepung. Jika akar berubah warna menjadi hitam atau cokelat, kemungkinan tanaman mengalami busuk akar.
Beberapa hama dan penyakit yang menyerang tanaman selada diantaranya:
1. Layu Fusarium
Sesuai yang telah disinggung di awal, Rindu memaparkan bahwa salah satu hama pada tanaman selada adalah jamur fusarium yang menyebabkan layu fusarium. Ia meneyrang sistem pembuluh tanaman. Jika infeksi sudah parah, tanaman sulit diselamatkan karena jamur menyerang dari bagian akar hingga batang. Penyakit ini juga mudah menyebar melalui media tanam.
2. Mata Kodok
Penyakit mata kodok pada tanaman selada ini disebabkan oleh jamur cercospora sp. Penyakit mata kodok ini biasanya berkembang karena kelembapan tinggi disekitar tanaman selada, khususnya setelah hujan turun.
“Biasanya kalau kena air hujan itu bikin muncul jamur, terus ada mata kodoknya,” ujar Rindu.
3. Busuk Daun dan Akar
Busuk daun dan akar menjadi salah satu penyakit paling umum pada tanaman selada. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh jamur yang berkembang di lingkungan lembap dan minim sirkulasi udara. Gejala awal terlihat dari munculnya bercak cokelat atau hitam pada daun. Akar berubah warna menjadi cokelat atau hitam dan mudah hancur. Lama-kelamaan, daun dan akar akan membusuk dan tanaman menjadi layu.
4. Embun tepung
Embung tepung merupakan penyakit jamur yang sering menyerang permukaan daun selada. Ciri khasnya adalah muncul lapisan putih seperti tepung di bagian daun.
Menggunakan Bibit Berkualitas
Bibit sehat memiliki daya tahan lebih baik terhadap serangan penyakit. Karena itu, pemilihan benih berkualitas menjadi langkah penting sebelum memulai budidaya. Gunakan bibit dari sumber terpercaya dan hindari benih yang terlihat lemah atau tumbuh tidak normal.Seperti halnya Rindu yang memilih membeli bibit selada secara online. Varietas salada sendiri bermacam-macam dari Lolla Rossa, Butterhead, hingga Romaine. Rindu dan suami memilih menanam selada junction Rijk Zwaan (RZ) karena dianggap memiliki keunggulan ketahanan terhadap cuaca dan penyakit. Selain itu menurutnya selada RZ kualitasnya bagus, namun harga bibitnya cenderung mahal.
“Saya beli bibitnya online. Kalau bibit jenis RZ itu lumayan mahal. Tapi kalau sekarang kan jenis yang murah-murah juga banyak,”ujar Rindu.
“Bagi yang sedang hidup sehat sekaligus pecinta salad banyak yang cari selada kualitasnya enak dan kres ya salah satunya RZ. Tapi sekarang bisa juga cari yang cepat dan murah banyak banget,” imbuhnya.
Proses penyemaian juga perlu dilakukan di media bersih agar bibit tidak mudah terinfeksi sejak awal. Anda bisa menggunakan media seperti rockwool yang punya daya serap tinggi. Tanaman yang kuat sejak masa awal pertumbuhan cenderung lebih tahan terhadap perubahan lingkungan dan gangguan penyakit.
Menjaga Kebersihan Area Tanam
Kebersihan lingkungan menjadi faktor utama dalam mencegah penyakit pada selada. Area tanam yang kotor dan lembap sering menjadi tempat berkembangnya jamur dan bakteri.
Cara mengatasi penyakit yang menyerang tanaman selada dapat dimulai dengan membersihkan gulma, sisa tanaman mati, dan daun yang membusuk secara rutin. Selain itu, alat pertanian dan instalasi hidroponik juga perlu dibersihkan agar tidak menjadi sumber penyebaran penyakit.
Di perkebunan hidroponik miliknya, Rindu dan suami memasang perangkap lengket (sticky traps/cards). Alat ini berbentuk papan lembar dengan lem kuat warna kuning untuk perangkap lalat dan lain-lain di dalam greenhouse.
Mengontrol Kelembapan Lingkungan
Kelembapan berlebih menjadi penyebab utama berbagai penyakit pada selada, terutama penyakit jamur seperti embun tepung dan busuk daun.
Pastikan area tanam memiliki sirkulasi udara yang baik agar kondisi tidak terlalu lembap. Pada greenhouse atau ruangan tertutup, penggunaan kipas angin dapat membantu memperlancar aliran udara. Selain itu, hindari penyiraman berlebihan terutama saat musim hujan karena dapat memicu perkembangan penyakit.
Mengganti Air Nutrisi Secara Berkala
Pada budidaya hidroponik, kualitas air nutrisi sangat memengaruhi kesehatan tanaman. Air yang terlalu lama digunakan dapat menjadi tempat berkembangnya jamur dan bakteri.
Cara mengatasi penyakit yang menyerang tanaman selada pada sistem hidroponik dapat dilakukan dengan rutin mengganti air nutrisi setiap satu hingga dua minggu sekali. Selain menjaga kebersihan, penggantian nutrisi juga membantu tanaman mendapatkan unsur hara yang lebih optimal.
Memangkas Daun yang Terinfeksi
Daun yang terserang penyakit perlu segera dipangkas agar infeksi tidak menyebar ke bagian tanaman lain. Gunakan gunting bersih saat melakukan pemangkasan. Daun yang sudah busuk atau terkena jamur sebaiknya dibuang jauh dari area budidaya.
“Daun yang paling bawah (yang kena jamur) dipotong. Kalau sudah kena virus seperti itu memang harus segera dipangkas, karena kalau tidak bisa nular ke tanaman lain,” ujar Rindu.
“Terus kalau diobati pun pun sudah nggak tumbuh lagi,” ia menambahkan.
Pemangkasan rutin juga membantu tanaman tetap rapi dan mendukung pertumbuhan daun baru yang lebih sehat.
Menggunakan Fungisida
Fungisida organik menjadi pilihan banyak petani karena lebih aman untuk tanaman dan lingkungan. Beberapa bahan alami yang sering digunakan antara lain bawang putih, kayu manis, dan minyak neem.
Larutan alami tersebut dapat disemprotkan secara rutin pada daun untuk membantu mencegah perkembangan jamur. Selain aman, metode ini juga membantu menjaga kualitas selada tetap sehat untuk dikonsumsi. Penggunaan fungisida organik sebaiknya dilakukan sesuai dosis agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.
Rindu dalam wawancaranya menjelaskan bahwa ia juga menggunakan tambahan Antracol, fungisida kontak yang umum digunakan untukmengatasi penyakit jamur pada tanaman. Sebagai fungisida kontak, ketika disemprotkan, lapisan fungisida akan menempel pada daun, sehingga spora jamur yang hinggap tidak dapat berkecambah dan menembus jaringan tanaman.
“Tanaman yang terkena jamur bisa diobati dengan Antracol. Nanti disemprotkan ke tanaman, dan daun yang paling bawah (kenajamur) dipotong,” jelas Rindu.
Mengatur Jarak Tanam Selada
Jarak tanam yang terlalu rapat membuat udara sulit bersirkulasi dan meningkatkan kelembapan di sekitar tanaman. Kondisi tersebut sangat disukai jamur penyebab penyakit. Dengan memberikan jarak tanam ideal, cahaya matahari dapat masuk lebih merata sehingga daun lebih cepat kering setelah penyiraman. Pengaturan jarak tanam juga membantu mempermudah proses pemantauan dan perawatan tanaman.
Memastikan Pencahayaan Cukup
Selada membutuhkan cahaya yang cukup untuk tumbuh sehat dan terhindar dari penyakit. Area yang terlalu gelap dan lembap biasanya mempercepat perkembangan jamur.
Jika menanam di dalam ruangan, gunakan lampu grow light untuk membantu memenuhi kebutuhan cahaya tanaman. Suhu ideal untuk pertumbuhan selada berkisar antara 18–25°C.
Lingkungan yang terlalu panas dapat membuat selada cepat layu dan pahit. Oleh karena itu, penting menjaga kondisi lingkungan tetap stabil.
Pentingnya Pemantauan Rutin Tanaman
Pemantauan harian menjadi kunci penting dalam budidaya selada. Dengan memeriksa kondisi daun, batang, dan akar secara rutin, petani dapat mendeteksi penyakit lebih cepat.
Jika ditemukan gejala awal, segera lakukan tindakan pengendalian agar infeksi tidak menyebar luas. Langkah cepat sangat membantu menjaga kualitas hasil panen tetap optimal.
Rindu pun juga melakukan perawatan dan pemantauan seladanya yang ia tanam dalam greenhouse. Pengecekan air nutrisi dan lain-lain tidak lepas dari rutinitasnya.
“Kalau perawatannya karena hidroponik, otomatis penyiraman 24 jam asal listrik nggak mati. Kalau listrik mati harus buru-buru pakai genset). Kalau pemupukan pakai AB Mix, hampir mirip sama budidaya melon hidroponik. Cuma pupuk untuk selada beda racikan,” terang Rindu.
Tanaman selada yang tumbuh optimal akan bisa dipanen dalam waktu 37 sampai 41 hari setelah masa tanam. Masa panen pun harus diperhatikan karena jika terlalu muda atau tua, rasanya bisa tidak maksimal.
“Patokannya umur, kalau udah 37-41 berarti siap panen. Karena kalau terlalu hijau (tua) itu biasanya selada udah nggak enak cenderung pahit,” pungkas Rindu.
Pertanyaan dan Jawaban Singkat Seputar Topik
1. Apa penyakit yang paling sering menyerang selada?
Busuk daun, embun tepung, dan busuk akar menjadi penyakit yang paling umum.
2. Mengapa selada mudah terserang penyakit?
Karena kelembapan tinggi dan sirkulasi udara yang buruk.
3. Bagaimana cara mencegah jamur pada selada?
Menjaga kebersihan area tanam dan mengontrol kelembapan lingkungan.
4. Apakah fungisida organik efektif?
Efektif untuk pencegahan dan serangan ringan jika digunakan rutin.
5. Kapan air nutrisi hidroponik perlu diganti?
Idealnya setiap satu hingga dua minggu sekali.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550997/original/044223600_1775715017-industrial_kebun_hijau_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510168/original/077545400_1771820738-Beige_dan_Krem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569851/original/000859300_1777456938-HL_posyandu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569824/original/001198900_1777456585-Gelang_Box_Chain_Turki_di_Pergelangan_Tangan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569792/original/082266500_1777455113-Rumah_Minimalis_Teras_Depan_Atap_Dak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569781/original/072774500_1777454725-unnamed__28_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567338/original/086026600_1777276009-_saythename_17_right_here_jakarta_day-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569715/original/031505100_1777451630-9f4713ec-1f27-42ce-9e3e-e30fefe8465a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557228/original/061627400_1776322455-panen_pakcoy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569602/original/027223600_1777448295-Mengemas_Baglog.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569595/original/076287000_1777448178-HL_rumah_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569547/original/042006600_1777445741-c719d037-7561-449e-bc6b-f7e1344231d2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569529/original/035993100_1777445506-HL_pkk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569769/original/066717500_1777453658-Model_Rumah_Quiet_Luxury_yang_Cocok_untuk_Anak_Muda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568132/original/028986600_1777349972-Pepaya_T.R._Hovey_Dwarf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350258/original/025909400_1757994599-ChatGPT_Image_Sep_16__2025__10_36_31_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569423/original/090136500_1777442007-Berikan_ke_Ayam_Secara_Rutin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568988/original/038256600_1777425589-jambur_air.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569728/original/073764200_1777451969-unnamed-83.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569356/original/003574200_1777440040-Miyako.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2752731/original/038080600_1552704493-shutterstock_724191844.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464864/original/038532400_1767752280-Membersihkan_Blender.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466190/original/088167400_1767839290-Cara_Ternak_Ikan_Mas_di_Ember_Bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460813/original/018976000_1767321694-Takjil_Ramadhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460967/original/070159800_1767330511-Rumah_subsidi_Gunakan_Karpet_Berukuran_Besar__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410367/original/068469000_1762930652-Gemini_Generated_Image_kwy80xkwy80xkwy8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461005/original/069066700_1767332221-model_cincin_emas_batu_opal__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463669/original/097446700_1767667328-Gemini_Generated_Image_1cspbg1cspbg1csp.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460105/original/035503200_1767231872-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470864/original/039639300_1768266170-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460947/original/089328700_1767328515-Batang_Kecombrang__Wikimedia_Commons_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460978/original/052255100_1767330693-desain_halaman_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460928/original/003883700_1767327681-model_kebun_rumah_dengan_pijakan_batu__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464943/original/048760100_1767754973-Kulkas_1_pintu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397086/original/041488200_1761800911-Gemini_Generated_Image_tlzh05tlzh05tlzh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481829/original/051298400_1769148336-pohon_duku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477531/original/099454700_1768839717-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473880/original/084419100_1768460771-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472024/original/057223000_1768305981-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476912/original/097996500_1768803121-tips_ternak_ikan_nila.jpg)