Liputan6.com, Jawa Timur - Cara mengatasi hama padi menjadi topik penting di tengah meningkatnya serangan hama yang merugikan petani dalam beberapa tahun terakhir. Banyak petani mengalami gagal panen akibat kurangnya pemahaman tentang identifikasi dan pengendalian sejak dini. Kondisi ini diperparah dengan perubahan cuaca yang tidak menentu.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Amanda Aprillia, Petugas POPT di wilayah kerja Kecamatan Gampengrejo, Kayen Kidul, dan Pagu, Kediri, serangan hama tertentu kini semakin sering terjadi. Beberapa di antaranya bahkan menunjukkan resistensi terhadap pestisida kimia. Hal ini membuat strategi pengendalian harus lebih bijak dan terarah.
Melalui artikel ini, Liputan6 akan memberikan informasi perihal cara mengatasi hama padi berdasarkan pengalaman lapangan langsung. Informasi ini diharapkan dapat membantu petani pemula maupun berpengalaman agar lebih sigap dalam mencegah kerugian. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut, Selasa (3/3/2026).
1. Kenali Hama Padi yang Paling Sering Menyerang
Langkah awal dalam cara mengatasi hama padi adalah mengenali jenis hama yang umum menyerang. Saat ini, wereng batang cokelat dan hawar daun bakteri menjadi ancaman utama di berbagai wilayah. Kedua hama ini dapat menurunkan produktivitas secara signifikan jika tidak segera ditangani.
Wereng batang cokelat menyerang bagian batang dan menghisap cairan tanaman hingga menyebabkan tanaman mengering. Sementara itu, hawar daun bakteri menimbulkan bercak pada daun yang kemudian meluas dan merusak jaringan. Jika serangan sudah parah, tanaman bisa mati sebelum masa panen.
“Yang satu, wereng batang cokelat, sama hawar daun, hawar daun bakteri,” jelas Amanda Aprillia, Petugas POPT Wilayah Kerja Kec. Gampengrejo, Kec. Kayen Kidul dan Kec. Pagu.
2. Pahami Penyebab Meningkatnya Serangan Hama
Perubahan cuaca menjadi salah satu faktor utama meningkatnya serangan hama padi. Curah hujan yang tidak menentu dan suhu yang fluktuatif menciptakan kondisi ideal bagi perkembangan hama. Selain itu, pola tanam yang kurang seragam juga memicu persebaran lebih cepat.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah resistensi hama terhadap pestisida kimia. Penggunaan pestisida secara berlebihan dan tidak sesuai aturan membuat hama beradaptasi. Akibatnya, dosis yang sama tidak lagi efektif untuk mengendalikan populasi.
“Yang pertama emang faktor cuaca sih. Yang kedua resistensi hama terhadap pestisida,” ujar Amanda Aprillia.
3. Kenali Tanda Awal Sebelum Serangan Parah
Salah satu kesalahan umum petani adalah menunggu gejala parah sebelum melakukan pengendalian. Padahal, cara mengatasi hama padi yang tepat seharusnya dimulai dari pencegahan. Pemantauan rutin sejak fase awal pertumbuhan sangat diperlukan.
Petani pemula sering kali belum mampu membedakan jenis hama yang menyerang. Kurangnya pemahaman ini menyebabkan tindakan pengendalian tidak tepat sasaran. Edukasi dan pendampingan lapangan menjadi sangat penting.
“Petani itu lebih sering udah ada gejalanya dulu baru dikendalikan, rata-rata petani belum paham apa itu hama dan ini hama apa gitu sih. Jadi ya rata-rata petani belum paham,” terang Amanda Aprillia.
4. Gunakan Metode Pengendalian yang Aman dan Efektif
Untuk petani kecil, metode pengendalian yang aman menjadi prioritas utama. Penggunaan pestisida nabati dan agen pengendali hayati dinilai lebih ramah lingkungan. Selain itu, risiko pencemaran tanah dan air dapat diminimalkan.
Agen pengendali hayati bekerja dengan memanfaatkan organisme alami untuk menekan populasi hama. Contohnya jamur yang menyerang jamur lain atau bakteri yang menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Metode ini cocok untuk pengendalian jangka panjang.
“Untuk paling aman ya pakai pestisida nabati atau enggak agen pengendali hayati. Agen pengendali hayati itu contohnya kayak jamur makan jamur, terus bakteri makan bakteri,” jelas Amanda Aprillia.
5. Gunakan Pestisida Kimia Sesuai Ambang Batas
Meski metode alami dianjurkan, pestisida kimia masih diperbolehkan dalam kondisi tertentu. Penggunaannya harus berdasarkan ambang batas populasi hama. Jika jumlah hama sudah melebihi batas ekonomi, barulah penyemprotan dilakukan.
Kesalahan yang sering terjadi adalah penggunaan dosis berlebihan atau mencampur berbagai jenis pestisida. Praktik ini tidak hanya membahayakan tanaman, tetapi juga mempercepat resistensi hama. Karena itu, petani wajib membaca dan mengikuti petunjuk pada kemasan.
“Oh iya, masih digunakan jika populasinya itu udah di atas ambang batas, dengan dosis sesuai aturan pada kemasan. Biasanya petani kalau nyemprot itu mesti overdosis, ditambah-tambah dan dicampur-campur, harusnya kan enggak gitu,” tegas Amanda Aprillia.
People Also Ask
1. Apa hama padi yang paling sering menyerang saat ini?
Jawaban: Wereng batang cokelat dan hawar daun bakteri menjadi yang paling dominan.
2. Mengapa serangan hama semakin meningkat?
Jawaban: Faktor cuaca dan resistensi hama terhadap pestisida menjadi penyebab utama.
3. Apakah pestisida kimia masih boleh digunakan?
Jawaban: Boleh, tetapi hanya jika populasi hama sudah melewati ambang batas dan sesuai dosis.
4. Apa alternatif pengendalian yang lebih aman?
Jawaban: Petani dapat menggunakan pestisida nabati atau agen pengendali hayati.
5. Mengapa pencegahan lebih penting daripada pengobatan?
Jawaban: Karena pengendalian sejak dini dapat mencegah kerusakan parah dan menekan kerugian hasil panen.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519075/original/062695500_1772528894-unnamed-29.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519266/original/027883100_1772541283-bridgerton_4a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519239/original/075526500_1772538152-jualan_rice_bowl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518610/original/043492000_1772513464-warna_cat_teras_yang_menyerap_panas_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519044/original/036072000_1772527980-Pagar_rumah_minimalis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518912/original/029916300_1772523458-unnamed__44_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519059/original/015543500_1772528559-cat_pagar_rumah_di_pinggir_jalan_berdebu_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518662/original/026546300_1772515354-cover_kelinci.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518995/original/050271400_1772526787-rak_buah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518994/original/034106300_1772526779-WhatsApp_Image_2026-03-03_at_15.31.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518881/original/031101300_1772522350-Menanam_Biji_Kurma_Berkecambah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4258257/original/007823700_1670832394-annie-spratt-tG822f1XzT4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518840/original/058588400_1772521249-Desain_Rumah_5x7_Meter_di_Desa_agar_Terlihat_Luas_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513974/original/016459000_1772078321-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518791/original/002352000_1772519152-panci_enamel_gosong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508367/original/041246200_1771573273-Gemini_Generated_Image_tb89bgtb89bgtb89.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485005/original/069274700_1769491509-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518786/original/057848100_1772519004-Screenshot_2026-03-03_132144.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518789/original/011985600_1772519134-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518777/original/098846600_1772518825-unnamed-25.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424174/original/010000300_1764135175-AI_Repair-Pro-image-9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417414/original/006322500_1763533451-rumah_dengan_taman_mini_indoor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429077/original/070740500_1764573200-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429140/original/035614400_1764575033-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427755/original/029652600_1764414367-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4479258/original/095680100_1687539864-Hutan_Eukaliptis_di_IKN.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430238/original/012907900_1764656898-inspirasi_kebun_sederhana_untuk_rumah_tipe_36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434562/original/053117900_1764933186-Hero_Helcurt.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423681/original/088639200_1764072787-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428756/original/090311000_1764562291-desain_teras_rumah_kecil_ukuran_2x2_minimalis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432250/original/057900500_1764762013-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403010/original/035564300_1762314455-Makan_imogiri_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402925/original/068934900_1762311817-model_dapur_kecil_minimalis_dengan_tungku_api_modern.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425714/original/021517000_1764235298-Pantun_Sunda_Foto_Galeri_Indonesia_Kaya_Fimela.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421804/original/032320200_1763959679-Quality_Restoration-Ultra_HD-image-8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430028/original/021123000_1764650339-mata_uang_asing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464864/original/038532400_1767752280-Membersihkan_Blender.jpg)