Cara Mengatasi Cat Tembok Bau Menyengat & Lama Hilang, Trik Ruangan Baru Jadi Nyaman Ditempati

2 weeks ago 7
  • Berapa lama bau cat tembok baru akan hilang?
  • Apa bahaya menghirup bau cat tembok?
  • Bahan alami apa saja yang efektif menghilangkan bau cat?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Bau cat tembok yang menyengat seringkali menjadi masalah setelah proses pengecatan. Aroma ini biasanya sangat mengganggu kenyamanan karena begitu menusuk ke hidung, hingga berpotensi mempengaruhi kesehatan penghuni. Senyawa organik volatil (VOC) dalam cat adalah penyebab utama bau tersebut, yang dapat menguap ke udara dan bertahan dalam waktu lama.

Mengatasi bau cat menjadi hal terpenting untuk menciptakan lingkungan hunian yang sehat. Terkait hal ini, sebenarnya terdapat berbagai metode yang dapat dicoba untuk mengurangi bau cat yang membandel. Mulai dari sirkulasi udara hingga pemanfaatan bahan alami, bisa digunakan sebagai alternatif dalam mengurangi paparan VOC dan mengembalikan kesegaran ruangan. 

Jika saat ini Anda berencana melakukan pengecatan di rumah maupun salah satu ruangannya, cara-cara berikut bisa dicoba. Simak informasi selengkapnya sebagai referensi arsitektural, Rabu (1/4).

Meningkatkan Sirkulasi Udara di Sekitar Ruangan yang Dicat

Langkah pertama dalam mengatasi bau cat adalah memastikan sirkulasi udara berjalan optimal. Membuka jendela dan pintu dapat membawa udara segar dari luar ke dalam ruangan. Proses ini membantu mempercepat penguapan senyawa VOC dari permukaan cat, sehingga intensitas bau dapat berkurang. Pastikan sirkulasi udara tetap berlangsung selama proses pengecatan dan beberapa hari setelahnya.

Penggunaan kipas angin juga dapat mempercepat proses sirkulasi udara. Arahkan kipas angin menuju jendela atau pintu yang terbuka untuk membantu mengeluarkan udara berbau cat dari ruangan. Pada ruangan seperti dapur atau kamar mandi, pemasangan exhaust fan dapat menarik udara pengap keluar. Sistem ventilasi silang dengan menempatkan bukaan pada dua sisi ruangan yang berhadapan sangat efektif untuk menciptakan aliran udara yang terus-menerus.

Hindari menyalakan pendingin udara (AC) pada tahap awal, karena AC dapat memerangkap VOC dan menyebarkannya kembali ke seluruh ruangan. Memastikan adanya aliran udara yang baik tidak hanya mengurangi bau cat, tetapi juga mendukung pengeringan cat secara lebih cepat.

Memanfaatkan Bahan Alami Penyerap Bau

Bahan alami memiliki kemampuan menyerap bau secara efektif. Arang aktif dikenal ampuh dalam menyerap bau, gas, dan polutan. Menempatkan arang yang sudah dihancurkan dalam wadah kecil di beberapa sudut ruangan dapat mengurangi bau cat secara signifikan. Metode ini ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi kesehatan.

Baking soda juga merupakan penyerap bau yang serbaguna. Tuangkan bubuk baking soda ke dalam mangkuk dangkal dan letakkan di berbagai sudut ruangan yang baru dicat. Jika bau masih terasa, taburkan sedikit baking soda pada karpet atau furnitur berlapis kain, biarkan semalaman, kemudian bersihkan dengan penyedot debu. Metode ini efektif dalam menyerap partikel bau.

Cuka putih juga dapat menetralisir bau cat. Sifat asam pada cuka membantu menyerap bau tajam dari cat. Cukup letakkan mangkuk berisi cuka putih di tengah ruangan atau di sudut-sudutnya, dan biarkan semalaman. Menggunakan bahan alami ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Menggunakan Perangkat Pembersih Udara

Jika sirkulasi udara alami dan bahan penyerap bau belum cukup, perangkat pembersih udara dapat menjadi solusi tambahan. Air purifier dilengkapi dengan filter khusus yang mampu menjebak VOC dan mengurangi bau cat. Perangkat ini bekerja dengan menyaring udara dalam ruangan, menjaga udara tetap bersih dari bau menyengat.

Penggunaan dehumidifier juga dapat membantu meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan. Meskipun fungsi utamanya adalah mengurangi kelembapan, dehumidifier dapat menciptakan lingkungan yang kurang kondusif bagi bau cat untuk bertahan. Pastikan filter pada perangkat pembersih udara diganti secara rutin untuk menjaga efektivitasnya.

Kombinasi penggunaan perangkat ini dengan ventilasi alami akan memberikan hasil yang lebih optimal dalam menciptakan suasana ruangan yang nyaman. Menyalakan kipas angin, terutama yang diarahkan keluar ruangan, dapat mempercepat proses pengeluaran udara berbau cat.

Pembersihan Permukaan Setelah Pengecatan

Noda cat yang tertinggal di permukaan lain seperti lantai, keramik, atau furnitur juga dapat menjadi sumber bau yang persisten. Membersihkan sisa cat sesegera mungkin saat masih basah adalah langkah terbaik. Jika cat sudah mengering, penanganan harus disesuaikan dengan jenis permukaan dan jenis catnya.

Untuk noda cat berbasis air pada keramik, campuran cuka putih dan air hangat dengan perbandingan 1:1 dapat diaplikasikan menggunakan spons. Biarkan beberapa menit agar cuka meresap, lalu gosok perlahan. Untuk cat berbasis minyak, bahan pelarut seperti thinner atau aseton dapat digunakan, namun perlu kehati-hatian dan ventilasi yang baik.

Pembersihan menyeluruh pada area yang mungkin terkena cipratan cat akan membantu menghilangkan sumber bau yang tersembunyi. Pastikan semua peralatan pengecatan, seperti kuas dan rol, dibersihkan dengan baik dan disimpan di luar ruangan.

Bisa Gunakan Air untuk Mengurangi Bau

Air memiliki kemampuan alami untuk menyerap senyawa organik volatil (VOC) dari udara. Menempatkan ember berisi air di tengah ruangan yang baru dicat dapat membantu mengurangi bau cat. Air akan menyerap uap pelarut yang berasal dari cat, sehingga intensitas bau dapat berkurang.

Untuk meningkatkan efektivitasnya, tambahkan irisan lemon segar ke dalam air. Aroma jeruk dari lemon tidak hanya memberikan kesegaran, tetapi juga membantu menyamarkan bau cat. Biarkan ember berisi air lemon ini semalaman di dalam ruangan.

Larutan garam juga dapat dimanfaatkan. Larutkan garam dalam seember air dan letakkan di tengah ruangan. Garam dipercaya dapat menyerap bau cat yang menyengat. Meskipun metode ini mungkin memerlukan waktu lebih lama, kombinasi air dan garam dapat menjadi alternatif yang sederhana untuk membantu mengurangi bau.

Pemanfaatan Aroma Terapi dari Minyak Esensial

Setelah bau cat yang menyengat berkurang, penggunaan aroma alami dapat membantu menciptakan suasana ruangan yang lebih nyaman. Minyak esensial, seperti vanila atau peppermint, dapat menyamarkan bau cat dan memberikan aroma yang menyegarkan. Teteskan beberapa tetes minyak esensial pada mesin diffuser atau letakkan pada bola kapas di mangkuk kecil yang tersebar di seluruh ruangan.

Lilin beraroma juga dapat menjadi pilihan. Menyalakan lilin beraroma tidak hanya membantu menutupi bau cat, tetapi juga dapat memecah partikel udara penyebab bau. Pilih aroma yang tidak terlalu kuat, seperti lavender atau citrus, untuk menghindari pencampuran bau yang tidak nyaman.

Tanaman herbal dengan aroma kuat, seperti kemangi atau rosemary, juga dapat membantu. Menempatkan pot tanaman ini di dekat dinding yang baru dicat dapat berkontribusi dalam menyegarkan udara. Beberapa tanaman hias, seperti lidah mertua atau sirih gading, dikenal efektif menyerap senyawa kimia berbahaya dari udara.

Tetap Sabar dan Lakukan Pemantauan Secara Berkelanjutan

Proses menghilangkan bau cat memerlukan kesabaran, karena senyawa VOC dapat terus menguap selama beberapa hari. Kontraktor menyarankan agar ruangan yang baru dicat tidak ditempati selama 3 hingga 7 hari untuk menghindari paparan efek samping senyawa tersebut. Pemantauan kualitas udara secara berkala menjadi penting untuk memastikan ruangan benar-benar aman.

Terus menjaga sirkulasi udara dengan membuka jendela dan menggunakan kipas angin adalah langkah berkelanjutan yang tidak boleh diabaikan. Meskipun bau sudah tidak terlalu menyengat, pertukaran udara tetap membantu mengeluarkan sisa-sisa VOC yang mungkin masih ada.

Jika bau cat masih persisten setelah beberapa waktu dan berbagai upaya telah dilakukan, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan ahli kualitas udara. Memastikan lingkungan hunian bebas dari bau cat yang mengganggu adalah investasi untuk kesehatan dan kenyamanan seluruh penghuni rumah.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Q: Berapa lama bau cat tembok baru akan hilang?

A: Bau cat tembok baru umumnya akan hilang dalam waktu sekitar 3 hingga 7 hari.

Q: Apa bahaya menghirup bau cat tembok?

A: Menghirup bau cat tembok dapat menyebabkan pusing, mual, dan iritasi pada mata.

Q: Bahan alami apa saja yang efektif menghilangkan bau cat?

A: Bahan alami yang efektif menghilangkan bau cat meliputi arang aktif, baking soda, dan cuka putih.

Q: Mengapa penting untuk menjaga sirkulasi udara setelah mengecat?

A: Menjaga sirkulasi udara penting untuk mempercepat penguapan senyawa organik volatil dari cat.

Q: Apakah menyalakan AC dapat membantu menghilangkan bau cat?

A: Menyalakan AC tidak disarankan karena dapat memerangkap senyawa organik volatil dan menyebarkannya kembali.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |