Cara Menanam Stevia di Pot untuk Pemula, Bisa Jadi Pengganti Gula

9 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Stevia belakangan menjadi salah satu pilihan favorit sebagai pengganti gula dalam minuman. Daunnya dapat memberi rasa manis dengan jumlah yang sedikit. Tanaman ini juga dapat ditanam di rumah menggunakan pot, sehingga pemilik rumah tidak perlu menyiapkan lahan. Bagi pemula, cara menanam stevia di pot untuk pemula dapat dimulai dari bibit siap tanam di rumah.

Di tengah pilihan pemanis yang tersedia, stevia menarik perhatian karena daunnya dapat digunakan langsung setelah dipetik atau dikeringkan. Tanaman ini tidak membutuhkan halaman luas untuk mulai dibudidayakan. Satu pot dapat ditempatkan di area rumah yang mendapat cahaya matahari dan dirawat dengan penyiraman sesuai kondisi media pada waktu yang sama.

Pada artikel ini, Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber tentang cara menanam stevia di pot untuk pemula, Selasa (12/8/2026). Anda juga dapat menemukan bagaimana cara menggunakan daunnya sebagai pemanis alami pengganti gula. Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

1. Siapkan Pot dan Media Tanam

Pilih pot yang memiliki lubang pada bagian bawah untuk mengeluarkan air. Pot dengan diameter sekitar 25–30 sentimeter dapat digunakan untuk satu tanaman. Ukuran tersebut memberi ruang bagi akar untuk berkembang. Pot juga perlu memiliki alas agar air yang keluar tidak menggenangi area sekitar tempat tanaman diletakkan.

Media tanam dapat dibuat dari tanah, kompos, dan bahan yang membantu air keluar dari pot. Campurkan bahan tersebut secara merata sebelum digunakan. Hindari media yang terlalu padat karena air dapat tertahan di sekitar akar. Stevia dapat ditanam dalam pot atau polibag, sehingga pemilihan wadah dapat disesuaikan dengan ruang yang tersedia.

Sebelum bibit dipindahkan, basahi media secukupnya. Media tidak perlu sampai tergenang. Tujuannya agar akar dapat langsung berada dalam kondisi lembap setelah penanaman. Letakkan pot di tempat yang mendapat cahaya matahari. Stevia membutuhkan cahaya matahari untuk tumbuh, sehingga pot sebaiknya tidak ditempatkan terus-menerus di tempat gelap.

2. Pindahkan Bibit Stevia ke Dalam Pot

Keluarkan bibit dari wadah asal dengan memegang bagian media di sekitar akar. Hindari menarik batang karena bagian tersebut dapat mengalami kerusakan. Jika media pada wadah asal terlalu kering, beri sedikit air sebelum bibit dipindahkan. Cara ini membantu media tetap menyatu sehingga akar tidak banyak terganggu saat proses pemindahan.

Buat lubang pada bagian tengah media dengan ukuran yang menyesuaikan akar bibit. Masukkan bibit hingga bagian media dari wadah asal berada sejajar dengan permukaan media dalam pot. Tutup ruang di sekitar akar menggunakan media tanam. Tekan permukaan media secara perlahan agar tanaman berdiri dan tidak mudah bergeser.

Setelah bibit berada dalam pot, siram menggunakan air secukupnya. Air diberikan secara perlahan sampai sebagian keluar melalui lubang bawah pot. Setelah itu, letakkan tanaman di tempat yang mendapat cahaya. Jika bibit sebelumnya berada di tempat yang terlindung, berikan waktu untuk menyesuaikan diri sebelum terkena matahari dalam waktu lebih lama.

3. Atur Cahaya dan Posisi Pot

Stevia membutuhkan cahaya matahari untuk pertumbuhan. Karena ditanam dalam pot, tanaman dapat dipindahkan mengikuti kondisi tempat. Pilih lokasi yang mendapat cahaya selama beberapa jam setiap hari. Hindari menempatkan pot di sudut rumah yang selalu tertutup karena kurangnya cahaya dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman.

Perhatikan kondisi tanaman setelah dipindahkan ke tempat yang mendapat matahari. Jika daun tampak layu pada siang hari, periksa media dan kondisi tanaman sebelum menambah air. Jangan langsung menyiram hanya karena daun terlihat turun. Periksa bagian media terlebih dahulu untuk mengetahui apakah tanaman memang membutuhkan air.

Pot juga sebaiknya ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau. Posisi tersebut memudahkan pemeriksaan daun, batang, media, dan munculnya bunga. Menanam dalam pot memberi keuntungan karena wadah dapat dipindahkan jika kondisi tempat berubah. Namun, hindari terlalu sering memindahkan tanaman tanpa alasan karena tanaman membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.

4. Siram Stevia Sesuai Kondisi Media

Penyiraman menjadi bagian yang perlu diperhatikan saat menanam stevia dalam pot. Media perlu dijaga tetap lembap, tetapi air tidak boleh terus menggenang. Periksa permukaan media menggunakan jari. Jika bagian atas mulai kering, berikan air secara perlahan sampai air keluar dari lubang bawah pot.

Frekuensi penyiraman tidak harus sama setiap hari. Cuaca, ukuran pot, lokasi tanaman, dan kondisi media dapat memengaruhi kebutuhan air. Saat hujan atau udara lebih lembap, penyiraman dapat dikurangi. Sebaliknya, media dalam pot dapat lebih cepat kering saat terkena matahari dan angin dalam waktu lama.

Hindari menyiram tanaman secara berlebihan. Air yang terus berada di sekitar akar dapat membuat akar mengalami masalah. Lubang pada bagian bawah pot membantu mengeluarkan air yang berlebih. Karena itu, periksa lubang tersebut secara berkala dan pastikan tidak tertutup tanah atau sisa media yang membuat air sulit keluar.

5. Pangkas Bagian Tanaman yang Diperlukan

Pemangkasan dapat dilakukan ketika tanaman mulai tumbuh dan memiliki beberapa cabang. Potong bagian pucuk menggunakan gunting yang bersih. Langkah ini dapat membantu tanaman membentuk lebih banyak cabang sehingga jumlah daun yang tersedia untuk dipanen dapat bertambah. Lakukan pemangkasan secara bertahap dan jangan memotong seluruh bagian tanaman sekaligus.

Perhatikan juga bunga yang mulai muncul. Beberapa panduan budidaya stevia menyarankan pemotongan kuncup bunga ketika muncul karena daun dapat dipanen sebelum tanaman berbunga. Daun stevia juga dapat dipanen saat masih segar atau setelah dikeringkan.

Setelah pemangkasan, periksa bagian batang dan daun secara berkala. Buang daun yang rusak jika ditemukan. Gunakan alat yang bersih setiap kali memangkas. Cara ini membantu mengurangi risiko masalah yang dapat berpindah dari satu bagian tanaman ke bagian lain. Pemangkasan tidak perlu dilakukan setiap hari karena tanaman tetap membutuhkan waktu untuk tumbuh.

6. Panen Daun Stevia

Daun stevia dapat dipanen setelah tanaman memiliki cukup daun dan batang untuk terus tumbuh. Petik atau potong beberapa bagian daun tanpa mengambil seluruh tanaman. Sisakan bagian tanaman agar pertumbuhan dapat berlanjut. Daun dapat digunakan langsung atau dikumpulkan untuk dikeringkan sebagai persediaan pemanis.

Waktu panen juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Daun yang akan dikonsumsi dapat dicuci sebelum digunakan. Jika ingin menyimpan daun, pilih daun yang tidak rusak dan pisahkan dari batang. Beberapa sumber menyebut daun stevia dapat digunakan segar atau dikeringkan, lalu disimpan dalam wadah tertutup.

Untuk pemula, panen sedikit demi sedikit dapat menjadi pilihan. Cara tersebut membuat tanaman tetap memiliki bagian untuk melanjutkan pertumbuhan. Jangan mengambil daun dalam jumlah besar jika tanaman masih kecil. Setelah beberapa kali panen, perhatikan respons tanaman dan sesuaikan jumlah daun yang dipetik dengan pertumbuhannya.

Cara Menggunakan Daun Stevia Menjadi Pemanis untuk Minuman

Daun stevia yang telah dipanen dapat digunakan langsung sebagai campuran minuman. Cuci beberapa lembar daun, kemudian masukkan ke dalam teh, kopi, atau minuman lain. Untuk minuman panas, daun dapat diseduh bersama bahan minuman selama beberapa menit. Gunakan sedikit terlebih dahulu karena daun stevia memiliki rasa manis yang kuat.

Jika ingin membuat persediaan, daun dapat dikeringkan terlebih dahulu. Pisahkan daun dari batang, lalu letakkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara sampai daun kehilangan kandungan airnya. Daun yang sudah kering dapat dihancurkan menggunakan penggiling hingga menjadi bubuk. Simpan bubuk dalam wadah yang tertutup.

Daun kering juga dapat dibuat menjadi larutan untuk minuman. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah merendam daun yang sudah dicuci dan dipotong dalam air hangat, kemudian menyaringnya. Gunakan larutan tersebut sedikit demi sedikit pada teh atau minuman lain. Jumlah daun dapat disesuaikan karena rasa manis setiap hasil panen tidak selalu sama.

Pertanyaan Seputar Cara Menanam Stevia di Pot untuk Pemula

Apakah stevia bisa ditanam di pot?

Bisa. Stevia dapat ditanam dalam pot atau polibag sehingga cocok untuk rumah yang tidak memiliki lahan luas. Gunakan pot dengan lubang pembuangan air dan letakkan tanaman di tempat yang mendapat cahaya matahari.

Berapa ukuran pot untuk tanaman stevia?

Satu tanaman dapat ditempatkan dalam pot berdiameter sekitar 25–30 sentimeter. Pilih wadah yang memiliki ruang untuk pertumbuhan akar dan lubang di bagian bawah. Ukuran pot juga dapat disesuaikan dengan ukuran bibit yang digunakan.

Apakah stevia harus terkena sinar matahari?

Stevia membutuhkan cahaya matahari untuk tumbuh. Karena itu, letakkan pot di tempat yang mendapat cahaya selama beberapa jam setiap hari. Hindari lokasi yang selalu tertutup dan tidak mendapat cahaya.

Kapan daun stevia bisa dipanen?

Daun dapat dipanen setelah tanaman memiliki cukup daun dan bagian tanaman yang dapat terus tumbuh setelah panen. Daun dapat digunakan dalam kondisi segar atau dikeringkan. Beberapa panduan menyebut daun dapat dipanen sebelum tanaman berbunga.

Bagaimana cara menggunakan daun stevia sebagai pemanis?

Daun segar dapat dicuci lalu dimasukkan ke minuman. Daun juga dapat dikeringkan dan digiling menjadi bubuk. Cara lain adalah merendam daun dalam air hangat, kemudian menyaringnya untuk mendapatkan larutan yang dapat dicampurkan ke minuman.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |