Daftar Kode yang Bisa Digunakan pada Meteran Listrik, Lengkap dengan Fungsinya

1 hour ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Kode yang bisa digunakan pada meteran listrik dapat membantu pelanggan mengecek sejumlah informasi tanpa harus langsung meminta bantuan petugas. Pada meter listrik prabayar, keypad tidak hanya digunakan untuk memasukkan token, tetapi pada tipe tertentu juga dapat menampilkan informasi seperti sisa energi, data meter, hingga sejumlah parameter kelistrikan. PLN menjelaskan bahwa listrik prabayar menggunakan sistem pembelian energi dalam satuan kilowatt hour (kWh), sehingga jumlah kWh yang tersedia akan berkurang sesuai pemakaian listrik pelanggan.

Penggunaan kode pada meteran listrik menjadi salah satu cara untuk mengenali kondisi dan informasi yang tersedia pada perangkat. Namun, kode yang berlaku tidak selalu sama pada setiap meter karena perangkat dapat memiliki merek, tipe, serta sistem yang berbeda. Karena itu, pelanggan perlu memahami fungsi setiap kode sebelum memasukkannya, terutama untuk membedakan kode yang hanya digunakan untuk melihat informasi dengan kode yang berkaitan dengan fungsi teknis meter. Informasi resmi mengenai layanan kelistrikan juga dapat diperoleh melalui kanal PLN maupun Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.

Selain mengecek sisa kWh, beberapa meter memungkinkan pengguna melihat informasi seperti nomor meter, daya, tegangan, arus, status tertentu, atau riwayat sesuai kemampuan perangkat. Meski begitu, pelanggan sebaiknya tidak mencoba kombinasi angka secara sembarangan, terlebih jika kode tersebut berkaitan dengan pengaturan teknis. Jika muncul pesan kesalahan, token bermasalah, atau meter menunjukkan kondisi yang tidak dipahami, pemeriksaan melalui kanal resmi PLN menjadi pilihan yang lebih aman daripada mengubah pengaturan sendiri. Dilansir Liputan6 dari berbagai sumber, Rabu (12/8), berikut informasi selengkapnya. 

Kode Meteran untuk Cek Sisa kWh, Pemakaian, dan Daya

  • Melcoinda, Sanxing, Cannet, dan Smart

Pada meter merek Melcoinda, Sanxing, Cannet, dan Smart, terdapat sejumlah kode yang dapat digunakan untuk melihat informasi dasar. Kode 03 berfungsi menampilkan total pemakaian kredit, 07 untuk melihat batas daya, 09 untuk mengetahui daya sesaat, sedangkan 37 digunakan untuk mengecek sisa kredit atau kWh. Selain itu, 38 menampilkan total pengisian kredit dan 41 menunjukkan tegangan sesaat.

Pengguna juga dapat memasukkan 44 untuk melihat arus sesaat, 53 untuk total pengisian token kredit, serta 54 untuk mengetahui token kredit terakhir. Kode 55, 56, 57, dan 58 masing-masing dapat digunakan untuk melihat token kredit sebelumnya hingga urutan kelima, sedangkan 83 menunjukkan konsumsi energi bulan lalu. Untuk kebutuhan informasi dasar, kode 37, 09, 41, dan 44 termasuk yang paling berguna karena berkaitan langsung dengan kondisi listrik saat itu.

  • Itron

Meter Itron memiliki kode yang cukup lengkap untuk memantau penggunaan listrik. Kode 03 digunakan untuk melihat total kWh listrik yang telah digunakan, 07 untuk batas kWh, 09 untuk daya yang digunakan, 41 untuk tegangan, dan 44 untuk jumlah ampere yang sedang dipakai. Kode 47 juga menampilkan daya yang sedang digunakan.

Untuk informasi token, kode 54 digunakan untuk melihat token terakhir, sedangkan 59 menunjukkan jumlah kWh pada pengisian terakhir. Ada pula kode 69 untuk melihat jumlah kejadian listrik mati dan 75 untuk mengecek ID pelanggan PLN prabayar. Kode-kode ini menjadikan keypad bukan sekadar alat memasukkan token, tetapi juga sarana membaca sejumlah informasi penggunaan listrik.

Kode Meteran untuk Cek Token Terakhir dan Riwayat Pengisian

  • Hexing

Pada meter Hexing, kode 801 dapat digunakan untuk mengecek sisa kWh, sedangkan 804 untuk melihat ID meter PLN prabayar. Jika ingin mengetahui tegangan, kode yang digunakan adalah 807, sementara 808 menampilkan ampere yang sedang dipakai dan 814 menunjukkan daya yang sedang digunakan.

Informasi terkait pengisian token juga tersedia. Kode 815 digunakan untuk mengetahui tanggal pengisian terakhir, 817 untuk jumlah kWh pada pengisian terakhir, 851 untuk total kWh yang telah digunakan, dan 852 untuk melihat kode token terakhir. Sementara itu, 809 dapat digunakan untuk melihat jumlah berapa kali listrik mati pada meter tersebut.

  • Glomet dan Star

Meter Glomet memiliki kode 37 untuk mengecek sisa kWh, 38 untuk total kWh listrik yang telah digunakan, 41 untuk tegangan, dan 47 untuk daya yang sedang dipakai. Kode 54 digunakan untuk melihat token terakhir, 59 untuk jumlah kWh pengisian terakhir, 75 untuk ID meter prabayar, dan 79 untuk mengetahui batas minimal alarm.

Sementara itu, pada meter Star, kode 07 dapat digunakan untuk mengecek sisa kWh, 12 untuk melihat batas minimal alarm, 37 untuk mengetahui delay alarm dalam menit, 65 untuk mengecek ID meter listrik prabayar, dan 76 untuk mengetahui jumlah kWh pengisian terakhir. Perbedaan ini menunjukkan mengapa pengguna perlu memastikan merek meter sebelum memasukkan kode tertentu.

Kode Meteran untuk Mengecek Tegangan, Arus, dan Daya

  • Kode Tegangan pada Meter Prabayar

Informasi tegangan menjadi salah satu data teknis yang dapat dilihat melalui kode pada beberapa meter. Pada Melcoinda, Sanxing, Cannet, dan Smart, kode 41 digunakan untuk menampilkan tegangan sesaat, sedangkan pada Itron kode yang sama juga digunakan untuk melihat tegangan listrik. Pada Hexing, fungsi serupa dapat diakses melalui kode 807.

Pengecekan tegangan dapat membantu pengguna mendapatkan gambaran mengenai kondisi listrik yang terbaca meter. Namun, angka yang muncul sebaiknya dipahami sebagai informasi pemantauan, bukan dasar untuk membongkar atau memperbaiki instalasi listrik sendiri. Jika terdapat kondisi kelistrikan yang tidak normal, pemeriksaan lebih lanjut sebaiknya dilakukan melalui pihak yang kompeten.

  • Kode Arus dan Daya yang Sedang Digunakan

Untuk melihat arus, meter Melcoinda, Sanxing, Cannet, dan Smart menggunakan kode 44, sedangkan Itron juga menggunakan kode 44 untuk menampilkan jumlah ampere yang sedang dipakai. Pada Hexing, informasi ampere dapat dilihat melalui kode 808. Sementara untuk mengetahui daya yang sedang digunakan, Melcoinda dan beberapa merek terkait menggunakan 09, Itron menyediakan 09 dan 47, sedangkan Hexing menggunakan 814 dan Glomet menggunakan 47.

Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai beban listrik yang sedang digunakan ketika pengecekan dilakukan. Misalnya, angka daya dapat berubah ketika beberapa peralatan elektronik dinyalakan atau dimatikan, sehingga hasil pembacaan pada satu waktu belum tentu sama dengan waktu lainnya.

Kode untuk Mengatur dan Mengecek Alarm Meteran

  • Kode 456XX dan 123XX pada Itron

Pada meter Itron, terdapat kode yang berkaitan dengan pengaturan alarm. Kode 79 digunakan untuk mengecek batas minimal alarm, sedangkan format 456XX dapat digunakan untuk mengubah batas minimal tersebut. Sebagai contoh yang dicantumkan dalam sumber, 45605 digunakan untuk menetapkan batas alarm pada 5 kWh.

Selain itu, kode 78 digunakan untuk mengecek delay alarm dalam menit. Ada pula format 123XX untuk mengubah delay tersebut, dengan contoh 12310 untuk 10 menit. Pengaturan ini berkaitan dengan perilaku alarm meter sehingga pengguna sebaiknya memasukkan angka sesuai kebutuhan dan petunjuk perangkat.

  • Kode 812 pada Hexing

Pada meter Hexing, kode 812 digunakan untuk mematikan alarm batas kWh. Fungsi tersebut berbeda dengan kode untuk melihat sisa energi karena perintah ini berkaitan langsung dengan bunyi peringatan pada meter.

Sementara itu, meter Star menggunakan 12 untuk mengecek batas minimal alarm dan 37 untuk melihat delay alarm dalam menit. Pada Glomet, kode 79 digunakan untuk mengecek batas minimal alarm. Perbedaan tersebut kembali menunjukkan bahwa fungsi angka pada keypad sangat bergantung pada merek meter.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memasukkan Kode Meteran

  • Pastikan Merek Meter Sebelum Memasukkan Kode

Jangan langsung mencoba semua kode yang ditemukan di internet. Daftar yang dihimpun Kompas.com berdasarkan keterangan PLN menunjukkan bahwa kode pada Melcoinda, Sanxing, Cannet, Smart, Itron, Hexing, Conlog, Glomet, dan Star memang berbeda, bahkan satu angka dapat memiliki fungsi berbeda pada merek tertentu.

Karena itu, langkah pertama adalah melihat merek yang tercantum pada kWh meter. Setelah itu, pilih kode yang memang sesuai dengan merek tersebut dan gunakan tombol Enter atau Accept sesuai jenis meter yang digunakan.

  • Jangan Sembarangan Menggunakan Kode Restart atau Pengaturan

Beberapa daftar juga mencantumkan kode yang berkaitan dengan restart atau perubahan pengaturan. Pada Itron, misalnya, 00 disebut sebagai kode untuk restart meter dalam kondisi tertentu, sedangkan pada Hexing terdapat 800 untuk restart meter. Karena perintah tersebut menyentuh fungsi perangkat, pengguna sebaiknya tidak mencobanya tanpa memahami kondisi dan petunjuk meter.

Kode seperti 01 dan 02 pada Melcoinda, Sanxing, Cannet, dan Smart juga berkaitan dengan tes relay dan tes alarm. Kode-kode tersebut berbeda dari kode yang sekadar menampilkan informasi, sehingga pengguna sebaiknya mengutamakan kode pemeriksaan yang memang dibutuhkan.

  • Gunakan Informasi Resmi Jika Meter Bermasalah

PLN menyediakan halaman resmi Listrik Pintar yang memuat informasi mengenai meter prabayar, termasuk petunjuk penggunaan untuk beberapa jenis meter seperti Star, Hexing, dan Itron. Hal ini dapat menjadi rujukan ketika pelanggan ingin memastikan fungsi meter yang terpasang di rumah.

Jika muncul tulisan periksa, token gagal dimasukkan, meter menunjukkan kondisi yang tidak dipahami, atau terjadi gangguan listrik, jangan mencoba kombinasi kode secara acak. Gunakan layanan resmi PLN atau minta pemeriksaan oleh petugas yang berwenang agar masalah dapat ditangani tanpa mengganggu sistem pengukuran listrik.

Tanya & Jawab Seputar Kode yang Bisa Digunakan pada Meteran Listrik

1. Apa fungsi kode pada meteran listrik? Kode dapat digunakan untuk mengecek sisa kWh, pemakaian, tegangan, arus, daya, token terakhir, hingga informasi alarm.

2. Apakah kode meteran listrik sama untuk semua merek? Tidak. Kode dapat berbeda berdasarkan merek dan tipe meter, seperti Itron, Hexing, Star, Glomet, dan lainnya.

3. Bagaimana cara mengetahui merek meteran listrik? Periksa tulisan atau label merek yang biasanya terdapat di bagian depan kWh meter.

4. Apakah semua kode meteran aman dicoba? Tidak. Hindari kode yang berkaitan dengan pengaturan, tes, atau restart jika tidak memahami fungsinya.

5. Apa yang dilakukan jika kode tidak berfungsi? Jangan memasukkan kode secara berulang atau acak. Periksa panduan sesuai merek meter atau hubungi layanan resmi PLN.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |