Liputan6.com, Jakarta Cara menanam sayuran sistem vertikultur dilakukan dengan menyusun wadah tanam secara bertingkat atau tegak ke atas. Metode ini membuat lahan sempit di teras, dinding, maupun balkon tetap produktif menghasilkan sayuran segar.
Prosesnya mencakup pembuatan instalasi, penyemaian benih, pemindahan bibit, sampai perawatan rutin. Dengan cara menanam sayuran sistem vertikultur yang tepat, satu meter persegi lahan bisa menampung tanaman jauh lebih banyak dibanding pola konvensional.
Mengacu pada riset di laman SeedMoney, menanam sayuran secara vertikal turut memperbaiki sirkulasi udara sehingga daun lebih cepat kering dan risiko serangan jamur maupun serangga dapat ditekan. Karena itu, teknik ini banyak dipilih pemula yang ingin memulai cara menanam sayuran di rumah untuk pemula tanpa lahan luas.
Tren ini terus tumbuh di kota padat. Semangat serupa mendorong munculnya beragam ide kebun sayur di lahan sempit yang praktis diterapkan siapa saja.
Cara Membuat Instalasi Vertikultur untuk Menanam Sayuran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331050/original/036314000_1787473466-17ed8627-62f1-477d-b1a1-638f91beda7d.jpg)
Perbesar
Tahap awal dalam cara menanam sayuran sistem vertikultur adalah menyiapkan instalasi atau wadah tanam bertingkat. Bahan bisa memanfaatkan barang bekas seperti pipa PVC, bambu, botol plastik, talang, hingga rak susun agar hemat biaya.
-
Pilih wadah tanam: Gunakan pipa PVC berdiameter 3-4 inci, bambu, atau pot yang kuat dan mudah dipindahkan. Model instalasi disesuaikan dengan luas serta kondisi lahan Anda, seperti pada vertikultur dengan pipa PVC bekas.
-
Buat lubang tanam dan drainase: Lubangi sisi wadah sebagai tempat tanam, lalu pastikan ada lubang di bagian bawah supaya air tidak menggenang dan akar tanaman tidak membusuk.
-
Tentukan lokasi strategis: Pilih area yang menerima sinar matahari minimal enam jam untuk sayuran buah, atau tempat dengan naungan ringan untuk sayuran daun.
-
Dirikan rangka penopang: Pasang instalasi secara vertikal atau miring pada rangka kayu maupun besi, kemudian jangkarkan ke dinding atau pagar agar tidak roboh saat angin kencang. Banyak model bisa ditiru dari desain kebun sayur vertikultur tanpa tanah.
Kreativitas memanfaatkan barang bekas menjadi kunci keberhasilan. Untuk area terbatas, prinsip yang sama bisa dipakai saat menanam sayur di dinding rumah.
Cara Menyemai dan Menanam Bibit Sayuran Secara Vertikultur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331051/original/041218500_1787473466-1910931a-ca6b-47b5-9ada-b96e3be6d4f3.jpg)
Perbesar
Setelah instalasi siap, cara menanam sayuran sistem vertikultur berlanjut ke penyemaian benih dan pemindahan bibit. Media tanam yang subur serta kepadatan tanam yang pas menentukan hasil panen ke depan.
-
Semai benih lebih dulu: Sebar benih pada wadah semai berisi media tanam yang berlubang di bawahnya. Beberapa sayuran seperti kangkung, bayam, dan sawi juga bisa ditanam langsung dari benih.
-
Siapkan media tanam: Campurkan tanah, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1 agar gembur, subur, dan mampu menahan air. Racikan ini umum digunakan pada urban farming pemula.
-
Pindahkan bibit: Setelah bibit berdaun 2-4 helai, keluarkan beserta media semainya, lalu tanam ke lubang instalasi sampai batas leher akar dan padatkan perlahan tanpa merusak perakaran.
-
Atur kepadatan tanam: Hindari menanam terlalu rapat karena memicu persaingan nutrisi dan ruang. Untuk sayuran daun, cukup 3-5 tanaman per lubang berukuran sedang seperti pada cara menanam kangkung di polybag.
Sebagaimana dilansir dari laman Gardenary, saat sayuran dibiarkan tumbuh ke atas dan tidak menjalar di tanah, daun, bunga, serta buah mendapatkan ruang dan cahaya masing-masing sehingga tanaman lebih sehat.
Cara Merawat Sayuran Sistem Vertikultur agar Tumbuh Subur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331052/original/045603000_1787473466-3e7f7d02-75eb-43a2-bf38-f80cbc6eafba.jpg)
Perbesar
Perawatan adalah bagian penting dalam cara menanam sayuran sistem vertikultur karena wadah bertingkat cenderung lebih cepat kering. Penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama harus dilakukan secara rutin dan konsisten.
-
Siram secara teratur: Periksa media tanam setiap hari dan siram bila lapisan atas terasa kering. Siram dari bagian atas agar wadah di bawahnya turut mendapat limpahan air.
-
Berikan pupuk berkala: Tambahkan pupuk organik cair atau kompos matang untuk menjaga nutrisi. Pemberian pupuk organik dapat diulang setiap 2-3 minggu selama masa tumbuh.
-
Kendalikan hama alami: Ambil hama secara manual, semprot dengan larutan sabun atau minyak nimba, dan cabut tanaman yang terserang penyakit lalu ganti medianya agar tidak menular.
-
Atur cahaya dan rotasi: Susun tanaman berdasarkan kebutuhan sinar matahari, dan terapkan rotasi tanaman agar unsur hara media tidak cepat terkuras.
-
Panen tepat waktu: Petik sayuran daun saat berumur 20-30 hari, baik dengan mencabut seluruh tanaman maupun memetik daun terluar secara bertahap untuk pasokan berkelanjutan.
Dilansir dari Almanac, taman vertikal, khususnya yang menempel di dinding, umumnya membutuhkan penyiraman lebih sering karena tembok menciptakan bayangan hujan; sistem irigasi tetes berpengatur waktu bisa membuat pengairan lebih efisien. Bagi yang ingin bebas media tanah, opsi ini bisa dipadukan dengan cara memulai hidroponik dari nol.
Berdasarkan panduan University of Minnesota Extension, tanaman dalam wadah kerap perlu disiram lebih dari sekali sehari tergantung ukuran wadah dan suhu, sedangkan penyiraman berulang lambat laun ikut meluruhkan nutrisi sehingga pemupukan susulan menjadi penting. Mengutip Memphis Area Master Gardeners, karena media pada sistem vertikal terbagi dalam kantong-kantong terpisah, sebaiknya gunakan pupuk larut yang diberikan setidaknya dua kali selama musim tanam. Prinsip ini juga berlaku saat menanam pakcoy di rak bertingkat. Baca juga: Berapa pot ideal untuk panen sayur keluarga di rumah.
Jenis Sayuran yang Cocok Ditanam Secara Vertikultur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5332032/original/080788000_1756454870-rama-murtyza-erionadar-gFV8ME9SUSs-unsplash.jpg)
Perbesar
Tidak semua tanaman ideal untuk sistem bertingkat. Prioritaskan sayuran berumur pendek, berukuran kecil, dan berakar dangkal agar tumbuh optimal di wadah terbatas. Merujuk laman Hobby Farms, teknik menopang dan menegakkan tanaman menjauhkan daun dari permukaan tanah sehingga banyak penyakit tular tanah dapat dihindari.
- Kangkung: Tumbuh cepat, dapat dipanen dalam 20-30 hari, dan sangat cocok untuk wadah vertikal maupun kebun kangkung bertingkat.
-
Bayam: Berakar dangkal dan kaya nutrisi, bisa dipanen sekitar 25-30 hari, ideal untuk pot maupun rak susun.
-
Selada: Varietas berukuran kecil sangat sesuai untuk kantong tanam gantung dan wadah dangkal.
-
Sawi dan pakcoy: Masa panen singkat serta perawatan sederhana, cocok untuk pemula yang belajar berkebun vertikal.
-
Seledri dan daun bawang: Tanaman bumbu dapur yang praktis dipetik langsung dari instalasi di dekat dapur.
-
Kemangi dan mint: Herba beraroma yang tetap subur meski hanya menerima sinar matahari pagi.
-
Cabai: Bernilai ekonomis tinggi, tetapi butuh wadah lebih besar dan penopang agar tumbuh tegak.
-
Tomat ceri: Varietas mungil bisa ditanam menjuntai dari pot gantung sehingga hemat ruang.
Pilihan tanaman ini sejalan dengan daftar tanaman paling bagus untuk kebun vertikal, termasuk kombinasi populer kangkung dan bayam. Bagi yang ingin hemat air, pertimbangkan pula deretan tanaman sayur hemat air untuk lahan sempit, atau terapkan langsung dalam budidaya sayur organik di halaman sempit.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Sayuran Sistem Vertikultur untuk Lahan Sempit
Apa saja kelebihan sistem vertikultur dibanding cara tanam biasa?
Vertikultur menghemat lahan karena tanaman disusun bertingkat, memudahkan perawatan dan panen tanpa membungkuk, menghemat pemakaian pupuk serta pestisida, dan instalasinya mudah dipindahkan. Metode ini juga membuat lingkungan rumah tampak lebih hijau dan asri. Konsep serupa banyak dikembangkan lewat ide urban farming sederhana.
Berapa lama sayuran vertikultur bisa dipanen?
Sebagian besar sayuran daun berumur pendek seperti kangkung, bayam, sawi, dan selada bisa dipanen dalam 20-30 hari setelah tanam. Sayuran buah seperti cabai dan tomat membutuhkan waktu lebih lama, tetapi tetap dapat tumbuh di wadah vertikal berukuran memadai bahkan di gang sempit.
Apakah vertikultur bisa dilakukan tanpa lahan sama sekali?
Bisa. Vertikultur dapat memanfaatkan dinding, pagar, teras, hingga balkon menggunakan pot gantung, botol bekas, atau pipa yang dilubangi. Bahkan dapur mungil pun dapat menyimpan pasokan sayuran segar melalui lifehack menanam sayur di lahan sempit.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329603/original/026065100_1787285477-chAhLv07MkNqD1BMxvuqIj96Hkvl5s2no4ve84zk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331063/original/071889300_1787475786-9f21426e-4916-4a0c-b008-f12b368ecfceHL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331031/original/012365900_1787471182-46397103-51ad-41c9-b637-353cf48ad399.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329606/original/068708600_1787285481-Q3GSVm7WCY6aoSkSp1EcQRIHCZlvWRGRQQxFDW9R.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260438/original/055587800_1781593616-HL_ikan_nila.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331005/original/041619800_1787469226-c3867df9-0ecc-4a65-a166-bb883bea94fb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331043/original/010570800_1787472685-912b9f13-5f44-44cf-a526-3562b4a503a3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331006/original/093404400_1787469331-4d54e190-9535-4f58-8412-95264491dd00.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4800603/original/002466100_1712984425-pexels-krizjohn-rosales-761297.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329607/original/091022700_1787285482-tJHwAoQm8LQlJ1kwCMCqwiHtRk2BiOHjIF3al8nd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330962/original/013333000_1787466400-Pohon_Jambu_Bol_Kerdil_di_Halaman_Rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330963/original/089945600_1787466501-Gemini_Generated_Image_ac57t5ac57t5ac57.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330944/original/035671300_1787465540-Kandang_Broiler_Sederhana_dari_Bambu.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330945/original/020464300_1787465682-penyimpanan_teri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330889/original/064184500_1787457508-Cara_Mengupas_Alpukat_agar_Dagingnya_Tidak_Menempel_di_Kulit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330899/original/081090500_1787460056-6377c8f1-0ac3-4407-9392-4fde596797a5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2964451/original/048932600_1573476348-20191111-Tas-Celana-Jeans-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329604/original/072482700_1787285478-kcmmTVtxEin0CQtyCAWrTJvHM5e8ko15W98wgggT.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330832/original/006340900_1787453286-Model_Ventilasi_Kamar_Tanpa_Jendela.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330808/original/083267700_1787450443-90195aaf-8510-4dd3-aaa4-9052a6d64b4a.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6707818/original/004530300_1779526004-1779525648.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558460/original/066569600_1776419680-HL_mangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566397/original/034900000_1777180569-Desain_Rumah_50_Juta_dengan_Ventilasi_Silang_Alami_Model_Teras_Ganda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7026414/original/064378700_1779801039-Gemini_Generated_Image_bb1cq2bb1cq2bb1c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5705844/original/009190100_1778588694-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566459/original/099990000_1777186387-Cara_Cepat_Bersihkan_Kulkas_Tanpa_Bongkar_Semua_Isi_dan_Tetap_Bersih_Maksimal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7165476/original/043708000_1779955747-pokcoy_gantung_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565766/original/098117700_1777086011-unnamed__30_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5697309/original/087148900_1778575609-Gemini_Generated_Image_fqdhcafqdhcafqdh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568461/original/001756800_1777360580-kre1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569841/original/046143800_1777456700-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566874/original/055492400_1777259351-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569551/original/048471600_1777445890-fad1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5753994/original/053180300_1778655561-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570927/original/085307900_1777551328-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8220930/original/095004600_1781080823-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570983/original/070663600_1777556515-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572351/original/095544400_1777794379-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570883/original/068753400_1777547815-1.jpg)