Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam genjer di kolam terpal bisa menjadi pilihan menarik bagi yang ingin membudidayakan sayuran air tanpa membutuhkan lahan sawah atau rawa yang luas. Dengan wadah sederhana, genjer tetap dapat tumbuh selama kebutuhan air, media dasar, cahaya, dan ruang tumbuhnya diperhatikan.
Genjer atau Limnocharis flava merupakan tumbuhan rawa yang secara alami dapat ditemukan di perairan dangkal seperti sawah dan rawa. Buku terbitan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan bahwa rimpang genjer tumbuh tegak dan terbenam dalam lumpur, sementara daunnya dapat tumbuh tegak atau miring. Karakter tersebut membuat genjer cukup memungkinkan dibudidayakan dalam wadah buatan yang menyerupai habitat aslinya.
Selain tidak membutuhkan lahan terlalu luas, kolam terpal juga memudahkan pengaturan air dan kebersihan media. Namun, budidayanya tetap perlu dilakukan secara terukur karena genjer merupakan tanaman air yang membutuhkan kondisi lingkungan yang sesuai, bukan sekadar diletakkan di dalam air. Lantas, seperti apa cara menanam genjer di kolam terpal yang baik? Dilansir Liputan6 dari berbagai sumber, Rabu (12/8), berikut panduan yang dapat dijadikan acuan untuk memulainya.
1. Memilih dan Menyiapkan Kolam Terpal untuk Menanam Genjer
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322141/original/052020100_1786518614-1.jpg)
Perbesar
- Menentukan ukuran kolam sesuai lahan
Untuk skala rumahan, kolam terpal dapat dipilih berdasarkan luas lahan yang tersedia dan jumlah genjer yang hendak ditanam. Wadah berukuran sekitar 1 x 2 meter dapat menjadi pilihan awal karena cukup mudah dijangkau saat melakukan perawatan, tetapi ukurannya dapat diperbesar jika tanaman yang dibudidayakan lebih banyak. Penelitian IPB University mengenai sayuran indigenous di Jawa Barat menunjukkan genjer memang dibudidayakan secara intensif maupun semi-intensif, sehingga pengaturan ruang tanam menjadi bagian penting dalam menyesuaikan sistem budidaya.
- Memilih lokasi dengan cahaya yang cukup
Letakkan kolam di tempat yang mendapatkan cahaya matahari dan tidak menjadi jalur masuk air limbah atau kotoran dari lingkungan sekitar. Pencahayaan yang memadai dibutuhkan karena genjer merupakan tanaman yang tumbuh baik pada kondisi cahaya penuh menurut informasi Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB University. Lokasi yang mudah dijangkau juga membuat kondisi air, daun, dan media dapat diperiksa secara rutin.
- Mengatur kedalaman air
Genangan dalam kolam sebaiknya tidak dibuat berlebihan karena penelitian Universitas Gadjah Mada dan BRIN menunjukkan kedalaman air berpengaruh terhadap pertumbuhan serta karakter morfologi genjer. Studi tersebut menguji kedalaman 0, 5, dan 10 cm dari permukaan tanah dan menemukan bahwa peningkatan kedalaman air dapat menurunkan berat basah, berat kering, tinggi, panjang, serta lebar daun genjer. Karena itu, gunakan kondisi dangkal dan sesuaikan tinggi air dengan perkembangan tanaman, bukan memenuhi kolam hingga dalam.
- Membersihkan wadah sebelum digunakan
Sebelum dipakai, cuci terpal dengan air bersih untuk menghilangkan debu, tanah, atau kotoran yang menempel selama penyimpanan dan pemasangan. Periksa juga bagian dasar kolam agar tidak terdapat batu, potongan kayu, kawat, atau benda tajam yang dapat menyebabkan kebocoran. Langkah kebersihan ini penting karena genjer merupakan sayuran yang bagian mudanya dikonsumsi, sehingga sumber air dan lingkungan tumbuh sebaiknya dijaga sejak awal.
2. Menyiapkan Bibit Genjer yang Sehat Sebelum Ditanam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322142/original/056124600_1786518614-2.jpg)
Perbesar
- Mengenali ciri bibit genjer yang sehat
Bibit yang dipilih sebaiknya memiliki daun hijau dan segar, pangkal tanaman kuat, serta tidak menunjukkan tanda busuk atau kerusakan berat. Hindari bibit yang daunnya menguning parah, layu berkepanjangan, atau bagian akarnya mudah hancur ketika disentuh. Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB University menjelaskan genjer dapat diperbanyak melalui stek maupun benih, sehingga bahan tanam dapat dipilih berdasarkan metode perbanyakan yang tersedia.
- Memilih bahan tanam dengan pangkal yang kuat
Jika menggunakan tanaman yang sudah tumbuh, pilih bagian yang mempunyai pangkal dan akar dalam kondisi baik agar lebih mudah ditanam pada media lumpur. Bibit sebaiknya tidak dibiarkan kering terlalu lama setelah dipisahkan dari tanaman induk karena genjer merupakan tanaman air yang terbiasa berada pada lingkungan basah. Buku BRIN mengenai tumbuhan lalapan menjelaskan bahwa rimpang genjer bersifat tegak, tebal, dan terbenam dalam lumpur, sehingga kondisi bagian bawah tanaman perlu dijaga saat proses pemindahan.
- Menghindari bibit dari perairan tercemar
Sumber bibit sebaiknya berasal dari tanaman yang tumbuh pada lingkungan dengan kondisi air dan media yang diketahui bersih, terutama jika hasil panennya akan dikonsumsi. Jangan mengambil genjer dari saluran yang menerima limbah rumah tangga, buangan industri, atau bahan pencemar lain yang tidak diketahui kandungannya. Penelitian IPB University menunjukkan genjer memang merupakan sayuran yang biasa dikonsumsi masyarakat, sehingga asal bahan tanaman perlu diperhatikan sejak awal budidaya.
- Menjaga bibit tetap lembap sebelum ditanam
Apabila bibit belum langsung dipindahkan ke kolam, letakkan pada tempat teduh dengan kondisi pangkal tetap lembap agar tidak mengalami kekeringan. Proses pemindahan sebaiknya dilakukan secara hati-hati supaya akar dan pangkal tidak mengalami kerusakan sebelum ditanam. Penelitian IPB mengenai budidaya genjer dalam sistem mini-ekosistem juga menegaskan bahwa kondisi lingkungan merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam sistem budidaya tanaman air.
3. Mengisi Air dan Menyiapkan Media Tanam Genjer di Kolam Terpal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322143/original/060197000_1786518614-3.jpg)
Perbesar
- Menyiapkan lumpur sebagai media dasar
Masukkan tanah atau lumpur yang bersih ke bagian dasar kolam sebagai tempat akar dan pangkal genjer bertumpu. Media tidak perlu dipadatkan terlalu keras agar akar dapat berkembang dan tanaman mudah ditancapkan. BRIN menjelaskan genjer tumbuh di perairan dangkal seperti sawah dan rawa dengan rimpang yang terbenam dalam lumpur, sehingga media berlumpur sesuai dengan karakter habitat tanaman tersebut.
- Mengatur ketinggian air secara bertahap
Setelah media dasar tersedia, masukkan air secara perlahan sampai lumpur berada dalam kondisi basah dan tergenang dangkal. Hindari langsung mengisi kolam terlalu tinggi karena penelitian Universitas Ruhuna yang diterbitkan Cambridge University Press juga mengkaji pengaruh tinggi muka air terhadap pertumbuhan dan morfologi Limnocharis flava. Prinsipnya, air perlu cukup untuk mempertahankan lingkungan basah tanpa membuat tanaman terus-menerus terendam terlalu dalam.
- Memastikan air yang digunakan bersih
Gunakan air tawar yang tidak berbau, tidak tercampur limbah, dan tidak berasal dari saluran yang kualitasnya meragukan. Air dengan kandungan garam tinggi juga sebaiknya dihindari karena penelitian UGM dan BRIN menunjukkan salinitas dapat memberikan tekanan pada pertumbuhan genjer. Studi tersebut menemukan kombinasi salinitas tinggi dan kedalaman air yang lebih tinggi dapat menurunkan sejumlah karakter pertumbuhan tanaman.
- Membiarkan media stabil sebelum penanaman
Setelah lumpur dan air dimasukkan, diamkan kolam sampai endapan lumpur turun dan kondisi air menjadi lebih tenang. Media yang stabil akan membuat proses penanaman lebih mudah karena bibit tidak mudah bergeser ketika ditancapkan. Penelitian IPB mengenai sistem mini-ekosistem genjer juga memperlihatkan pentingnya pengaturan kondisi lingkungan dalam sistem budidaya berbasis wadah.
4. Cara Menanam Genjer di Kolam Terpal agar Cepat Beradaptasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322144/original/064055600_1786518614-4.jpg)
Perbesar
- Menanam bibit secara perlahan
Setelah media siap, buat lubang kecil pada lumpur kemudian masukkan akar atau pangkal bibit tanpa menekan tanaman terlalu dalam. Berikan jarak sekitar 20–30 cm sebagai acuan praktis agar tanaman memiliki ruang untuk membentuk daun dan tunas baru, lalu tutup kembali bagian akar dengan lumpur secukupnya. Angka jarak tersebut dapat disesuaikan dengan ukuran bibit dan luas kolam karena sumber penelitian budidaya genjer menunjukkan praktik penanaman dapat berbeda berdasarkan sistem dan lingkungan budidayanya.
- Langkah menanam genjer di kolam terpal:
- Buat lubang kecil pada media lumpur.
- Masukkan akar atau pangkal bibit.
- Tutup kembali akar dengan lumpur secukupnya.
- Berikan jarak sekitar 20–30 cm antartanaman.
- Pastikan daun berada di atas permukaan air.
- Jangan mengaduk media setelah penanaman.
- Amati kondisi tanaman selama masa awal adaptasi.
- Pisahkan tanaman yang menunjukkan tanda membusuk.
FAO mencatat praktik budidaya genjer di kolam dangkal di Jawa Barat, dengan penanaman dilakukan setiap tiga sampai enam bulan dan pemanenan mulai dilakukan sekitar satu bulan setelah tanam. Catatan tersebut juga menyebut tunas dan bunga dapat dipanen secara berkala sekitar setiap 10 hari setelah tanaman mulai menghasilkan.
5. Tips Merawat Genjer Kolam Terpal agar Tumbuh Subur hingga Cara Memetik Terbaiknya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322145/original/067833700_1786518614-5.jpg)
Perbesar
- Menjaga kualitas dan ketinggian air
Periksa ketinggian air secara rutin, terutama ketika cuaca panas membuat penguapan berlangsung lebih cepat. Tambahkan air bersih secara bertahap apabila permukaan mulai turun dan jangan membiarkan media sampai kering terlalu lama. Penelitian UGM dan BRIN menunjukkan kedalaman air memengaruhi pertumbuhan genjer, sehingga pengelolaan air menjadi salah satu bagian penting dalam pemeliharaan.
- Mengontrol kepadatan tanaman
Ketika genjer mulai menghasilkan tunas baru, lakukan penjarangan atau pemanenan bertahap agar tanaman tidak memenuhi seluruh permukaan kolam. Ruang yang cukup akan membuat pemilik lebih mudah memeriksa kondisi daun, membersihkan wadah, dan mengambil hasil panen. Penelitian IPB University mengenai sistem budidaya genjer menunjukkan tanaman dapat dikembangkan dalam kolam, sehingga pengaturan populasi tetap perlu disesuaikan dengan kapasitas wadah.
- Membersihkan bagian tanaman yang rusak
Singkirkan daun yang menguning parah, membusuk, atau terlepas dan mengendap di permukaan maupun media kolam. Gulma atau tanaman lain yang tumbuh tanpa sengaja juga sebaiknya segera diambil supaya tidak memenuhi ruang tumbuh genjer. Panduan BRIN mengenai budi daya sayuran lokal menempatkan genjer sebagai salah satu komoditas sayuran lokal yang dapat dikembangkan, sehingga pengelolaan lingkungan tumbuh menjadi bagian penting dari pemeliharaan.
- Memetik genjer secara bertahap
Pemetikan dapat dilakukan ketika tanaman sudah cukup berkembang dengan mengambil bagian muda yang layak dimanfaatkan dan tetap menyisakan bagian tanaman yang sehat. Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB University mencatat bahwa daun muda, tangkai, dan bagian tertentu dari tanaman genjer dapat dimakan serta menyebut tanaman ini dapat dipanen sekitar 60–90 hari dalam informasi budidayanya.
Tanya & Jawab Seputar Cara Menanam Genjer di Kolam Terpal
1. Apakah genjer bisa ditanam di kolam terpal? Bisa, karena genjer dapat dibudidayakan di kolam maupun sistem lainnya.
2. Apakah genjer membutuhkan lumpur? Ya, media berlumpur sesuai dengan karakter habitat alami genjer.
3. Berapa kedalaman air yang cocok? Gunakan genangan dangkal dan hindari air terlalu dalam karena kedalaman berpengaruh terhadap pertumbuhan genjer.
4. Berapa jarak tanam genjer di kolam terpal? Sekitar 20–30 cm dapat digunakan sebagai acuan awal dan disesuaikan dengan luas kolam.
5. Kapan genjer dapat dipanen? Waktu panen bergantung pada sistem budidaya, tetapi FAO mencatat panen dapat dimulai sekitar satu bulan setelah penanaman pada praktik kolam dangkal di Jawa Barat.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322247/original/074548600_1786522987-7043c06c-5aff-40f7-b8e5-420fb5010d2f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322353/original/018405000_1786525523-pexels-novkov-visuals-34321279.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5262749/original/020573100_1750752492-m.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321412/original/092495200_1786441283-XLoKHUS1xzL40kqAWl6CBo53tcbleZP3ApNPlGar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4834818/original/036313500_1715931417-Ilustrasi_tenang__kalem__diri_sendiri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4536618/original/086191200_1691980067-woman-smiling-with-coffee-laptop_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165020/original/066400100_1742183543-ad87bb24965ab99d50eea572dbfeebde.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322295/original/065061400_1786524493-HL_pintu_kayu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322448/original/040622300_1786528979-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322432/original/067232900_1786528498-pexels-cottonbro-9222613.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322439/original/078245800_1786528796-OCVVVEE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322503/original/032394100_1786531044-60e8da3d-7020-44d7-a76b-a7d2b45c9390.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322392/original/090792000_1786526793-HL_rumah_sejuk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321418/original/039196200_1786441290-1APQo0xCGpOAbVV2T4LQsyVHf6Ug0O1oFQkemmpp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312896/original/020277100_1785565825-helene14-green-asparagus-3421304.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322418/original/025743200_1786527922-kaca_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322493/original/083165100_1786530939-Gemini_Generated_Image_299t1w299t1w299t.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322203/original/008535800_1786521568-lada_perdu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322320/original/083384300_1786524812-Ide_Makanan_untuk_Acara_17_Agustus.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322441/original/004266200_1786528942-hl2.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6707818/original/004530300_1779526004-1779525648.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557096/original/065659700_1776318001-Gambar_Rumah_Sederhana_6x9_di_Kampung_Dekat_Sawah_yang_Jadi_Tren_Desain_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558460/original/066569600_1776419680-HL_mangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560536/original/020239000_1776672350-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566397/original/034900000_1777180569-Desain_Rumah_50_Juta_dengan_Ventilasi_Silang_Alami_Model_Teras_Ganda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559831/original/019905700_1776645721-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7026414/original/064378700_1779801039-Gemini_Generated_Image_bb1cq2bb1cq2bb1c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5705844/original/009190100_1778588694-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566459/original/099990000_1777186387-Cara_Cepat_Bersihkan_Kulkas_Tanpa_Bongkar_Semua_Isi_dan_Tetap_Bersih_Maksimal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5753994/original/053180300_1778655561-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570927/original/085307900_1777551328-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559169/original/005017800_1776523941-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565766/original/098117700_1777086011-unnamed__30_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5697309/original/087148900_1778575609-Gemini_Generated_Image_fqdhcafqdhcafqdh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569841/original/046143800_1777456700-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568461/original/001756800_1777360580-kre1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560766/original/050726300_1776682615-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560608/original/012737700_1776674546-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566874/original/055492400_1777259351-1.jpg)