Cara Menanam Daun Kelor di Pot dari Bibit hingga Waktu Panen

6 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Daun kelor (Moringa oleifera) dikenal sebagai superfood karena kandungan nutrisi yang melimpah, seperti vitamin, mineral, protein, dan antioksidan. Tanaman ini menjadi pilihan tepat untuk menjaga kesehatan keluarga, bahkan bisa ditanam di pot bagi yang memiliki lahan terbatas.

Menanam kelor di pot merupakan solusi praktis yang memungkinkan siapa saja mendapatkan manfaatnya langsung dari rumah atau balkon. Proses penanaman dan perawatannya pun relatif mudah, sehingga cocok untuk pemula.

Dilansir dari berbagai sumber pada Rabu (6/5), Liputan6.com akan memaparkan langkah-langkah menanam daun kelor di pot secara lengkap, mulai dari persiapan bibit hingga panen. Dengan mengikuti panduan ini, tanaman kelor dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat optimal.

Persiapan Bibit Kelor: Biji atau Stek Batang

A. Metode dari Biji

  1.  Pilih biji kelor berkualitas dari polong yang sudah tua atau beli dari sumber terpercaya. 
  2.  Jemur biji di bawah sinar matahari minimal 1 jam hingga kering, lalu simpan di tempat sejuk. 
  3.  Rendam biji dalam air hangat selama 24 jam sebelum ditanam (pilih biji yang baik). 
  4.  Siapkan polybag atau pot kecil berisi campuran tanah dan pupuk kandang. 
  5.  Tanam biji sedalam kurang lebih 3 cm ke dalam media tanam. 
  6.  Siram hingga media lembap, tetapi tidak tergenang air. 
  7.  Letakkan pot di tempat teduh dan lakukan penyiraman secara rutin. 
  8.  Tunggu proses perkecambahan selama 5–12 hari. 
  9.  Pindahkan bibit ke pot lebih besar saat tinggi mencapai 15–30 cm dengan hati-hati agar akar tidak rusak. 

B. Metode Stek Batang

  1.  Pilih batang kelor yang sehat, berumur minimal 1 tahun, dan berkayu keras. 
  2.  Potong batang sepanjang 30–90 cm dengan diameter sekitar 2,5 cm–10 mm. 
  3.  Potong secara diagonal pada ujung batang untuk memperluas area tumbuh akar. 
  4.  Keringkan stek di tempat teduh selama kurang lebih 3 hari. 
  5.  Siapkan pot atau polybag berisi media tanam yang sesuai. 
  6.  Tancapkan stek ke dalam media dengan posisi tunas menghadap ke atas. 
  7.  Padatkan tanah di sekitar batang agar berdiri kokoh. 
  8.  Lakukan penyiraman rutin agar pertumbuhan optimal. 
  9.  Tanaman dari stek dapat tumbuh lebih cepat dan berpotensi dipanen kurang dari 9 bulan.

Media Tanam dan Pot Ideal untuk Kelor

Keberhasilan menanam daun kelor di pot sangat bergantung pada media tanam yang tepat. Kelor memerlukan media yang dapat mengalirkan air dengan baik untuk mencegah genangan, yang bisa merusak akar. Campuran ideal adalah tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1, atau variasi lain seperti tanah (85%), pasir (10%), dan kompos (5%).

Anda juga bisa menggunakan campuran tanah, sekam, dan kompos dengan perbandingan 1:1:1 untuk memastikan drainase yang baik dan nutrisi yang cukup. Penting untuk mengayak media tanam terlebih dahulu. Proses pengayakan ini bertujuan untuk membuang kotoran atau benda yang tidak sesuai, seperti kerikil atau gumpalan tanah yang besar, sehingga media menjadi lebih homogen dan gembur.

Pemilihan ukuran pot juga krusial dalam menanam daun kelor di pot agar pertumbuhan akar tidak terhambat. Pot berukuran 40 liter atau berdiameter 40 cm umumnya direkomendasikan untuk menanam bibit kelor. Ukuran ini memberikan ruang yang cukup bagi akar untuk berkembang.

Pot bekas cat yang sudah dibersihkan juga bisa dimanfaatkan sebagai alternatif yang ekonomis. Setelah pot disiapkan, isi pot hingga setengah dari tingginya dengan media tanam yang telah dicampur. Pastikan pot memiliki lubang drainase yang memadai untuk menghindari penumpukan air.

Perawatan Optimal Tanaman Kelor di Pot

Perawatan daun kelor di pot dimulai dengan penyiraman yang rutin, idealnya sekali sehari, namun tetap menyesuaikan kondisi media tanam. Tanaman ini tidak boleh terlalu banyak air karena rentan terhadap genangan yang dapat menyebabkan akar membusuk, sehingga penyiraman perlu dilakukan secara seimbang.

Kelor juga membutuhkan sinar matahari yang cukup, sekitar enam jam setiap hari, agar tumbuh optimal. Selain itu, pemangkasan pada usia 3–5 bulan penting dilakukan untuk merangsang percabangan baru, meningkatkan produksi daun, dan menjaga tanaman tetap produktif serta mudah dipanen.

Pemupukan organik secara berkala sangat dianjurkan, terutama menggunakan pupuk kandang, sementara pupuk kimia sebaiknya dihindari agar manfaat alami kelor tetap terjaga. Media tanam juga perlu digemburkan secara rutin dan ditambah jika volumenya berkurang untuk menjaga sirkulasi udara dan pertumbuhan akar.

Sebagai tanaman tropis, kelor tidak dapat bertahan hidup di musim dingin dengan suhu di bawah 0 °C sehingga perlu perlindungan. Keunggulan menanam di pot adalah kemudahannya untuk dipindahkan ke dalam atau luar ruangan sesuai kondisi cuaca agar tanaman tetap sehat dan tumbuh optimal.

Waktu dan Cara Panen Daun Kelor

Setelah melewati masa perawatan, tiba saatnya menikmati hasil dari menanam daun kelor di pot. Daun kelor umumnya bisa dipanen setelah tanaman berumur 6 sampai 12 bulan. Pemanenan dapat dilakukan dengan memetik tangkai daun yang sudah cukup besar.

Selain daun, bunga dan polong kelor juga bisa dipanen. Bunga kelor dapat diolah menjadi teh, sementara polongnya bisa dimakan sebagai kudapan yang menyehatkan. Penting untuk memanen daun muda secara rutin, karena ini akan menjaga pohon kelor tetap produktif dan merangsang pertumbuhan daun baru secara berkelanjutan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Berapa lama batang kelor mulai tumbuh setelah ditanam?

Batang kelor umumnya mulai menunjukkan tunas dalam waktu dua hingga empat minggu tergantung kondisi lingkungan.

2. Apakah kelor bisa ditanam di pot kecil?

Bisa, selama pot memiliki lubang drainase dan media tanam tidak padat.

3. Seberapa sering kelor perlu disiram?

Penyiraman dilakukan saat tanah mulai kering, tidak perlu setiap hari jika tanah masih lembap.

4. Apakah kelor perlu pupuk kimia?

Tidak wajib, pupuk organik sudah cukup untuk mendukung pertumbuhan.

5. Bagaimana cara agar kelor cepat panen?

Gunakan batang dari indukan sehat, beri sinar matahari cukup, dan jaga penyiraman tetap seimbang.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |