Liputan6.com, Jakarta Banyak orang belum menyadari bahwa bawang merah ini sebenarnya bisa ditanam sendiri, bahkan hanya bermodalkan pot atau polybag di pekarangan yang sempit. Cara menanam bawang merah pada dasarnya sederhana, yakni memilih umbi atau bibit yang sehat, menyiapkan media tanam gembur berdrainase baik, lalu merawatnya dengan penyiraman dan pemupukan teratur sampai panen.
Dengan lokasi yang cukup sinar matahari, siapa pun bisa mempraktikkan cara menanam bawang merah dan memetik umbinya sendiri dalam waktu sekitar dua sampai tiga bulan.
Mengacu pada panduan The Old Farmer's Almanac, bawang merah tergolong tanaman dwimusim yang membentuk umbi pada tahun pertama, kemudian berbunga dan menghasilkan biji pada musim berikutnya. Satu umbi yang ditanam umumnya melipatgandakan diri menjadi empat hingga dua belas umbi baru, sedangkan tanaman dari biji biasanya hanya menghasilkan satu umbi, sehingga banyak petani lebih memilih umbi sebagai bibit.
Menyiapkan Bibit, Media Tanam, dan Lokasi yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3489688/original/061950800_1624347499-side-view-basket-full-red-onions-wooden-background_141793-5655.jpg)
Perbesar
Keberhasilan cara menanam bawang merah sangat ditentukan oleh persiapan di tahap awal, jauh sebelum umbi masuk ke tanah. Tiga hal yang wajib disiapkan adalah bibit unggul, media tanam yang subur, serta lokasi dengan pencahayaan memadai.
Memilih Umbi atau Bibit yang Sehat
Pilih umbi yang berasal dari tanaman cukup tua, berbentuk bulat penuh, berkulit halus dan mengilap, serta bebas dari bintik hitam yang menandakan penyakit. Umbi berukuran sedang sekitar 5 sampai 10 gram dengan tekstur padat dan tidak keriput biasanya memberikan hasil terbaik, dan idealnya sudah disimpan dua sampai empat bulan sejak panen sehingga tunasnya mulai muncul di ujung. Untuk memecah masa dormansi sekaligus merangsang tunas, potong sekitar sepertiga bagian ujung umbi tepat di sisi tempat tunas akan tumbuh.
Jika tidak memiliki bibit khusus, Anda tetap bisa memanfaatkan sisa bawang merah di dapur yang sudah bertunas atau hampir busuk untuk ditanam kembali. Selain umbi, bawang merah juga dapat diperbanyak lewat biji, dan perbedaan keduanya cukup signifikan terhadap hasil. Merujuk panduan Royal Horticultural Society (RHS), satu umbi menghasilkan sekelompok umbi baru sementara satu biji hanya menghasilkan satu umbi, dan penggunaan umbi yang telah diberi perlakuan panas dapat menekan risiko bolting atau pembungaan dini yang menurunkan kualitas panen.
Menyiapkan Media Tanam dan Lokasi Tanam
Bawang merah menyukai tanah yang gembur, remah, dan kaya bahan organik dengan drainase serta aerasi baik dan pH mendekati netral pada kisaran 5,6 sampai 6,5. Untuk penanaman dalam wadah, campuran tanah, pupuk kompos, dan arang sekam berbanding 1:1:1 sudah ideal untuk menopang pertumbuhan umbi. Salah satu kunci dalam cara menanam bawang merah adalah menjaga media tidak menahan air berlebih, sebab genangan membuat umbi cepat membusuk.
Untuk lokasi, tempatkan tanaman di area yang menerima sinar matahari penuh sepanjang hari, idealnya enam sampai delapan jam. Mengutip Fine Gardening, tanah wajib berdrainase baik agar umbi tidak membusuk, dan hal ini makin penting pada tanah liat yang mudah memadat. Bila pekarangan kurang ideal, banyak panduan berkebun di rumah menyarankan untuk memperhatikan media tanamnya serta menggunakan bedengan tinggi atau wadah berlubang drainase, meski perlu diingat bawang merah kurang cocok pada growing bag yang terlalu lembap.
Cara Menanam Bawang Merah dari Umbi maupun Biji
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345810/original/075095900_1789094468-e98e3c9a-f01f-4060-813e-fa013eac0521.jpeg)
Perbesar
Setelah bibit dan media siap, cara menanam bawang merah dapat ditempuh melalui dua pendekatan, yaitu dari umbi (set) atau dari biji botani. Metode umbi paling populer karena praktis dan cepat, sementara metode biji semakin diminati karena lebih ekonomis dan minim penyakit.
Menanam Umbi di Bedengan atau Lahan
Pada penanaman di lahan, olah tanah dengan dibajak atau dicangkul sedalam 20 sampai 30 sentimeter, lalu buat bedengan selebar 1 sampai 1,2 meter dengan tinggi 20 sampai 30 sentimeter membujur arah timur-barat agar penyinaran merata. Tancapkan umbi dengan bagian potongan atau tunas menghadap ke atas, benamkan sekitar 2/3 bagian umbi ke dalam tanah, dan sisakan 1/3 bagian ujung atasnya tetap menyembul di permukaan tanah. Atur jarak tanam sekitar 8 sampai 15 sentimeter antartanaman agar setiap rumpun memiliki ruang yang cukup untuk membelah dan berkembang tanpa memicu pembusukan akibat media yang terlalu lembap.
Waktu tanam terbaik di Indonesia umumnya jatuh pada musim kemarau dengan pengairan yang cukup, misalnya sekitar April sampai Mei atau Juli sampai Agustus. Satu prinsip yang sering terlewat dalam cara menanam bawang merah adalah rotasi tanaman; dilansir dari Homes & Gardens, sebaiknya bawang merah tidak ditanam di bekas lahan bawang atau tanaman sefamili allium pada musim sebelumnya untuk memutus siklus penyakit tular tanah. Bagi yang memiliki lahan tanpa irigasi, teknik menanam bawang merah di lahan kering juga terbukti bisa produktif asalkan pengelolaan tanahnya cermat.
Menanam di Polybag dan Pot untuk Lahan Sempit
Bagi warga kota, menanam di polybag adalah solusi paling realistis. Gunakan polybag berukuran minimal 30 x 30 sentimeter, isi hingga sekitar 80 persen dengan media tanam, lalu tanam lima sampai enam umbi dengan jarak 8 sampai 10 sentimeter dan kedalaman 5 sampai 7 sentimeter. Pastikan wadah memiliki lubang pembuangan air agar tidak terjadi genangan, dan letakkan di tempat yang terkena cahaya matahari langsung.
Bagi warga kota, menanam di wadah adalah solusi paling realistis. Gunakan polybag atau pot berukuran minimal 30 x 30 sentimeter, lalu isi hingga sekitar 80 persen dengan media tanam gembur. Untuk ukuran wadah tersebut, tanam maksimal 3 umbi bibit saja dengan jarak sekitar 10 sampai 15 sentimeter agar rumpun umbi memiliki ruang untuk membelah. Umbi cukup dibenamkan 2/3 bagian saja dengan ujung atasnya tetap menyembul di permukaan media guna menghindari pembusukan. Pastikan wadah memiliki lubang pembuangan air yang lancar di bagian bawahnya, dan letakkan di area yang terpapar cahaya matahari langsung minimal 6 jam sehari.
Prinsip yang sama berlaku untuk pot, ember bekas, hingga botol plastik. Metode ini sangat cocok diterapkan pada lahan yang sempit, bahkan bisa dikembangkan secara vertikal untuk menghemat ruang. Jika ingin benar-benar tanpa tanah, cara menanam bawang merah tanpa media tanah lewat sistem air bernutrisi juga memungkinkan, sebagaimana teknik metode hidroponik yang kini populer di perkotaan.
Menanam Bawang Merah dari Biji (True Shallot Seed)
Selain umbi, cara menanam bawang merah dari biji atau true shallot seed (TSS) menawarkan keunggulan berupa harga benih yang lebih murah, daya simpan benih yang lama, dan risiko penyakit yang lebih rendah karena bebas dari patogen tular umbi. Prosesnya diawali dengan menyemai biji pada media gembur campuran tanah dan kompos, ditutup tipis, lalu biasanya berkecambah dalam empat sampai lima hari. Setelah bibit berumur 30 sampai 45 hari atau memiliki tiga sampai empat helai daun, pindahkan ke lahan pada pagi atau sore hari dengan jarak sekitar 10 x 15 sentimeter.
Konsekuensinya, tanaman dari biji tumbuh lebih lambat dan butuh perhatian ekstra di fase awal pembibitan, tetapi mereka lebih tahan terhadap pembungaan dini (bolting) dan menghasilkan umbi tunggal berukuran lebih besar. Panduan lengkap menanam bawang merah dari biji bisa menjadi pilihan menarik bagi yang menginginkan hasil panen sehat yang bebas dari penyakit bawaan umbi induk.
Merawat Bawang Merah agar Tumbuh Subur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480234/original/021579000_1769050284-field-2290743_1280.jpg)
Perbesar
Perawatan menjadi penentu antara panen melimpah dan gagal panen. Tiga aspek utama yang harus dijaga adalah penyiraman, pemupukan disertai penyiangan, serta pengendalian hama dan penyakit.
Penyiraman yang Konsisten tapi Tidak Berlebihan
Bawang merah membutuhkan air yang cukup, tetapi sangat peka terhadap genangan. Pada musim kemarau, siram satu sampai dua kali sehari pada pagi atau sore hari untuk menjaga kelembapan, sementara pada musim hujan penyiraman lebih ditujukan untuk membilas tanah dan spora jamur yang menempel di daun. Fase paling kritis terhadap kekurangan air terjadi saat pembentukan umbi, sehingga ketersediaan air pada periode ini tidak boleh diabaikan.
Merujuk pada panduan hortikultura seperti BBC Gardeners' World, sebaiknya hindari membasahi daun saat menyiram dan arahkan air langsung ke pangkal tanaman menggunakan sistem kocor atau irigasi tetes. Langkah ini sangat krusial untuk menekan risiko penyakit daun seperti bercak ungu (purple blotch) dan embun bulu (downy mildew) yang dipicu oleh kelembapan daun. Prinsip menjaga kelembapan yang seimbang ini ditegaskan pula oleh Adam Weiss, pendiri Pike Lane Gardens. Dikutip dari Dengarden, ia menyatakan, "Jaga tanah tetap lembap merata, tetapi jangan sampai tergenang."
Pemupukan dan Penyiangan Gulma
Pemupukan bawang merah terdiri atas pupuk dasar dan pupuk susulan. Berikan pupuk kandang atau kompos matang sebagai pupuk dasar yang diaduk rata dengan tanah beberapa hari sebelum tanam, lalu lanjutkan dengan pupuk susulan seperti urea, ZA, dan KCl atau NPK secara bertahap setiap sepuluh sampai empat belas hari. Penyiangan gulma juga tak kalah penting, terutama pada dua minggu pertama saat gulma tumbuh paling agresif dan bersaing merebut hara dengan tanaman muda.
Menutup permukaan media dengan mulsa jerami dapat membantu menjaga kelembapan sekaligus menekan pertumbuhan gulma. Namun, begitu umbi mulai terbentuk, singkirkan sebagian mulsa atau tanah yang menutupi umbi agar umbi terbentuk di dekat permukaan dan ikut mengering dengan baik.
Mengendalikan Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit adalah tantangan terbesar dalam budidaya bawang merah. Hama yang paling sering menyerang adalah ulat bawang (Spodoptera exigua) dan thrips (Thrips tabaci), sementara penyakitnya meliputi layu fusarium dan antraknosa. Sebagaimana diungkapkan Kementerian Pertanian, kehilangan hasil akibat serangan organisme pengganggu tumbuhan dapat mencapai 26 sampai 32 persen, sehingga pengendalian dini menjadi sangat krusial.
Pengendalian sebaiknya mengacu pada konsep Pengendalian Hama Terpadu, mulai dari pemupukan berimbang, penggunaan varietas tahan, pemasangan perangkap feromon, hingga pestisida nabati berbahan daun mimba, bawang putih, atau serai wangi. Semprotkan pestisida kimia hanya bila serangan sudah melewati ambang batas ekonomi, dan lakukan rotasi tanaman untuk mencegah siklus hidup hama terus berulang.
Memanen dan Menyimpan Bawang Merah dengan Benar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345811/original/081459100_1789094468-020ea0c4-46c0-4835-a2be-1804dee46cb8.jpeg)
Perbesar
Tahap akhir dari cara menanam bawang merah adalah panen dan penyimpanan, yang sama pentingnya dengan penanaman itu sendiri. Kesalahan di tahap ini bisa membuat umbi cepat busuk meski pertumbuhannya tadinya bagus.
Tanda dan Waktu Panen
Bawang merah dari umbi umumnya siap dipanen pada umur sekitar 60 sampai 70 hari, ditandai dengan 60 sampai 80 persen daun yang mulai rebah dan menguning serta leher batang yang melunak. Umbi matang akan terasa padat, warnanya cerah, dan sebagian menyembul ke permukaan tanah. Sebagai gambaran variasi antarvarietas dan iklim, sejumlah pakar hortikultura menyebut bawang merah butuh sekitar 100 sampai 115 hari dari tanam hingga panen di wilayah beriklim sedang, jadi selalu sesuaikan dengan kondisi lokal.
Lakukan pemanenan saat tanah kering dan cuaca cerah untuk menekan risiko penyakit busuk umbi saat penyimpanan. Cabut tanaman secara hati-hati, idealnya dengan bantuan garpu tanah, agar umbi tidak lecet atau rusak.
Pengeringan (Curing) dan Penyimpanan
Setelah dipanen, bawang merah tidak boleh langsung disimpan rapat, melainkan harus melewati proses pengeringan atau curing. Jemur atau angin-anginkan umbi di tempat kering berventilasi selama sekitar satu sampai dua minggu sampai kulit terluarnya benar-benar kering dan bergemerisik saat disentuh. Sebagaimana dikutip dari Gardening Know How, bawang merah paling awet bila disimpan dalam kondisi sejuk dan kering, misalnya digantung di dalam jaring pada ruangan gelap dan berventilasi.
Hindari menyimpan umbi di dalam kulkas atau ruangan lembap yang justru mempercepat pembusukan. Satu kebiasaan bijak yang direkomendasikan banyak pekebun berpengalaman adalah menyisihkan umbi terbesar dan tersehat untuk dijadikan bibit musim berikutnya, karena tanaman akan makin beradaptasi dengan kondisi kebun Anda dari tahun ke tahun.
Kesalahan Umum dan Kunci Panen Bawang Merah yang Melimpah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463255/original/058891800_1767603583-adult-1853355_1280.jpg)
Perbesar
Memahami kesalahan yang sering terjadi sama berharganya dengan menguasai langkah-langkah cara menanam bawang merah. Kesalahan paling umum adalah menyiram berlebihan hingga media tergenang, yang membuat umbi membusuk sebelum sempat berkembang. Kesalahan lain meliputi drainase buruk, menanam umbi terlalu dalam, mengabaikan penyiangan, membasahi daun saat menyiram, serta menanam di musim yang keliru tanpa pengairan memadai.
Selain teknik budidaya, motivasi turut menjaga semangat berkebun. Bawang merah bukan sekadar penyedap, melainkan bumbu bergizi yang kaya vitamin C, folat, kalium, serta antioksidan seperti quercetin. Kandungan itulah yang membuat manfaat bawang merah bagi kesehatan begitu beragam, salah satunya kemampuannya dalam menyehatkan jantung dan membantu menjaga kadar gula darah.
Baca juga: manfaat bawang merah untuk kesehatan.
Masih banyak manfaat lain yang menakjubkan dari umbi kecil ini, bahkan bagian yang kerap disepelekan seperti kulit bawang pun menyimpan antioksidan, di samping sederet khasiat bagi kecantikan kulit.
Sebagian orang bahkan memanfaatkannya untuk keperluan rumah tangga, termasuk membantu mengusir nyamuk. Dengan mengenali ciri-ciri bawang merah yang sehat serta menerapkan perawatan yang tepat, kegiatan berkebun ini menghadirkan bumbu segar sekaligus kepuasan tersendiri langsung dari rumah Anda.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Bawang Merah
Berapa lama waktu yang dibutuhkan dari menanam bawang merah hingga siap panen?
Di iklim tropis seperti Indonesia, bawang merah yang ditanam dari umbi umumnya siap dipanen dalam waktu sekitar 60 hingga 70 hari (sekitar 2 hingga 3 bulan). Tanda-tanda tanaman siap panen adalah ketika 60% hingga 80% daunnya mulai menguning dan rebah secara alami, leher batangnya melunak, serta umbinya terasa padat dan sebagian menyembul ke permukaan tanah.
Mengapa umbi bawang merah yang saya tanam membusuk di dalam tanah?
Penyebab utama umbi membusuk adalah media tanam yang terlalu basah atau tergenang air akibat drainase yang buruk, serta kebiasaan menyiram secara berlebihan. Selain itu, menanam umbi terlalu dalam (lebih dari 5 cm) juga memicu pembusukan. Cara menanam yang benar adalah memastikan wadah memiliki lubang pembuangan air yang lancar, dan hanya membenamkan 2/3 bagian umbi ke dalam tanah, dengan sisanya dibiarkan menyembul di permukaan.
Apa keuntungan menanam bawang merah dari biji (True Shallot Seed) dibanding dari umbi?
Menanam dari biji (TSS) menawarkan keunggulan berupa harga benih yang lebih murah, masa simpan benih yang jauh lebih lama, serta risiko penyakit yang lebih rendah karena benih bebas dari patogen (jamur atau virus) bawaan yang sering menempel pada umbi induk. Meskipun pertumbuhannya lebih lambat di fase awal, tanaman dari biji umumnya lebih tahan terhadap pembungaan dini (bolting) dan menghasilkan umbi tunggal berukuran besar.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345992/original/018635800_1789102797-5877f9eb-166a-4608-998f-86557d50fb73.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345977/original/080654200_1789101864-Ide_dekorasi_cat_room_di_ruangan_sempit_yang_bikin_kucing_nyaman_bermain_dan_tidak_setres.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9314419/original/026585500_1785746265-12.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333853/original/074818000_1787809844-Screenshot__250_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511768/original/061725000_1771917577-Gemini_Generated_Image_mf1z6lmf1z6lmf1z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345942/original/065733600_1789100146-d39668ab-d603-4da8-afd0-48453cb8c426.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308250/original/034767800_1785133582-e4cdbf56-6474-4ae3-a9a7-639fe7157606.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320362/original/044518300_1786346864-Kedung_Sepur_SMT_wikipedia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345799/original/057337400_1789093908-ternak_ayam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7433501/original/038033200_1780210129-Sistem_Saku_Gantung__Vertical_Garden_Pouch__untuk_Pagar_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345771/original/043180600_1789091898-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334998/original/099943000_1787908249-01M13MW6A2417MWK1H474JBZ7Q.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345756/original/070937000_1789091197-51dd233b-9f8a-4461-b052-d5a08b2fc471.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329498/original/051211000_1787283647-t1aMTlqaVITc2dnTMqGxRpHhaACFge91P1a8Sggp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310835/original/061073100_1785375988-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345493/original/048223200_1789034777-imani-vDQ-e3RtaoE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337802/original/033825800_1788257453-01M1DQFCCZP50X2CB1E7HKBCZ7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562816/original/096426200_1776840715-palem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292033/original/006020600_1783582926-pexels-tima-miroshnichenko-6694965.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329585/original/003753300_1787285436-YGgof2ydHJUP8DOTGz6uLyo4L7UtFKsnpl8BT7VW.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336150/original/025769500_1788141275-4887a07b-cbfa-4c27-87dd-a34a2ddf4af9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6707818/original/004530300_1779526004-1779525648.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336522/original/062149400_1788164466-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514575/original/008264000_1772095176-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336528/original/070709900_1788164536-Poison_Dart_Frog.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3144625/original/098363800_1591334410-Foto_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336176/original/026556300_1788144002-32234.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337050/original/022337900_1788230032-1de3d558-1975-4c43-b4f2-118d1bd51876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337142/original/081564900_1788234228-Noda_Bekas_Keringat_di_Bantal.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9332963/original/050260600_1787725598-1280px-Siliwangi_in_Lampegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337293/original/019623200_1788239716-56d48274-58d6-4330-a2d5-7c8cc37e4557.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7182742/original/004905700_1779978836-pexels-bulat-5678622.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337139/original/089359100_1788234193-outi-marjaana-5eu96L3hob4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336588/original/048843200_1788166989-2b16fa11-1670-4e28-b029-72a189aecfd4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336191/original/048055400_1788145496-pexels-nerea-arance-205949445-11860562.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310320/original/033268000_1754903814-Depositphotos_243089644_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502254/original/062020500_1770974864-beautiful-asian-girl-sleeps-her-bed-with-white-sheets-warm-winter-duvet-smiling-her-sleep-drea.jpg)