Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat sistem integrated farming skala rumah tangga semakin banyak diminati masyarakat seiring meningkatnya kebutuhan pangan sehat dan keterbatasan lahan, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan. Sistem pertanian terpadu ini menghubungkan berbagai kegiatan budidaya seperti tanaman, peternakan, dan perikanan dalam satu kesatuan yang saling mendukung. Dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara optimal, integrated farming mampu menciptakan siklus produksi yang lebih efisien sekaligus mendukung kemandirian pangan keluarga.
Konsep integrated farming atau pertanian terpadu tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga pada pengurangan limbah dan efisiensi biaya usaha tani. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara tanaman, ternak, dan perikanan dapat meningkatkan produktivitas lahan, mengoptimalkan penggunaan air dan nutrisi, serta menjaga keberlanjutan lingkungan. Menurut Dewi dan Umami (2023), sistem pertanian terpadu mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya lahan, tenaga kerja, dan faktor produksi lainnya secara berkelanjutan.
Pada skala rumah tangga, sistem ini dapat diterapkan secara sederhana dengan memanfaatkan pekarangan, kolam kecil, kandang ternak berukuran terbatas, hingga teknologi budidaya modern seperti hidroponik dan akuaponik. Penelitian Setyawan dkk. (2023) juga menjelaskan bahwa konsep pertanian input rendah (low-input farming) dapat diwujudkan melalui integrasi hidroponik, akuaponik, dan pengolahan hasil panen untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Dengan perencanaan yang tepat, keluarga dapat menghasilkan sayuran, ikan, pupuk organik, hingga pakan ternak secara mandiri dari lahan yang relatif terbatas. Berikut ulasan Liputan6.com. Kamis (25/6/2026).
1. Tentukan Luas dan Potensi Lahan yang Dimiliki
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262640/original/000433200_1781840471-HL_sempit.jpeg)
Perbesar
Langkah pertama dalam cara membuat sistem integrated farming skala rumah tangga adalah melakukan pemetaan lahan. Identifikasi area yang dapat digunakan untuk:
- Budidaya sayuran
- Kolam ikan atau budikdamber
- Kandang ternak kecil
- Area kompos
- Tempat pembibitan tanaman
Penelitian mengenai desain integrated farming skala kecil menunjukkan bahwa keberhasilan sistem sangat dipengaruhi oleh ketersediaan lahan, akses air, sumber listrik, serta kemudahan pengelolaan.
Pada pekarangan sempit, pemanfaatan ruang vertikal menggunakan rak hidroponik atau pot bertingkat dapat menjadi solusi yang efektif.
2. Tentukan Komponen Utama yang Akan Diintegrasikan
Sistem pertanian terpadu tidak harus langsung kompleks. Untuk skala rumah tangga, kombinasi berikut sudah cukup ideal:
Tanaman
- Kangkung
- Bayam
- Pakcoy
- Sawi
- Cabai
- Tomat
Perikanan
- Lele
- Nila
- Gurami ukuran kecil
Peternakan
- Ayam kampung
- Kelinci
- Burung puyuh
Pemilihan komponen harus mempertimbangkan kebutuhan keluarga dan kemudahan perawatan.
Menurut Dewi dan Umami (2023), integrasi tanaman dan ternak menjadi salah satu model yang paling cocok diterapkan pada lahan terbatas karena mampu menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antar komponen produksi.
3. Bangun Sistem Akuaponik atau Budikdamber
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6933104/original/015899800_1779702737-Air_Lele_untuk_Pupuk_Tanaman_____Nutrisi_Gratis_dari_Kolam_Ikan.jpeg)
Perbesar
Akuaponik menjadi salah satu inti integrated farming modern karena mampu menghasilkan sayuran dan ikan secara bersamaan.
Penelitian Setyawan dkk. (2023) menjelaskan bahwa budidaya ikan dalam ember (budikdamber) yang dipadukan dengan tanaman kangkung merupakan metode yang efektif untuk lahan sempit karena dapat menghasilkan ikan dan sayuran dalam satu media budidaya.
Cara sederhana membuat budikdamber:
- Siapkan ember 80–100 liter.
- Isi air sekitar 70–80 liter.
- Masukkan benih lele.
- Pasang gelas tanam di bagian atas ember.
- Tanam kangkung atau pakcoy.
- Berikan pakan ikan secara teratur.
Kotoran ikan akan menjadi nutrisi tanaman, sementara tanaman membantu menyaring air sehingga kualitas air tetap terjaga.
4. Siapkan Area Produksi Sayuran
Produksi sayuran dapat dilakukan melalui:
- Bedengan tanah
- Polybag
- Hidroponik
- Vertikultur
Menurut penelitian yang dilakukan di Yogyakarta, hidroponik sangat cocok untuk pemanfaatan pekarangan rumah karena mampu menghasilkan sayuran meskipun pada lahan yang terbatas. Selain itu, hidroponik dapat dibuat dalam skala kecil dengan biaya yang relatif terjangkau.
Untuk kebutuhan keluarga, cukup menanam 20–30 lubang tanam sayuran daun agar panen dapat berlangsung secara bergiliran.
5. Integrasikan Ternak Kecil
Apabila memungkinkan, tambahkan ternak seperti ayam kampung atau kelinci.
Menurut Dewi dan Umami (2023), kelinci dan kambing memiliki keunggulan karena biaya pemeliharaannya relatif rendah serta menghasilkan kotoran yang dapat diolah menjadi pupuk organik.
Manfaat ternak dalam integrated farming:
- Menghasilkan pupuk kandang
- Menambah sumber protein keluarga
- Menambah pendapatan rumah tangga
- Mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia
Pada skala rumah tangga, pemeliharaan 5–10 ekor ayam atau beberapa ekor kelinci sudah cukup untuk mendukung siklus pertanian terpadu.
6. Buat Unit Pengolahan Limbah Organik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263242/original/075013700_1781870752-Olah_Limbah_Organik_Menjadi_Kompos_dan_Ekoenzim.jpeg)
Perbesar
Prinsip utama integrated farming adalah meminimalkan limbah.
Limbah dapur seperti:
- Kulit buah
- Sisa sayuran
- Daun kering
- Rumput
dapat diolah menjadi kompos.
Penelitian mengenai integrated farming menunjukkan bahwa limbah ternak dapat diolah menjadi pupuk organik padat maupun cair sehingga menciptakan sistem pertanian yang mendekati konsep zero waste farming.
Pupuk organik yang dihasilkan kemudian digunakan kembali untuk menyuburkan tanaman.
7. Bangun Siklus Nutrisi yang Terhubung
Agar sistem benar-benar terpadu, setiap komponen harus saling mendukung.
Contoh alurnya:
- Tanaman menghasilkan sisa daun dan batang.
- Sisa tanaman menjadi pakan ternak atau bahan kompos.
- Kotoran ternak diolah menjadi pupuk organik.
- Pupuk digunakan untuk tanaman.
- Air kolam ikan yang kaya nutrisi digunakan menyiram tanaman.
- Tanaman membantu menjaga kualitas lingkungan budidaya.
Konsep ini sesuai dengan prinsip integrated farming yang mengutamakan efisiensi penggunaan sumber daya dan produktivitas berkelanjutan.
Keunggulan Sistem Integrated Farming Skala Rumah Tangga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262645/original/063855900_1781840472-Memilih_Komoditas_yang_Tepat_untuk_Lahan_Sempit.jpeg)
Perbesar
Penerapan cara membuat sistem integrated farming skala rumah tangga memiliki berbagai keuntungan, antara lain:
Menghemat Biaya Produksi
Pemanfaatan pupuk organik dan daur ulang limbah mengurangi kebutuhan membeli pupuk maupun media tanam.
Memaksimalkan Lahan Sempit
Teknologi hidroponik, akuaponik, dan budikdamber memungkinkan produksi pangan pada area terbatas.
Sistem ini mampu menyediakan sayuran, ikan, telur, dan bahan pangan lainnya secara berkelanjutan.
Ramah Lingkungan
Konsep pertanian terpadu mengurangi limbah dan ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis.
Menambah Pendapatan
Hasil panen yang berlebih dapat dijual kepada tetangga atau pasar lokal sehingga memberikan tambahan pemasukan.
Tantangan dalam Membangun Integrated Farming Rumah Tangga
Meski menawarkan banyak manfaat, terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan:
- Membutuhkan perencanaan yang matang.
- Perlu pemahaman dasar budidaya tanaman dan ternak.
- Memerlukan pemantauan rutin.
- Membutuhkan pengelolaan air yang baik.
- Harus menjaga keseimbangan antar komponen sistem.
Namun dengan memulai dari skala kecil, sistem ini dapat berkembang secara bertahap sesuai kemampuan keluarga.
Tanya Jawab Seputar Integrated Farming
1. Apa yang dimaksud integrated farming?
Integrated farming adalah sistem pertanian terpadu yang menggabungkan tanaman, ternak, dan perikanan sehingga setiap komponen saling mendukung dalam satu siklus produksi.
2. Apakah integrated farming cocok untuk lahan sempit?
Ya. Sistem ini dapat diterapkan pada pekarangan kecil melalui hidroponik, vertikultur, akuaponik, atau budikdamber.
3. Berapa modal awal untuk memulai integrated farming rumah tangga?
Modal sangat bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga beberapa juta rupiah tergantung jumlah komponen yang dibangun.
4. Apa ikan yang paling cocok untuk sistem akuaponik rumah tangga?
Lele dan nila merupakan pilihan yang paling umum karena mudah dipelihara dan memiliki tingkat adaptasi yang tinggi.
5. Apakah integrated farming bisa menghasilkan keuntungan?
Bisa. Selain menghemat pengeluaran rumah tangga, hasil panen berlebih dapat dijual sehingga menambah pendapatan keluarga.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472843/original/054838400_1782378172-15080172360213501685.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506722/original/021003700_1771475078-ide_kamar_di_bawah_tangga_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472892/original/009307900_1782378827-5038414877167187635.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8467282/original/037299400_1782368955-Minimalist_Indonesian_front_yard.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8318169/original/002576600_1782186087-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8465542/original/009127500_1782366826-kabin_rustic_cove.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396245/original/097674000_1782277287-ocpLPtRKdNPdmlTlEkrifEZHQpgs7RPl74pz3PA4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8465115/original/088231300_1782366322-46267449-791b-4b3e-b51f-b45589e43d5f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8470208/original/094020400_1782372790-Cover.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381810/original/027698100_1760518406-dapur_1_2x1_8_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432655/original/089229500_1764819212-dropshiper.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8463642/original/011585500_1782364212-027d75b6-d45b-46ee-93fe-b3c0ce09cce7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8464743/original/007143400_1782365573-4125171883790366068.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8462694/original/045871600_1782362851-dapur_area_cuci_6a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8464650/original/032085700_1782365453-575e5b16-6f1f-4811-8d28-7fce494d0c24.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8463394/original/051402900_1782363893-HL_Bisnis_laundry.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557801/original/055337100_1776393763-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6993537/original/086898800_1779763129-lele_sayur_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8460178/original/036097400_1782359412-8fd63328-5e40-43c2-a75e-94967f2a4415.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8461824/original/084186200_1782361638-Gemini_Generated_Image_xtqjjwxtqjjwxtqj.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533446/original/043365700_1773737304-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530617/original/099175500_1773466166-mud1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539244/original/040883000_1774594881-rumah_minimalis_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522319/original/072750000_1772755216-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522345/original/079886200_1772757830-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1045202/original/018183200_1446724420-151105-THR-PNS-Grafis-Abdillah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4401674/original/056918100_1681909694-20230419-Mudik-Jalur-Pantura-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528599/original/064914600_1773288962-Ashera_Dress_Sq1_1770721983416.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521841/original/047869500_1772701578-open_space_3a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522260/original/039984700_1772750807-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522537/original/050337400_1772768376-Model_Rambut_Pendek_Wanita_Cina.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522506/original/039967800_1772767694-Teras_rumah_subsidi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522634/original/031632000_1772771522-Gemini_Generated_Image_68hqe168hqe168hq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522514/original/063562100_1772767710-marlon-soares-NDe1cA_jb_4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478554/original/057404800_1768904586-Beternak_Jangkrik_Pakan_Ternak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514811/original/095715400_1772108340-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508983/original/035798900_1771646536-desain_kebun_sayur__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524816/original/031467100_1773012780-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534966/original/037393500_1773906231-Rak_Susun_Minimalis_di_Sudut_Teras.jpg)