Liputan6.com, Jakarta - Memulai usaha sering dianggap membutuhkan tempat berjualan khusus agar produk lebih mudah dikenal konsumen. Padahal, perkembangan teknologi telah membuka banyak peluang baru bagi pelaku usaha, untuk menjangkau pasar tanpa memiliki lokasi penjualan permanen. Kondisi inilah yang membuat tips menjual produk tanpa harus menyewa toko semakin banyak dicari, terutama oleh pemula yang ingin menghemat modal usaha.
Biaya sewa tempat usaha bisa menjadi salah satu pengeluaran terbesar saat membangun bisnis. Di sisi lain, banyak pelaku usaha rumahan berhasil memperoleh pelanggan tetap hanya melalui pemasaran digital dan jaringan pertemanan. Oleh sebab itu, memahami tips menjual produk tanpa harus menyewa toko dapat membantu pelaku usaha, mengalokasikan dana secara lebih efektif untuk kebutuhan bisnis lain.
Keberhasilan berjualan tanpa lokasi usaha permanen tentu memerlukan strategi pemasaran, pelayanan, serta pengelolaan bisnis yang tepat. Pelaku usaha perlu memahami cara membangun kepercayaan pelanggan, memperluas jangkauan promosi, hingga menjaga kualitas produk secara konsisten. Melalui penerapan tips menjual produk tanpa harus menyewa toko, peluang mendapatkan pembeli dan meningkatkan penjualan tetap terbuka lebar meskipun usaha dijalankan dari rumah.
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (25/6/2026).
1. Manfaatkan Media Sosial sebagai Etalase Produk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472844/original/081816400_1782378172-10431245497810717703.jpeg)
Perbesar
Media sosial saat ini telah berkembang menjadi salah satu sarana pemasaran paling efektif bagi pelaku usaha yang ingin menjual produk tanpa harus memiliki toko fisik. Kehadiran platform digital memungkinkan sebuah usaha memiliki etalase virtual yang dapat diakses oleh calon pelanggan kapan saja tanpa dibatasi oleh jam operasional seperti toko konvensional. Melalui media sosial, pelaku usaha dapat memperkenalkan berbagai produk kepada masyarakat luas, membangun identitas merek, memperkuat hubungan dengan pelanggan, hingga meningkatkan peluang terjadinya transaksi secara berkelanjutan.
Platform seperti Instagram, Facebook, dan TikTok menyediakan berbagai fitur yang memungkinkan pelaku usaha menampilkan foto, video, ulasan pelanggan, proses produksi, hingga informasi promosi secara menarik. Semakin aktif sebuah akun dalam menghadirkan konten yang relevan dan informatif, semakin besar pula peluang produk dikenal oleh calon konsumen dari berbagai daerah. Kehadiran media sosial juga memungkinkan usaha kecil bersaing dengan bisnis yang lebih besar tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang sangat tinggi.
Untuk memperoleh hasil yang optimal, gunakan foto produk yang memiliki kualitas visual baik, pencahayaan yang memadai, serta tampilan yang mampu menunjukkan detail produk secara jelas. Lengkapi setiap unggahan dengan deskripsi yang informatif agar calon pembeli dapat memahami manfaat, spesifikasi, cara penggunaan, maupun keunggulan produk secara lebih mendalam. Semakin lengkap informasi yang diberikan, semakin besar kemungkinan calon pelanggan merasa yakin untuk melakukan pembelian.
2. Berjualan Melalui Marketplace
Marketplace menjadi salah satu saluran penjualan yang sangat potensial bagi pelaku usaha yang ingin menjangkau pasar lebih luas tanpa harus menyewa tempat usaha. Kehadiran platform perdagangan digital memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk memasarkan produk kepada jutaan pengguna internet yang setiap hari melakukan pencarian dan transaksi secara online. Melalui marketplace, produk dapat ditemukan dengan lebih mudah oleh calon pembeli yang memang sedang membutuhkan barang tertentu.
Platform seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada telah memiliki basis pengguna yang sangat besar sehingga mampu membuka peluang penjualan dalam skala yang jauh lebih luas dibandingkan hanya mengandalkan lingkungan sekitar tempat tinggal. Selain itu, marketplace juga menyediakan berbagai fitur promosi seperti voucher, program gratis ongkos kirim, iklan digital, hingga kampanye belanja tertentu yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan visibilitas produk.
Keunggulan lainnya terletak pada sistem pembayaran dan pengiriman yang telah terintegrasi secara otomatis. Kondisi tersebut membuat proses transaksi menjadi lebih praktis bagi penjual maupun pembeli. Konsumen merasa lebih aman saat berbelanja karena dana akan diproses melalui sistem yang terpercaya, sedangkan pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan produk dan pelayanan tanpa harus mengelola sistem pembayaran secara mandiri.
3. Gunakan WhatsApp untuk Melayani Pelanggan
WhatsApp tidak hanya berfungsi sebagai aplikasi komunikasi sehari-hari, tetapi juga telah menjadi salah satu alat pemasaran yang sangat efektif bagi pelaku usaha rumahan. Melalui aplikasi ini, penjual dapat berinteraksi secara langsung dengan pelanggan, menjawab pertanyaan mengenai produk, memberikan informasi promosi, hingga menerima pesanan dalam waktu yang relatif cepat.
Bagi pelaku usaha, penggunaan WhatsApp Business memberikan keuntungan tambahan melalui berbagai fitur yang dirancang khusus untuk kebutuhan bisnis. Salah satu fitur yang sangat membantu adalah katalog produk, di mana penjual dapat menampilkan foto, harga, dan deskripsi produk dalam tampilan yang lebih profesional. Fitur tersebut memudahkan pelanggan melihat pilihan produk tanpa harus meminta informasi satu per satu.
Selain memanfaatkan fitur katalog, pelaku usaha juga perlu memperhatikan kualitas pelayanan saat berkomunikasi dengan pelanggan. Respons yang cepat, bahasa yang sopan, dan sikap yang ramah sering kali menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan pembelian. Pelanggan yang merasa dilayani dengan baik biasanya memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk melakukan pembelian ulang serta merekomendasikan usaha kepada orang lain.
4. Terapkan Sistem Pre-Order
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472845/original/006475000_1782378173-13500444191914113575.jpeg)
Perbesar
Sistem pre-order atau pemesanan terlebih dahulu merupakan strategi yang sangat cocok diterapkan oleh pelaku usaha yang memiliki keterbatasan modal maupun kapasitas produksi. Melalui metode ini, produk baru akan dibuat, diproses, atau disiapkan setelah pelanggan melakukan pemesanan sehingga risiko kerugian akibat stok yang tidak terjual dapat ditekan secara signifikan.
Konsep ini sangat membantu pelaku usaha dalam mengelola arus kas secara lebih efisien. Modal tidak perlu digunakan untuk memproduksi barang dalam jumlah besar sebelum ada kepastian permintaan dari pasar. Selain mengurangi risiko penumpukan barang, sistem ini juga membantu menjaga kualitas produk karena proses produksi dapat dilakukan berdasarkan jumlah pesanan yang masuk.
Metode pre-order banyak diterapkan pada usaha makanan rumahan, pakaian, produk kerajinan tangan, hampers, souvenir, hingga berbagai produk custom yang memerlukan proses pengerjaan khusus. Apabila dikelola dengan baik dan disertai komunikasi yang jelas mengenai waktu pengerjaan, sistem ini dapat menjadi solusi yang sangat efektif untuk menjalankan bisnis tanpa memerlukan modal besar.
5. Manfaatkan Sistem Reseller dan Dropship
Bagi seseorang yang ingin memulai usaha tetapi belum memiliki produk sendiri, sistem reseller dan dropship dapat menjadi alternatif yang sangat menarik. Kedua model bisnis tersebut memungkinkan seseorang menjual produk milik pemasok tanpa harus membangun fasilitas produksi sendiri sejak awal.
Dalam sistem reseller, pelaku usaha biasanya membeli produk dari pemasok untuk kemudian dijual kembali kepada pelanggan dengan harga yang telah disesuaikan. Sementara itu, sistem dropship memungkinkan penjual menawarkan produk tanpa perlu menyimpan stok barang. Ketika pesanan masuk, pemasok akan langsung mengirimkan barang kepada pelanggan atas nama penjual.
Model usaha seperti ini sangat cocok bagi pemula yang ingin belajar memahami dunia pemasaran, pelayanan pelanggan, dan pengelolaan transaksi tanpa harus menghadapi risiko modal yang terlalu besar. Selain itu, variasi produk yang dapat dijual juga sangat beragam sehingga pelaku usaha memiliki kesempatan lebih luas untuk menemukan pasar yang sesuai.
6. Bangun Kepercayaan Pelanggan
Kepercayaan merupakan salah satu aset paling berharga dalam bisnis tanpa toko fisik. Ketika pelanggan tidak dapat melihat produk secara langsung sebelum membeli, mereka akan lebih mengandalkan informasi yang diberikan oleh penjual. Oleh sebab itu, kejujuran dan transparansi harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pemasaran.
Pastikan seluruh informasi mengenai produk disampaikan secara jelas dan sesuai kondisi sebenarnya. Hindari penggunaan foto yang berlebihan atau menampilkan tampilan yang jauh berbeda dari produk asli. Ketidaksesuaian antara promosi dan kenyataan dapat menurunkan kepercayaan pelanggan serta berdampak negatif terhadap reputasi usaha.
Untuk meningkatkan rasa percaya calon pembeli, tampilkan testimoni pelanggan, dokumentasi proses pengemasan, bukti pengiriman, serta informasi kontak yang mudah dihubungi. Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa usaha berjalan secara profesional, semakin besar peluang calon pelanggan merasa yakin untuk melakukan transaksi.
7. Buat Konten yang Menarik dan Bermanfaat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472846/original/030008200_1782378173-3261877685712775706.jpeg)
Perbesar
Kesalahan yang sering dilakukan pelaku usaha adalah terlalu sering menawarkan produk tanpa memberikan nilai tambah kepada audiens. Padahal, pelanggan cenderung lebih tertarik mengikuti akun bisnis yang mampu memberikan informasi bermanfaat selain sekadar promosi.
Konten yang edukatif dapat membantu membangun hubungan yang lebih dekat antara bisnis dan pelanggan. Apabila menjual tanaman hias, misalnya, pelaku usaha dapat membagikan cara merawat tanaman agar tumbuh subur. Jika menjual makanan, berbagai resep, tips memasak, atau inspirasi penyajian dapat menjadi konten yang menarik perhatian calon konsumen.
Strategi ini membuat akun bisnis terlihat lebih aktif, lebih informatif, dan lebih bermanfaat. Selain meningkatkan interaksi, konten berkualitas juga dapat memperluas jangkauan pemasaran sehingga produk lebih mudah dikenal oleh masyarakat.
8. Maksimalkan Jaringan Pertemanan dan Komunitas
Pada tahap awal usaha, pelanggan pertama sering kali berasal dari lingkungan terdekat. Oleh sebab itu, jangan ragu memanfaatkan jaringan keluarga, teman, tetangga, rekan kerja, maupun komunitas untuk memperkenalkan produk yang dijual.
Lingkungan terdekat biasanya memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi sehingga proses pemasaran dapat berjalan lebih mudah. Selain menjadi pelanggan pertama, mereka juga berpotensi memberikan masukan yang berguna untuk pengembangan usaha di masa mendatang.
Di samping membantu meningkatkan penjualan awal, jaringan pertemanan dan komunitas juga dapat menjadi sumber promosi dari mulut ke mulut yang sangat efektif. Rekomendasi dari orang yang dikenal sering kali memiliki pengaruh besar terhadap keputusan pembelian seseorang.
Promosi merupakan salah satu strategi pemasaran yang mampu menarik perhatian calon pelanggan baru dalam waktu relatif singkat. Berbagai bentuk promosi dapat digunakan untuk meningkatkan minat pembeli dan mendorong terjadinya transaksi.
Contoh promosi yang cukup populer antara lain potongan harga, bonus produk, hadiah langsung, program pembelian paket hemat, hingga gratis ongkos kirim untuk wilayah tertentu. Strategi seperti ini dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan sehingga produk menjadi lebih menarik dibandingkan kompetitor.
Meskipun terlihat sederhana, program promosi yang dirancang secara tepat dapat membantu meningkatkan volume penjualan, memperluas jangkauan pasar, serta memperkenalkan produk kepada konsumen yang sebelumnya belum pernah melakukan pembelian.
10. Jaga Kualitas Produk dan Pelayanan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472847/original/055581800_1782378173-377992086144713322.jpeg)
Perbesar
Keberhasilan pemasaran akan sulit dipertahankan apabila kualitas produk tidak mampu memenuhi harapan pelanggan. Oleh sebab itu, menjaga kualitas secara konsisten menjadi salah satu faktor penting dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.
Pastikan setiap produk memiliki standar kualitas yang sama, baik dari segi bahan, fungsi, tampilan, maupun ketahanan. Konsumen yang memperoleh pengalaman positif biasanya memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan pembelian ulang pada masa mendatang.
Selain kualitas produk, pelayanan juga memiliki peran yang sangat besar dalam menciptakan kepuasan pelanggan. Pelayanan yang cepat, ramah, sopan, dan profesional dapat meninggalkan kesan positif sehingga pelanggan merasa nyaman untuk kembali bertransaksi.
11. Ikut Bazar atau Pasar Temporer
Walaupun tidak memiliki toko permanen, pelaku usaha tetap dapat memperkenalkan produknya secara langsung melalui bazar, pameran, pasar mingguan, maupun berbagai kegiatan komunitas lainnya. Kegiatan semacam ini memberikan kesempatan untuk bertemu langsung dengan calon pelanggan dan memperlihatkan kualitas produk secara nyata.
Melalui bazar, pelanggan dapat melihat, menyentuh, atau mencoba produk sebelum membeli. Pengalaman tersebut sering kali membantu meningkatkan tingkat kepercayaan konsumen terhadap suatu usaha.
Selain berpotensi menghasilkan penjualan langsung, keikutsertaan dalam berbagai acara juga dapat memperluas jaringan bisnis, menambah relasi, dan memperkenalkan merek kepada masyarakat yang lebih luas.
12. Gunakan Sistem Titip Jual
Sistem titip jual atau konsinyasi merupakan salah satu strategi pemasaran yang cukup efektif bagi pelaku usaha yang belum memiliki toko sendiri. Dalam sistem ini, produk dititipkan kepada pemilik usaha lain untuk dijual kepada pelanggan mereka.
Produk dapat ditempatkan di warung, toko kelontong, kafe, kantin, minimarket lokal, atau berbagai tempat usaha lain yang memiliki target pasar sesuai. Cara ini memungkinkan produk lebih mudah ditemukan oleh konsumen tanpa perlu mengeluarkan biaya besar untuk menyewa lokasi usaha sendiri.
Selain membantu memperluas distribusi produk, sistem titip jual juga dapat meningkatkan eksposur merek kepada calon pelanggan baru. Jika produk memiliki kualitas yang baik dan diminati pasar, peluang untuk memperbesar skala usaha akan semakin terbuka di masa depan.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menjual Produk Tanpa Harus Menyewa Toko
Menjalankan usaha tanpa toko fisik memang dapat menghemat banyak biaya operasional, tetapi tetap ada sejumlah kesalahan yang sering dilakukan pelaku usaha, terutama pada tahap awal. Apabila tidak segera diperbaiki, kesalahan-kesalahan tersebut dapat menghambat pertumbuhan bisnis, mengurangi kepercayaan pelanggan, bahkan menyebabkan penjualan sulit berkembang meskipun produk memiliki kualitas yang baik.
- Banyak pelaku usaha langsung menjual produk tanpa mengetahui siapa calon pembelinya. Akibatnya, promosi menjadi kurang tepat sasaran dan sulit menghasilkan penjualan. Sebelum memulai pemasaran, pahami terlebih dahulu karakter calon pelanggan, mulai dari usia, kebutuhan, kebiasaan belanja, hingga platform digital yang sering mereka gunakan.
- Dalam bisnis tanpa toko fisik, foto produk menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian. Gambar yang buram, gelap, atau kurang jelas dapat membuat calon pelanggan ragu. Sebaliknya, foto yang terang, rapi, dan menampilkan detail produk akan memberikan kesan lebih profesional.
- Sebagian penjual hanya menuliskan nama produk tanpa memberikan informasi yang memadai. Padahal, calon pembeli membutuhkan detail mengenai ukuran, bahan, manfaat, cara penggunaan, warna, atau informasi penting lainnya sebelum melakukan transaksi.
- Respon yang lambat sering menjadi penyebab pelanggan beralih ke penjual lain. Di era digital, banyak konsumen menginginkan jawaban yang cepat saat bertanya mengenai produk, harga, atau proses pengiriman. Pelayanan yang responsif dapat meningkatkan peluang terjadinya transaksi.
- Kesalahan berikutnya adalah hanya aktif berpromosi pada awal usaha, lalu berhenti setelah beberapa waktu. Pemasaran perlu dilakukan secara konsisten agar produk tetap dikenal dan mudah ditemukan oleh calon pelanggan baru.
- Promosi yang gencar tidak akan memberikan hasil jangka panjang apabila kualitas produk tidak memuaskan. Pelanggan yang kecewa cenderung tidak melakukan pembelian ulang dan bahkan dapat memberikan ulasan negatif kepada orang lain.
- Kepercayaan menjadi modal penting dalam bisnis tanpa toko fisik. Mengabaikan testimoni pelanggan, tidak memberikan informasi kontak yang jelas, atau menggunakan foto produk yang tidak sesuai kondisi sebenarnya dapat menurunkan tingkat kepercayaan calon pembeli.
Pertanyaan Seputar Tips Menjual Produk
1. Apa yang dimaksud menjual produk tanpa harus menyewa toko?
Jawaban: Menjual produk tanpa menyewa toko adalah menjalankan aktivitas bisnis tanpa memiliki lokasi usaha fisik permanen. Penjualan dapat dilakukan melalui media sosial, marketplace, aplikasi pesan instan, atau jaringan pelanggan secara langsung.
2. Mengapa banyak pelaku usaha memilih berjualan tanpa toko fisik?
Jawaban: Karena dapat menghemat biaya operasional seperti sewa tempat, listrik, renovasi, dan biaya perawatan bangunan.
3. Apakah bisnis tanpa toko tetap bisa menghasilkan keuntungan besar?
Jawaban: Tentu saja. Banyak usaha rumahan dan bisnis online yang berhasil berkembang pesat meskipun tidak memiliki toko fisik.
4. Apa keuntungan utama menjual produk tanpa menyewa toko?
Jawaban: Keuntungan utamanya adalah modal awal lebih ringan sehingga dana dapat dialihkan untuk stok barang, promosi, atau pengembangan usaha.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506722/original/021003700_1771475078-ide_kamar_di_bawah_tangga_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472892/original/009307900_1782378827-5038414877167187635.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261580/original/038583000_1781748031-hl1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8467282/original/037299400_1782368955-Minimalist_Indonesian_front_yard.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8318169/original/002576600_1782186087-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8465542/original/009127500_1782366826-kabin_rustic_cove.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396245/original/097674000_1782277287-ocpLPtRKdNPdmlTlEkrifEZHQpgs7RPl74pz3PA4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8465115/original/088231300_1782366322-46267449-791b-4b3e-b51f-b45589e43d5f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8470208/original/094020400_1782372790-Cover.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381810/original/027698100_1760518406-dapur_1_2x1_8_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432655/original/089229500_1764819212-dropshiper.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8463642/original/011585500_1782364212-027d75b6-d45b-46ee-93fe-b3c0ce09cce7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8464743/original/007143400_1782365573-4125171883790366068.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8462694/original/045871600_1782362851-dapur_area_cuci_6a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8464650/original/032085700_1782365453-575e5b16-6f1f-4811-8d28-7fce494d0c24.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8463394/original/051402900_1782363893-HL_Bisnis_laundry.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557801/original/055337100_1776393763-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6993537/original/086898800_1779763129-lele_sayur_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8460178/original/036097400_1782359412-8fd63328-5e40-43c2-a75e-94967f2a4415.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8461824/original/084186200_1782361638-Gemini_Generated_Image_xtqjjwxtqjjwxtqj.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533446/original/043365700_1773737304-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530617/original/099175500_1773466166-mud1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539244/original/040883000_1774594881-rumah_minimalis_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522319/original/072750000_1772755216-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522345/original/079886200_1772757830-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1045202/original/018183200_1446724420-151105-THR-PNS-Grafis-Abdillah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4401674/original/056918100_1681909694-20230419-Mudik-Jalur-Pantura-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528599/original/064914600_1773288962-Ashera_Dress_Sq1_1770721983416.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521841/original/047869500_1772701578-open_space_3a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522260/original/039984700_1772750807-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522537/original/050337400_1772768376-Model_Rambut_Pendek_Wanita_Cina.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522506/original/039967800_1772767694-Teras_rumah_subsidi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522634/original/031632000_1772771522-Gemini_Generated_Image_68hqe168hqe168hq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522514/original/063562100_1772767710-marlon-soares-NDe1cA_jb_4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478554/original/057404800_1768904586-Beternak_Jangkrik_Pakan_Ternak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514811/original/095715400_1772108340-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508983/original/035798900_1771646536-desain_kebun_sayur__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524816/original/031467100_1773012780-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534966/original/037393500_1773906231-Rak_Susun_Minimalis_di_Sudut_Teras.jpg)