Cara Membuat Saluran Pembuangan Kotoran Ikan di Kolam Galon, Ikuti 7 Langkah Mudah Ini

4 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Memelihara ikan lele di galon bekas jadi solusi praktis bagi kamu yang punya lahan terbatas. Namun, masalah yang sering muncul adalah bagaimana cara membuang kotoran ikan dan sisa pakan yang mengendap di dasar galon. Air yang kotor bisa menyebabkan ikan stres, bahkan mati.

Kabar baiknya, cara membuat saluran pembuangan kotoran ikan di kolam galon ternyata sangat sederhana. Kamu hanya perlu memanfaatkan keran galon bekas atau tutup botol air mineral sebagai saluran pembuangan. Dengan sistem ini, proses menguras air kotor jadi jauh lebih praktis, cukup buka keran, air kotor di bagian bawah akan keluar dengan sendirinya, tanpa harus mengangkat galon.

Yuk, simak 7 langkah mudah membuat saluran pembuangan kotoran ikan di kolam galon berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (28/7/2026).

1. Siapkan Alat dan Bahan

Sebelum memulai, pastikan semua bahan dan alat sudah tersedia. Keunggulan metode ini adalah semua bahan mudah ditemukan di sekitar rumah atau toko terdekat.

Bahan:

  • Galon air mineral bekas (1–2 buah)
  • Keran galon dispenser atau tutup botol air mineral
  • Lem silikon, lem Korea, atau lem instan
  • Selang bekas (opsional, untuk saluran pembuangan)

Alat:

  • Solder atau bor listrik
  • Gunting atau pisau cutter
  • Penggaris atau spidol untuk menandai
  • Amplas (opsional, untuk menghaluskan pinggiran)

Tips memilih keran: Keran dispenser lebih praktis karena tinggal tekan untuk mengeluarkan air. Harganya juga terjangkau dan mudah dipasang. Alternatifnya, kamu bisa pakai tutup botol air mineral sebagai saluran pembuangan tanpa biaya tambahan.

2. Cuci dan Siapkan Galon Bekas

Langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah membersihkan galon bekas hingga benar-benar bebas dari sisa cairan, debu, maupun lumut. Proses pembersihan ini penting agar wadah higienis sebelum dimodifikasi menjadi media budidaya ikan yang aman.

Cara membersihkannya dapat dimulai dengan membilas galon menggunakan air bersih beberapa kali, lalu gosok bagian dalam serta luar menggunakan sabun atau spons. Setelah itu, bilas kembali hingga tidak ada sisa busa atau bau sabun yang tertinggal.

Pastikan galon benar-benar dikeringkan sebelum masuk ke tahap modifikasi berikutnya. Langkah ini bertujuan untuk memastikan galon steril dari sisa bahan kimia agar air yang diisi nanti tetap aman bagi kesehatan ikan.

3. Potong Galon

Sebelum membuat saluran pembuangan, kamu perlu mengenali model kolam dari galon yang ingin diterapkan. Ada tiga pilihan model kolam yang bisa dibuat sesuai kebutuhan ruang dan kapasitas air yang diinginkan.

a. Galon Utuh dengan Kran di Bagian Bawah

Pada model ini, galon dibiarkan tetap utuh tanpa pemotongan badan utama. Kran dipasang di bagian bawah samping galon untuk memudahkan proses pengurasan air. Model ini sangat cocok digunakan untuk kolam dengan volume air yang maksimal.

b. Galon Dipotong untuk Akses Lebih Mudah

Bagian atas galon dipotong sekitar 15 sentimeter dari bibir untuk dijadikan media budidaya utama. Selain itu, buatlah lubang akses di sisi samping bagian bawah dengan diameter sekitar 10 sentimeter agar tangan bisa leluasa masuk saat membersihkan bagian dalam galon.

c. Dua Galon Digabung

Model ini menggunakan dua buah galon di mana satu galon dipotong bagian atasnya dan galon kedua dipotong bagian bawahnya. Gabungkan kedua galon tersebut menjadi satu kesatuan sehingga kapasitas tampungan air menjadi dua kali lipat lebih banyak.

4. Buat Lubang untuk Saluran Pembuangan

Ini adalah langkah paling penting dalam cara membuat saluran pembuangan kotoran ikan di kolam galon. Lubang wajib dibuat di bagian paling bawah agar endapan kotoran dapat terbuang dengan sempurna.

Tentukan terlebih dahulu posisi lubang di bagian bawah samping galon atau langsung pada bagian tutup galon jika posisi galon nantinya dibalik. Tandai titik tersebut menggunakan spidol sesuai ukuran keran atau tutup botol yang hendak dipasang.

Lubangi galon dengan memakai solder panas atau bor listrik secara hati-hati. Apabila menggunakan solder, panaskan hingga cukup panas lalu tusukkan ke tanda yang dibuat, kemudian perbesar lubang secara perlahan hingga ukurannya pas.

5. Pasang Keran atau Saluran Pembuangan

Dalam proyek pembuatan kolam ini, terdapat tiga jenis saluran atau keran yang bisa digunakan sesuai preferensi dan ketersediaan bahan di rumah.

a. Jika Menggunakan Keran Dispenser

Masukkan keran dari bagian dalam galon melalui lubang yang telah disiapkan sebelumnya. Dorong secara perlahan hingga badan keran menembus keluar ke sisi luar galon. Apabila keran dilengkapi dengan mur pengunci, kencangkan dari luar agar posisinya semakin rapat dan kuat.

b. Jika Menggunakan Tutup Botol Air Mineral

Masukkan tutup botol air mineral dari arah bagian dalam lubang galon. Pastikan ukuran lubang dibuat sangat presisi (nge-pres) agar pas menahan tutup botol tanpa celah longgar.

c. Jika Menggunakan Selang

Buatlah lubang kecil dengan diameter sekitar 2 sentimeter di bagian bawah galon. Masukkan ujung selang secara pas ke dalam lubang tersebut untuk difungsikan langsung sebagai jalur saluran pembuangan air kotor.

6. Lem dan Segel Semua Sambungan

Agar saluran pembuangan tidak mengalami kebocoran saat diisi air, seluruh area sambungan harus disegel dengan sangat rapat menggunakan perekat khusus.

Oleskan lem silikon, lem Korea, atau lem instan secara merata di sekeliling area sambungan luar. Jangan lupa untuk mengoleskan lem tambahan di bagian dalam galon di sekitar lubang agar ikatan semakin kuat menahan tekanan air.

Biarkan lem mengering secara sempurna selama beberapa jam sebelum kolam diuji coba. Lem silikon sangat direkomendasikan karena sifatnya yang lebih fleksibel serta sangat tahan terhadap paparan air dalam jangka panjang.

7. Uji Coba dan Pastikan Tidak Bocor

Sebelum kolam benar-benar diisi dengan bibit ikan, tahapan uji coba wajib dilakukan untuk memastikan instalasi saluran pembuangan bekerja dengan baik tanpa ada rembesan air.

Isi galon yang telah dimodifikasi dengan air bersih hingga penuh. Pastikan posisi saluran pembuangan dalam keadaan tertutup rapat, lalu diamkan selama beberapa jam untuk menguji ketahanan segel lem.

Buka keran atau saluran pembuangan untuk mengecek apakah air dapat mengalir dengan lancar. Jika ditemukan titik kebocoran kecil, segera tambahkan lem pada bagian yang rembes lalu ulangi kembali proses pengujiannya.

Pertanyaan Seputar Saluran Pembuangan Kotoran Ikan di Kolam Galon

Q: Apa fungsi saluran pembuangan di kolam galon?

A: Saluran pembuangan berfungsi untuk membuang air kotor, sisa pakan, serta kotoran ikan yang mengendap di dasar galon. Keberadaan saluran ini membuat proses pengurasan menjadi sangat praktis tanpa perlu mengangkat-angkat galon.

Q: Keran apa yang paling cocok untuk saluran pembuangan kolam galon?

A: Keran dispenser galon adalah opsi paling praktis, ekonomis, mudah ditemukan, serta sangat gampang dioperasikan cukup dengan ditekan.

Q: Apakah bisa pakai tutup botol bekas sebagai saluran pembuangan?

A: Bisa! Ini merupakan alternatif cerdas tanpa biaya tambahan. Tutup botol air mineral dapat dipasang dari arah dalam lubang dengan catatan ukurannya harus presisi agar terhindar dari risiko bocor.

Q: Di mana posisi lubang saluran pembuangan yang tepat?

A: Posisi lubang wajib berada di bagian paling bawah galon, baik di dasar sisi samping maupun pada bagian tutup galon jika posisinya dibalik, agar endapan kotoran bisa tersedot keluar secara optimal.

Q: Berapa ukuran lubang untuk saluran pembuangan?

A: Ukuran lubang harus disesuaikan secara pas dengan diameter keran dispenser atau dibuat sekitar 2 sentimeter jika menggunakan selang. Pastikan ukurannya tidak kebesaran agar tidak bocor dan tidak kekecilan agar aliran air lancar.

Q: Bagaimana cara mencegah kebocoran pada saluran pembuangan?

A: Gunakan perekat kuat seperti lem silikon, lem Korea, atau lem instan secara merata pada bagian sambungan dalam dan luar galon. Jika memakai keran berulir, pastikan mur penguncinya dikencangkan maksimal.

Q: Berapa sering harus menguras air di kolam galon?

A: Pengurasan air dianjurkan seminggu sekali atau saat air tampak keruh. Pastikan untuk selalu menyisakan 30 hingga 50 persen air lama demi menjaga stabilitas ekosistem ikan.

Q: Apakah air bekas kolam galon bisa digunakan untuk menyiram tanaman?

A: Sangat bisa! Kandungan nutrisi alami dari kotoran ikan di dalam air buangan tersebut bertindak sebagai pupuk organik cair yang sangat baik untuk menyuburkan tanaman.

Q: Berapa kapasitas ideal ikan lele di kolam galon?

A: Untuk satu galon berkapasitas standar 19 liter, jumlah ideal bibit ikan lele ukuran 5–7 cm adalah sekitar 10 sampai 15 ekor agar ruang gerak dan kualitas air tetap terjaga optimal.

Q: Bolehkah kolam galon diletakkan di bawah sinar matahari langsung?

A: Sebaiknya hindari paparan terik matahari langsung sepanjang hari. Letakkan galon pada lokasi yang teduh dan sejuk guna mencegah peningkatan suhu air secara ekstrem yang berpotensi memicu stres pada ikan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |