Cara Membuat Pupuk Hijau dari Daun, Solusi Alami Menyuburkan Tanah Tanpa Biaya

1 hour ago 4

Liputan6.com, Jakarta Cara membuat pupuk hijau dari daun sebenarnya sederhana dan bisa dipraktikkan siapa saja di halaman rumah. Daun segar maupun yang sudah gugur cukup diuraikan, atau dibenamkan ke tanah hingga berubah menjadi pupuk kompos dari daun kering yang kaya bahan organik.

Secara umum, cara membuat pupuk hijau dari daun terbagi menjadi tiga jalur, yakni pengomposan, fermentasi dengan bioaktivator dan pembenaman langsung ke lahan. Ketiganya mengubah tumpukan daun yang sering dianggap sampah, menjadi pupuk organik yang menyuburkan tanaman.

Mengutip Compost Magazine, olahan daun dapat terbentuk lewat dua jalur berbeda: penguraian oleh bakteri yang berlangsung panas dan cepat seperti kompos biasa, atau penguraian oleh jamur yang dingin dan lambat sehingga menghasilkan leaf mold yang kaya kalium namun rendah nitrogen.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (26/8/2026).

Cara Membuat Pupuk Hijau dari Daun dengan Metode Pengomposan

Metode pengomposan cocok untuk mengolah campuran daun hijau dan daun kering dalam jumlah banyak. Inilah cara membuat pupuk hijau dari daun yang paling umum dilakukan pekebun karena hanya membutuhkan wadah sederhana dan sedikit kesabaran.

Berdasarkan panduan Cornell Composting, mikroba pengurai bekerja paling optimal pada rasio karbon dan nitrogen sekitar 30:1, sehingga daun kering yang kaya karbon perlu diimbangi bahan hijau yang kaya nitrogen.

  1. Kumpulkan dan pilah daun: siapkan campuran daun hijau dan daun kering, lalu singkirkan daun yang berpenyakit atau beracun agar kualitas pupuk terjaga.

  2. Cacah daun: potong kecil-kecil untuk memperluas permukaan sehingga mikroba lebih cepat menguraikannya.

  3. Susun berlapis: tumpuk daun kering dan hijau secara bergantian, selingi sedikit tanah, di dalam wadah atau lubang yang memiliki aerasi baik.

  4. Jaga kelembapan: siram tiap lapisan hingga lembap seperti spons yang diperas, jangan sampai becek.

  5. Balik secara berkala: aduk tumpukan setiap satu hingga dua minggu agar udara masuk dan penguraian merata.

  6. Panen kompos: setelah sekitar 1-3 bulan, kompos matang berwarna cokelat kehitaman, bertekstur remah, dan beraroma tanah segar; ayak sebelum dipakai.

Baca juga: cara bikin media tanam dari daun kering tanpa beli pupuk.

Cara Membuat Pupuk Hijau dari Daun melalui Fermentasi Bioaktivator

Jika ingin hasil yang lebih cepat, cara membuat pupuk hijau dari daun bisa ditempuh lewat fermentasi. Pada metode ini, mikroba pengurai sengaja ditambahkan melalui bioaktivator sehingga daun terurai dalam hitungan hari hingga minggu.

  1. Siapkan bahan: sediakan daun hijau yang telah dicacah, bioaktivator seperti EM4 atau MOL, gula pasir atau molase, dedak, dan air secukupnya.

  2. Larutkan aktivator: campur bioaktivator dan gula ke dalam air, aduk hingga larut untuk "membangunkan" mikroba pengurai.

  3. Basahi daun: siramkan larutan ke tumpukan daun dan dedak, lalu aduk hingga lembap merata di seluruh bagian.

  4. Simpan tertutup: masukkan ke dalam drum atau karung, padatkan, tutup rapat, dan letakkan di tempat teduh tanpa sinar matahari langsung.

  5. Cek kematangan: buka dan aduk secara berkala; dalam beberapa hari hingga dua minggu pupuk siap saat beraroma seperti tape dan berwarna gelap.

Prinsip serupa juga dipakai pada pembuatan pupuk organik cair maupun pengolahan sampah dapur dengan bioaktivator. Salah satu variasi tradisional adalah membasahi daun kering dengan air nasi aking untuk mengundang bakteri pengurai secara alami.

Baca juga: cara membuat pupuk cair dari air cucian beras dan panduan membuat pupuk kompos cair.

Cara Membuat Pupuk Hijau dari Daun dengan Pembenaman Langsung

Cara membuat pupuk hijau dari daun yang paling ringkas adalah membenamkannya langsung ke tanah. Teknik ini meniru cara alam menyuburkan lahan lewat serasah daun yang terurai di tempat, dan dalam istilah pertanian dikenal sebagai pupuk hijau dari tanaman leguminosa.

Mengacu pada anjuran RHS, tanaman pupuk hijau dari keluarga legum mampu mengikat nitrogen dari udara ke bintil akarnya, sehingga menjadi sumber hara alami yang berharga bagi tanah. Nitrogen sendiri berperan penting dalam pembentukan klorofil atau zat hijau daun.

  1. Pilih daun muda: utamakan pangkasan hijau atau daun legum yang lunak karena lebih kaya nitrogen dan cepat terurai.

  2. Cacah bahan: rajang daun agar mudah bercampur dan lekas hancur ketika berada di dalam tanah.

  3. Sebar di lahan: taburkan daun cacahan secara merata di permukaan bedengan atau di sepanjang larikan tanam.

  4. Benamkan ke tanah: balik dan campur daun ke lapisan atas tanah menggunakan cangkul atau garpu tanah.

  5. Diamkan sebelum tanam: siram, lalu beri jeda 1-3 minggu agar daun terurai sempurna sebelum lahan ditanami.

Baca juga: jenis pupuk padi termasuk pupuk hijau dari sisa tanaman dan pupuk hijau yang dibenamkan ke tanah untuk alpukat.

Tips Penting agar Pupuk Hijau dari Daun Cepat Jadi dan Berkualitas

Selain memilih metode yang tepat, ada beberapa kebiasaan kecil yang membuat pupuk hijau dari daun matang lebih cepat dan bebas bau. Poin-poin berikut berlaku untuk ketiga cara di atas.

Merujuk penjelasan Bob Vila, membiarkan sebagian daun terurai justru menguntungkan karena leaf mold berperan sebagai penyimpan air sekaligus pembenah struktur tanah, baik pada tanah berpasir maupun tanah liat.

  • Cacah sekecil mungkin: makin kecil potongan daun, makin luas permukaan bagi mikroba, sehingga proses penguraian jauh lebih cepat.

  • Seimbangkan cokelat dan hijau: padukan daun kering (sumber karbon) dengan bahan hijau (sumber nitrogen) untuk mendekati rasio ideal 30:1.

  • Atur kelembapan: jaga tumpukan selalu lembap, tidak kering dan tidak sampai tergenang air.

  • Pastikan aerasi: gunakan wadah berlubang atau balik tumpukan secara rutin agar tidak berbau busuk dan tidak berjamur negatif.

  • Hindari daun bermasalah: sebagaimana dilaporkan PBS, hampir semua daun bisa dipakai, tetapi jauhi daun walnut hitam yang mengandung juglone dan bersifat racun bagi sebagian tanaman.

  • Simpan cadangan daun: tumpuk kelebihan daun sebagai stok mulsa dan bahan pupuk untuk musim tanam berikutnya.

Dengan bahan yang tersedia gratis di sekitar rumah, mengubah daun menjadi pupuk adalah langkah kecil yang berdampak besar bagi kesuburan tanah. Pelajari pula manfaat kompos bagi kehidupan, kumpulan tips membuat pupuk organik alami, serta pilihan pupuk alami rumahan paling efektif untuk melengkapi kebun Anda.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pupuk Hijau dari Daun

Berapa lama waktu membuat pupuk hijau dari daun?

Waktunya bergantung pada metode yang dipilih. Pengomposan umumnya butuh sekitar 1-3 bulan, fermentasi dengan bioaktivator bisa beberapa hari hingga dua minggu, sedangkan olahan murni dari daun saja dapat memerlukan 6 bulan hingga lebih dari setahun. Mencacah daun dan menjaga kelembapan akan mempercepat prosesnya. Simak pula panduan lengkap cara membuat kompos.

Apakah daun kering bisa langsung dijadikan pupuk?

Bisa. Daun kering dapat langsung ditebar sebagai mulsa atau dibenamkan ke tanah, tetapi penguraiannya berjalan lambat. Agar lebih cepat menjadi pupuk, daun sebaiknya dicacah, dibasahi, lalu dicampur bahan hijau atau bioaktivator supaya mikroba pengurai bekerja lebih aktif, seperti pada pembuatan kompos cokelat dari daun kering.

Daun apa yang sebaiknya tidak dijadikan pupuk hijau dari daun?

Hindari daun yang terserang penyakit, daun beracun seperti daun jarak, serta daun yang lambat terurai dan mengandung zat penghambat seperti walnut hitam. Daun ek dan daun jarum konifer juga terurai lebih lambat dan cenderung membuat pupuk lebih asam, sehingga sebaiknya dipakai dalam jumlah terbatas.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |