Liputan6.com, Jakarta - Harga pakan ternak, seperti bekatul dan pakan pabrikan, seringkali menjadi beban berat bagi para peternak. Ketersediaan yang terbatas dan harga yang terus melambung tinggi dapat menyebabkan kerugian signifikan, terutama saat musim tanam padi tidak menentu yang berdampak pada kelangkaan bekatul.
Untuk mengatasi masalah ini, cara membuat pakan fermentasi dari sayuran sisa pasar hadir sebagai solusi pakan alternatif yang hemat biaya dan ramah lingkungan. Proses ini mengubah limbah pasar yang sering terbuang menjadi pakan bernutrisi tinggi untuk ternak seperti ayam, bebek, atau entok.
Keunggulan pakan fermentasi ini sangat beragam, mulai dari bahan baku yang mudah didapat, bahkan bisa diperoleh secara gratis atau dengan biaya yang sangat murah, sekitar Rp5.000-7.000 per karung kecil. Proses pembuatannya sederhana, dan hasil fermentasi dapat bertahan hingga satu bulan, menjadikannya pilihan pakan yang efisien dan berkelanjutan. Jadi simak panduan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (26/5/2026).
1. Kumpulkan Sisa Sayuran dari Pasar
Langkah pertama dalam cara membuat pakan fermentasi dari sayuran sisa pasar adalah mengumpulkan bahan baku utama. Anda bisa mendatangi pasar tradisional dan meminta atau membeli limbah sayuran dari pedagang.
Biaya untuk mendapatkan limbah sayuran ini sangat terjangkau, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp7.000 untuk satu karung kecil. Jenis sayuran yang bisa digunakan sangat bervariasi, meliputi kol, sawi, wortel, bayam, kangkung, atau bahkan sisa buah-buahan.
Semakin banyak variasi sayuran yang Anda kumpulkan, semakin kaya nutrisi pakan fermentasi yang akan dihasilkan. Ini akan memastikan ternak mendapatkan asupan gizi yang lengkap untuk pertumbuhan optimal.
2. Pisahkan Sayuran Busuk & Layu
Setelah mengumpulkan limbah sayuran, penting untuk melakukan penyortiran. Pisahkan sayuran yang benar-benar busuk atau berjamur dan buanglah. Hal ini penting untuk mencegah kontaminasi pada pakan fermentasi.
Sayuran yang masih terlihat layu namun tidak menunjukkan tanda-tanda busuk atau jamur masih aman untuk digunakan dalam proses fermentasi. Pastikan untuk memeriksa setiap bagian sayuran dengan teliti.
Langkah ini krusial untuk memastikan keberhasilan fermentasi dan mencegah kontaminasi yang dapat menyebabkan pakan menjadi tidak layak konsumsi bagi ternak. Pakan yang terkontaminasi dapat membahayakan kesehatan ternak Anda.
3. Cuci Sayuran untuk Hilangkan Pestisida
Sayuran yang berasal dari pasar seringkali mengandung residu pestisida dari proses pertanian. Oleh karena itu, mencuci bersih sayuran adalah langkah penting berikutnya. Proses pencucian membantu menghilangkan zat-zat berbahaya.
Cuci semua sayuran di bawah air mengalir hingga bersih. Pastikan tidak ada kotoran atau sisa pestisida yang menempel pada permukaan sayuran.
Setelah dicuci, tiriskan sayuran hingga tidak terlalu basah untuk menghindari kelembaban berlebih yang dapat mengganggu proses fermentasi. Kelembaban yang tepat sangat penting untuk fermentasi yang berhasil.
4. Cacah Sayuran hingga Lembut
Untuk memudahkan ternak mengonsumsi pakan dan mempercepat proses fermentasi, sayuran perlu dicacah hingga lembut. Potongan yang lebih kecil akan lebih mudah dicerna oleh ternak.
Pencacahan dapat dilakukan secara manual menggunakan pisau atau dengan bantuan mesin chopper untuk efisiensi waktu. Pilihlah metode yang paling sesuai dengan kapasitas dan peralatan yang Anda miliki.
Disarankan untuk mencacah sayuran dua kali agar hasilnya benar-benar lembut dan homogen. Konsistensi pakan akan meningkatkan nafsu makan ternak.
5. Siapkan Larutan Aktivator Fermentasi
Larutan aktivator fermentasi adalah kunci keberhasilan dalam cara membuat pakan fermentasi dari sayuran sisa pasar. Siapkan 1 liter air bersih dan campurkan dengan 5 sendok makan gula pasir atau satu buah gula jawa ukuran sedang.
Rebus larutan gula hingga mendidih, lalu dinginkan. Setelah dingin, tambahkan satu tutup botol EM4 peternakan ke dalam larutan gula tersebut. EM4 mengandung mikroorganisme baik yang esensial.
EM4 (Effective Microorganisms 4) adalah cairan yang mengandung mikroorganisme baik yang sangat penting untuk mempercepat proses fermentasi dan mencegah pertumbuhan belatung. Tanpa EM4, fermentasi hampir pasti gagal dan akan ditumbuhi belatung.
6. Campur Sayuran dengan Larutan EM4
Setelah sayuran dicacah dan larutan aktivator siap, masukkan cacahan sayuran ke dalam wadah besar seperti ember atau baskom. Pastikan wadah yang digunakan bersih dan tidak terkontaminasi.
Semprotkan larutan EM4 dan gula secara merata ke seluruh permukaan cacahan sayuran menggunakan spray atau semprotan biasa. Aduk rata campuran tersebut hingga semua sayuran terlapisi oleh larutan aktivator.
Pastikan adonan tidak terlalu basah; cirinya adalah saat dikepal, adonan menggumpal dan tidak mengeluarkan air, serta tidak mudah hancur saat kepalan dibuka. Kelembaban yang tepat sangat penting untuk proses fermentasi anaerob.
7. Masukkan ke Wadah Kedap Udara
Langkah selanjutnya dalam cara membuat pakan fermentasi dari sayuran sisa pasar adalah memindahkan adonan ke wadah yang kedap udara. Gunakan ember plastik dengan penutup rapat atau jerigen.
Padatkan adonan di dalam wadah untuk menghilangkan rongga udara. Ketiadaan oksigen adalah kunci keberhasilan proses fermentasi silase. Udara dapat menghambat pertumbuhan bakteri baik yang diperlukan.
Tutup wadah dengan sangat rapat (airtight) untuk memastikan tidak ada udara yang masuk. Ini adalah faktor penentu keberhasilan fermentasi dan mencegah pembusukan.
8. Fermentasi Selama 7–14 Hari
Setelah adonan dimasukkan ke dalam wadah kedap udara, simpan wadah tersebut di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung. Suhu yang stabil akan mendukung proses fermentasi.
Selama proses fermentasi, sangat penting untuk tidak membuka tutup wadah. Pembukaan wadah akan memasukkan oksigen dan dapat mengganggu proses fermentasi, bahkan menyebabkannya gagal.
Minimal waktu fermentasi adalah 3 hari, namun untuk hasil yang optimal, fermentasi selama 7 hingga 14 hari akan menghasilkan pakan yang lebih baik. Semakin lama fermentasi, semakin baik pula kualitas nutrisinya.
9. Ciri-ciri Fermentasi Berhasil
Pakan fermentasi yang berhasil memiliki beberapa ciri khas yang mudah dikenali. Aroma yang dihasilkan adalah asam manis yang segar, bukan bau busuk. Aroma ini menandakan proses fermentasi berjalan dengan baik.
Tekstur pakan tidak berlendir dan tidak mengeluarkan banyak air. Pakan yang baik akan terasa padat dan tidak terlalu lembek.
Yang terpenting, tidak ada belatung atau jamur hitam yang tumbuh di dalam pakan. Jika pakan berbau busuk atau terdapat belatung, itu menandakan fermentasi gagal dan pakan tersebut tidak boleh diberikan kepada ternak.
10. Penyajian ke Ternak
Setelah proses fermentasi selesai dan pakan menunjukkan ciri-ciri keberhasilan, pakan siap disajikan kepada ternak. Buka wadah dan angin-anginkan pakan sebentar sebelum diberikan. Ini membantu mengurangi gas yang mungkin terbentuk selama fermentasi.
Saat akan disajikan, campurkan pakan fermentasi dengan bekatul atau dedak. Perbandingan campuran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan. Pencampuran ini akan membuat pakan lebih seimbang dan disukai ternak.
Pakan fermentasi yang disimpan dalam wadah kedap udara dapat bertahan hingga 1 bulan. Pakan ini cocok diberikan untuk entok, ayam, bebek, atau itik, dan dapat membantu menekan biaya pakan harian secara signifikan.
Pertanyaan Seputar Pakan Fermentasi
Q: Apakah semua jenis sayuran sisa pasar bisa difermentasi?
A: Ya, sebagian besar sayuran sisa pasar bisa difermentasi, asalkan tidak dalam kondisi busuk berjamur. Jenis seperti kol, sawi, wortel, kangkung, bayam, dan bahkan sisa buah-buahan dapat dicampur.
Q: Berapa lama pakan fermentasi ini bisa disimpan?
A: Dalam wadah kedap udara dan tidak dibuka, pakan fermentasi dapat bertahan hingga 1 bulan. Setelah wadah dibuka, sebaiknya pakan habis dalam 2-3 hari untuk menjaga kualitasnya.
Q: Apakah harus menggunakan EM4? Bisakah pakai alternatif lain?
A: Sangat disarankan untuk menggunakan EM4 peternakan karena mengandung mikroorganisme baik yang esensial untuk proses fermentasi yang berhasil dan mencegah belatung. EM4 relatif mudah didapat di toko pakan. Alternatif lain seperti ragi tape atau starter silase komersial mungkin bisa digunakan, tetapi EM4 adalah pilihan yang paling umum dan terjamin.
Q: Apakah aman diberikan untuk entok atau anak ayam?
A: Ya, pakan fermentasi ini aman diberikan untuk entok dewasa maupun anak ayam. Bahkan, pakan ini lebih sehat karena tidak mengandung bahan pengawet. Untuk anakan, pastikan cacahan sayuran sangat lembut agar mudah dicerna.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7091160/original/085147400_1779872717-3688283135570345549.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7092319/original/080692400_1779873966-2734745100938099672.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7083136/original/078164000_1779863895-kersen_FIX_COV.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402068/original/007110400_1762236460-Kolam_Ember_Bak_Plastik__Budikdamber___Solusi_Super_Hemat_Lahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6490067/original/076873900_1779348220-Sistem_Irigasi_Tetes_Otomatis_dengan_Timer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7090580/original/060767000_1779871946-7916716639042759874.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7084523/original/007025400_1779865300-HL_roster.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7082758/original/094496300_1779863371-ayam_HL.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6481797/original/067892200_1779341326-unnamed__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547353/original/029424800_1775456871-unnamed-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7081732/original/016812400_1779862147-markisa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7079646/original/089135400_1779859850-a73d9c07-3d60-43f6-91ac-2d2920f71463.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7079159/original/073884100_1779859377-13115870224934415379.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6478248/original/064508000_1779338391-rak_kayu_pokcoy_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7076598/original/007843300_1779856294-1345113026885720659.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7077115/original/033305500_1779857088-7732070775181021891.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519151/original/033576300_1772532081-cat_teras_senada_lantai_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7075031/original/034076500_1779854666-141475606849218205.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6187862/original/072095400_1779067929-Gemini_Generated_Image_m29nqkm29nqkm29n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7021687/original/025598200_1779795707-Manfaatkan_Limbah_Rumah_Tangga_untuk_Pakan___Pupuk_____Hemat_Biaya_Produksi.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530617/original/099175500_1773466166-mud1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489268/original/078646900_1769835675-Jualan_buah_goreng__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495984/original/028777500_1770452855-unnamed__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488893/original/092856000_1769769033-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_16.18.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490815/original/001976100_1770026229-jualan_es.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2262540/original/075447500_1530187074-Channa_stri_060627_7960_jtgno_ed_resize.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490648/original/042458000_1770019622-desain_kebun_sayur_pakai_kaleng__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488293/original/093524200_1769746071-tirai_jendela1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488684/original/047569800_1769760902-kue_dari_tepung_mocaf5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495904/original/087503600_1770444952-Gemini_Generated_Image_7ycbx87ycbx87ycb.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494885/original/067165400_1770347594-telur_bebek.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492871/original/061346200_1770188299-ChatGPT_Image_4_Feb_2026__13.57.45.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488443/original/005923400_1769750774-Panen_kacang_panjang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3931642/original/069846400_1644592691-pexels-alleksana-6478943_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489308/original/011869000_1769840015-Wisata_Sawah_Sumber_Gempong__Google_Maps_Wisata_Sawah_Sumber_Gempong_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492840/original/043115600_1770187373-meja_dapur_2a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488252/original/019203200_1769744237-Gemini_Generated_Image_vxfalevxfalevxfa.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494011/original/017794000_1770274657-Cara_Menyimpan_Sapu__Pel__dan_Ember_di_Rumah_Sempit.jpeg)