Liputan6.com, Jakarta - Berjualan nasi goreng sering dianggap mudah karena bahan dasarnya sederhana dan proses memasaknya cepat. Namun di lapangan, banyak pemula yang berhenti di tengah jalan karena tidak siap menghadapi ritme jualan, persaingan, serta tuntutan rasa yang harus stabil setiap hari. Di sinilah pentingnya belajar dari pola kerja warung nasi goreng yang sudah lama bertahan dan tetap dicari pelanggan.
Salah satu yang sering disebut dalam obrolan pecinta kuliner adalah nasi goreng khas Tegal yang dikenal punya rasa gurih tanpa bergantung pada kecap. Jenis nasi goreng ini punya karakter berbeda karena lahir dari kebiasaan memasak tradisional dengan bumbu lengkap dan teknik yang terjaga, sehingga hasilnya terasa konsisten meski dibuat dalam jumlah banyak.
Bagi pemula yang ingin mulai usaha, memahami cara memasak, menyajikan dan menjual nasi goreng Tegal bisa menjadi pintu masuk untuk membangun usaha yang lebih terarah dan konsisten. Lantas bagaimana cara memulainya? Simak informasi selengkapnya berikut, dirangkum Liputan6, Kamis (19/2).
1. Apa Itu Nasi Goreng Khas Tegal?
Disampaikan salah satu penjual nasi goreng Tegal yang sudah lama berjualan di wilayah Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Saidul Iqrom, menu nasgor khas daerahnya memang berbeda dari yang biasa ditemukan di Jogja. Cirinya, ada di rasa yang cenderung gurih, tanpa kecap dan butiran nasi yang pecah (pera). Sedangkan, di Jogja, selama ini nasi goreng cenderung manis dan nasinya pulen.
Menurut dia, secara kultur, nasi goreng khas Tegal mulanya dimasak menggunakan anglo, yaitu tungku tradisional yang memakai arang sebagai sumber panas. Cara memasak ini membuat proses pemanasan lebih stabil, sehingga bumbu bisa matang lebih merata dan aroma masakan lebih keluar.
"Nasinya itu jangan sampai ngerempel (pera), terus kalau nasi goreng Tegal awalnya nggak pake kecap. Masaknya dulu pakai anglo, dikipasin pakai kubut (kipas dari anyaman bambu)," kata penjual yang mendirikan usaha warung nasi goreng Tegal Margo Mulyo, di wilayah Jalan Degolan, Umbumartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman, saat ditemui Liputan6 beberapa waktu lalu.
Ciri lain dari nasi goreng Tegal adalah penggunaan bumbu yang lebih lengkap dibanding nasi goreng rumahan pada umumnya. Bumbunya biasanya memakai bawang merah, bawang putih, kemiri, pala, hingga ebi atau udang yang digiling halus. Kombinasi ini membuat rasa nasi goreng lebih dominan gurih, karena sumber rasa berasal dari rempah dan ebi, bukan dari kecap atau saus tambahan.
2. Awali dengan Niat dan Fokus Berjualan Nasi Goreng Tegal
Saidul Iqrom menjelaskan, jika memulai usaha nasi goreng memang tidaklah mudah. Ada kualitas yang harus dijaga, ada rasa yang tak boleh berkurang dan ada harga yang harus dipertahankan agar tidak tergerus persaingan.
Selain itu, ada langkah awal yang sering dilewatkan pemula adalah menentukan ingin berjualan di mana. Lokasi jualan akan menentukan jam operasional, tipe pembeli, hingga menu yang harus disiapkan. Jika ingin jualan di dekat kampus, maka target pembeli biasanya mahasiswa yang mencari porsi mengenyangkan dengan harga terjangkau, sedangkan jika jualan di dekat perkantoran, pembeli lebih memperhatikan waktu penyajian karena mereka punya jam makan terbatas.
Setelah menentukan tempat, lakukan riset sederhana untuk memahami alasan mengapa lokasi itu dipilih. Pemula bisa mulai dari mengamati keramaian, jenis makanan yang sudah ada, serta kebiasaan orang yang lewat. Jika di lokasi sudah ada banyak penjual nasi goreng, bukan berarti tidak bisa masuk, tetapi harus ada pembeda yang jelas, misalnya rasa gurih khas Tegal, porsi stabil, atau layanan cepat yang konsisten.
Fokus berikutnya adalah menyiapkan mental untuk terus belajar. Berjualan nasi goreng bukan hanya soal bisa memasak, tetapi juga soal cara menghadapi komplain, mengatur bahan baku, dan menjaga tenaga. Pemula perlu siap menerima masukan pelanggan, memperbaiki rasa dari hari ke hari, serta menyesuaikan cara kerja agar tetap efisien tanpa mengubah karakter masakan.
"Yang paling penting mau belajar, cara gorengnya, cara buat bumbunya. Terus pastikan bumbunya matang, cara urutan masaknya nggak salah dan nggak gosong juga," kata pria asal Desa Harjawinangun, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah itu.
3. Jangan Gampang Menyerah
Banyak pemula berhenti bukan karena makanannya tidak laku, tetapi karena mereka tidak siap menghadapi proses awal yang lambat. Minggu pertama jualan sering tidak ramai karena orang belum mengenal rasa dan belum percaya. Pada fase ini, penjual perlu tetap membuka lapak sesuai jam yang sudah ditentukan, karena pelanggan akan mulai terbiasa jika melihat warung buka secara rutin.
Menyerah juga sering muncul saat pembeli sedikit tetapi tenaga yang dikeluarkan terasa besar. Ini biasanya terjadi ketika pemula belum punya sistem kerja, mulai dari persiapan bumbu, pengaturan nasi, sampai pembagian waktu memasak. Jika semuanya dilakukan mendadak, penjual akan cepat lelah dan akhirnya merasa usaha ini terlalu berat. Padahal masalahnya bukan di jualannya, tetapi di cara mengatur ritme kerja.
Dalam usaha nasi goreng, daya tahan sering lebih menentukan dibanding kecepatan untung. Penjual perlu membiasakan diri menghadapi hari sepi tanpa panik, karena dalam jualan makanan ada pola naik turun. Yang dibutuhkan adalah konsistensi, karena pelanggan biasanya datang kembali bukan karena satu kali makan, tetapi karena merasa rasa dan pelayanan tidak berubah.
4. Nasi Goreng yang Enak Berasal dari Hati Bukan Semata Kemampuan Memasak
Dalam dunia jualan makanan, pembeli bisa merasakan apakah penjual bekerja dengan perhatian atau sekadar mengejar cepat selesai. Nasi goreng yang dibuat dengan niat melayani biasanya lebih terjaga dari segi porsi, kebersihan, dan cara penyajian. Hal ini terlihat dari kebiasaan kecil, misalnya tidak asal meletakkan lauk, tidak asal mencampur nasi, dan tidak terburu-buru saat bumbu belum matang.
Bagi pemula, konsep “dari hati” bukan berarti harus romantis, tetapi lebih kepada kesadaran bahwa setiap piring nasi goreng adalah produk yang membawa nama penjual. Sekali pembeli merasa kecewa karena rasa berubah atau bahan terasa tidak segar, mereka bisa tidak kembali. Maka, menjaga standar rasa harus menjadi kebiasaan, bukan hanya dilakukan saat ramai.
Selain itu, penjual yang bekerja dengan kesungguhan biasanya lebih sabar menghadapi proses belajar. Saat rasa masih belum pas, mereka akan mencoba memperbaiki, bukan menyalahkan pembeli atau keadaan. Sikap seperti ini yang membuat banyak warung nasi goreng bisa bertahan lama, karena mereka membangun hubungan kepercayaan dengan pelanggan lewat rasa yang stabil.
"Sebenarnya, supaya nasi goreng yang kita bikin itu enak, bukan berarti harus pintar masak ya. Tapi kita harus suka dulu sama nasi gorengnya, sama cara masaknya. Jadi gimana caranya supaya hati itu ikhas, kalau kita iklas kan masaknya jadi mendalami dan hasilnya akan enak," katanya lagi
5. Pastikan Masaknya Tidak Asal-Asalan
Teknik memasak nasi goreng Tegal menuntut urutan kerja yang jelas agar rasa tidak berubah dan aroma bumbu tidak hilang. Tahap pertama adalah menumis bumbu hingga matang, karena bumbu mentah akan meninggalkan rasa tajam dan membuat nasi goreng tidak menyatu. Pemula perlu memastikan bumbu benar-benar matang sebelum memasukkan bahan lain, karena di titik ini aroma utama mulai keluar.
Setelah bumbu matang, masukkan telur dan masak sampai matang. Banyak pemula yang memasukkan telur lalu langsung mencampur nasi saat telur masih setengah matang, padahal ini bisa menimbulkan aroma amis dan tekstur yang tidak rata. Jika telur sudah matang, barulah nasi dimasukkan dan diaduk sampai bumbu tercampur merata, sehingga tidak ada bagian nasi yang terasa hambar.
Langkah berikutnya adalah menambahkan garam, penyedap rasa, kecap atau cabai sesuai kebutuhan, lalu masukkan isian tambahan di tahap akhir. Isian bisa berupa suwiran ayam, potongan hati ampela ayam, bakso, sosis, atau telur tambahan. Jika isian dimasukkan terlalu awal, beberapa bahan bisa menjadi terlalu kering atau kehilangan rasa aslinya karena terlalu lama terkena panas.
"Bumbu tetap harus matang. Bawang putih, bawang merah semuanya matang. Karena kalau belum matang, saat didiamkan sampai sore, bakalan berlendir dan pasti ngaruh sekali ke rasanya. Karena rempah-rempah kan barang basah, jadi kalau masaknya salah mudah busuk," katanya.
6. Pastikan Nasi Goreng Matang Sempurna
Salah satu kunci nasi goreng yang stabil adalah pemilihan nasi. Untuk nasi goreng Tegal, nasi yang dipakai biasanya pera dan tidak pulen, karena nasi seperti ini lebih mudah tercampur bumbu dan tidak menggumpal saat dimasak. Jika pemula memakai nasi yang masih lembek, hasil akhirnya bisa terasa berat dan sulit matang merata.
Kematangan juga harus dijaga dari rasa. Nasi goreng yang matang sempurna tidak hanya soal panas, tetapi soal rasa yang menyatu antara nasi dan bumbu. Pemula perlu memastikan garam tidak kurang, cabai tidak berlebihan, dan rasa ebi tidak terlalu dominan. Jika rasa terlalu kuat, pembeli bisa merasa cepat enek dan tidak menghabiskan porsi.
Hal lain yang perlu dihindari adalah nasi goreng gosong. Gosong sering terjadi karena api terlalu besar atau wajan terlalu lama dibiarkan tanpa diaduk. Dalam jualan, gosong bukan hanya merusak rasa, tetapi juga membuat pelanggan ragu untuk membeli lagi. Karena itu, pemula harus melatih ritme mengaduk dan mengontrol panas agar hasilnya stabil.
7. Yakin Jadi Resep Kunci Usaha Bisa Bertahan Selama Puluhan Tahun
Banyak pemula merasa minder karena melihat pesaing yang sudah lebih dulu terkenal. Padahal, pasar nasi goreng termasuk pasar yang luas karena pembelinya datang dari berbagai latar belakang. Orang makan nasi goreng bukan hanya karena lapar, tetapi juga karena ingin makanan cepat yang bisa dimakan kapan saja, baik malam maupun dini hari.
Keyakinan bahwa pembeli selalu ada akan membantu penjual tetap tenang saat kondisi belum ramai. Dalam tahap awal, pembeli pertama biasanya datang karena penasaran, lalu mereka kembali jika merasa cocok. Di sinilah peran rasa yang stabil dan pelayanan yang tidak berubah. Jika satu pelanggan puas, peluang promosi dari mulut ke mulut bisa berjalan tanpa biaya tambahan.
"Nah sekarang kan sudah banyak yang jualan nasi goreng, cuman paling penting supaya bertahan di persaingan itu jangan pernah mencoba-coba, terus yakini kalau kita jualan pasti ada yang beli. Dan harus didalami juga, jangan sepi sedikit udahan atau ganti jualan, jangan begitu," tambahnya.
Ditambahkan Saidul Iqrom, pembeli tidak selalu mencari yang paling terkenal. Banyak pembeli justru mencari yang dekat, cepat, dan rasanya tidak berubah. Jika pemula bisa menjaga tiga hal ini, maka peluang untuk mendapat pelanggan tetap akan terbuka. Itulah mengapa dirinya berhasil berjualan nasi goreng khas Tegal sejak 2006 di Jogja hingga sekarang memiliki 3 cabang.
"Kalau saya sudah dari 2006 di Jogja, dulu memang dari awal di Degolan sini. Terus alhamdulillah sekarang ada 3 cabang, pertama Degolan, terus di Kopatan sama di Krawitan, tapi nggak begitu berjauhan," tambah pria ramah 45 tahun itu.
8. Jangan Campur Modal dan Keuntungan
Kesalahan paling sering dalam usaha kecil adalah uang usaha bercampur dengan uang pribadi. Pemula sering mengambil uang dari hasil jualan untuk kebutuhan harian tanpa mencatat, sehingga tidak tahu apakah sebenarnya untung atau hanya sekadar uang berputar. Jika kebiasaan ini dibiarkan, penjual akan kesulitan membeli bahan baku karena merasa uang selalu kurang.
Langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah memisahkan uang modal, uang belanja bahan, dan uang hasil penjualan. Pemula tidak perlu sistem rumit, cukup gunakan dua wadah atau dua rekening berbeda. Setelah jualan selesai, hitung hasil penjualan dan sisihkan kembali modal belanja untuk besok, baru sisanya dianggap keuntungan yang bisa dipakai atau disimpan.
Dengan cara ini, penjual bisa menilai perkembangan usaha secara lebih jelas. Jika keuntungan terasa kecil, penjual bisa mengevaluasi apakah harga jual terlalu rendah, apakah bahan terlalu boros, atau apakah porsi tidak stabil. Pemisahan uang juga membantu pemula merencanakan pengembangan usaha, misalnya membeli wajan lebih besar, menambah stok bahan, atau membuat spanduk agar lebih mudah ditemukan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa ciri khas nasi goreng Tegal?
Nasi goreng Tegal dikenal punya rasa gurih, memakai bumbu lengkap seperti kemiri, pala, dan ebi halus, serta awalnya dibuat tanpa kecap sehingga rasanya tidak manis.
2. Kenapa nasi goreng harus memakai nasi pera?
Nasi pera lebih mudah diaduk, tidak menggumpal, dan cepat menyerap bumbu, sehingga rasa nasi goreng lebih merata dan tidak lembek.
3. Apa kesalahan pemula saat jualan nasi goreng?
Kesalahan yang sering terjadi adalah tidak menjaga urutan memasak, memakai nasi yang terlalu pulen, serta mencampur uang modal dengan uang pribadi.
4. Bagaimana cara menentukan lokasi jualan nasi goreng?
Lokasi bisa ditentukan dengan melihat keramaian, target pembeli, persaingan makanan di sekitar, serta jam ramai orang lewat agar peluang pembeli lebih jelas.
5. Apakah jualan nasi goreng masih menguntungkan?
Jualan nasi goreng masih bisa menguntungkan karena pasarnya luas, bahan mudah didapat, dan pembeli berasal dari berbagai kelompok, terutama jika rasa dan pelayanan stabil.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517182/original/090204200_1772418729-Membersihkan_Panci_Gosong_dengan_Baking_Soda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517198/original/053254100_1772419094-unnamed__44_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517168/original/042210000_1772418585-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2989389/original/038930800_1575703112-aaron-blanco-tejedor-CNpYALGZhMo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516831/original/081591700_1772353398-model_set_tunik_polos_dengan_celana_kulot_untuk_baju_lebaran_simpel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497863/original/093400500_1770692715-Ternak_ayam_petelur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5183936/original/029719300_1744255645-IMG-20250410-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516875/original/076080400_1772358273-model_jilbab_untuk_lebaran_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505554/original/009608500_1771390337-Kebun_Buah_dalam_Pot__Tabulampot__di_Desa__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408482/original/058106700_1762785885-pexels-mart-production-7491116__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516781/original/012464700_1772346633-cat_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463645/original/039238500_1767666460-bawang4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769762/original/091544800_1710231454-Ilustrasi_buah-buahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515343/original/020022700_1772171345-warna_cat_teras_rumah_untuk_daerah_rawan_banjir_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516706/original/071375300_1772341907-set_lebaran3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5203329/original/000792300_1745925785-medium-shot-woman-working-late-night_23-2150171073.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505655/original/095597500_1771393086-proinsias-mac-an-bheatha-NbSBlGEp728-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516598/original/098094900_1772336314-cat_resar_anti_norak_6a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516618/original/003346700_1772336806-daur_ulang3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514959/original/000106600_1772136829-jasa_penerjemah.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424174/original/010000300_1764135175-AI_Repair-Pro-image-9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417414/original/006322500_1763533451-rumah_dengan_taman_mini_indoor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429077/original/070740500_1764573200-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429140/original/035614400_1764575033-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427755/original/029652600_1764414367-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430238/original/012907900_1764656898-inspirasi_kebun_sederhana_untuk_rumah_tipe_36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434562/original/053117900_1764933186-Hero_Helcurt.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4479258/original/095680100_1687539864-Hutan_Eukaliptis_di_IKN.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423681/original/088639200_1764072787-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428756/original/090311000_1764562291-desain_teras_rumah_kecil_ukuran_2x2_minimalis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403010/original/035564300_1762314455-Makan_imogiri_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381158/original/058589000_1760491896-Jajanan_Pasar_dan_Kue_Basah__Kelezatan_Tradisional_Tak_Lekang_Waktu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402925/original/068934900_1762311817-model_dapur_kecil_minimalis_dengan_tungku_api_modern.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432250/original/057900500_1764762013-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425714/original/021517000_1764235298-Pantun_Sunda_Foto_Galeri_Indonesia_Kaya_Fimela.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421804/original/032320200_1763959679-Quality_Restoration-Ultra_HD-image-8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430028/original/021123000_1764650339-mata_uang_asing.jpg)