Cara Efektif Meminimalisir Penyakit Ternak Ruminansia di Musim Hujan

18 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Musim hujan membawa tantangan tersendiri bagi peternak ruminansia, seperti sapi, domba, dan kambing. Cuaca lembap dan tanah yang tergenang air meningkatkan risiko berkembangnya penyakit pada ternak, karena bakteri, virus, dan parasit lebih mudah hidup di lingkungan basah. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa menimbulkan kerugian besar akibat ternak sakit atau menurun produksinya.

Selain kondisi lingkungan, perubahan kualitas pakan selama musim hujan juga menjadi faktor risiko penyakit. Hijauan basah yang langsung diberikan ke ternak dapat memicu gangguan pencernaan, seperti kembung, hingga menurunkan sistem imun hewan. Karena itu, pemilihan dan penanganan pakan yang tepat menjadi bagian penting dari pencegahan penyakit.

Tak kalah penting, kebersihan kandang dan manajemen peternakan harus lebih diperketat pada musim hujan. Kotoran yang menumpuk dan lembap bisa menjadi sarang bakteri serta meningkatkan penularan penyakit secara cepat antarternak. Lebih lanjut, Liputan6.com akan membahas cara efektif meminimalisir penyakit ternak tuminansia di musim hujan.

Menangani Pakan dengan Tepat

Qonita Rahma Adira (22), mahasiswa S2 Ilmu Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengatakan bahwa pemberian pakan yang tepat dapat meminimalisir penyakit ternak ruminansia di musim hujan. Ia menjelaskan bahwa ternak ruminansia yang pakan utamanya hijauan cenderung mendapatkan hijauan dengan kandungan air tinggi saat musim hujan. Jika pemberiannya tidak tepat, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko ternak terkena penyakit bloat atau kembung.

"Solusinya adalah hijauan bisa dikasih ke ternak setelah didiamkan 1-2 hari biar kadar airnya turun dulu dan enggak bikin hewan ternak kembung," ujarnya saat dihubungi Liputan6.com pada Kamis (15/1/2026).

Selain itu, pemilihan jenis hijauan juga penting. Pilih rumput atau daun yang tahan lembap dan tidak mudah berjamur, karena jamur bisa menghasilkan toksin yang berbahaya bagi kesehatan ternak. Menghindari hijauan yang terlalu basah akan menjaga ternak tetap sehat dan sistem pencernaan bekerja optimal.

Pemberian pakan yang tepat tidak hanya mengurangi risiko kembung, tetapi juga meningkatkan nafsu makan dan produksi ternak. Dengan kombinasi hijauan yang diolah sebelum diberikan, ternak tetap mendapatkan nutrisi yang cukup tanpa menimbulkan gangguan kesehatan.

Menjaga Kebersihan Kandang

Kebersihan kandang menjadi faktor utama dalam pencegahan penyakit, terutama di musim hujan ketika kelembapan meningkat. Lantai basah dan kotoran menumpuk merupakan tempat ideal bagi bakteri dan virus untuk berkembang. Oleh karena itu, membersihkan kandang secara rutin sangat dianjurkan.

"Dilihat dari segi lingkungan, kalau musim hujan pasti suhunya lebih dingin, lembap yang berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit pada ternak ruminansia, contohnya cacing, jamur biasanya kan suka hidup di tempat lembap. Nah, kebersihan kandangnya harus benar-benar diperhatikan, karena tadi itu penyakit mudah sekali menular pada tempat yang lembap," ucap Qonita.

Qonita juga menuturkan, untuk ternak besar seperti sapi, disarankan membersihkan kandang dua kali sehari, yaitu pagi dan sore. Kotoran dapat dibersihkan secara manual atau disiram dengan air agar tidak menempel, sementara sisa air bisa dialirkan ke saluran pembuangan. Metode ini akan mencegah lingkungan kandang menjadi lembap dan berbau.

Selain itu, peralatan makan dan minum ternak juga perlu dibersihkan secara berkala. Air minum yang bersih dan wadah pakan yang higienis membantu mencegah infeksi saluran pencernaan serta meningkatkan kesehatan umum ternak.

"Ingat untuk memastikan kandang selalu bersih biar enggak mudah tumbuh jamur atau bakteri yang jadi pemicu penyakit ternak ruminansia. Tempat pakan juga harus sering dibersihkan. Ukuran kandang enggak boleh terlalu sempit, nanti takut stress. Terus pencahayaan sama sirkulasi udara juga harus bagus," lanjutnya.

Desain Kandang Optimal

Membangun kandang yang sesuai menjadi langkah preventif penting, terutama bagi peternak baru. Saat menempuh S1 Ilmu Peternakan Unsoed, Qonita pernah mengikuti program magang di sebuah peternakan yang memiliki populasi 400–600 ekor domba. Dari pengalamannya tersebut, ia memberi saran, "Buat yang mau bikin farm (ternak) dari awal, lebih baik dibuat model kandang panggung (untuk domba kambing), biar kotoran enggak numpuk di dalam kandang, jadi bisa langsung turun ke saluran pembuangan."

Model kandang panggung sangat disarankan untuk ternak kecil seperti domba dan kambing, karena kotoran langsung jatuh ke saluran pembuangan dan tidak menumpuk di lantai kandang. Hal ini secara signifikan mengurangi risiko penyakit yang ditularkan melalui kotoran.

Untuk ternak besar seperti sapi, desain kandang juga harus memungkinkan pembuangan kotoran yang mudah dan ventilasi cukup. Sirkulasi udara yang baik membantu menjaga kelembapan rendah, sehingga bakteri dan virus lebih sulit berkembang di dalam kandang.

Desain kandang yang baik bukan hanya soal kesehatan ternak, tetapi juga memudahkan peternak dalam manajemen sehari-hari. Kandang yang bersih, kering, dan berventilasi akan meminimalisir risiko penyakit sekaligus meningkatkan produktivitas ternak.

Pemberian Vitamin dan Obat

Selain pakan dan kandang, suplementasi vitamin dan obat juga penting untuk menjaga imunitas ternak. Pada musim hujan, ternak lebih rentan terhadap penyakit karena kondisi lingkungan yang lembap. Vitamin dan mineral tambahan dapat memperkuat daya tahan tubuh ternak terhadap infeksi.

"Ini sering diabaikan, tapi pemberian vitamin dan obat juga perlu ke ternak ruminansia," kata Qonita.

Pemberian obat pencegahan, seperti antiparasit, juga disarankan agar ternak terlindungi dari cacing dan parasit lain yang mudah berkembang saat musim basah. Obat-obatan ini sebaiknya diberikan sesuai dosis dan anjuran dokter hewan untuk menghindari efek samping. Rutin memeriksa kesehatan ternak dan menyesuaikan suplemen dengan kebutuhan spesifik setiap jenis ruminansia akan membantu mencegah penyakit lebih efektif dibanding pengobatan setelah sakit terjadi.

Pemisahan Ternak yang Sakit

Disampaikan Qonita, jika terdapat ternak yang terindikasi sakit, langkah cepat yang harus dilakukan adalah memisahkan hewan tersebut dari yang sehat. Pemisahan kandang bertujuan untuk meminimalisir penyebaran penyakit, terutama yang menular melalui kontak langsung atau lingkungan lembap.

“Ternak ruminansia, jika penyebab sakitnya karena virus, sangat mungkin menular, contohnya seperti PMK yang cepat sekali menular. Walau sampai saat ini memang belum ada obat yang pasti bisa menyembuhkan secara instan, tapi hewan harus segera ditangani dan secara rutin divaksinasi untuk mencegah penyebaran penyakit,” tambah Qonita.

Selama masa isolasi, ternak sakit tetap harus mendapatkan pakan, minum, dan perawatan medis yang cukup. Observasi kondisi ternak secara berkala memungkinkan penanganan dini sehingga penyakit tidak berkembang lebih parah. Langkah pemisahan ini sangat penting bagi peternak dengan banyak ternak, karena satu ternak sakit bisa cepat menular ke seluruh populasi jika tidak ditangani dengan benar.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Bagaimana cara mencegah kembung pada ruminansia di musim hujan?

Pencegahan kembung dapat dilakukan dengan memberi hijauan yang telah didiamkan 1–2 hari agar kadar air turun. Pilih hijauan yang tahan lembap dan tidak berjamur untuk menjaga pencernaan ternak tetap sehat.

2. Seberapa penting kebersihan kandang untuk mencegah penyakit?

Kebersihan kandang sangat penting, terutama di musim hujan yang lembap. Kotoran harus dibersihkan rutin, air minum dan wadah pakan harus higienis, serta ventilasi kandang dijaga agar bakteri dan virus tidak mudah berkembang.

3. Mengapa desain kandang panggung dianjurkan untuk ternak kecil seperti domba dan kambing?

Kandang panggung memungkinkan kotoran langsung jatuh ke saluran pembuangan sehingga tidak menumpuk di lantai. Hal ini mengurangi risiko penyakit yang ditularkan melalui kotoran dan mempermudah pengelolaan ternak.

4. Apakah ternak ruminansia perlu vaksinasi rutin?

Ya, vaksinasi rutin sangat penting terutama untuk mencegah penyakit yang disebabkan virus, seperti PMK. Vaksinasi membantu membangun kekebalan tubuh ternak sehingga risiko penularan menurun.

5. Apa langkah yang harus dilakukan jika ada ternak yang sakit?

Ternak yang sakit harus segera dipisahkan dari hewan sehat (isolasi). Selama masa isolasi, ternak tetap diberi pakan, minum, dan perawatan medis, serta pengawasan rutin untuk mencegah penyebaran penyakit ke populasi lain.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |