Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal untuk Pemula agar Panen Melimpah

1 hour ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Bagi Anda yang tertarik dengan agribisnis perikanan, memahami cara budidaya ikan lele di kolam terpal untuk pemula adalah langkah awal yang sangat menjanjikan. Metode budidaya ini menawarkan solusi praktis dan efisien, menjadikannya pilihan ideal bagi siapa saja yang ingin memulai usaha perikanan dengan modal dan lahan terbatas. Dengan panduan cara budidaya ikan lele di kolam terpal untuk pemula yang tepat, Anda bisa memaksimalkan hasil panen meskipun dengan lahan yang tidak terlalu luas.

Budidaya lele menggunakan kolam terpal telah menjadi pilihan paling rasional, terutama bagi para pemula. Selain hemat lahan, kolam terpal juga lebih mudah dalam proses pembersihan dan mampu menjaga stabilitas suhu air dibandingkan dengan kolam tanah. Artikel ini akan membahas secara mendalam cara budidaya ikan lele di kolam terpal untuk pemula, mulai dari persiapan awal hingga masa panen, memastikan Anda memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk memulai.

Berikut ini telah Liputan6 ulas, cara budidaya ikan lele di kolam terpal untuk pemula, pada Jumat (27/2).

1. Persiapan Kolam Terpal yang Efisien

Langkah pertama yang krusial dalam memulai budidaya lele adalah mempersiapkan kolam terpal dengan cermat. Pemilihan jenis kolam dan rangkanya merupakan faktor penting yang akan memengaruhi efisiensi operasional budidaya Anda. Penentuan jenis kolam yang tepat akan sangat membantu dalam pengelolaan kebersihan dan kualitas air.

Untuk para pemula, kolam terpal berbentuk bulat dengan rangka wiremesh sangat direkomendasikan. Desain ini memfasilitasi sistem central drain yang efektif untuk pembuangan kotoran, sehingga menjaga kualitas air lebih baik. Kolam persegi juga bisa digunakan, namun mungkin memerlukan sedikit lebih banyak perhatian dalam manajemen pembuangan kotoran.

Setelah menentukan jenis kolam, pasang rangka kolam sesuai dengan desain yang dipilih. Kemudian, letakkan terpal di dalamnya, pastikan terpal terpasang dengan rapi dan tidak ada lipatan yang berlebihan. Pastikan pipa pembuangan terpasang dengan benar di bagian tengah bawah kolam, terutama untuk kolam bulat dengan sistem central drain yang memaksimalkan pembuangan kotoran.

Sebagai tips penting, cuci terpal baru menggunakan sabun sebelum digunakan. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan bau kimia plastik yang mungkin masih menempel, karena bau tersebut berpotensi meracuni ikan lele dan mengganggu ekosistem awal kolam.

2. Persiapan Air (Pre-Kondisi) untuk Lele

Air kolam tidak bisa langsung digunakan untuk budidaya lele setelah diisi. Air harus melalui proses "pemasakan" atau fermentasi terlebih dahulu agar ekosistem mikroorganisme yang bermanfaat dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Proses ini vital untuk menciptakan lingkungan yang sehat bagi benih lele.

Mulailah dengan mengisi kolam menggunakan air hingga ketinggian sekitar 60-80 cm. Setelah itu, diamkan air selama 7 hingga 10 hari. Selama periode ini, mikroorganisme baik akan mulai berkembang, membentuk ekosistem yang mendukung kehidupan lele.

Untuk membantu menyeimbangkan pH air dan membunuh bakteri jahat yang mungkin ada, Anda bisa menambahkan probiotik khusus perikanan atau garam krosok. Penambahan ini akan mempercepat proses pembentukan ekosistem yang stabil dan aman bagi lele.

Air yang sudah siap untuk penebaran benih biasanya akan menunjukkan perubahan warna menjadi hijau lumut atau kecokelatan. Perubahan warna ini merupakan indikator bahwa ekosistem mikroorganisme yang sehat telah terbentuk, menandakan kolam siap untuk dihuni.

3. Pemilihan dan Penebaran Benih Lele

Pemilihan benih yang berkualitas adalah faktor penting untuk keberhasilan budidaya ikan lele. Benih yang sehat akan tumbuh lebih cepat dan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi, sehingga meminimalkan kerugian dan memaksimalkan potensi keuntungan.

Pilihlah benih dari jenis unggul seperti Lele Sangkuriang atau Lele Mutiara, yang dikenal memiliki pertumbuhan cepat dan ketahanan penyakit yang baik. Benih yang sehat akan terlihat aktif, lincah, dan bergerak responsif. Selain itu, pastikan ukuran benih seragam, idealnya sekitar 5-7 cm, untuk menghindari kanibalisme di kemudian hari.

Saat penebaran benih, jangan langsung menuangkan benih ke dalam kolam. Lakukan aklimatisasi suhu dengan meletakkan wadah benih (biasanya kantong plastik) di atas permukaan air kolam selama 15-30 menit. Proses ini memungkinkan suhu air di dalam wadah menyesuaikan diri dengan suhu air kolam, mengurangi stres pada ikan.

Setelah suhu air seimbang, buka wadah dan biarkan ikan keluar sendiri secara perlahan ke dalam kolam. Waktu terbaik untuk menebar benih adalah pada pagi atau sore hari, ketika suhu udara tidak terlalu panas dan lebih sejuk, sehingga ikan tidak mengalami kejutan suhu ekstrem.

4. Manajemen Pemberian Pakan yang Efisien

Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya lele, sehingga manajemen pemberian pakan harus dilakukan dengan cerdas dan efisien. Strategi pemberian pakan yang tepat akan memengaruhi pertumbuhan lele dan juga kualitas air kolam.

Gunakan pelet berkualitas tinggi yang memiliki kandungan protein sesuai dengan fase pertumbuhan lele. Pelet dengan nutrisi yang seimbang akan mendukung pertumbuhan optimal dan kesehatan ikan.

Berikan pakan sebanyak 2-3 kali sehari, yaitu pada pagi hari dan sore atau malam hari. Jadwal pemberian pakan yang teratur membantu lele tumbuh dengan baik dan mengurangi limbah pakan.

Berikan pakan sedikit demi sedikit. Amati respons ikan; jika ikan sudah tidak lagi mengejar pakan, segera hentikan pemberian pakan. Hal ini penting untuk mencegah sisa pakan menumpuk dan membusuk di dasar kolam, yang dapat menurunkan kualitas air dan memicu penyakit.

5. Perawatan dan Sortir Berkala untuk Pertumbuhan Optimal

Ikan lele memiliki sifat kanibalistik, di mana lele yang tumbuh lebih cepat cenderung memangsa lele yang lebih kecil. Oleh karena itu, perawatan dan penyortiran berkala sangat penting untuk memastikan kelangsungan hidup dan pertumbuhan yang merata.

Lakukan penyortiran setiap 2-3 minggu sekali. Pisahkan lele berdasarkan ukurannya ke kolam yang berbeda. Tindakan ini akan mengurangi tingkat kanibalisme dan memastikan setiap ikan mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh.

Pantau kualitas air secara rutin. Jika air mulai berbau menyengat atau Anda melihat ikan lele "menggantung" (kepala di atas) di permukaan air, itu adalah indikasi bahwa kualitas air menurun drastis. Kondisi ini bisa membahayakan kesehatan lele.

Segera ganti sekitar 30% volume air kolam untuk memperbaiki kondisi jika kualitas air memburuk. Pergantian air parsial ini membantu mengurangi konsentrasi amonia dan zat berbahaya lainnya, menjaga lingkungan kolam tetap sehat.

6. Masa Panen yang Menguntungkan

Masa panen adalah puncak dari seluruh proses budidaya yang telah Anda lakukan dengan tekun. Lele umumnya dapat dipanen setelah mencapai ukuran yang diinginkan pasar, yang akan menentukan nilai jualnya.

Ikan lele biasanya siap panen dalam waktu sekitar 2,5 hingga 3 bulan setelah penebaran benih. Ukuran panen yang umum diinginkan pasar adalah sekitar 8-10 ekor per kilogram, namun ini bisa disesuaikan dengan permintaan konsumen.

Sebelum melakukan penangkapan, surutkan air kolam terlebih dahulu. Ini akan mempermudah proses penangkapan dan mengurangi stres serta risiko luka pada ikan selama proses panen. Tangkap ikan dengan hati-hati menggunakan jaring atau alat penangkap yang sesuai.

Gunakan wadah berpori atau keranjang khusus saat menyimpan dan mendistribusikan ikan lele yang sudah dipanen. Wadah berpori memastikan ikan tetap mendapatkan oksigen yang cukup selama perjalanan, menjaga kesegaran dan kualitasnya hingga sampai ke tangan konsumen.

Analisis Singkat untuk Pemula dalam Budidaya Lele

Memulai budidaya lele di kolam terpal memerlukan pemahaman dasar tentang investasi dan manajemen yang baik. Dengan perencanaan yang matang, usaha ini dapat memberikan keuntungan yang menjanjikan.

Modal utama yang dibutuhkan meliputi terpal, rangka kolam, benih lele, pakan, dan biaya listrik jika menggunakan pompa air (opsional). Perhitungan modal awal yang cermat akan membantu Anda dalam mengelola keuangan usaha.

Salah satu kunci keberhasilan adalah tidak menebar benih terlalu padat di lahan yang sempit. Idealnya, kepadatan tebar adalah sekitar 100-150 ekor per meter kubik air. Kepadatan yang berlebihan dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, peningkatan stres, dan risiko penyakit, sehingga mengurangi hasil panen

QnA Seputar Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal

1. Berapa kepadatan ideal tebar benih lele di kolam terpal?

Untuk pemula, kepadatan aman adalah sekitar 100–150 ekor per meter kubik air. Jika terlalu padat, pertumbuhan lele menjadi lambat, risiko penyakit meningkat, dan kualitas air cepat menurun. Lebih baik memulai dengan kepadatan sedang agar tingkat kelangsungan hidup ikan lebih tinggi.

2. Mengapa air kolam tidak boleh langsung digunakan setelah diisi?

Air baru belum memiliki keseimbangan ekosistem yang baik. Proses pendiaman selama 7–10 hari bertujuan menumbuhkan mikroorganisme alami yang membantu mengurai kotoran dan sisa pakan. Tanpa proses ini, ikan bisa stres dan rentan terserang penyakit.

3. Bagaimana tanda-tanda kualitas air kolam sudah buruk?

Air yang berbau menyengat, terlalu keruh pekat, atau berbusa berlebihan menandakan kualitasnya menurun. Selain itu, jika ikan sering muncul ke permukaan dengan posisi kepala di atas air, itu bisa menjadi tanda kekurangan oksigen. Dalam kondisi seperti ini, segera ganti sekitar 30% air kolam.

.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |