Liputan6.com, Jakarta - Minim modal bukan alasan untuk tidak memulai usaha. Hal itu dibuktikan Joan (25), warga Wedomartani, Jogja, yang sukses mengembangkan cara budidaya ikan hias hanya dari sepasang indukan seharga Rp20 ribu. Dalam waktu lima bulan, ikan-ikannya berkembang pesat hingga panen ratusan ekor anakan.
Joan bercerita bahwa awalnya ia hanya iseng memanfaatkan galon kosong di rumah. Tak ada rencana besar di awal, budidaya ikan hias ini murni berawal dari hobi.
"Awalnya karena ada banyak galon kosong, daripada menuh-menuhin enggak kepakai. Mending jadiin wadah ikan," ujar Joan yang ditemui secara langsung di rumahnya, Sabtu (21/2).
Berikut ini beberapa cara budidaya ikan hias berdasarkan pengalaman Joan, yang bisa dijadikan inspirasi untuk pemula, oleh Liputan6.com, Senin (23/2/2026).
Mulai dari Sepasang Indukan
Joan mengaku pertama kali memulai pada September 2025. Modal awalnya sangat kecil.
"Awal-awal pelihara itu Rp20.000. Cuma beli sepasang. Terus beranak. Beranak kan anaknya udah terlalu banyak dijual, terus dijual beli lagi yang baru kayak gitu," katanya.
Jenis ikan yang ia pelihara antara lain guppy, molly, platy, dan ikan pedang. Semua dibeli dalam kondisi indukan berusia sekitar lima bulan agar cepat berkembang biak. Dalam satu kali masa kelahiran, ikan-ikan tersebut bisa menghasilkan puluhan anakan.
"Biasanya itu bisa 30 lebih kok. Tergantung yang ngerawat sih. Soalnya kan kadang induknya makan anaknya. Kalau enggak telaten ya habis," jelas Joan.
Dari satu pasang indukan, dalam beberapa siklus perkembangbiakan, jumlah ikan bisa meningkat drastis. Tak heran dalam lima bulan ia sudah memiliki lebih dari 10 galon, empat kolam terpal, serta lima akuarium di rumahnya.
Cara Budidaya Ikan Hias agar Cepat Berkembang
Berdasarkan pengalaman Joan, ada beberapa kunci penting agar ikan hias cepat berkembang:
1. Rutin Ganti Air, Tapi Jangan Total
Menurut Joan, kesalahan umum pemula adalah mengganti air secara penuh.
"Ganti air 2–3 hari, tapi enggak semua. Paling cuma diambil berapa ceduk aja. Habis itu diisi air lagi. Kalau diganti semua malah stres ikannya, soalnya PH airnya berubah drastis," jelasnya.
Perubahan kualitas air secara mendadak bisa membuat ikan stres bahkan mati.
2. Pakan Cukup, Jangan Berlebihan
Ia memberi makan dua kali sehari, pagi dan sore.
"Enggak usah banyak-banyak, dua kali sudah cukup," ujarnya.
Jenis pakan yang digunakan antara lain kutu air dan pelet. Memberi pakan berlebihan justru bisa merusak kualitas air dan memicu penyakit.
3. Pisahkan Induk dan Anakan
Karena induk bisa memakan anaknya sendiri, proses sortir sangat penting.
"Harus rajin disortir juga," kata Joan.
Biasanya satu galon hanya diisi sepasang indukan untuk dikawinkan. Setelah melahirkan, anakan dipindahkan agar lebih aman.
Tantangan Terbesar: Cuaca Dingin
Meski terlihat mudah, budidaya ikan hias tetap memiliki tantangan. Salah satunya perubahan cuaca, terutama saat musim hujan.
"Susahnya ya kayak musim hujan gini sih, kan cuaca dingin. Enggak kuat ikannya. Jadi banyak yang sakit, jadi pada mati," ungkap Joan.
Suhu air yang terlalu dingin bisa menurunkan daya tahan ikan. Karena itu, pemantauan kondisi air sangat penting, terutama saat cuaca ekstrem.
Strategi dari Hobi Jadi Jualan Online
Awalnya Joan hanya ingin memelihara sebagai hobi. Namun, karena jumlah ikan terus bertambah, ia mulai menjualnya secara online melalui Facebook.
“Ya, karena udah mulai over kan ikannya. Sudah kebanyakan, enggak tahu mau naruh di mana lagi ya jadi dijual,” katanya.
Strateginya sederhana: menjual anakan yang sudah cukup besar, lalu hasilnya diputar kembali untuk membeli indukan baru. Pola ini membuat usahanya terus berkembang tanpa tambahan modal besar. Dalam waktu lima bulan, dari sepasang indukan, jumlah ikan berkembang hingga ratusan ekor melalui beberapa kali siklus kelahiran.
Bagi yang ingin mencoba, kuncinya sederhana: mulai dulu, rawat dengan telaten, dan jangan takut memanfaatkan barang bekas di sekitar rumah. Cukup Rp20 ribu untuk sepasang indukan, lima bulan kemudian ia sudah panen ratusan ekor dan memiliki belasan wadah budidaya di rumahnya.
FAQ
Berapa modal awal budidaya ikan hias untuk pemula?
Cukup Rp20 ribu untuk membeli sepasang indukan, ditambah galon bekas murah sebagai wadah.
Berapa lama ikan hias bisa berkembang biak?
Dalam 5 bulan, dari sepasang indukan bisa berkembang hingga ratusan ekor jika dirawat telaten.
Berapa kali ikan hias diberi makan?
Cukup 2 kali sehari, pagi dan sore, dengan pakan seperti kutu air atau pelet.
Kenapa air tidak boleh diganti total?
Karena perubahan drastis pH air bisa membuat ikan stres dan mudah mati.
Apa tantangan terbesar budidaya ikan hias?
Cuaca dingin saat musim hujan yang bisa membuat ikan sakit jika kualitas air tidak dijaga.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510753/original/073903300_1771837740-Kandang_Ayam.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510610/original/004124300_1771833007-Model_Atap_Teras_Rumah_Baja_Ringan_Minimalis.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510543/original/064351800_1771831630-Cat_Pagar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510548/original/045691000_1771831651-Gemini_Generated_Image_wg0n4dwg0n4dwg0n_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510524/original/045993200_1771830870-earth_tone_3a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498524/original/021480400_1770709985-Anakan_ikan_cupang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3291225/original/089683900_1604906961-EX7WXSmWAAQMq-X.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510482/original/059956400_1771829877-Cara_Membasmi_Rayap_Di_Kusen_Tanpa_Bongkar.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410270/original/086160900_1762927275-Sarang_Kecoa_di_Celah_Lantai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510454/original/085350000_1771828768-Usaha_Ternak_Rumah_Tipe_36.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510334/original/094452000_1771825982-Gemini_Generated_Image_iqsow5iqsow5iqso_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510312/original/043364600_1771824567-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510685/original/071622900_1771835144-unnamed__29_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510267/original/046723900_1771824169-Gemini_Generated_Image_am5cg4am5cg4am5c_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510661/original/078446900_1771834574-Model_Pagar_Rumah_Kecil_Warna_Netral_Biar_Terlihat_Lega.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510158/original/041805700_1771820493-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5250058/original/018575800_1749706430-batik_balita.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510583/original/034946600_1771832431-HHL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510513/original/078065700_1771830320-Gemini_Generated_Image_gj3f3egj3f3egj3f.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417414/original/006322500_1763533451-rumah_dengan_taman_mini_indoor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4606463/original/068658200_1696995206-super-snapper-UFrd8csYr1w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392924/original/013002900_1761535927-unnamed_-_2025-10-27T102956.910.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394904/original/053731000_1761643560-surat_kesepakatan_bersama.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394882/original/098461600_1761643402-desain_rumah_kecil__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394720/original/024442300_1761638556-closeup-hands-passing-contract-unrecognizable-businessman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429077/original/070740500_1764573200-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424174/original/010000300_1764135175-AI_Repair-Pro-image-9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5287705/original/038778900_1752830948-ChatGPT_Image_18_Jul_2025__16.28.33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394809/original/038370900_1761641292-gelang_emas_kecil_elegan__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394044/original/017340400_1761624269-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393361/original/050313500_1761551943-unnamed_-_2025-10-27T145111.111.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393562/original/073696600_1761559881-Wanita_menyeberangi_jembatan_tengah_hutan_di_Sukabumi__Pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392886/original/079409300_1761534480-unnamed_-_2025-10-27T094621.736.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381238/original/046456800_1760496797-Gemini_Generated_Image_old8yzold8yzold8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393186/original/082510300_1761545503-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429140/original/035614400_1764575033-1.jpg)