Berapa Modal Jualan Gorengan? Ini Perhitungan Lengkap dan Tips Memulainya

19 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Gorengan sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Hampir di setiap sudut jalan, lingkungan sekolah, kampus, hingga perkantoran, jajanan renyah ini selalu punya penggemar setia. Mulai dari bakwan, tempe goreng, tahu isi, hingga risoles, semuanya menawarkan rasa gurih dengan harga terjangkau.

Tak heran jika banyak orang tertarik menjadikan gorengan sebagai peluang usaha. Selain mudah dibuat, bisnis ini dikenal tidak membutuhkan modal besar namun mampu menghasilkan keuntungan yang menjanjikan jika dikelola dengan baik.

Lalu sebenarnya berapa modal jualan gorengan yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini? Liputan6.com akan mengulas secara lengkap perhitungan modal, estimasi keuntungan, serta hal-hal penting yang perlu diperhatikan sebelum terjun ke bisnis gorengan, Jumat (9/1/2026).

Berapa Modal Jualan Gorengan?

Pertanyaan berapa modal jualan gorengan? sering muncul di kalangan pemula yang ingin memulai usaha kecil-kecilan. Kabar baiknya, usaha gorengan termasuk jenis bisnis kuliner dengan modal relatif rendah dan fleksibel, karena bisa disesuaikan dengan skala usaha dan kondisi keuangan masing-masing.

1. Komponen Modal Awal Jualan Gorengan

Modal awal usaha gorengan umumnya terbagi menjadi beberapa komponen utama, yaitu:

a. Bahan Baku

Bahan baku gorengan tergolong murah dan mudah diperoleh. Beberapa bahan utama meliputi tepung terigu, sayuran (wortel, kol, daun bawang), tahu, tempe, minyak goreng, bumbu, dan pelengkap lainnya. Estimasi biaya bahan baku awal berkisar Rp100.000.

b. Peralatan Memasak

Peralatan dasar seperti wajan, spatula, saringan minyak, baskom, pisau, dan talenan sangat penting. Untuk peralatan memasak sederhana, Anda bisa menyiapkan dana sekitar Rp250.000.

c. Kompor dan Tabung Gas

Kompor gas dan tabung elpiji menjadi alat utama dalam operasional harian. Estimasi biaya untuk kompor dan tabung gas sekitar Rp350.000.

d. Gerobak (Opsional)

Jika berjualan di pinggir jalan atau tempat umum, gerobak menjadi sarana penting. Harga gerobak cukup bervariasi, mulai dari Rp300.000 hingga Rp2.000.000, tergantung bahan dan desain. Jika berjualan di rumah, biaya ini bisa ditekan atau bahkan dihilangkan.

e. Biaya Lainnya

Biaya tambahan seperti plastik kemasan, kertas minyak, lap, wadah display, dan keperluan kecil lainnya diperkirakan sekitar Rp200.000.

2. Total Estimasi Modal Awal

Jika dijumlahkan, estimasi total modal awal usaha gorengan adalah:

  • Bahan baku: Rp100.000
  • Peralatan memasak: Rp250.000
  • Kompor dan tabung gas: Rp350.000
  • Gerobak (minimal): Rp300.000
  • Biaya lainnya: Rp200.000

Total estimasi modal: sekitar Rp1.200.000

Perlu dicatat, angka tersebut hanyalah estimasi. Jawaban dari pertanyaan berapa modal jualan gorengan? bisa berbeda-beda, tergantung harga bahan pokok, lokasi usaha, dan skala penjualan. Namun secara umum, usaha gorengan dapat dimulai dengan modal sekitar Rp1–2 jutaan.

Estimasi Omset dan Keuntungan Jualan Gorengan

Selain modal, potensi keuntungan juga menjadi pertimbangan penting sebelum memulai usaha gorengan.

1. Perkiraan Omset Harian dan Bulanan

Misalnya:

  • Harga jual satu gorengan: Rp1.000
  • Penjualan per hari: 200 buah

Maka:

  • Omset harian: 200 x Rp1.000 = Rp200.000
  • Omset bulanan (30 hari): Rp200.000 x 30 = Rp6.000.000

2. Cara Menghitung Keuntungan

Keuntungan dihitung dengan mengurangi omset dengan biaya operasional dan modal.

Contoh sederhana:

  • Omset bulanan: Rp6.000.000
  • Estimasi biaya operasional dan modal awal: Rp1.200.000

Maka perkiraan keuntungan bersih bulanan sekitar Rp4.800.000.

Jumlah ini tentu bisa lebih besar jika harga jual lebih tinggi, penjualan meningkat, atau ada momentum tertentu seperti bulan puasa dan acara khusus.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memulai Usaha Jualan Gorengan

Agar usaha gorengan dapat berjalan lancar dan bertahan lama, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

1. Analisa Bisnis dan Target Pasar

Lakukan riset sederhana mengenai lokasi, pesaing, dan selera konsumen. Tentukan target penjualan harian yang realistis dan lakukan evaluasi secara rutin.

2. Gunakan Bahan Baku Berkualitas dan Higienis

Kualitas bahan sangat mempengaruhi rasa dan kepercayaan konsumen. Pastikan bahan segar, minyak tidak berulang kali dipakai berlebihan, dan proses memasak tetap bersih.

3. Tentukan Variasi Produk yang Menarik

Semakin beragam menu gorengan, semakin besar peluang menarik pelanggan. Anda bisa menjual bakwan, cireng, tempe, risoles, atau gorengan kekinian seperti cireng isi dan pisang goreng topping.

4. Inovasi dan Kreativitas

Inovasi rasa, isian, atau level pedas dapat menjadi pembeda dari kompetitor. Gorengan unik dan kekinian berpotensi viral dan meningkatkan penjualan.

5. Pilih Lokasi Strategis

Lokasi ramai seperti dekat sekolah, kampus, kantor, atau area publik sangat menentukan volume penjualan.

6. Harga Kompetitif

Tetapkan harga yang sesuai dengan kualitas dan daya beli konsumen. Harga terjangkau tetap menjadi daya tarik utama gorengan.

7. Manfaatkan Media Sosial dan Layanan Online

Promosi lewat media sosial, foto produk menarik, dan layanan pesan online dapat memperluas jangkauan pasar.

8. Pelayanan dan Pembukuan

Pelayanan yang ramah dan cepat meningkatkan loyalitas pelanggan. Jangan lupa mencatat setiap transaksi agar keuangan usaha terkontrol dengan baik.

FAQ Seputar Jualan Gorengan

1. Apakah jualan gorengan masih menguntungkan saat ini?

Ya, gorengan tetap diminati semua kalangan dan relatif tahan terhadap kenaikan harga bahan pokok.

2. Berapa modal jualan gorengan untuk pemula?

Modal awal berkisar Rp1–2 jutaan sudah cukup untuk memulai usaha gorengan skala kecil.

3. Apakah harus menggunakan gerobak untuk jualan gorengan?

Tidak harus. Anda bisa berjualan di rumah atau menitipkan di warung untuk menekan biaya awal.

4. Berapa keuntungan bersih jualan gorengan per bulan?

Dengan penjualan stabil, keuntungan bisa mencapai Rp4–5 jutaan per bulan, tergantung skala usaha.

5. Apa kunci agar usaha gorengan bisa bertahan lama?

Konsistensi menjaga kualitas, kebersihan, inovasi produk, dan pelayanan yang baik kepada pelanggan.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |