9 Kebiasaan Sepele yang Membuat Tagihan Listrik Membengkak, Sering Tidak Disadari

5 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang terkejut saat menerima tagihan listrik bulanan meski merasa tidak menambah penggunaan peralatan elektronik di rumah. Padahal, lonjakan biaya sering kali berasal dari aktivitas sederhana yang dilakukan setiap hari tanpa disadari. Itulah alasan mengapa informasi mengenai kebiasaan sepele yang membuat tagihan listrik membengkak semakin sering dicari, sebagai panduan untuk menghemat pengeluaran rumah tangga.

Penggunaan energi listrik tidak hanya dipengaruhi oleh alat elektronik berdaya besar, tetapi juga oleh pola pemakaian sehari-hari. Lampu, pendingin ruangan, kulkas, televisi, hingga charger ponsel bisa terus mengonsumsi energi apabila digunakan secara kurang efisien. Memahami kebiasaan sepele yang membuat tagihan listrik membengkak menjadi langkah awal, agar biaya bulanan tetap terkendali tanpa harus mengurangi kenyamanan di rumah.

Menghemat listrik bukan berarti harus membatasi seluruh aktivitas di rumah. Fokus utamanya justru terletak pada cara memanfaatkan peralatan elektronik secara tepat, efisien dan sesuai kebutuhan. Berbekal pemahaman mengenai kebiasaan sepele yang membuat tagihan listrik membengkak, setiap anggota keluarga dapat berkontribusi menjaga penggunaan energi tetap hemat, tanpa mengurangi produktivitas maupun kenyamanan sehari-hari.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (1/7/2026).

1. Membiarkan Lampu Menyala di Ruangan Kosong

Salah satu kebiasaan sederhana yang paling sering terjadi di banyak rumah adalah membiarkan lampu tetap menyala ketika ruangan sudah tidak digunakan. Aktivitas ini biasanya terjadi karena lupa mematikan sakelar saat berpindah ke ruangan lain atau menganggap lampu hanya akan ditinggalkan dalam waktu singkat. Padahal, setiap lampu yang terus menyala tetap mengonsumsi energi listrik meskipun tidak ada satu pun orang yang memanfaatkan pencahayaan tersebut. Jika kondisi seperti ini berlangsung setiap hari selama berjam-jam, akumulasi penggunaan listrik akan semakin besar dan pada akhirnya berdampak pada meningkatnya tagihan bulanan.

Membiasakan diri mematikan lampu segera setelah selesai menggunakan ruangan merupakan langkah sederhana yang memberikan manfaat besar dalam jangka panjang. Selain membantu menghemat konsumsi listrik, kebiasaan tersebut juga dapat memperpanjang usia pakai lampu sehingga frekuensi penggantian menjadi lebih jarang. Apabila diterapkan secara konsisten oleh seluruh anggota keluarga, penghematan energi yang diperoleh akan semakin terasa tanpa mengurangi kenyamanan selama beraktivitas di rumah.

2. Charger Tetap Terpasang di Stop Kontak

Masih banyak orang yang memiliki kebiasaan membiarkan adaptor atau charger tetap terpasang pada stop kontak meskipun ponsel, tablet, laptop, maupun perangkat elektronik lainnya sudah selesai diisi daya. Kebiasaan ini sering dianggap tidak menimbulkan dampak apa pun, padahal beberapa jenis adaptor masih tetap menarik aliran listrik dalam jumlah kecil ketika tetap tersambung ke sumber listrik. Fenomena tersebut dikenal sebagai konsumsi daya siaga atau standby power.

Walaupun daya listrik yang digunakan relatif kecil, kebiasaan membiarkan charger terus terpasang sepanjang hari dapat meningkatkan konsumsi energi apabila dilakukan secara terus-menerus. Selain membantu mengurangi penggunaan listrik yang tidak diperlukan, mencabut charger setelah selesai digunakan juga dapat menjaga kualitas adaptor, mengurangi risiko panas berlebih, serta memperpanjang masa pakai perangkat elektronik tersebut.

3. Mengatur Suhu AC Terlalu Rendah

Pendingin ruangan atau AC termasuk salah satu peralatan elektronik yang memiliki konsumsi listrik cukup tinggi di dalam rumah. Oleh sebab itu, cara penggunaannya sangat memengaruhi besarnya tagihan listrik setiap bulan. Banyak orang memilih mengatur suhu AC pada tingkat yang sangat rendah dengan harapan ruangan menjadi lebih cepat dingin. Padahal, pengaturan suhu seperti ini justru membuat kompresor bekerja lebih keras dan lebih lama untuk mempertahankan suhu sesuai pengaturan pengguna.

Semakin berat beban kerja kompresor, semakin besar pula energi listrik yang dibutuhkan selama AC beroperasi. Untuk memperoleh keseimbangan antara kenyamanan dan efisiensi energi, suhu sekitar 24 hingga 26 derajat Celsius umumnya sudah cukup ideal bagi sebagian besar ruangan. Pengaturan tersebut mampu menciptakan udara yang tetap sejuk tanpa membuat konsumsi listrik meningkat secara berlebihan.

4. Terlalu Sering Membuka Pintu Kulkas

Kebiasaan membuka pintu kulkas berulang kali, terlebih dalam waktu yang cukup lama, ternyata dapat memberikan dampak terhadap penggunaan energi listrik. Setiap kali pintu kulkas terbuka, udara dingin di dalamnya akan keluar dan digantikan oleh udara hangat dari luar. Akibat perubahan suhu tersebut, sistem pendingin harus kembali bekerja untuk menurunkan temperatur hingga mencapai kondisi ideal sesuai pengaturan.

Apabila kebiasaan ini dilakukan berkali-kali sepanjang hari, kompresor akan bekerja lebih sering sehingga konsumsi listrik ikut meningkat. Oleh sebab itu, sebaiknya tentukan terlebih dahulu barang yang ingin diambil sebelum membuka kulkas. Setelah selesai, tutup pintu rapat agar suhu di dalam kulkas tetap stabil dan beban kerja kompresor dapat diminimalkan.

5. Menggunakan Mesin Cuci untuk Muatan Sedikit

Menjalankan mesin cuci hanya untuk mencuci beberapa potong pakaian memang terasa praktis, terutama ketika membutuhkan pakaian tertentu dalam waktu singkat. Akan tetapi, dari sisi efisiensi energi, kebiasaan tersebut kurang menguntungkan. Mesin cuci tetap menggunakan daya listrik, air, serta waktu operasional yang hampir sama meskipun jumlah pakaian yang dicuci hanya sedikit.

Agar penggunaan listrik menjadi lebih efisien, sebaiknya kumpulkan pakaian hingga mendekati kapasitas ideal mesin cuci sebelum menjalankan proses pencucian. Cara ini membuat setiap siklus pencucian menjadi lebih optimal, membantu menghemat energi, mengurangi penggunaan air, sekaligus memperpanjang umur mesin cuci karena frekuensi pemakaiannya tidak terlalu sering.

6. Membiarkan Televisi Menyala Tanpa Ditonton

Sebagian orang memiliki kebiasaan membiarkan televisi tetap menyala sebagai suara latar ketika sedang bekerja, bermain ponsel, atau melakukan aktivitas lain di rumah. Walaupun tampaknya tidak memberikan pengaruh besar, televisi yang terus menyala tetap menggunakan energi listrik selama perangkat tersebut aktif. Apabila kondisi ini berlangsung setiap hari dalam waktu yang lama, konsumsi listrik bulanan akan bertambah tanpa memberikan manfaat yang sebanding.

Membiasakan diri mematikan televisi saat sudah tidak ditonton merupakan salah satu langkah sederhana yang efektif untuk mengurangi pemborosan energi. Selain membuat penggunaan listrik menjadi lebih hemat, kebiasaan tersebut juga membantu menjaga komponen televisi agar tidak bekerja secara terus-menerus sehingga usia pemakaiannya dapat menjadi lebih panjang.

7. Menggunakan Rice Cooker dalam Mode Hangat Terlalu Lama

Rice cooker menjadi salah satu peralatan dapur yang hampir selalu digunakan setiap hari. Fitur warm atau penghangat memang sangat membantu menjaga nasi tetap hangat dan siap disantap kapan saja. Meskipun demikian, membiarkan rice cooker berada dalam mode tersebut selama berjam-jam bahkan sepanjang hari tetap membutuhkan pasokan listrik secara terus-menerus.

Apabila nasi tidak akan segera dikonsumsi dalam waktu dekat, sebaiknya pindahkan ke wadah tertutup yang bersih agar rice cooker dapat dimatikan. Cara sederhana ini mampu membantu mengurangi konsumsi listrik sekaligus menghindari nasi menjadi terlalu kering akibat terus-menerus terkena panas dari elemen pemanas.

8. Menyetrika Pakaian Sedikit Demi Sedikit

Sebagian orang lebih memilih menyetrika pakaian sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan harian. Meskipun terlihat praktis, kebiasaan tersebut sebenarnya membuat penggunaan listrik menjadi kurang efisien. Setiap kali setrika dinyalakan, elemen pemanas membutuhkan energi cukup besar untuk mencapai suhu kerja. Jika proses ini dilakukan berulang kali dalam satu minggu, konsumsi listrik pun akan semakin tinggi.

Pilihan yang lebih hemat adalah mengumpulkan pakaian terlebih dahulu, kemudian menyelesaikan seluruh proses menyetrika dalam satu sesi. Selain mengurangi frekuensi pemanasan setrika, cara ini juga lebih menghemat waktu, tenaga, dan penggunaan listrik sehingga aktivitas rumah tangga menjadi lebih efisien.

9. Tidak Membersihkan Filter AC

Filter AC memiliki fungsi penting sebagai penyaring debu, kotoran, dan partikel lain sebelum udara dialirkan kembali ke dalam ruangan. Seiring waktu, debu akan menumpuk pada permukaan filter sehingga aliran udara menjadi terhambat. Kondisi tersebut membuat sistem pendingin harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan suhu sesuai pengaturan pengguna.

Membersihkan filter AC secara rutin, misalnya setiap satu hingga dua bulan tergantung intensitas penggunaan, dapat membantu menjaga kelancaran sirkulasi udara serta mempertahankan performa pendinginan tetap optimal. Selain membuat konsumsi listrik lebih efisien, perawatan sederhana ini juga berkontribusi memperpanjang usia komponen AC, menjaga kualitas udara di dalam ruangan, serta mengurangi risiko kerusakan yang memerlukan biaya perbaikan lebih besar.

Pertanyaan Seputar Kebiasaan yang Membuat Tagihan Listrik Membengkak

Apa saja kebiasaan sepele yang bisa membuat tagihan listrik membengkak?

Kebiasaan sepele yang bisa membuat tagihan listrik membengkak antara lain membiarkan perangkat elektronik dalam mode siaga (phantom load), tidak mematikan lampu di ruangan yang tidak terpakai, penggunaan AC dengan suhu terlalu rendah, terlalu sering membuka pintu kulkas, mencuci pakaian sedikit demi sedikit, menyetrika setiap hari, menggunakan perangkat elektronik usang, dan adanya kebocoran arus listrik.

Bagaimana cara mendeteksi kebocoran arus listrik di rumah?

Untuk mendeteksi kebocoran arus listrik bagi pelanggan prabayar, matikan semua Miniature Circuit Breaker (MCB) atau sekring pada kWh meter. Kemudian, tekan tombol '44' dan 'Enter'. Jika muncul angka selain 0 pada kWh meter, berarti ada potensi kebocoran arus listrik. Segera hubungi teknisi profesional untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Bagaimana PLN mengimbau pelanggan untuk menghemat listrik?

PLN mengimbau pelanggan untuk menggunakan listrik secara aman dan bijak, termasuk memeriksa instalasi listrik di rumah secara berkala dan mencabut perangkat elektronik yang tidak digunakan agar konsumsi energi tetap terkendali. PLN juga menyarankan masyarakat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk memantau penggunaan listrik.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |