9 Ide Ternak Ikan Hias di Rumah yang Tidak Cepat Mati dan Minim Perwatan

1 week ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Mencari peluang usaha rumahan yang fleksibel dan tidak membutuhkan lahan luas bisa menjadi solusi bagi Anda yang ingin menambah penghasilan. Salah satu pilihan menarik adalah mencoba ide ternak ikan hias di rumah yang bisa dimulai dari skala kecil. 

Usaha ikan hias cocok dijalankan di halaman, teras, bahkan di dalam ruangan dengan bantuan akuarium. Modalnya relatif bervariasi tergantung jenis ikan yang dipilih.

Berikut beberapa ikan hias yang patut dipertimbangkan untuk dikembangbiakkan di rumah, menurut Liputan6.com, Jumat (20/2/2026).

1. Ikan cupang

Cupang termasuk pilihan populer dalam ide ternak ikan hias di rumah karena mudah dirawat dan tidak memerlukan aerator. Anda hanya membutuhkan toples atau akuarium kecil, air bersih, dan pakan berupa pelet atau kutu air.

Modal awal bisa dimulai dari Rp500.000 hingga Rp1.500.000 untuk membeli indukan, wadah, dan perlengkapan sederhana. Cupang dapat dipanen dalam waktu 2 hingga 3 bulan setelah menetas. Harga jualnya berkisar Rp10.000 hingga ratusan ribu rupiah tergantung kualitas warna dan sirip.

Perawatan utama adalah menjaga kebersihan air dan memisahkan pejantan agar tidak saling bertarung. Dengan manajemen yang baik, usaha ini cukup menjanjikan.

2. Ikan mas koki

Mas koki memiliki bentuk unik dan banyak penggemar. Anda membutuhkan akuarium lebih besar atau kolam fiber kecil dengan sistem filtrasi dan aerator.

Modal awal berkisar Rp2.000.000 hingga Rp5.000.000 tergantung skala. Pakan berupa pelet khusus dan sayuran tambahan seperti selada. Masa pembesaran sekitar 4 hingga 6 bulan sebelum siap jual.

Harga jual mas koki ukuran sedang bisa mencapai Rp25.000 hingga Rp150.000 per ekor. Kunci keberhasilan adalah menjaga kualitas air dan tidak memberi pakan berlebihan.

3. Ikan platy

Platy cocok untuk pemula karena mudah berkembang biak. Anda hanya memerlukan akuarium, aerator, dan tanaman air sebagai tempat berlindung anak ikan.

Modal awal sekitar Rp1.000.000 sudah cukup untuk beberapa pasang indukan dan perlengkapan dasar. Platy dapat berkembang biak setiap 4 minggu sekali. Anak ikan bisa dijual setelah berumur 2 hingga 3 bulan.

Harga jualnya berkisar Rp3.000 hingga Rp10.000 per ekor. Meski murah, jumlahnya banyak sehingga tetap menguntungkan.

4. Ikan guppy

Guppy dikenal dengan warna ekor yang cantik. Untuk ternak di rumah, Anda membutuhkan akuarium kecil, filter sederhana, dan pakan berkualitas.

Modal awal sekitar Rp1.000.000 hingga Rp3.000.000 tergantung jenis guppy. Masa panen relatif cepat, sekitar 2 hingga 3 bulan. Harga jual bisa mulai Rp5.000 hingga Rp50.000 per ekor untuk jenis premium.

Perawatan meliputi penggantian air rutin dan pemisahan induk dari anakan agar tidak dimakan.

5. Ikan molly

Molly cukup tangguh dan mudah dirawat. Anda bisa menggunakan akuarium ukuran sedang dengan aerator dan filter.

Modal awal sekitar Rp1.500.000 termasuk indukan dan perlengkapan. Molly berkembang biak dengan cepat dan dapat dipanen dalam waktu 3 bulan.

Harga jual berkisar Rp5.000 hingga Rp15.000 per ekor. Pastikan kualitas air stabil agar ikan tidak stres.

6. Ikan koi

Koi membutuhkan kolam yang lebih luas. Jika memiliki halaman, Anda bisa membuat kolam terpal atau beton kecil.

Modal awal relatif besar, mulai Rp5.000.000 hingga Rp15.000.000 tergantung ukuran kolam dan kualitas bibit. Pakan berupa pelet khusus koi dengan kandungan protein tinggi.

Harga jual koi sangat variatif, dari Rp50.000 hingga jutaan rupiah untuk kualitas unggulan. Perawatan meliputi filtrasi air yang baik dan kontrol kesehatan rutin.

7. Ikan discus

Discus termasuk ikan hias premium dengan nilai jual tinggi. Anda membutuhkan akuarium besar, heater untuk menjaga suhu 28 hingga 30 derajat Celsius, dan filter berkualitas.

Modal awal bisa mencapai Rp5.000.000 atau lebih. Masa pembesaran sekitar 6 bulan sebelum siap jual.

Harga jual discus berkisar Rp100.000 hingga jutaan rupiah tergantung corak. Perawatan air harus sangat diperhatikan karena ikan ini sensitif.

8. Ikan badut

Ikan badut atau clownfish populer untuk akuarium air laut. Anda membutuhkan akuarium khusus air laut, protein skimmer, dan garam khusus.

Modal awal cukup besar, mulai Rp7.000.000 ke atas. Pakan berupa pelet khusus dan makanan beku seperti udang kecil.

Harga jual berkisar Rp75.000 hingga Rp300.000 per ekor. Perawatan air laut membutuhkan ketelitian ekstra.

9. Ikan neon tetra

Neon tetra berukuran kecil dan memiliki warna biru merah yang menarik. Anda cukup menggunakan akuarium kecil dengan tanaman air.

Modal awal sekitar Rp1.000.000 hingga Rp2.000.000. Ikan ini cocok dijual dalam jumlah banyak.

Harga jual per ekor sekitar Rp2.000 hingga Rp5.000. Meski murah, permintaannya stabil sehingga cocok untuk usaha rumahan.

Pertanyaan dan Jawaban

Apa ide ternak ikan hias di rumah yang paling mudah untuk pemula?

Ikan cupang, guppy, dan platy termasuk yang paling mudah dirawat. Modalnya relatif kecil dan perawatannya tidak terlalu rumit.

Berapa modal awal ternak ikan hias di rumah?

Modal bisa dimulai dari sekitar Rp500.000 untuk skala kecil seperti cupang. Untuk ikan premium seperti koi atau discus, modalnya bisa mencapai jutaan rupiah.

Berapa lama ikan hias bisa dipanen untuk dijual?

Sebagian besar ikan kecil seperti guppy dan platy bisa dijual dalam 2 hingga 3 bulan. Ikan yang lebih besar seperti koi membutuhkan waktu lebih lama.

Apakah ternak ikan hias di rumah membutuhkan lahan luas?

Tidak selalu. Banyak jenis ikan hias yang bisa dibudidayakan menggunakan akuarium di dalam rumah tanpa membutuhkan halaman besar.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |