8 Bagian Tanaman yang Tidak Boleh Dipotong Sembarangan, Bisa Ganggu Pertumbuhan

6 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Memahami bagian tanaman yang tidak boleh dipotong sembarangan penting bagi siapa saja yang rutin merawat tanaman di rumah. Memangkas bukan sekadar mengurangi batang, ranting, atau daun yang dianggap terlalu lebat. Setiap potongan dapat memengaruhi arah pertumbuhan, bentuk tajuk, pembungaan, hingga kemampuan tanaman melindungi luka.

Kesalahan memangkas sering terjadi ketika tanaman terlihat terlalu rimbun atau ada bagian yang tumbuh tidak sesuai keinginan. Padahal, tidak semua bagian yang tampak berlebihan harus segera dipotong. Beberapa struktur tanaman justru berperan penting sebagai pusat pertumbuhan atau kerangka utama.

Karena itu, sebelum mengambil gunting atau gergaji pangkas, kenali terlebih dahulu bagian mana yang aman dipangkas dan bagian mana yang perlu diperlakukan lebih hati-hati. Teknik, waktu, serta tujuan pemangkasan juga perlu disesuaikan dengan jenis tanaman. Berikut ulasan Liputan6.com, Rabu (16/9/2026).

1. Batang Utama atau Central Leader

Pada tanaman berbentuk pohon, batang utama atau central leader merupakan bagian penting yang menjadi poros pertumbuhan. Texas AgriLife Extension melalui materi Earth-Kind Landscaping menjelaskan bahwa central leader adalah batang utama tempat cabang-cabang lain berkembang. Pada banyak jenis pohon yang memiliki satu batang utama, bagian ini sebaiknya tidak dipotong tanpa alasan yang jelas.

Pemotongan batang utama dapat mengubah pola pertumbuhan tanaman. Pada pohon yang memang secara alami tumbuh dengan satu pemimpin utama, pemangkasan tersebut bisa mendorong munculnya beberapa tunas yang kemudian bersaing menjadi pucuk baru.

Karena itu, jika tujuan pemangkasan hanya untuk merapikan pohon, batang utama biasanya bukan bagian pertama yang perlu dipotong. Perhatian sebaiknya diarahkan terlebih dahulu pada cabang mati, patah, sakit, saling bersilangan, atau cabang yang mengganggu struktur.

Texas AgriLife Extension juga menyebutkan bahwa pohon dengan central leader, seperti beberapa jenis oak, sweet gum, dan magnolia, umumnya hanya membutuhkan sedikit pemangkasan selain untuk menghilangkan cabang yang bersaing dengan batang utama.

Kapan batang utama boleh dipotong?

Ada kondisi tertentu ketika batang utama dapat dipangkas, misalnya ketika tanaman memang diinginkan memiliki banyak batang atau ketika terdapat pemimpin ganda yang perlu dikoreksi. Namun, keputusan tersebut sebaiknya didasarkan pada bentuk alami dan tujuan pertumbuhan tanaman, bukan sekadar karena bagian tersebut terlihat terlalu tinggi.

2. Branch Collar atau Kerah Cabang

Salah satu bagian yang sering tidak disadari keberadaannya adalah branch collar, yaitu area jaringan yang tampak sedikit membengkak di pangkal cabang, tempat cabang bertemu dengan batang atau cabang yang lebih besar.

Bagian ini tidak sebaiknya ikut terpotong ketika sebuah cabang dihilangkan. Texas AgriLife Extension menjelaskan bahwa kerah cabang mengandung jaringan dengan zona perlindungan kimiawi yang membantu tanaman membatasi proses pembusukan dan melindungi batang. Jika kerah tersebut dipotong rata hingga mengenai batang utama, luka yang dihasilkan justru dapat menjadi lebih serius.

Prinsip ini juga sejalan dengan Gardening Know How dalam artikel “Pruning Basics: Why, When, and How to Prune for a Healthier Garden”. Pada teknik thinning cut, cabang sebaiknya dipotong dengan mempertahankan branch collar, bukan menghilangkannya.

Artinya, ketika harus membuang cabang besar, jangan mengejar potongan yang terlihat benar-benar rata dengan batang. Ikuti bentuk alami pangkal cabang sehingga bagian pelindung tersebut tetap berada di tempatnya.

3. Pucuk yang Menentukan Arah Pertumbuhan

Pucuk atau terminal merupakan ujung cabang. Bagian ini berkaitan erat dengan arah pertumbuhan tanaman karena posisi tunas yang tersisa setelah pemangkasan dapat menentukan ke mana tunas baru berkembang.

Texas AgriLife Extension menjelaskan bahwa posisi tunas terakhir pada ranting dapat menentukan arah pertumbuhan tunas baru. Karena itu, pemangkasan ujung cabang perlu dilakukan dengan mempertimbangkan posisi tunas yang akan menjadi titik pertumbuhan berikutnya.

Jika ingin membuat tanaman lebih terbuka atau mengarahkan pertumbuhan ke luar, misalnya, pemangkasan dapat dilakukan hingga tunas yang menghadap ke bagian luar tanaman. Sebaliknya, pemotongan tanpa memperhatikan posisi tunas dapat membuat pertumbuhan baru mengarah ke bagian dalam tajuk dan menyebabkan cabang saling bersilangan.

Gardening Know How juga menjelaskan teknik heading cut, yakni pemotongan cabang sedikit di atas tunas atau cabang lateral untuk mengarahkan pertumbuhan baru. Jadi, bukan berarti semua pucuk tidak boleh dipotong, melainkan pucuk tidak seharusnya dipotong tanpa mempertimbangkan tunas yang ditinggalkan.

4. Tunas Sehat yang Menjadi Titik Pertumbuhan Baru

Tunas adalah bagian kecil yang sering luput ketika pemangkasan dilakukan. Padahal, tunas dapat menjadi titik munculnya daun, cabang, atau bunga baru. Oleh sebab itu, memotong tepat pada tunas dapat membuatnya rusak dan menghilangkan calon pertumbuhan.

Texas AgriLife Extension merekomendasikan pemotongan kembali cabang hingga dekat tunas, tetapi tidak terlalu dekat. Dalam materi tersebut disebutkan bahwa jika potongan dibuat terlalu dekat dengan tunas, tunas dapat mati. Sebaliknya, potongan yang terlalu jauh dapat meninggalkan bagian kayu yang akhirnya mati.

Karena itu, pemangkasan idealnya dilakukan dengan posisi yang tepat. Untuk banyak tanaman berkayu, arah tunas juga perlu diperhatikan. Tunas yang menghadap keluar biasanya lebih diinginkan ketika tujuan pemangkasan adalah membentuk tajuk yang terbuka.

Hal ini menunjukkan bahwa prinsip memangkas bukan sekadar menentukan bagian mana yang dipotong, tetapi juga menentukan bagian mana yang sengaja ditinggalkan.

5. Cabang Kerangka atau Permanent Scaffold

Pada pohon muda, terdapat cabang-cabang yang nantinya menjadi kerangka utama atau scaffold branches. Cabang tersebut memiliki peran dalam membangun struktur pohon sehingga tidak semestinya dipangkas hanya karena ukurannya terlihat cukup besar.

Texas AgriLife Extension menjelaskan bahwa cabang kerangka permanen perlu dipilih dengan mempertimbangkan sudut pertemuannya dengan batang utama. Cabang dengan sudut yang lebih lebar umumnya memiliki struktur yang lebih kuat dibandingkan cabang dengan sudut terlalu sempit.

Kesalahan yang cukup umum pada pohon muda adalah memangkas terlalu banyak cabang bagian bawah sehingga hanya tersisa kumpulan daun di bagian atas. Padahal, cabang bawah yang masih kecil dapat membantu membangun batang yang lebih tebal.

Karena itu, pembentukan struktur pohon sebaiknya dilakukan secara bertahap. Jangan menghilangkan seluruh cabang hanya demi membuat batang terlihat bersih dan tinggi.

6. Daun Sehat yang Masih Aktif Berfotosintesis

Daun memang bukan bagian yang selalu menjadi objek pemangkasan, tetapi dalam praktiknya daun sering ikut berkurang ketika tanaman dipangkas terlalu agresif. Padahal, daun sehat memiliki fungsi penting dalam menghasilkan energi bagi tanaman.

Texas AgriLife Extension menekankan bahwa pemangkasan berlebihan dapat mengurangi luas daun dan menurunkan jumlah energi yang dihasilkan tanaman. Pada tanaman berkayu yang baru dipindahkan, misalnya, penelitian yang dirujuk dalam materi tersebut menunjukkan bahwa pemangkasan berlebihan justru dapat mengurangi daun yang diperlukan untuk membantu pembentukan sistem akar yang sehat.

Prinsip ini juga berkaitan dengan aturan praktis yang dibahas Gardening Know How, yaitu menghindari penghilangan terlalu banyak tajuk dalam satu kali pemangkasan. Untuk pohon, sumber tersebut menyarankan agar pengurangan tajuk dilakukan secara bertahap, bukan sekaligus.

Jadi, ketika tanaman tampak terlalu rimbun, jangan langsung mengurangi sebagian besar daun dan cabangnya. Pertimbangkan terlebih dahulu apakah bagian tersebut masih sehat dan masih diperlukan tanaman untuk menghasilkan energi.

7. Kayu Tua pada Tanaman Evergreen Berdaun Jarum

Tanaman evergreen berdaun jarum seperti pinus dan beberapa jenis juniper memiliki karakter pertumbuhan yang membuat pemangkasan pada kayu tua perlu dilakukan dengan sangat hati-hati.

Texas AgriLife Extension secara khusus memperingatkan agar tanaman evergreen berdaun jarum tidak dipotong sampai masuk ke bagian kayu tua yang sudah tidak memiliki daun di ujungnya. Kelompok tanaman ini umumnya memiliki kemampuan terbatas untuk membentuk tunas baru dari ranting tua, sehingga pemotongan terlalu dalam dapat menyebabkan bagian tanaman sulit atau bahkan tidak mampu tumbuh kembali.

Inilah salah satu contoh bahwa teknik pemangkasan tidak dapat disamaratakan untuk semua tanaman. Memotong cabang sampai bagian yang terlihat kosong mungkin tidak menjadi masalah pada tanaman tertentu, tetapi bisa sangat merugikan pada evergreen tertentu.

Jika ingin membatasi ukuran tanaman seperti pinus atau juniper, pemangkasan sebaiknya dilakukan pada titik pertumbuhan yang masih aktif, bukan asal memotong sampai bagian dalam yang sudah gundul.

8. Cabang yang Sedang Menjadi Sumber Bunga atau Buah

Bagian tanaman yang terlihat seperti cabang biasa belum tentu tidak memiliki fungsi penting. Pada tanaman berbunga dan tanaman buah, cabang tertentu dapat menjadi tempat terbentuknya tunas bunga atau buah pada musim berikutnya.

Waktu pemangkasan menjadi sangat penting. The Spruce menjelaskan bahwa tanaman yang berbunga pada musim semi umumnya membentuk bunga pada pertumbuhan tahun sebelumnya. Jika cabang tersebut dipangkas pada waktu yang tidak tepat, calon bunga dapat ikut terbuang sehingga tanaman menghasilkan lebih sedikit bunga pada musim berikutnya.

Hal serupa dijelaskan Texas AgriLife Extension. Semak yang berbunga pada musim semi umumnya berbunga dari pertumbuhan musim sebelumnya sehingga pemangkasan dilakukan setelah bunga selesai. Sementara itu, tanaman yang berbunga dari pertumbuhan baru dapat dipangkas pada akhir musim dingin untuk merangsang pertumbuhan baru.

Karena itu, jangan langsung memotong cabang hanya karena terlihat panjang atau tidak rapi. Jika tanaman dipelihara untuk bunga atau buah, kenali terlebih dahulu kapan tanaman tersebut membentuk bunga dan pada bagian pertumbuhan mana bunga biasanya muncul.

Cara Aman Memangkas Tanaman agar Tidak Salah Potong

Setelah mengetahui bagian tanaman yang tidak boleh dipotong sembarangan, langkah berikutnya adalah menerapkan pemangkasan secara lebih terencana. Prinsip pertama adalah menentukan tujuan sebelum membuat potongan. Texas AgriLife Extension menyarankan agar pemangkasan dimulai dengan menghilangkan bagian yang mati, patah, sakit, atau bermasalah. Setelah itu barulah dilakukan pemangkasan untuk membentuk tanaman atau mengendalikan pertumbuhan.

Gunakan alat yang sesuai dengan ukuran cabang. Gunting pangkas dapat digunakan untuk batang kecil, sedangkan lopper dan gergaji pangkas digunakan untuk cabang yang lebih besar. Alat juga harus tajam agar menghasilkan potongan yang bersih dan tidak menghancurkan jaringan tanaman.

Kebersihan alat tidak kalah penting. Jika memangkas tanaman yang sakit, alat sebaiknya didesinfeksi setelah setiap potongan yang berpotensi membawa penyakit. Texas AgriLife Extension merekomendasikan penggunaan alkohol atau larutan pemutih yang sesuai untuk mencegah penyebaran penyakit dari tanaman yang sakit ke tanaman sehat.

Hindari pula memangkas secara berlebihan hanya demi mengejar bentuk tertentu. Materi Texas AgriLife Extension bahkan menekankan bahwa dalam banyak situasi, tidak memangkas sama sekali lebih baik daripada melakukan pemangkasan dengan teknik yang keliru.

Dengan pendekatan tersebut, pemangkasan menjadi tindakan yang terukur, bukan sekadar memotong bagian tanaman yang dianggap mengganggu. Tanaman yang sehat, struktur yang kuat, serta tujuan pemeliharaan perlu menjadi pertimbangan utama sebelum setiap potongan dibuat.

Tanya Jawab Seputar Memangkas Tanaman

1. Apakah semua tanaman harus rutin dipangkas?

Tidak. Kebutuhan pemangkasan berbeda-beda tergantung jenis tanaman, tujuan penanaman, kondisi tanaman, dan bentuk pertumbuhan alaminya. Beberapa tanaman hanya membutuhkan pemangkasan untuk membuang bagian mati, sakit, atau rusak.

2. Apakah boleh memangkas tanaman sebanyak sepertiga bagian?

Angka sepertiga sering digunakan sebagai pedoman praktis, tetapi bukan aturan mutlak untuk semua tanaman. Texas AgriLife Extension menekankan pentingnya mempertimbangkan jenis tanaman, tujuan pemangkasan, dan kondisi pertumbuhannya. Pemangkasan berlebihan dapat mengurangi daun yang dibutuhkan tanaman untuk menghasilkan energi.

3. Kapan waktu terbaik untuk memangkas tanaman?

Waktunya tergantung jenis tanaman. Secara umum, banyak tanaman berkayu dapat dipangkas pada akhir musim dingin atau awal musim semi, tetapi tanaman berbunga pada musim semi biasanya perlu dipangkas setelah bunganya selesai agar calon bunga berikutnya tidak ikut terpotong. The Spruce dan Texas AgriLife Extension sama-sama menekankan pentingnya menyesuaikan waktu pemangkasan dengan pola pertumbuhan dan pembungaan tanaman.

4. Mengapa bagian pangkal cabang tidak boleh dipotong rata dengan batang?

Pangkal cabang memiliki branch collar, yaitu jaringan yang membantu tanaman membatasi luka dan proses pembusukan. Memotong terlalu dalam hingga menghilangkan bagian tersebut dapat memperbesar luka pada batang dan mengganggu proses perlindungan alami tanaman.

5. Apa yang harus dilakukan jika ragu memangkas suatu bagian tanaman?

Jika belum mengetahui karakter tanaman tersebut, sebaiknya jangan langsung membuat potongan besar. Identifikasi jenis tanaman, pola pertumbuhannya, waktu berbunga, serta bagian yang menjadi sumber pertumbuhan baru. Untuk pohon besar atau cabang yang berada di ketinggian, pekerjaan sebaiknya ditangani oleh tenaga profesional karena memiliki risiko keselamatan. Texas AgriLife Extension juga menyarankan pemilik rumah membatasi pemangkasan pohon dewasa pada cabang kecil yang masih dapat dijangkau dari tanah.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |