Liputan6.com, Jakarta - Helm yang dipakai setiap hari tentu lebih cepat kotor dan menyimpan keringat. Trik cuci helm pakai shampo bayi bisa menjadi pilihan sederhana untuk membersihkan bagian dalam helm tanpa harus menggunakan bahan pembersih yang terlalu keras. Shampo bayi dikenal sebagai pembersih yang lembut sehingga dapat digunakan untuk membantu membersihkan busa atau padding helm.
Keringat, minyak rambut, debu, dan kotoran dari perjalanan bisa menempel pada bagian dalam helm. Jika tidak dibersihkan secara rutin, padding dapat terasa lembap dan memunculkan bau kurang sedap. Kondisi tersebut tentu membuat pengalaman berkendara menjadi kurang nyaman.
Mencuci helm sebenarnya tidak membutuhkan banyak peralatan. Yang penting, setiap bagian dibersihkan dengan cara yang sesuai dan tidak diperlakukan terlalu kasar. Proses pengeringan juga perlu diperhatikan karena panas berlebihan dapat berdampak buruk pada material helm. Berikut beberapa trik dari Liputan6.com yang bisa dicoba di rumah, Senin (31/8/2026).
1. Lepaskan Padding Helm Sebelum Dicuci
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4704859/original/001653200_1704259581-22602822_motorcycle_helmet_01.jpg)
Perbesar
Langkah pertama dalam trik cuci helm pakai shampo bayi adalah melepas bagian-bagian helm yang memang dirancang untuk dilepas. Padding atau busa bagian pipi dan bagian atas kepala sebaiknya dikeluarkan terlebih dahulu agar dapat dibersihkan secara terpisah.
Jangan terburu-buru mencuci seluruh helm dalam keadaan masih terpasang. Bagian dalam dan bagian luar memiliki material yang berbeda sehingga membutuhkan perlakuan berbeda pula. Melepas padding juga membuat area yang selama ini bersentuhan langsung dengan kepala lebih mudah dibersihkan.
Selain padding, perhatikan pula visor, tali pengikat, sistem pengunci, dan komponen lain yang dapat dilepas sesuai konstruksi helm. Jika ragu apakah sebuah komponen boleh dilepas, periksa petunjuk dari produsen helm agar tidak merusak mekanismenya.
Membersihkan komponen satu per satu memang membutuhkan waktu lebih lama. Hasilnya biasanya lebih maksimal karena bagian-bagian yang sulit dijangkau ketika helm masih utuh dapat dibersihkan dengan lebih teliti.
2. Siapkan Campuran Air dan Shampo Bayi
Setelah padding dilepas, siapkan wadah berisi air. Gunakan air hangat suam-suam kuku, bukan air yang terlalu panas. Kemudian tambahkan sedikit shampo bayi.
Penggunaan shampo bayi menjadi salah satu trik cuci helm pakai shampo bayi karena karakter pembersihnya relatif lembut. Rujukan yang digunakan untuk artikel ini juga merekomendasikan shampo bayi atau sabun ringan untuk membersihkan padding helm secara manual.
Tidak perlu menuangkan shampo dalam jumlah banyak. Larutan yang terlalu pekat justru membuat proses pembilasan menjadi lebih sulit. Tujuannya adalah membuat air cukup membantu mengangkat keringat dan minyak yang menempel pada padding, bukan menghasilkan busa sebanyak mungkin.
Bagian padding kemudian dapat direndam sebentar. Untuk kotoran ringan, tidak perlu melakukan perendaman terlalu lama. Pastikan pula yang direndam adalah komponen padding yang memang dapat dicuci, bukan seluruh cangkang helm.
3. Rendam dan Remas Padding dengan Lembut
Masukkan busa helm ke dalam larutan air dan shampo bayi. Biarkan beberapa saat agar kotoran yang menempel lebih mudah terlepas.
Setelah itu, jangan langsung menggosok padding dengan tenaga besar. Remas perlahan menggunakan tangan agar larutan pembersih masuk ke serat kain dan membantu mengangkat keringat serta minyak yang tertinggal.
Rujukan menyarankan padding dicuci dengan tangan menggunakan air hangat dan sedikit sabun lembut atau shampo bayi, kemudian diremas secara perlahan, bukan digosok secara agresif.
Jika terdapat noda pada permukaan kain, sikat gigi berbulu lembut dapat digunakan secara hati-hati. Gerakannya cukup ringan dan terarah. Hindari menyikat terlalu keras karena kain pelapis dan busa helm tidak dirancang untuk menerima gesekan kasar berulang kali.
Pada tahap ini, kesabaran menjadi kunci. Tidak perlu mengejar hasil bersih dengan cara kasar. Padding yang dirawat secara lembut justru lebih berpeluang mempertahankan bentuk dan kenyamanannya.
4. Bilas Padding Sampai Tidak Ada Sisa Shampo
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/3466182/original/086238200_1622091381-liputan6-helm-01.jpg)
Perbesar
Setelah padding dirasa cukup bersih, lanjutkan dengan pembilasan. Gunakan air bersih dan remas perlahan untuk mengeluarkan sisa larutan shampo dari dalam busa.
Pembilasan sebaiknya dilakukan sampai air yang keluar tidak lagi menunjukkan banyak sisa sabun. Residu pembersih yang tertinggal pada padding dapat membuat permukaan terasa kurang nyaman ketika kembali digunakan.
Tahapan ini sering dianggap sepele, padahal sangat penting. Membersihkan dengan shampo bayi bukan berarti semakin banyak shampo yang digunakan hasilnya semakin baik. Justru penggunaan secukupnya dan pembilasan menyeluruh merupakan kombinasi yang lebih praktis.
Setelah selesai, jangan memelintir padding sekuat tenaga. Tekanan berlebihan dapat membuat bentuk busa berubah. Tekan dan remas perlahan untuk mengurangi air sebelum masuk ke tahap pengeringan.
5. Bersihkan Visor dengan Kain Microfiber
Sambil menunggu padding selesai dicuci, bagian visor dapat dibersihkan. Visor sebaiknya mendapatkan perlakuan berbeda karena permukaannya lebih mudah mengalami goresan.
Gunakan kain microfiber yang bersih dan lembut. Basahi kain dengan air, kemudian usapkan perlahan pada permukaan visor. Jika terdapat kotoran yang sulit diangkat, gunakan sedikit sabun lembut dan pastikan kembali permukaannya dibersihkan dengan air.
Hindari spons kasar, sikat keras, atau bahan abrasif. Rujukan menyebutkan bahwa material kasar dapat menggores permukaan luar helm, sedangkan bahan kimia keras berpotensi merusak material dan perekat.
Untuk visor yang memiliki lapisan khusus seperti anti-fog atau anti-scratch, semakin penting untuk tidak sembarangan menggunakan cairan pembersih. Ikuti petunjuk perawatan dari produsen jika tersedia.
Setelah bersih, keringkan menggunakan microfiber dengan gerakan lembut. Hindari menggosok permukaan visor dengan tekanan berlebihan.
6. Bersihkan Cangkang, Ventilasi, dan Tali Helm
Cangkang helm bagian luar tidak perlu direndam. Cukup gunakan kain microfiber yang sedikit dibasahi air dan sabun lembut untuk mengangkat debu serta kotoran.
Perhatikan area ventilasi. Debu dan kotoran sering masuk ke celah kecil sehingga bagian tersebut perlu dibersihkan dengan teliti. Sikat gigi lama berbulu lembut dapat membantu menjangkau bagian yang sempit. Rujukan juga merekomendasikan sikat gigi lama untuk membersihkan saluran ventilasi secara hati-hati.
Tali pengikat dan sistem retensi juga jangan dilupakan. Bagian ini bersentuhan dengan kulit dan dapat mengumpulkan keringat serta minyak. Lap menggunakan kain lembap yang bersih dan sedikit sabun ringan bila diperlukan.
Hindari penggunaan alkohol, pemutih, pelarut, atau cairan pembersih yang terlalu keras. Bahan-bahan tersebut dapat memengaruhi busa EPS maupun perekat yang terdapat pada konstruksi helm.
7. Keringkan Helm Secara Menyeluruh Sebelum Dipasang Kembali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4704814/original/061086500_1704256141-medium-shot-woman-wearing-safety-helmet.jpg)
Perbesar
Tahap terakhir sekaligus salah satu yang paling penting adalah pengeringan. Padding yang masih lembap jangan langsung dipasang kembali ke dalam cangkang.
Letakkan padding dan bagian helm yang sudah dibersihkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Biarkan mengering secara alami pada suhu ruang. Pastikan semua bagian benar-benar kering sebelum helm dirakit kembali.
Rujukan menyarankan pengeringan dengan udara pada suhu ruang dan melarang penggunaan dryer karena panas dapat merusak busa serta perekat. Paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama juga perlu dihindari karena dapat mempercepat degradasi material luar helm.
Karena itu, jangan mencoba mempercepat proses dengan oven, pengering pakaian, atau sumber panas lainnya. Panas memang dapat membuat air lebih cepat menguap, tetapi material helm membutuhkan perlakuan yang jauh lebih hati-hati.
Jika ingin mempercepat proses, letakkan komponen di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik atau gunakan kipas dari jarak aman. Yang terpenting, jangan memasang kembali padding ketika masih terasa lembap.
Mengapa Helm Perlu Dicuci Secara Rutin?
Helm yang digunakan berkali-kali akan bersentuhan langsung dengan keringat, minyak rambut, debu, dan kotoran. Bagian padding yang berada di ruang tertutup membuat kelembapan lebih mudah tertahan.
Rujukan menyebutkan bahwa penumpukan keringat dapat membuat padding lembap dan menimbulkan bau, terutama pada pengguna yang sering berkendara dalam cuaca hangat. Salah satu cara yang disarankan adalah mencuci padding secara rutin dan membiarkan helm benar-benar kering setelah digunakan.
Kebiasaan sederhana seperti tidak langsung menyimpan helm dalam keadaan basah atau lembap juga dapat membantu menjaga kondisinya. Setelah berkendara, helm sebaiknya dibiarkan terbuka dan diangin-anginkan sebelum disimpan.
Perawatan rutin bukan hanya berkaitan dengan kebersihan. Helm juga perlu diperiksa kondisinya. Retakan pada cangkang, busa EPS yang rusak, tali yang mulai aus, atau sistem pengikat yang tidak lagi bekerja dengan baik merupakan tanda bahwa helm mungkin perlu diganti, bukan sekadar dicuci.
Helm yang pernah mengalami benturan juga tidak seharusnya dianggap aman hanya karena tampilannya masih bagus. Kerusakan pada bagian penyerap benturan dapat terjadi tanpa terlihat dari luar.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Mencuci Helm
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498298/original/046426200_1770703040-helm.jpg)
Perbesar
Mengetahui trik cuci helm pakai shampo bayi saja belum cukup. Cara yang salah saat mencuci justru dapat merusak material helm.
Pertama, jangan memasukkan helm ke mesin cuci atau dishwasher. Panas, tekanan air, dan gerakan mekanis dapat memberikan tekanan yang tidak diperlukan pada komponen helm.
Kedua, hindari menggosok menggunakan bahan abrasif. Permukaan cangkang dapat tergores, sementara bagian tertentu mungkin memiliki lapisan atau finishing yang perlu dijaga.
Ketiga, jangan menggunakan alkohol, pemutih, pelarut, atau cairan pembersih keras hanya untuk menghilangkan bau. Produk semacam itu mungkin terasa praktis, tetapi berpotensi memengaruhi busa dan perekat helm.
Keempat, jangan menyimpan helm ketika padding masih basah. Biarkan seluruh bagian kering terlebih dahulu agar kelembapan tidak terperangkap di dalam helm.
Pada akhirnya, mencuci helm tidak harus rumit. Dengan air, shampo bayi secukupnya, kain microfiber, dan sedikit kesabaran, bagian yang kotor dapat dibersihkan tanpa perlu menggunakan metode ekstrem. Kunci utamanya adalah membersihkan secara lembut, membilas dengan baik, dan mengeringkan secara menyeluruh.
Pertanyaan Seputar Mencuci Helm
1. Apakah shampo bayi aman digunakan untuk mencuci busa helm?
Shampo bayi dapat digunakan untuk membersihkan padding helm dengan metode cuci tangan yang lembut. Rujukan merekomendasikan sedikit shampo bayi atau sabun ringan, kemudian padding dibilas sampai bersih. Meski demikian, tetap perhatikan petunjuk perawatan dari produsen helm karena setiap material dapat memiliki rekomendasi berbeda.
2. Apakah helm boleh dicuci menggunakan mesin cuci?
Sebaiknya tidak. Mesin cuci memberikan gerakan dan tekanan mekanis yang dapat membebani komponen helm. Rujukan secara khusus memasukkan mesin cuci sebagai metode yang perlu dihindari. Padding yang dapat dilepas lebih baik dicuci secara manual dengan lembut.
3. Bagaimana cara mengeringkan helm setelah dicuci?
Keringkan secara alami di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik dan pada suhu ruang. Hindari dryer, oven, dan sumber panas langsung. Paparan matahari langsung dalam waktu lama juga sebaiknya dihindari karena dapat mempercepat degradasi material tertentu.
4. Bolehkah menggunakan alkohol atau disinfektan untuk menghilangkan bau helm?
Sebaiknya hindari bahan kimia keras seperti alkohol dan disinfektan pada bagian helm yang dapat terdampak. Rujukan menjelaskan bahwa bahan tersebut dapat memengaruhi busa dan perekat. Untuk mengatasi bau, pilihan yang lebih aman adalah mencuci padding dengan sabun lembut atau shampo bayi dan mengeringkannya secara menyeluruh.
5. Seberapa sering helm perlu dicuci?
Frekuensi pencucian dapat disesuaikan dengan seberapa sering helm digunakan dan seberapa banyak keringat yang dihasilkan. Pengguna yang sering berkendara dalam cuaca panas perlu lebih sering membersihkan padding. Selain mencuci, biasakan mengangin-anginkan helm setelah digunakan dan jangan langsung menyimpannya ketika masih hangat atau lembap.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336595/original/083266200_1788167124-f7575cef-c1ce-4105-bb37-74f1cfe3b27c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336588/original/048843200_1788166989-2b16fa11-1670-4e28-b029-72a189aecfd4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336541/original/057810300_1788165256-2150700358.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325772/original/012824000_1786935429-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_09.51.49__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336528/original/070709900_1788164536-Poison_Dart_Frog.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336522/original/062149400_1788164466-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336442/original/039005200_1788161501-cerm.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336465/original/075666300_1788162691-pexels-stephen-leonardi-587681991-30289052.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336388/original/070866500_1788159552-051f86cb-0545-4991-a7f1-c5730be5aaaf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336360/original/068351100_1788156938-Gemini_Generated_Image_vgh6gmvgh6gmvgh6__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336339/original/036670800_1788155727-11bf7afb-d0ee-47d2-a46c-72a1c9954b40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5025301/original/023974300_1732677452-Depositphotos_324634922_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326738/original/060662100_1787034657-01M09GZD1V1J026AWHAZAHQASV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336286/original/029523000_1788153033-a2893bd8-0402-4b87-a46f-f69469e8936a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328848/original/006699300_1787210684-6.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336276/original/097169700_1788152192-a0300c26-9e70-4cab-a38a-2cc5079e087e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336282/original/058643200_1788152967-WhatsApp-Image-2025-08-28-at-14_607129.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6707818/original/004530300_1779526004-1779525648.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7026414/original/064378700_1779801039-Gemini_Generated_Image_bb1cq2bb1cq2bb1c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7165476/original/043708000_1779955747-pokcoy_gantung_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5705844/original/009190100_1778588694-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4032683/original/036421800_1653408621-Kereta.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7259728/original/067836900_1780045811-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328999/original/060089100_1787216842-e5350e11-51f0-4417-92bf-1ffbc675b1e7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321015/original/052454100_1786423967-Kedung_Sepur_SMT.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7182742/original/004905700_1779978836-pexels-bulat-5678622.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5697309/original/087148900_1778575609-Gemini_Generated_Image_fqdhcafqdhcafqdh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5753994/original/053180300_1778655561-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8220930/original/095004600_1781080823-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331784/original/002265000_1787564182-Screenshot_2026-08-24_163013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4800603/original/002466100_1712984425-pexels-krizjohn-rosales-761297.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9331931/original/062978300_1787587337-0L5A4215.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6993537/original/086898800_1779763129-lele_sayur_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8987051/original/046949300_1782988533-Untitled9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7250535/original/086247000_1780036645-am1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331429/original/028749300_1787543468-Material_Marmer_atau_Keramik_Bertekstur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7750180/original/000394600_1780558306-1.jpg)