- Apa saja jenis ternak burung dengan modal kecil dan perawatan mudah?
- Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk memulai ternak burung puyuh?
- Mengapa burung puyuh dianggap sebagai ternak dengan siklus panen tercepat?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Memulai usaha ternak seringkali terhambat oleh modal besar dan kerumitan perawatan. Namun, bagi para pemula yang ingin terjun ke dunia agribisnis, ada peluang menjanjikan dari sektor peternakan burung. Berbagai jenis burung menawarkan potensi keuntungan besar dengan modal relatif kecil dan proses perawatan yang mudah.
Setiap jenis memiliki karakteristik unik yang bisa disesuaikan dengan minat dan kapasitas peternak. Pilihan ternak burung ini tidak hanya menawarkan potensi balik modal yang cepat, tetapi juga fleksibilitas dalam pengelolaan. Kunci keberhasilan terletak pada pemilihan jenis ternak yang tepat, manajemen pakan yang efisien, kebersihan kandang, serta strategi pemasaran digital yang efektif.
Lantas apa saja ide ternak burung modal kecil untung besar dengan perawatan mudah? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (19/2/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Burung Puyuh
Burung puyuh (Coturnix japonica) menjadi primadona bagi peternak pemula karena siklus panennya yang sangat cepat. Burung ini mampu berproduksi setiap hari, menjadikannya komoditas peternakan dengan perputaran modal tercepat di antara unggas lainnya. Jenis Coturnix japonica bahkan sudah mulai bertelur pada usia 38-45 hari, memastikan arus kas yang cepat bagi peternak.
Potensi keuntungan dari ternak puyuh tidak hanya berasal dari penjualan telur yang permintaannya terus meningkat, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun industri kuliner. Peternak juga dapat meraup pendapatan tambahan dari penjualan daging puyuh afkir. Proyeksi menunjukkan bahwa permintaan telur puyuh akan tetap stabil di pasar tradisional Indonesia hingga tahun 2026, menjamin keberlanjutan usaha ini.
Untuk memulai usaha puyuh skala 1.000 ekor, modal awal yang dibutuhkan berkisar Rp15.000.000 hingga Rp20.000.000, mencakup pengadaan bibit (DOQ), stok pakan, dan pembangunan kandang baterai. Namun, bagi skala rumahan, ternak puyuh dapat dimulai dengan modal sekitar Rp300.000, dengan harga bibit sekitar Rp8.000 per ekor dan biaya kandang baterai sekitar Rp200.000. Pakan puyuh juga relatif terjangkau, sekitar Rp10.000 per kilogram.
Perawatan burung puyuh tergolong mudah karena cepat berkembang dan hanya membutuhkan lahan minimal. Kunci utama terletak pada sanitasi kandang yang ketat untuk mencegah penyakit dan pemberian pakan berprotein tinggi (20-22%) secara konsisten. Manajemen pakan dan perawatan yang disiplin akan menjaga produktivitas puyuh tetap stabil dan menguntungkan hingga usia 1,5 tahun.
2. Burung Kenari
Burung kenari adalah burung hias kecil yang populer berkat variasi warna dan suara kicauannya yang merdu, menjadikannya pilihan menarik untuk usaha ternak. Pasar burung kenari cukup stabil dengan permintaan tinggi, bahkan di tengah tren bisnis digital.
Dengan hanya lima pasang kenari, peternak berpotensi menghasilkan 15–20 anakan per bulan. Anakan kenari dapat dijual dengan harga Rp150.000 hingga Rp500.000 per ekor, bergantung pada jenis dan kualitas suara. Omzet dari breeding kenari bahkan bisa mencapai rata-rata Rp17,5 juta per bulan dari 10 kandang.
Modal awal untuk ternak kenari skala rumahan berkisar Rp1.000.000 hingga Rp2.000.000, meliputi pembelian sepasang indukan berkualitas, kandang sederhana, dan pakan awal. Untuk lima pasang kenari siap produksi, modalnya sekitar Rp1 juta–Rp2 juta, ditambah biaya kandang baterai (rak tingkat) Rp500 ribu, serta pakan dan vitamin sekitar Rp200 ribu per bulan.
Kenari relatif mudah diternakkan dan cocok untuk pemula, bahkan sebagai usaha sampingan karena perawatannya yang sederhana. Burung ini mudah beradaptasi di lingkungan baru, dengan perawatan rutin meliputi jadwal pakan, kebersihan kandang, dan pemilihan indukan unggul. Indukan betina idealnya berusia minimal 6 bulan dan jantan 8 bulan, dan kenari betina akan bertelur serta menetas setelah 11-14 hari.
3. Burung Lovebird
Lovebird adalah burung hias kecil yang sangat populer dengan warna-warni menarik dan suara "ngekek" khasnya, menjadikannya favorit di kalangan pecinta burung hias. Banyak peternak berhasil meraih keuntungan besar dengan membudidayakan Lovebird warna langka.
Bisnis ternak lovebird dapat menghasilkan keuntungan signifikan dengan modal yang tidak terlalu besar. Budidaya lovebird secara koloni bahkan bisa memberikan hasil yang lebih banyak dibandingkan budidaya per ekor, didukung oleh penggemar yang terus bertambah.
Untuk memulai ternak lovebird skala rumahan, modal yang dibutuhkan sekitar Rp1.000.000 hingga Rp2.000.000. Modal ini mencakup pembelian sepasang indukan berkualitas, kandang sederhana, dan pakan awal.
Lovebird cocok untuk usaha sampingan karena mudah dipelihara di lahan terbatas dan tahan terhadap berbagai jenis cuaca. Meskipun pemeliharaannya mudah, dibutuhkan kesabaran dan ketelitian ekstra dalam proses beternak. Kandang harus memiliki ukuran yang cukup, sirkulasi udara yang baik, dan dilengkapi tempat bersarang yang nyaman (glodok). Pakan yang dianjurkan meliputi tauge, biji bunga matahari, milet, biji sawi, jagung muda, kangkung, dan benih kenari.
4. Burung Murai Batu
Burung murai batu merupakan salah satu jenis burung kicau yang paling diminati di Indonesia, berkat suara kicauannya yang merdu dan penampilannya yang indah. Burung ini tetap menjadi primadona di kalangan pecinta burung kicau, dengan harga jual yang stabil tinggi, bahkan bisa mencapai jutaan rupiah untuk kualitas kontes.
Harga anakan murai batu dapat mencapai Rp1 juta hingga Rp5 juta, sementara burung yang juara lomba bisa menembus puluhan juta rupiah. Seorang peternak di Rangkasbitung dilaporkan mampu menjual 10-15 ekor murai batu setiap bulan, dengan harga mulai dari Rp2,5 juta per ekor untuk anakan hingga Rp8 juta untuk ukuran dewasa. Dengan perawatan yang tepat, ternak murai batu bisa menjadi investasi jangka panjang yang sangat menjanjikan.
Modal awal untuk memulai ternak murai batu skala kecil dari rumah bisa mencapai beberapa juta rupiah, tergantung harga indukan yang bervariasi. Meskipun demikian, potensi keuntungannya sangat besar.
Perawatan murai batu cukup mudah, bahkan untuk peternak pemula. Lokasi ternak harus tenang, jauh dari keramaian dan predator, idealnya di pekarangan atau samping rumah. Ukuran kandang ideal adalah panjang 1 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 2 meter. Kebersihan kandang sangat penting, termasuk membersihkan wadah pakan dan minum setiap hari. Pakan dapat berupa pakan alami seperti jangkrik, cacing, ulat hongkong, dan kroto, serta pakan buatan. Kunci sukses terletak pada pengaturan pemberian pakan berprotein tinggi seperti jangkrik agar masa birahi jantan dan betina bersamaan.
5. Burung Kacer
Burung kacer dikenal dengan gaya tarung dan kicauannya yang lantang, menjadikannya salah satu burung kicau yang diminati dan memiliki potensi bisnis yang menguntungkan. Banyak orang jatuh hati dengan keindahan dan kecerdasan burung ini, sehingga ternak burung kacer menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
Harga jual burung kacer bisa sangat tinggi, terutama jika burung tersebut memiliki suara kicauan yang bagus dan sering memenangkan lomba. Kacer dapat dipanen ketika sudah mulai bersiul lantang dan usianya sudah remaja.
Meskipun tidak ada angka spesifik untuk modal awal kacer, burung ini termasuk dalam kategori burung kicau yang modalnya relatif kecil untuk skala rumahan. Ini menjadikannya pilihan menarik bagi pemula dengan dana terbatas.
Untuk budidaya kacer, penting untuk menyiapkan semua kebutuhan dasar agar burung nyaman di lingkungan baru. Ciptakan lingkungan yang mirip dengan habitat aslinya, lengkapi dengan ranting kering sebagai tempat bertengger, kolam mandi, serta kolam pasir dan batu kecil untuk sarang. Kandang penangkaran harus berukuran cukup besar agar leluasa, idealnya panjang 2 meter, lebar 1 meter, dan tinggi sekitar 1,5 hingga 2 meter. Kebersihan kandang juga harus diperhatikan rutin setidaknya dua kali seminggu untuk mencegah penyakit.
6. Burung Jalak Suren
Burung jalak suren adalah varietas burung kicau yang terkenal karena keceriaan dan kegaduhannya, menjadikannya favorit di kalangan penggemar burung kicau. Harga jual burung jalak suren cukup tinggi, terutama jika burung sudah terlatih dengan baik.
Penangkaran jalak suren menunjukkan potensi keuntungan yang menjanjikan. Anak jalak suren yang berumur 1,5 bulan dapat dijual seharga Rp350.000 per pasang. Dengan proses budidaya yang lancar, peternak bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp700.000 per perkawinan setelah dipotong biaya pakan dan lainnya, bahkan mencapai titik impas (BEP) dalam kurang dari setahun.
Modal awal untuk ternak jalak suren meliputi biaya sepasang induk sekitar Rp1.500.000, serta biaya kandang dan peralatan sekitar Rp300.000. Biaya pakan diperkirakan mencapai Rp100.000 per bulan.
Cara budidaya burung jalak suren sebenarnya cukup sederhana, dengan perawatan yang mudah dan kebutuhan yang terjangkau. Kandang harus cukup luas agar burung dapat bergerak dengan leluasa, memiliki sirkulasi udara baik, dan terlindung dari cuaca ekstrem, dengan ukuran ideal panjang 2 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 2,25 meter. Pilih induk jalak suren yang sehat, berkualitas, dan berusia ideal 1-2 tahun. Jalak suren adalah omnivora, jadi berikan pakan utama voer, ditambah pakan ekstra seperti jangkrik, ulat hongkong, atau pisang kepok.
7. Burung Perkutut
Burung perkutut adalah salah satu burung piaraan dengan suaranya yang khas dan merdu, populer di kalangan pecinta burung dan mudah dibudidayakan. Ternak burung perkutut bisa menjadi ladang bisnis yang menguntungkan.
Budidaya burung perkutut Bangkok, misalnya, dapat menghasilkan omzet mencapai Rp10-15 juta per bulan. Perkutut hasil budidaya kawin silang dapat dijual seharga Rp200.000 hingga Rp250.000 per ekor, dengan peternak berpotensi memanen 15 hingga 25 ekor anakan per bulan.
Perawatan burung perkutut tergolong mudah dan biaya pakannya terjangkau, menjadikannya pilihan menarik bagi pemula. Meskipun tidak ada angka spesifik untuk modal awal secara umum, relatif terjangkau untuk memulai usaha ini.
Beternak perkutut tidak serumit beternak burung kicau pada umumnya. Perawatan rutin meliputi pemberian minum dan pakan, serta menyiapkan sarang untuk tempat bertelur. Pilihlah kandang yang tidak terlalu kecil, yaitu dengan lebar 60 cm dan tinggi sekitar 45-180 cm. Lokasi kandang harus terkena cahaya matahari namun terhindar dari keramaian dan ancaman hewan lain. Pakan yang tepat meliputi biji-bijian seperti milet, jewawut, dan canary seed, diselingi sayuran hijau dan buah-buahan, serta tambahan vitamin.
Pertanyaan & Jawaban
1. Apa saja jenis ternak burung dengan modal kecil dan perawatan mudah?
Jawaban: Jenis ternak burung yang cocok untuk modal kecil dan perawatan mudah meliputi burung puyuh, kenari, lovebird, murai batu, kacer, jalak suren, dan perkutut.
2. Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk memulai ternak burung puyuh?
Jawaban: Untuk skala rumahan, ternak burung puyuh bisa dimulai dengan modal sekitar Rp300.000, sedangkan untuk skala 1.000 ekor membutuhkan sekitar Rp15.000.000 - Rp20.000.000.
3. Mengapa burung puyuh dianggap sebagai ternak dengan siklus panen tercepat?
Jawaban: Burung puyuh menempati posisi teratas sebagai komoditas peternakan dengan masa panen tercepat karena kemampuannya berproduksi setiap hari, bahkan sudah mulai bertelur pada usia 38-45 hari.
4. Berapa potensi omzet dari ternak burung kenari?
Jawaban: Omzet dari breeding kenari bisa mencapai rata-rata Rp17,5 juta per bulan dari 10 kandang, dengan anakan dijual antara Rp150.000 hingga Rp500.000 per ekor.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517182/original/090204200_1772418729-Membersihkan_Panci_Gosong_dengan_Baking_Soda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517198/original/053254100_1772419094-unnamed__44_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517168/original/042210000_1772418585-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2989389/original/038930800_1575703112-aaron-blanco-tejedor-CNpYALGZhMo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516831/original/081591700_1772353398-model_set_tunik_polos_dengan_celana_kulot_untuk_baju_lebaran_simpel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497863/original/093400500_1770692715-Ternak_ayam_petelur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5183936/original/029719300_1744255645-IMG-20250410-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516875/original/076080400_1772358273-model_jilbab_untuk_lebaran_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505554/original/009608500_1771390337-Kebun_Buah_dalam_Pot__Tabulampot__di_Desa__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408482/original/058106700_1762785885-pexels-mart-production-7491116__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516781/original/012464700_1772346633-cat_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463645/original/039238500_1767666460-bawang4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769762/original/091544800_1710231454-Ilustrasi_buah-buahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515343/original/020022700_1772171345-warna_cat_teras_rumah_untuk_daerah_rawan_banjir_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516706/original/071375300_1772341907-set_lebaran3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5203329/original/000792300_1745925785-medium-shot-woman-working-late-night_23-2150171073.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505655/original/095597500_1771393086-proinsias-mac-an-bheatha-NbSBlGEp728-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516598/original/098094900_1772336314-cat_resar_anti_norak_6a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516618/original/003346700_1772336806-daur_ulang3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514959/original/000106600_1772136829-jasa_penerjemah.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424174/original/010000300_1764135175-AI_Repair-Pro-image-9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417414/original/006322500_1763533451-rumah_dengan_taman_mini_indoor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429077/original/070740500_1764573200-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429140/original/035614400_1764575033-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427755/original/029652600_1764414367-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430238/original/012907900_1764656898-inspirasi_kebun_sederhana_untuk_rumah_tipe_36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434562/original/053117900_1764933186-Hero_Helcurt.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4479258/original/095680100_1687539864-Hutan_Eukaliptis_di_IKN.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423681/original/088639200_1764072787-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428756/original/090311000_1764562291-desain_teras_rumah_kecil_ukuran_2x2_minimalis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403010/original/035564300_1762314455-Makan_imogiri_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381158/original/058589000_1760491896-Jajanan_Pasar_dan_Kue_Basah__Kelezatan_Tradisional_Tak_Lekang_Waktu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425714/original/021517000_1764235298-Pantun_Sunda_Foto_Galeri_Indonesia_Kaya_Fimela.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402925/original/068934900_1762311817-model_dapur_kecil_minimalis_dengan_tungku_api_modern.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432250/original/057900500_1764762013-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430028/original/021123000_1764650339-mata_uang_asing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421804/original/032320200_1763959679-Quality_Restoration-Ultra_HD-image-8.png)