7 Tanaman Pagar Ini Ternyata Bisa Jadi Pakan Ternak Bernutrisi Tinggi, Solusi Cerdas Peternak

1 day ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Bagi peternak pemula, salah satu tantangan umum adalah kesulitan dalam mencari pakan hijauan berkualitas dengan harga terjangkau. Seringkali, pakan hijauan yang tersedia memiliki kandungan nutrisi yang kurang optimal, sehingga memengaruhi pertumbuhan dan produktivitas ternak.

Namun, tahukah Anda bahwa banyak tanaman pagar di sekitar pekarangan atau ladang yang selama ini hanya berfungsi sebagai pembatas, ternyata kaya akan protein dan sangat disukai oleh ternak seperti kambing, domba, dan sapi? Tanaman pagar tidak hanya berfungsi sebagai batas pekarangan atau tanaman hias, tetapi beberapa jenis di antaranya adalah leguminosa (pohon kacang-kacangan) dengan kandungan protein sangat tinggi yang sangat baik untuk pakan ternak seperti kambing, domba, dan sapi.

Memanfaatkan tanaman pagar yang ternyata bisa menjadi pakan ternak adalah solusi cerdas untuk menekan biaya pakan sekaligus memastikan asupan nutrisi yang cukup bagi hewan ternak. Tanaman-tanaman ini tidak hanya mudah tumbuh dan tahan pangkas, tetapi juga menawarkan kandungan protein yang tinggi, esensial untuk penggemukan dan reproduksi ternak. Berikut 7 daftar tanaman pagar yang ternyata bisa menjadi pakan ternak bernutrisi tinggi, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Ranu (3/6/2026).

Gamal (Gliricidia sepium)

Gamal dikenal luas sebagai pagar hidup karena kemampuannya tumbuh dengan sangat mudah dari stek batang dan tahan pangkas. Daun gamal memiliki kandungan protein kasar yang tinggi, berkisar antara 20% hingga 25%. Beberapa penelitian menunjukkan kandungan protein kasar gamal dapat mencapai 20-30%, bahkan hingga 26%. Kandungan nutrisi lain pada daun gamal meliputi lemak kasar 3,1%, serat kasar 16,77%, Ca 1,3%, dan P 0,18%.

Manfaat gamal untuk ternak ruminansia, seperti kambing potong, sangat signifikan karena dapat meningkatkan bobot badan dan reproduksi. Pemberian daun gamal pada anak sapi jantan Peranakan Ongole bahkan dapat meningkatkan pertambahan berat badan hingga 505 gram/ekor/hari.

Pemberian daun gamal sebaiknya dilayukan (dianginkan) selama 24 jam sebelum diberikan kepada ternak. Hal ini bertujuan untuk mengurangi senyawa kumarin yang rasanya tidak disukai ternak dan meminimalkan zat anti-nutrisi lainnya.

Lamtoro (Leucaena leucocephala)

Lamtoro sering ditanam sebagai pagar pembatas ladang atau penahan angin. Tanaman ini juga dikenal dengan nama petai cina di beberapa daerah di Indonesia. Lamtoro kaya akan protein kasar yang mencapai 22% hingga 34%. Kandungan protein kasar lamtoro sangat tinggi, berkisar antara 20% hingga 34%, dan dapat mencapai 25,45% pada bahan kering. Kandungan nutrisi ini sangat bagus untuk penggemukan ternak.

Lamtoro mengandung zat anti-nutrisi berupa mimosin. Oleh karena itu, pemberian lamtoro sebaiknya dibatasi maksimal 30% dari total pakan harian untuk mencegah keracunan atau kerontokan bulu pada ternak. Proses pelayuan atau pengeringan dapat membantu mengurangi risiko keracunan mimosin.

Kaliandra Merah (Calliandra calothyrsus)

Kaliandra merah adalah tanaman berkayu yang sering ditemukan di wilayah dataran tinggi atau lereng pegunungan sebagai tanaman konservasi dan pagar. Di wilayah lereng Gunung Merapi (Sleman, Yogyakarta), tanaman ini sangat diandalkan peternak. Kaliandra juga bermanfaat untuk menahan erosi tanah karena akarnya yang kuat.

Tanaman ini memiliki kandungan protein yang tinggi, sekitar 20% hingga 25%. Beberapa sumber menyebutkan kandungan protein kasar kaliandra bisa mencapai 18%-21,10% dan 22%, serta 20-25%. Kaliandra merah merupakan pakan penggemukan yang disukai ternak dan mampu meningkatkan produksi susu atau daging secara signifikan. Tanaman ini juga mengandung mineral penting seperti kalsium dan fosfor yang diperlukan untuk kesehatan ternak.

Turi (Sesbania grandiflora)

Turi sering digunakan sebagai tanaman pagar pembatas pekarangan atau kebun. Tanaman ini termasuk jenis legum asli daerah Asia Tropik dan dapat tumbuh hingga 15 meter. Daun turi merupakan sumber protein alternatif dengan kualitas nutrisi yang sangat baik dan palatabilitas (tingkat kesukaan) tinggi bagi hewan pemamah biak (ruminansia). Kandungan protein kasar daun turi dapat mencapai 25-30% dan bahkan 29% dengan TDN 67%.

Keunggulan lain dari turi adalah palatabilitas (tingkat kesukaan) yang tinggi bagi hewan pemamah biak (ruminansia). Turi juga toleran terhadap berbagai jenis tanah dan curah hujan, serta mampu bertumbuh dengan cepat. Namun, daun turi juga mengandung saponin yang tinggi, sehingga penggunaannya harus dibatasi hingga 20% dalam ransum.

Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)

Bunga sepatu sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias pembatas rumah atau pagar. Berdasarkan informasi dari peternak, kambing sangat lahap makan daun dan bunga sepatu. Tanaman ini bisa menjadi pakan alternatif yang baik karena mudah ditanam dan daunnya tetap segar meskipun di musim kemarau.

Bunga sepatu dapat ditanam sebagai cadangan pakan di sekitar rumah atau ladang. Namun, sebaiknya dicampur dengan hijauan lain seperti daun nangka atau lamtoro untuk variasi pakan.

Daun Luntas (Pluchea indica)

Daun luntas dapat berfungsi sebagai tanaman pagar rumah atau ladang. Peternak pemula sering menggunakan daun luntas sebagai pakan alternatif. Kambing sangat menyukai daun luntas.

Penting untuk memastikan varietas daun luntas yang diberikan tidak beracun. Daun luntas juga mudah ditanam dan daunnya tetap segar di musim kemarau, menjadikannya cadangan pakan yang baik.

Daun Randu & Daun Dadap (Erythrina spp.)

Daun randu (Crotalaria spp.) dan daun dadap (Erythrina spp.) sering tumbuh liar di pinggir ladang atau dijadikan pagar hidup. Peternak kampung sering mencampur daun randu dan dadap dengan rumput untuk variasi pakan. Daun randu kaya akan protein dan serat, menjadikannya sumber pakan bergizi bagi sapi dan kambing. Daun dadap juga merupakan leguminosa pohon dengan kandungan protein sebesar 23-26%.

Prinsipnya, apa pun yang tersedia di alam, aman, dan disukai ternak, dapat menjadi pakan alternatif yang baik.

Tips Pemanfaatan Tanaman Pagar untuk Pakan Ternak

Memanfaatkan tanaman pagar yang ternyata bisa menjadi pakan ternak secara optimal memerlukan strategi yang tepat agar ternak mendapatkan nutrisi maksimal dan terhindar dari risiko kesehatan. Berikut adalah beberapa tips penting:

  • Tanam sebagai pagar hidup di sekeliling pekarangan atau ladang. Menanam tanaman pagar seperti gamal, lamtoro, atau kaliandra di sekeliling lahan memiliki fungsi ganda: sebagai pembatas sekaligus sumber pakan hijauan yang berkelanjutan. Hal ini juga dapat menyuburkan tanah, menahan angin, dan mencegah erosi.
  • Pangkas rutin untuk mendapatkan pucuk muda yang bernutrisi. Pucuk muda tanaman pagar umumnya lebih bernutrisi dan lebih disukai ternak. Kaliandra, misalnya, dapat dipanen setiap 6-8 minggu untuk menjaga produktivitasnya.
  • Campur beberapa jenis tanaman agar ternak tidak manja. Memberikan pakan yang bervariasi akan membuat ternak mengenal semua jenis pakan dan tidak menjadi manja. Misalnya, daun bunga sepatu sebaiknya dicampur dengan hijauan lain.
  • Hindari pemberian berlebihan untuk tanaman yang mengandung zat anti-nutrisi. Beberapa tanaman, seperti lamtoro, mengandung zat anti-nutrisi (mimosin) yang dapat menyebabkan keracunan atau kerontokan bulu jika diberikan dalam jumlah berlebihan. Gamal juga memiliki zat anti-nutrisi seperti tanin, asam sianida, dan kumarin.
  • Layukan jika diperlukan untuk mengurangi senyawa yang tidak disukai ternak. Proses pelayuan, seperti menganginkan daun gamal selama 24 jam, dapat mengurangi senyawa kumarin yang tidak disukai ternak. Pelayuan juga dapat menurunkan kadar tanin pada kaliandra. Pengeringan daun turi juga dapat memodifikasi kecernaan bahan makanan dalam rumen.

Pertanyaan Seputar Tanaman Pagar yang Bisa Jadi Pakan Ternak

Q: Apa saja tanaman pagar yang ternyata bisa menjadi pakan ternak selain rumput?

A: Beberapa tanaman pagar yang ternyata bisa menjadi pakan ternak selain rumput adalah gamal (Gliricidia sepium), lamtoro (Leucaena leucocephala), kaliandra merah (Calliandra calothyrsus), turi (Sesbania grandiflora), bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), daun luntas (Pluchea indica), daun randu (Crotalaria spp.), dan daun dadap (Erythrina spp.).

Q: Apakah semua tanaman pagar bisa diberikan langsung ke ternak?

A: Tidak semua tanaman pagar bisa diberikan langsung ke ternak. Beberapa tanaman seperti lamtoro mengandung mimosin, sehingga pemberiannya harus dibatasi. Gamal sebaiknya dilayukan terlebih dahulu untuk mengurangi senyawa yang tidak disukai ternak. Penting untuk selalu memastikan tanaman yang diberikan tidak beracun.

Q: Berapa banyak lamtoro boleh diberikan?

A: Pemberian lamtoro sebaiknya dibatasi maksimal 30% dari total pakan harian untuk mencegah keracunan atau kerontokan bulu pada ternak.

Q: Bagaimana cara memulai menanam tanaman pagar untuk pakan ternak?

A: Anda bisa memulai dengan memilih jenis tanaman pagar yang sesuai dengan kondisi lahan Anda, seperti gamal yang mudah tumbuh dari stek batang, atau lamtoro yang bisa ditanam dari biji. Tanam di sepanjang batas lahan dengan jarak yang sesuai, dan lakukan pemangkasan rutin setelah tanaman mencapai ketinggian tertentu.

Q: Apakah kotoran ternak dari pakan tanaman pagar bisa jadi pupuk?

A: Ya, kotoran ternak yang diberi pakan leguminosa seperti tanaman pagar sangat bisa menjadi pupuk organik. Tanaman pagar sendiri, seperti kaliandra, memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesuburan tanah melalui fiksasi nitrogen.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |