Liputan6.com, Jakarta - Musim hujan seringkali membawa tantangan tersendiri bagi pemilik rumah, terutama terkait kondisi teras. Teras yang becek tidak hanya mengurangi kenyamanan dan estetika hunian, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko terpeleset yang membahayakan. Oleh karena itu, mencari solusi teras rumah becek saat musim hujan menjadi prioritas penting untuk menjaga keamanan dan keindahan rumah.
Genangan air di teras dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kurangnya perlindungan dari air hujan langsung hingga sistem drainase yang tidak memadai. Tanpa penanganan yang tepat, masalah ini bisa terus berulang setiap kali hujan deras mengguyur, membuat aktivitas di teras menjadi terganggu dan menimbulkan kelembaban berlebih di sekitar area rumah.
Namun, jangan khawatir, ada berbagai langkah proaktif yang bisa Anda ambil untuk mengatasi masalah ini. Dari perencanaan desain hingga pemilihan material, artikel ini akan mengulas 7 solusi teras rumah becek saat musim hujan. Berikut ulasan Liputan6.com pada Senin (23/2/2026) untuk Anda.
1. Pemasangan Kanopi atau Atap Teras
Pemasangan kanopi atau atap teras merupakan langkah paling fundamental dan efektif untuk melindungi area teras dari guyuran hujan langsung dan tampias air. Solusi ini tidak hanya menjaga teras tetap kering, tetapi juga dapat menambah nilai estetika pada tampilan fasad rumah Anda. Kanopi yang dirancang dengan baik akan memastikan air hujan tidak langsung jatuh ke permukaan teras, melainkan dialirkan ke sistem drainase yang telah disiapkan.
Penting untuk memilih kanopi dengan ukuran yang memadai, sehingga mampu menahan tidak hanya air hujan yang jatuh secara vertikal, tetapi juga tampias yang terbawa angin. Berbagai material tersedia untuk kanopi, masing-masing dengan keunggulan tersendiri. Polikarbonat, misalnya, memungkinkan cahaya alami masuk secara maksimal, menjaga teras tetap terang dan terbuka, sekaligus tahan terhadap air hujan dan sinar matahari langsung.
Untuk rumah bergaya modern minimalis, atap dak beton bisa menjadi pilihan yang elegan, dengan kunci utama agar teras tetap kering adalah overstek atau tonjolan atap yang cukup panjang. Material lain seperti kaca tempered menawarkan sentuhan modern dan elegan, sangat kuat, tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem, dan air hujan akan langsung mengalir tanpa mengendap. Sementara itu, spandek atau alderon juga sering digunakan karena ketahanannya terhadap cuaca dan tidak mudah lapuk, menjadikannya pilihan praktis dan ekonomis.
2. Perencanaan Sistem Drainase yang Efektif
Sistem drainase yang baik adalah kunci utama untuk mencegah genangan air di teras rumah saat musim hujan. Tanpa drainase yang memadai, air hujan akan menumpuk dan menyebabkan teras menjadi becek atau bahkan banjir, menciptakan lingkungan yang tidak nyaman dan berpotensi merusak struktur bangunan. Oleh karena itu, perencanaan dan pemeliharaan sistem drainase yang efektif sangat krusial.
Salah satu aspek penting adalah kemiringan lantai teras. Lantai sebaiknya dibuat agak miring, sekitar 1-2%, menuju saluran pembuangan atau keluar dari area teras. Kemiringan ini memastikan air cepat mengalir dan tidak mengendap di permukaan. Penggunaan talang air juga sangat efektif sebagai jalur air hujan agar tidak langsung jatuh ke tanah atau area sekitar teras, dengan jalur talang air langsung menuju selokan untuk pembuangan yang optimal.
Desain modern seringkali mengadopsi saluran drainase tersembunyi yang ditempatkan di sisi teras atau dekat dinding, ditutup dengan grill tipis berbahan stainless atau beton cetak untuk tampilan yang lebih rapi dan estetis. Selain itu, pembersihan rutin jalur air sangat penting. Saluran drainase perlu dibersihkan secara berkala, misalnya setiap 2-3 minggu sekali, dari daun kering atau lumpur yang menumpuk agar sistem tetap lancar dan tidak tersumbat, memastikan air dapat mengalir dengan bebas.
3. Pemilihan Material Lantai Anti-Licin dan Tahan Air
Pemilihan material lantai yang tepat merupakan faktor penentu keberhasilan dalam menciptakan teras yang tidak becek dan aman dari risiko licin, terutama saat basah oleh air hujan. Material lantai dengan karakteristik anti-slip dan tahan air akan secara signifikan mengurangi potensi kecelakaan dan menjaga kondisi teras tetap optimal. Lantai dengan tekstur kasar atau anti-slip sangat direkomendasikan karena membantu air tidak tertahan di permukaan, sehingga cepat kering.
Beberapa pilihan material lantai yang direkomendasikan untuk teras adalah keramik outdoor dengan tekstur kasar (anti-slip). Jenis keramik ini dirancang khusus untuk area luar ruangan dan memberikan daya cengkeram yang baik meskipun basah. Batu alam seperti andesit, batu koral, atau batu candi juga merupakan pilihan populer. Material ini kuat, tahan cuaca, dan memiliki tekstur alami yang tidak mudah licin, sekaligus memberikan tampilan estetika yang indah.
Wood Plastic Composite (WPC) menawarkan alternatif menarik dengan tampilan kayu tanpa perawatan rumit. Material ini tahan air, anti-rayap, tidak lapuk, dan memiliki tekstur anti-slip alami. Untuk keamanan maksimal, lantai karet (rubber tiles) memiliki tingkat anti-slip yang sangat tinggi bahkan dalam kondisi basah, nyaman diinjak, tahan air, dan mudah dibersihkan. Terakota, dengan permukaan berpori yang tidak diglasir, juga memberikan daya cengkeram yang baik dan mengurangi risiko licin, menjadikannya salah satu solusi teras rumah becek saat musim hujan yang patut dipertimbangkan.
4. Penggunaan Overstek Atap yang Panjang
Overstek atap, atau tonjolan atap yang memanjang, adalah elemen desain arsitektur yang sangat fungsional dalam mengatasi masalah teras rumah becek saat musim hujan. Khususnya pada desain atap dak beton, overstek yang cukup panjang menjadi kunci utama untuk menjaga teras tetap kering. Fungsi utamanya adalah menahan air hujan agar tidak langsung jatuh ke area teras, sehingga meminimalkan potensi genangan air dan tampias.
Dengan adanya overstek yang memadai, air hujan yang turun akan jatuh lebih jauh dari area teras, atau langsung dialirkan ke sistem talang yang terpasang. Ini sangat efektif dalam melindungi furnitur teras, dinding, dan lantai dari paparan air hujan secara langsung. Selain itu, overstek juga memberikan bayangan yang lebih luas, menjaga teras tetap sejuk di siang hari dan melindunginya dari sengatan matahari berlebih.
Perencanaan panjang overstek harus disesuaikan dengan arah angin dan intensitas hujan di lokasi rumah. Overstek yang terlalu pendek mungkin tidak akan efektif menahan tampias, sementara yang terlalu panjang bisa mengurangi pencahayaan alami di area teras. Keseimbangan antara fungsi perlindungan dan estetika menjadi penting dalam desain overstek atap yang optimal untuk solusi teras rumah becek saat musim hujan.
5. Pemasangan Dinding Samping, Kerai, atau Tirai
Untuk teras semi-tertutup atau area teras yang tidak terlalu luas, pemasangan dinding samping, kerai, atau tirai dapat menjadi solusi efektif untuk menahan tampias air hujan. Meskipun kanopi melindungi dari hujan vertikal, tampias air yang terbawa angin kencang masih bisa membasahi teras. Elemen tambahan ini berfungsi sebagai penghalang sekunder yang sangat membantu menjaga area teras tetap kering.
Dinding samping, baik permanen maupun semi-permanen, dapat memberikan perlindungan maksimal dari tampias. Namun, jika ruang terbatas atau ingin menjaga fleksibilitas, kerai atau tirai adalah pilihan yang lebih praktis. Kerai bambu, kerai gulung dari bahan sintetis, atau tirai outdoor tahan air dapat dipasang di sepanjang sisi teras. Pilihlah material yang memang dirancang untuk penggunaan luar ruangan dan tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem agar awet dan fungsional.
Selain melindungi dari hujan, kerai atau tirai juga dapat memberikan privasi tambahan dan mengurangi paparan sinar matahari langsung, membuat teras lebih nyaman. Pemasangannya relatif mudah dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Dengan memilih kerai atau tirai yang tepat, Anda dapat menciptakan ruang teras yang lebih terlindungi dan nyaman, sekaligus menambah sentuhan dekoratif pada eksterior rumah.
6. Pemanfaatan Paving Berumput atau Batu Koral di Sekitar Teras
Mengatasi masalah teras rumah becek saat musim hujan tidak hanya berfokus pada area teras itu sendiri, tetapi juga area sekitarnya. Alih-alih membeton seluruh halaman atau area di sekitar teras, pertimbangkan untuk menggunakan paving berumput (grassblock) atau batu koral. Kedua material ini menawarkan solusi yang ramah lingkungan dan fungsional untuk mengelola air hujan di pekarangan rumah.
Paving berumput memungkinkan air hujan meresap langsung ke dalam tanah, mengurangi beban pada sistem drainase dan mencegah genangan air di permukaan. Selain itu, grassblock juga menambah elemen hijau pada lanskap rumah, menjaga suhu lingkungan tetap sejuk, dan membantu mengurangi polusi udara. Ini adalah pilihan ideal untuk area parkir atau jalur pejalan kaki di sekitar teras.
Batu koral, di sisi lain, dapat digunakan sebagai penutup tanah di area taman atau di bawah talang air. Batu koral membantu memecah tetesan air hujan, mencegah tanah naik ke permukaan dan mengotori teras. Permukaan berpori dari batu koral juga memfasilitasi penyerapan air ke dalam tanah, mengurangi genangan dan menjaga area sekitar teras tetap kering dan bersih. Kombinasi ini efektif untuk menciptakan lingkungan teras yang lebih asri dan bebas becek.
7. Pembuatan Lubang Biopori
Lubang biopori adalah salah satu solusi teras rumah becek saat musim hujan yang paling ramah lingkungan dan berkelanjutan. Lubang resapan biopori berfungsi sebagai area resapan air di pekarangan, membantu menanggulangi masalah genangan air dengan cara yang alami. Ini adalah cara efektif untuk mempercepat penyerapan air hujan ke dalam tanah, mengurangi genangan di permukaan, dan sekaligus meningkatkan kualitas air tanah.
Pembuatan lubang biopori cukup sederhana. Anda dapat membuat beberapa lubang, tergantung pada luas lahan, dengan diameter sekitar 10 cm dan kedalaman sekitar 100 cm, atau tidak melebihi kedalaman muka air tanah. Lubang ini kemudian diisi dengan sampah organik seperti daun kering atau sisa makanan, yang akan menarik organisme tanah untuk membuat terowongan-terowongan kecil. Terowongan inilah yang akan meningkatkan kapasitas penyerapan air tanah secara horizontal.
Selain mengatasi genangan air, lubang biopori juga memiliki manfaat tambahan. Sampah organik yang dimasukkan ke dalamnya akan terurai menjadi kompos yang menyuburkan tanah. Ini juga membantu mengurangi volume sampah rumah tangga dan mencegah penyumbatan saluran air. Dengan mengimplementasikan lubang biopori di sekitar teras dan pekarangan, Anda tidak hanya mengatasi teras becek, tetapi juga berkontribusi pada kelestarian lingkungan.
Tips Perawatan Teras Saat Musim Hujan
Selain perbaikan fisik, lakukan perawatan rutin:
- Bersihkan saluran air setiap minggu
- Sapu dan pel teras secara berkala
- Periksa retakan lantai
- Pastikan tidak ada genangan lebih dari 1 jam setelah hujan
Perawatan konsisten akan membuat solusi teras rumah becek saat musim hujan lebih efektif dan tahan lama.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar
1. Mengapa teras rumah sering becek saat musim hujan?
Teras rumah sering becek karena kurangnya perlindungan dari hujan langsung, sistem drainase yang tidak memadai, atau pemilihan material lantai yang tidak tepat sehingga air menggenang.
2. Apa solusi paling efektif untuk melindungi teras dari hujan langsung?
Solusi paling efektif adalah pemasangan kanopi atau atap teras dengan ukuran yang cukup lebar untuk menahan hujan langsung dan tampias air.
3. Bagaimana cara memastikan air tidak menggenang di teras?
Pastikan lantai teras memiliki kemiringan 1-2% menuju saluran pembuangan, dan sistem drainase seperti talang air serta saluran tersembunyi berfungsi baik dan rutin dibersihkan.
4. Material lantai apa yang direkomendasikan agar teras tidak licin saat basah?
Disarankan menggunakan material lantai bertekstur kasar atau anti-slip seperti keramik outdoor, batu alam (andesit, koral), WPC, lantai karet, atau terakota.
5. Apa manfaat lubang biopori untuk teras rumah?
Lubang biopori membantu mempercepat penyerapan air hujan ke dalam tanah, mengurangi genangan di permukaan, dan sekaligus menyuburkan tanah dengan kompos dari sampah organik.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510753/original/073903300_1771837740-Kandang_Ayam.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510610/original/004124300_1771833007-Model_Atap_Teras_Rumah_Baja_Ringan_Minimalis.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510543/original/064351800_1771831630-Cat_Pagar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510548/original/045691000_1771831651-Gemini_Generated_Image_wg0n4dwg0n4dwg0n_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510524/original/045993200_1771830870-earth_tone_3a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498524/original/021480400_1770709985-Anakan_ikan_cupang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3291225/original/089683900_1604906961-EX7WXSmWAAQMq-X.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510482/original/059956400_1771829877-Cara_Membasmi_Rayap_Di_Kusen_Tanpa_Bongkar.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410270/original/086160900_1762927275-Sarang_Kecoa_di_Celah_Lantai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510454/original/085350000_1771828768-Usaha_Ternak_Rumah_Tipe_36.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510334/original/094452000_1771825982-Gemini_Generated_Image_iqsow5iqsow5iqso_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510312/original/043364600_1771824567-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510685/original/071622900_1771835144-unnamed__29_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510267/original/046723900_1771824169-Gemini_Generated_Image_am5cg4am5cg4am5c_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510661/original/078446900_1771834574-Model_Pagar_Rumah_Kecil_Warna_Netral_Biar_Terlihat_Lega.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510158/original/041805700_1771820493-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5250058/original/018575800_1749706430-batik_balita.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510583/original/034946600_1771832431-HHL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510513/original/078065700_1771830320-Gemini_Generated_Image_gj3f3egj3f3egj3f.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417414/original/006322500_1763533451-rumah_dengan_taman_mini_indoor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4606463/original/068658200_1696995206-super-snapper-UFrd8csYr1w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392924/original/013002900_1761535927-unnamed_-_2025-10-27T102956.910.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394904/original/053731000_1761643560-surat_kesepakatan_bersama.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394882/original/098461600_1761643402-desain_rumah_kecil__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394720/original/024442300_1761638556-closeup-hands-passing-contract-unrecognizable-businessman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429077/original/070740500_1764573200-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424174/original/010000300_1764135175-AI_Repair-Pro-image-9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5287705/original/038778900_1752830948-ChatGPT_Image_18_Jul_2025__16.28.33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394809/original/038370900_1761641292-gelang_emas_kecil_elegan__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394044/original/017340400_1761624269-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393361/original/050313500_1761551943-unnamed_-_2025-10-27T145111.111.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393562/original/073696600_1761559881-Wanita_menyeberangi_jembatan_tengah_hutan_di_Sukabumi__Pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392886/original/079409300_1761534480-unnamed_-_2025-10-27T094621.736.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381238/original/046456800_1760496797-Gemini_Generated_Image_old8yzold8yzold8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393186/original/082510300_1761545503-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429140/original/035614400_1764575033-1.jpg)