- Apa saja jenis ikan yang bisa dibudidaya di akuarium kecil?
- Apakah budidaya ikan hias di akuarium kecil cocok untuk pemula?
- Bagaimana cara menjaga kualitas air untuk ikan hias akuarium?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Membudidayakan ikan hias di rumah kini bukan lagi sekadar hobi, melainkan juga peluang usaha menjanjikan yang dapat dimulai dengan modal terbatas. Bagi Anda yang memiliki lahan terbatas atau ingin memanfaatkan sudut rumah, budidaya ikan di akuarium kecil bisa menjadi solusi cerdas. Konsep ini memungkinkan siapa saja untuk terjun ke dunia akuakultur tanpa perlu investasi besar pada kolam atau lahan luas. Jenis ikan yang bisa dibudidaya modal akuarium kecil bisa jadi pilihan.
Tren usaha rumahan yang fleksibel dan minim risiko semakin diminati, dan budidaya ikan hias menawarkan potensi keuntungan menarik. Dengan pemilihan jenis ikan yang tepat, perawatan yang tidak rumit, serta manajemen yang baik, Anda bisa mengubah akuarium kecil di rumah menjadi sumber penghasilan. Ini adalah langkah awal yang ideal bagi pemula yang ingin belajar mengelola produksi ikan hias.
Artikel ini akan mengulas 7 jenis ikan yang bisa dibudidaya modal akuarium kecil. Mulai dari karakteristik, kesesuaian untuk akuarium terbatas, hingga panduan budidayanya, informasi ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi Anda yang tertarik mengembangkan bisnis ikan hias dari rumah. Berikut ulasan Liputan6.com dilansir dari berbagai sumber pada Kamis (5/3/2026).
1. Ikan Guppy (Poecilia reticulata)
Ikan guppy adalah salah satu spesies ikan hias air tawar yang sangat populer di dunia, dikenal karena warnanya yang cerah dan bentuknya yang unik. Ikan kecil ini memiliki ukuran jantan sekitar 2-3 cm dan betina 4-6 cm, serta dijuluki "Ikan Seribu Umat" karena kemampuannya berkembang biak dengan cepat. Popularitasnya menjadikan guppy pilihan utama bagi para pembudidaya.
Kesesuaian ikan guppy untuk akuarium kecil sangat tinggi karena tidak memerlukan infrastruktur mahal dan dapat dibudidayakan dengan perlengkapan sederhana. Meskipun demikian, disarankan menggunakan akuarium berukuran 30 hingga 60 liter agar ikan memiliki ruang gerak yang cukup. Budidaya ikan hias seperti guppy ini menawarkan peluang bisnis dengan modal kecil dan tidak memerlukan lahan luas, menjadikannya ideal untuk skala rumahan.
Proses budidaya guppy relatif mudah. Indukan siap pijah minimal berumur 4 bulan, dengan betina memiliki tubuh lebih membulat dan warna kusam, sementara jantan lebih langsing dengan warna cerah dan sirip menjuntai. Guppy adalah ikan livebearer (melahirkan), dan betina dapat melahirkan beberapa kali setelah satu kali kawin. Penting untuk segera mengamankan burayak (anak ikan) setelah lahir karena induk betina memiliki insting kanibal. Kualitas air juga krusial, dengan suhu ideal 24-28 derajat Celcius dan pH 7.0-7.2.
2. Ikan Molly (Poecilia sp.)
Ikan molly merupakan jenis ikan hias populer lainnya, sering disebut ikan balon karena perutnya yang buncit dan tubuhnya yang bundar. Ikan ini memiliki bentuk unik dengan variasi warna yang beragam, mulai dari putih, hitam, kuning keemasan, hingga merah. Ukuran tubuh ikan molly berkisar antara 5 hingga 12 cm, menambah daya tariknya sebagai penghuni akuarium.
Molly sangat cocok untuk dijadikan ikan hias akuarium karena sifatnya yang adaptif dan "cinta damai", sehingga aman dicampur dengan jenis ikan lain. Perawatannya yang relatif mudah dan kemampuan berkembang biak yang cepat menjadikannya pilihan yang baik untuk pemula. Akuarium ukuran 50-60 liter sudah cukup untuk menampung indukan molly, memberikan ruang yang memadai untuk perkembangbiakan.
Seperti guppy, molly juga merupakan ikan livebearer, di mana telur berkembang di dalam tubuhnya dan langsung melahirkan burayak. Betina molly bahkan dapat menyimpan sperma jantan untuk digunakan berkali-kali, memungkinkan kelahiran hingga enam kali berturut-turut tanpa kawin lagi (superfetation). Kualitas air perlu dijaga dengan baik, dan penambahan garam ikan sering dilakukan untuk menjaga kesehatannya karena molly sensitif terhadap perubahan suhu. Pemilihan indukan yang sehat, gesit, tidak cacat, dan berumur lebih dari 6 bulan dengan ukuran minimal 5 cm sangat dianjurkan.
3. Ikan Platy (Xiphophorus maculatus)
Ikan platy adalah ikan hias air tawar yang berasal dari Amerika Tengah, dikenal karena warna cerah serta ukurannya yang kecil dan mudah dirawat. Ikan ini memiliki bentuk tubuh mungil dan banyak jenisnya, menjadikannya favorit di kalangan penghobi. Platy cenderung hidup berkelompok dan sangat aktif, memberikan kehidupan pada akuarium.
Budidaya ikan platy di akuarium semakin populer, terutama di kalangan pemula, karena caranya yang mudah. Ikan ini mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan cukup kebal dari serangan penyakit, mengurangi kekhawatiran bagi pembudidaya. Akuarium yang dibutuhkan tidak perlu terlalu besar, sekitar 30x30 cm sudah cukup, disesuaikan dengan jumlah ikan yang akan dibudidayakan.
Untuk budidaya, pilih indukan berkualitas dengan gerakan agresif, warna cerah, postur tubuh ideal, organ tubuh lengkap, mata cerah, dan bebas penyakit. Platy termasuk jenis ikan livebearer yang berkembang biak dengan cepat, menyimpan telur di dalam perut sampai menetas menjadi burayak. Keunggulan lain dari platy adalah biaya perawatannya yang hemat; ikan ini tidak selalu memerlukan filter dan aerator, meskipun penggunaannya akan lebih baik untuk menjaga kualitas air.
4. Ikan Neon Tetra (Paracheirodon innesi)
Neon tetra adalah salah satu ikan hias air tawar paling populer karena warnanya yang indah dan memukau. Ikan ini memiliki panjang maksimal 5 cm dan memiliki warna unik yang tetap terlihat jelas bahkan dalam keadaan gelap, menjadikannya permata di akuarium. Berasal dari Amerika Selatan, neon tetra telah memikat banyak penggemar ikan hias.
Ikan ini relatif mudah dirawat dan hanya memerlukan air bersih tanpa makanan khusus, menjadikannya pilihan yang baik untuk pemula. Ukurannya yang kecil memungkinkan budidaya di akuarium dengan kapasitas minimal 20 liter (40x30 cm) untuk sepasang neon tetra. Lingkungan yang tepat akan mendukung pertumbuhan dan perkembangbiakan ikan ini.
Kualitas air sangat penting untuk pemijahan neon tetra, dengan suhu ideal berkisar 24-27°C, pH air antara 5.5-6.5, dan kesadahan rendah (1-2 dGH). Penggunaan air RO atau air yang diolah dengan daun ketapang dapat membantu mencapai kondisi ini. Ikan ini membutuhkan pencahayaan redup untuk berkembang biak, dan tanaman air lebat seperti java moss atau tanaman apung dapat membantu menciptakan suasana yang nyaman. Proses pemijahan memerlukan perhatian khusus dan lingkungan yang tenang, dengan betina biasanya lebih besar dan perutnya lebih bulat. Pemberian makanan tinggi protein seperti daphnia atau cacing darah dapat mendorong betina memproduksi telur, dan pemijahan biasanya berlangsung malam hari selama 3-4 jam.
5. Ikan Cupang (Betta sp.)
Ikan cupang adalah salah satu primadona bagi pencinta ikan hias karena sisiknya yang penuh warna dan bentuk siripnya yang eksotis. Ikan ini berasal dari perairan air tawar wilayah Asia Tenggara, dengan ukuran biasanya 6-8 cm. Keindahan dan karakter uniknya menjadikan cupang sangat digemari.
Cara budidaya ikan cupang disebut tidak begitu sulit, bahkan bisa menggunakan akuarium kecil, baskom, atau gelas. Namun, penting untuk diingat bahwa ikan cupang jantan dewasa memiliki sifat agresif dan membutuhkan tempat pribadi. Oleh karena itu, jika ingin membudidayakan beberapa jantan, setiap individu harus ditempatkan terpisah.
Untuk budidaya, meskipun dapat menggunakan wadah kecil, akuarium minimal 18 liter direkomendasikan untuk pemijahan agar ikan lebih nyaman. Akuarium harus dilengkapi filter dan heater untuk menjaga kebersihan dan suhu air yang stabil. Penambahan kerikil dan tanaman air juga penting sebagai tempat berlindung bagi telur dan burayak. Pemilihan indukan yang sehat, tidak cacat, memiliki warna dan corak apik, serta berumur di atas 4 bulan sangat krusial.
Jantan memiliki sirip panjang dan warna terang, sedangkan betina siripnya lebih pendek dan kusam. Induk jantan akan membuat gelembung udara untuk menyimpan telur, dan akan menjaga telur tersebut setelah pemijahan, sementara induk betina harus dipindahkan. Burayak biasanya menetas dalam waktu kurang dari sehari.
6. Ikan Corydoras (Corydoras sp.)
Corydoras adalah salah satu jenis ikan hias air tawar yang banyak diminati dan memiliki peluang ekspor. Ikan ini berasal dari Amazon, Amerika Selatan, dan memiliki banyak jenis, dengan lebih dari 20 spesies yang dikenal. Bentuk tubuhnya pendek dan gemuk, dilengkapi dengan dua pasang kumis di rahang, dan ukurannya dapat mencapai 12 cm.
Budidaya ikan hias Corydoras tidak terlalu sulit dan dapat dilakukan sebagai hobi atau usaha. Ikan ini dikenal mudah dibudidayakan, menjadikannya pilihan menarik bagi pemula maupun pembudidaya berpengalaman. Kemampuannya beradaptasi dengan berbagai kondisi air juga menjadi nilai tambah.
Corydoras dapat beradaptasi dengan baik pada beragam sumber air, dengan rentang suhu 22-28°C dan pH 6-8. Ikan ini bahkan dapat dibudidayakan di kolam dengan kandungan oksigen rendah, menunjukkan ketahanannya. Untuk pemijahan, akuarium ukuran 60x40x40 cm dapat digunakan. Indukan jantan memiliki tubuh lebih langsing dan ukuran lebih kecil dibandingkan betina, dengan sirip dorsal lebih runcing, sementara betina berukuran lebih besar dan perutnya membundar berisi telur. Corydoras mengeluarkan telurnya secara parsial, menempel pada substrat, dan telur akan menetas dalam waktu enam hari. Sebagai bottom feeder, Corydoras responsif terhadap makanan seperti cacing tubifex atau chironomus (bloodworm).
7. Ikan Rasbora (Rasbora sp.)
Ikan rasbora, seperti Harlequin Rasbora (Rasbora heteromorpha) dan Rasbora Galaxy (Danio margaritatus), adalah ikan hias air tawar berukuran kecil yang menyukai hidup berkelompok. Rasbora Galaxy, khususnya, memiliki warna cerah dengan corak seperti galaksi pada sisiknya, memberikan tampilan yang indah. Ukuran ikan ini kecil, sekitar 2.5 hingga 4.5 cm, membuatnya cocok untuk akuarium mini.
Rasbora adalah jenis ikan hias yang relatif mudah dipelihara dan cocok untuk pemula. Ukurannya yang kecil berarti tidak memerlukan akuarium yang terlalu besar, menjadikannya pilihan ideal untuk budidaya di rumah. Untuk sekelompok kecil Rasbora (5-6 ekor), akuarium minimal 40 liter sudah cukup untuk memastikan mereka hidup nyaman dan sehat.
Untuk budidaya, suhu air yang dibutuhkan sekitar 22-27°C dan pH 6-7.8. Jantan dewasa lebih kecil dan ramping, sedangkan betina lebih gemuk di bagian perut, dan ikan matang kelamin setelah berumur 6-7 bulan. Pemijahan bisa dilakukan di akuarium ukuran 50x35x35 cm untuk sepasang indukan. Tanaman air berdaun lebar seperti Cryptocoryne dan Aponogeton sangat penting sebagai substrat tempat telur melekat. Ikan dapat diberi pakan pelet halus dan jentik nyamuk atau kutu air untuk merangsang pemijahan, mendukung keberhasilan budidaya 7 jenis ikan yang bisa dibudidaya modal akuarium kecil ini.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa saja jenis ikan yang bisa dibudidaya di akuarium kecil?
Beberapa jenis ikan yang bisa dibudidaya di akuarium kecil antara lain Ikan Guppy, Molly, Platy, Neon Tetra, Cupang, Corydoras, dan Rasbora.
2. Apakah budidaya ikan hias di akuarium kecil cocok untuk pemula?
Ya, budidaya ikan hias di akuarium kecil sangat cocok untuk pemula karena perawatannya relatif mudah, tidak membutuhkan lahan luas, dan banyak jenis ikan yang cepat berkembang biak.
3. Bagaimana cara menjaga kualitas air untuk ikan hias akuarium?
Kualitas air dapat dijaga dengan mempertahankan suhu dan pH yang ideal sesuai jenis ikan, serta menggunakan filter dan aerator jika diperlukan. Pemberian garam ikan juga bisa membantu menjaga kesehatan ikan tertentu.
4. Berapa ukuran akuarium minimal yang dibutuhkan untuk budidaya ikan hias kecil?
Ukuran akuarium minimal bervariasi tergantung jenis ikan, namun umumnya berkisar antara 18 liter (untuk cupang) hingga 60 liter (untuk guppy atau molly) untuk sepasang indukan atau kelompok kecil.
5. Apa kunci sukses budidaya ikan skala kecil?
Menjaga kualitas air, memilih indukan unggul, dan konsisten dalam perawatan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395665/original/064944900_1761713948-teras_resort_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470623/original/088138700_1768212120-Mencopot_Tali_Sepatu_Running.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521871/original/058370700_1772702607-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521919/original/084971100_1772703868-suguhan_lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460394/original/001974700_1767248776-Lakukan_Perawatan_Rutin___Pantau_Perilaku_Ikan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505554/original/009608500_1771390337-Kebun_Buah_dalam_Pot__Tabulampot__di_Desa__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521799/original/061779700_1772700576-usaha_ternak_kombinasi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521693/original/091712700_1772697716-tower_garden_gentong_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521860/original/060616800_1772701793-Screenshot_2026-03-05_160833.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474778/original/088016000_1768535313-Rumah_dengan_Teras_Mini_dan_1_Pohon_Rindang_Model_Minimalis_Japani_Teras_Kayu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521585/original/051893300_1772694045-pagar_kayu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521556/original/056337400_1772693529-Model_Lemari_Gantung_Dapur_Minimalis_Aluminium.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499505/original/096916600_1770787969-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521565/original/025901100_1772693581-unnamed-83.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521451/original/099974300_1772690463-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521649/original/038609500_1772696355-WhatsApp_Image_2026-03-05_at_08.47.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521535/original/043732200_1772692365-warna_cat_kamar_mandi_yang_harus_dihindari_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521521/original/048455600_1772692267-usaha_gorengan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515038/original/058154800_1772149755-5.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424174/original/010000300_1764135175-AI_Repair-Pro-image-9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417414/original/006322500_1763533451-rumah_dengan_taman_mini_indoor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429077/original/070740500_1764573200-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434426/original/076779000_1764927095-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429140/original/035614400_1764575033-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427755/original/029652600_1764414367-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432250/original/057900500_1764762013-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4479258/original/095680100_1687539864-Hutan_Eukaliptis_di_IKN.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430238/original/012907900_1764656898-inspirasi_kebun_sederhana_untuk_rumah_tipe_36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434562/original/053117900_1764933186-Hero_Helcurt.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428756/original/090311000_1764562291-desain_teras_rumah_kecil_ukuran_2x2_minimalis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423681/original/088639200_1764072787-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425714/original/021517000_1764235298-Pantun_Sunda_Foto_Galeri_Indonesia_Kaya_Fimela.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421804/original/032320200_1763959679-Quality_Restoration-Ultra_HD-image-8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430028/original/021123000_1764650339-mata_uang_asing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464864/original/038532400_1767752280-Membersihkan_Blender.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434416/original/001727500_1764927012-model_rumah_minimalis_di_lahan_miring__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466190/original/088167400_1767839290-Cara_Ternak_Ikan_Mas_di_Ember_Bekas.jpg)