7 Cara Membuat Tanaman Markisa Rajin Berbuah dengan Rambatan Sederhana

15 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki tanaman buah yang rimbun dan lebat tentu menjadi idaman setiap orang yang hobi berkebun. Salah satu primadona pekarangan yang kini semakin diminati adalah buah markisa. Namun, tahukah Anda bahwa ada cara membuat tanaman markisa rajin berbuah dengan rambatan sederhana yang bisa dipraktikkan langsung di halaman rumah?

Tanaman rambat beriklim tropis ini tidak hanya berfungsi ganda sebagai peneduh alami, tetapi juga menghasilkan buah yang kaya akan vitamin C dan antioksidan. Seringkali, para pemula mengeluh karena tanaman markisa mereka tumbuh sangat subur di bagian daun namun enggan mengeluarkan bunga. Padahal, masalah utama biasanya hanya terletak pada manajemen media tanam, pemupukan, dan struktur rambatan yang digunakan.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tujuh cara membuat tanaman markisa rajin berbuah dengan rambatan sederhana, mulai dari memilih bahan rambatan, mengatur arah pertumbuhan sulur, hingga melakukan perawatan agar tanaman mendapatkan cukup cahaya dan sirkulasi udara.

1. Pemilihan Bibit Unggul yang Tepat

Langkah pertama dan paling mendasar dalam membudidayakan buah tropis ini adalah memilih bibit yang berkualitas unggul. Bibit yang sehat akan menentukan kelangsungan hidup serta tingkat produktivitas tanaman di masa mendatang. Oleh karena itu, hindari membeli bibit secara sembarangan tanpa mengetahui asal-usul indukannya secara jelas.

Sangat disarankan bagi pemula untuk memilih bibit hasil perbanyakan vegetatif, seperti stek batang atau cangkok, dibandingkan menanamnya dari biji. Metode vegetatif ini akan memastikan sifat unggul dari indukan yang rajin berbuah dapat diwariskan secara sempurna. Selain itu, masa pertumbuhan menuju fase berbuah juga akan terpotong menjadi jauh lebih cepat.

Perhatikan ciri fisik bibit dengan teliti saat Anda membelinya di pusat pembibitan tanaman. Pastikan daun-daunnya berwarna hijau segar, tidak berlubang atau keriting akibat serangan hama, dan memiliki batang bawah yang kokoh. Bibit yang terawat dengan baik sejak fase usia dini akan jauh lebih mudah beradaptasi saat dipindahkan ke pekarangan rumah Anda.

2. Menyiapkan Media Tanam yang Poros

Kunci keberhasilan kedua terletak pada tempat di mana akar tanaman tersebut akan bernaung dan mencari makan. Markisa sangat menyukai karakter tanah yang gembur, kaya akan bahan organik, dan memiliki tingkat keasaman (pH) yang netral. Jika tanah di pekarangan Anda terlalu padat atau berliat, akar tanaman akan kesulitan untuk bernapas dan menyerap nutrisi.

Untuk menyiasati hal tersebut, Anda wajib membuat campuran media tanam yang ideal sebelum memasukkan bibit. Campurkan tanah galian dengan pupuk kandang atau kompos yang sudah matang, serta tambahkan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1. Racikan ini dipercaya mampu memberikan rongga udara yang cukup bagi akar untuk merambat secara leluasa.

Selain komposisi nutrisi, perhatikan pula sistem drainase pada area penanaman. Markisa memang membutuhkan kelembapan, namun akarnya sangat rentan terhadap kondisi air yang menggenang (waterlogging). Pastikan area tanam dibuat sedikit lebih tinggi atau dibuatkan saluran air kecil agar sisa air hujan maupun siraman bisa segera mengalir pergi.

3. Pembuatan Rambatan Sederhana dari Bambu

Sebagai tanaman merambat, kunci utama agar markisa bisa tumbuh merata dan terkena sinar matahari maksimal adalah penyediaan struktur rambatan. Rambatan (para-para) ini berfungsi untuk menopang batang, dahan, hingga buah markisa yang nantinya akan semakin berat. Tanpa rambatan yang baik, tanaman akan menjalar di tanah dan buahnya mudah membusuk.

Anda bisa dengan mudah membuat para-para sederhana menggunakan material bambu yang murah dan mudah didapat. Tancapkan empat batang bambu utama sebagai tiang penyangga, lalu buatlah anyaman menyilang di bagian atasnya berbentuk kotak-kotak. Ketinggian ideal untuk rambatan ini adalah sekitar 1,5 hingga 2 meter agar memudahkan Anda saat proses panen tiba.

Ikat setiap sambungan bambu menggunakan kawat atau tali tambang plastik dengan sangat kuat. Mengingat umur tanaman markisa bisa mencapai bertahun-tahun dengan beban dahan yang terus bertambah, struktur yang goyah akan mudah ambruk saat diterpa angin kencang. Arahkan pucuk tanaman muda ke tiang bambu dan ikat perlahan agar ia mulai melilit ke atas.

4. Pemangkasan Rutin pada Cabang Air

Banyak pekebun pemula merasa sayang untuk memotong ranting tanamannya, padahal pemangkasan adalah rahasia utama memicu keluarnya bunga. Tanpa proses pemangkasan yang rutin, nutrisi tanaman hanya akan habis digunakan untuk membesarkan daun dan batang saja (fase vegetatif berkelanjutan). Akibatnya, tanaman menjadi rimbun namun tidak pernah berbuah.

Lakukan pemangkasan pada tunas-tunas air atau cabang sekunder yang pertumbuhannya tumpang tindih dan tidak produktif. Sisakan cabang-cabang primer dan sekunder yang terlihat kokoh untuk menjalar di atas para-para. Pemotongan cabang tua yang sudah pernah berbuah juga penting karena bunga markisa umumnya muncul pada tunas cabang yang baru tumbuh.

Tindakan pemangkasan ini juga membawa manfaat ganda bagi kesehatan keseluruhan tanaman. Sirkulasi udara di sela-sela rimbunan daun akan menjadi jauh lebih lancar, dan sinar matahari mampu menembus masuk hingga ke bagian pangkal batang. Hal ini secara efektif mencegah bersarangnya jamur patogen maupun hama serangga perusak tanaman.

5. Jadwal Pemupukan yang Teratur

Ibarat manusia, asupan nutrisi yang tepat dan berkesinambungan adalah bahan bakar utama bagi markisa untuk menjalankan proses pembentukan bunga dan buah. Jika mengandalkan nutrisi bawaan dari tanah saja, persediaan unsur hara lama-kelamaan akan habis. Oleh sebab itu, Anda perlu menyusun jadwal pemupukan yang teratur.

Pada fase awal pertumbuhan (bulan ke-1 hingga ke-3), fokuskan pada pemberian pupuk NPK seimbang (seperti 16-16-16) untuk merangsang pembesaran batang dan daun. Namun, saat tanaman mulai mencapai bagian atas rambatan dan berusia sekitar 4-5 bulan, segera alihkan ke pupuk dengan kandungan Fosfor (P) dan Kalium (K) tinggi untuk memicu pembungaan.

Untuk memaksimalkan hasilnya, Anda tidak boleh melupakan peran pupuk organik. Berikan pupuk kandang matang setiap tiga bulan sekali di sekitar area perakaran. Sebagai tambahan suplemen, aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) yang disemprotkan ke bagian daun setiap dua minggu sekali akan membuat daun lebih hijau tebal dan bunga tidak mudah rontok.

6. Penyiraman yang Cukup namun Tidak Berlebih

Tanaman markisa pada dasarnya memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap cuaca panas terik. Kendati demikian, pada saat fase kritis pembentukan bakal bunga dan pembesaran buah, pasokan air sama sekali tidak boleh terputus. Kekurangan air pada fase ini akan mengakibatkan bunga mengering lalu rontok sebelum sempat mekar berbuah.

Buatlah jadwal penyiraman yang disesuaikan dengan kondisi iklim setempat. Pada musim kemarau panjang, siram tanaman sebanyak dua kali sehari (pagi dan sore) secara merata di area perakaran. Pastikan air meresap hingga ke dalam tanah, namun hindari menyemprotkan air dengan tekanan tinggi langsung ke arah bunga yang sedang mekar karena dapat merusak serbuk sarinya.

Sebaliknya, pada saat musim penghujan tiba, intensitas penyiraman dapat dikurangi atau bahkan dihentikan sama sekali. Seperti yang sudah dibahas pada bagian media tanam, pastikan kembali tidak ada genangan air hujan di pangkal batang. Air yang tergenang berhari-hari akan menutup pori-pori tanah dan mengundang penyakit busuk akar yang mematikan.

7. Bantuan Penyerbukan Secara Manual

Langkah terakhir yang sering terabaikan namun sangat berdampak nyata adalah proses polinasi atau penyerbukan. Di habitat alaminya, bunga markisa sangat bergantung pada serangga penyerbuk aktif seperti lebah madu atau kumbang. Sayangnya, di lingkungan perumahan perkotaan, populasi serangga menguntungkan ini seringkali sangat terbatas jumlahnya.

Untuk mengatasi masalah gagal buah akibat ketiadaan serangga, Anda bisa bertindak langsung sebagai agen penyerbuk manual. Caranya sangat mudah, cukup gunakan kuas kecil yang bersih atau cotton bud. Usapkan alat tersebut secara perlahan ke bagian serbuk sari (benang sari) yang berwarna kuning, lalu sapukan ke bagian kepala putik bunga yang sama atau bunga di sebelahnya.

Waktu pelaksanaan penyerbukan manual ini juga memegang peranan penting. Lakukanlah proses ini pada pagi hari antara pukul 08.00 hingga 11.00, ketika kelopak bunga markisa sedang mekar dengan sempurna dan serbuk sari dalam keadaan paling subur. Dengan tingkat keberhasilan penyerbukan yang tinggi, calon buah akan mulai terbentuk dalam beberapa hari kemudian.

Tanya Jawab Seputar Membuat Tanaman Markisa Rajin Berbuah dengan Rambatan Sederhana

1. Berapa lama markisa mulai berbuah jika ditanam dari bibit stek? Umumnya, markisa yang ditanam dari bibit vegetatif (stek/cangkok) sudah mulai berbunga dan belajar berbuah pada usia 6 hingga 8 bulan setelah masa tanam awal.

2. Apakah tanaman markisa bisa ditanam di dalam pot (Tabulampot)? Bisa, asalkan Anda menggunakan pot berukuran besar (kapasitas minimal 50 liter ke atas) dan tetap membuatkan tiang rambatan setinggi 1,5 meter di atas pot tersebut.

3. Mengapa bunga markisa saya sering rontok sebelum menjadi buah? Kerontokan bunga biasanya disebabkan oleh tiga hal: kekurangan unsur Kalium, suplai air yang tidak konsisten (terlalu kering lalu tiba-tiba tergenang), atau gagalnya proses penyerbukan.

4. Kapan waktu yang paling tepat untuk memangkas tanaman markisa? Waktu terbaik adalah segera setelah musim panen besar selesai atau di awal musim penghujan, agar tanaman memiliki waktu menumbuhkan tunas produktif yang baru.

5. Jenis pupuk apa yang paling jitu untuk memacu pertumbuhan bunga markisa? Gunakan pupuk jenis MKP (Mono Kalium Phosphate) atau NPK khusus pembungaan/pembuahan (seperti NPK 16-16-16 yang diiringi tambahan pupuk KCl/KNO3) sesuai dosis anjuran.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |