7 Cara Membuat Aquaponik Sederhana dari Kolam Terpal, Praktis untuk Pemula

8 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Memanfaatkan lahan terbatas untuk menghasilkan ikan dan sayuran bisa dilakukan dengan sistem aquaponik. Dengan cara membuat aquaponik sederhana dari kolam terpal, kolam ikan tidak hanya digunakan untuk memelihara ikan, tetapi juga menjadi bagian dari sistem penyedia nutrisi bagi tanaman.

Aquaponik merupakan sistem yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu rangkaian. Air dari kolam yang mengandung limbah ikan dialirkan menuju media tanam, kemudian tanaman membantu menyerap nutrisi sebelum air dikembalikan ke kolam.

Kolam terpal menjadi salah satu pilihan yang praktis karena relatif mudah dipasang, dapat disesuaikan dengan ukuran lahan, dan tidak membutuhkan konstruksi permanen. Dengan beberapa bahan sederhana, sistem aquaponik dapat dibuat untuk skala rumah tangga. Simak cara lengkapnya dibawah ini, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Kamis (20/8/2026).

1. Siapkan Kolam Terpal dan Tempat yang Sesuai

Langkah pertama adalah menyiapkan kolam terpal sebagai tempat pemeliharaan ikan. Ukurannya dapat disesuaikan dengan luas lahan dan jumlah ikan yang ingin dibudidayakan. Pastikan terpal tidak mudah bocor dan rangkanya cukup kuat untuk menahan beban air.

Kolam sebaiknya ditempatkan di area yang mendapatkan cahaya matahari secukupnya. Hindari lokasi yang terlalu panas sepanjang hari karena suhu air yang tinggi dapat mengganggu kondisi ikan.

Selain itu, pilih permukaan yang relatif rata dan stabil. Penempatan yang tepat akan memudahkan pemasangan pipa, pompa, serta sistem pengembalian air dari media tanam ke kolam.

2. Buat Media Tanam untuk Sayuran

Media tanam berfungsi sebagai tempat tanaman tumbuh sekaligus membantu proses penyaringan air. Wadah seperti pipa PVC berukuran besar, talang air, ember, atau kotak tanam dapat digunakan sesuai kebutuhan.

Media tanam dapat diisi menggunakan kerikil, batu apung, atau media lain yang tidak mudah larut dalam air. Pilih bahan yang bersih agar tidak membawa zat yang berpotensi mengganggu ikan.

Jenis tanaman juga perlu disesuaikan dengan sistem. Sayuran berumur pendek seperti kangkung, selada, pakcoy, dan sawi umumnya lebih mudah digunakan untuk aquaponik sederhana karena tidak membutuhkan ruang akar yang terlalu besar.

3. Pasang Pompa dan Pipa Air

Pompa air diperlukan untuk mengalirkan air dari kolam menuju media tanam. Pilih pompa dengan kapasitas yang sesuai dengan ukuran kolam dan jarak antara kolam dengan wadah tanaman.

Pipa kemudian dipasang sebagai jalur air. Posisi pipa perlu dibuat sedemikian rupa agar air dapat mengalir secara teratur dan tidak menyebabkan genangan berlebihan pada media tanam.

Sebelum memasukkan ikan dan tanaman, lakukan pengujian terlebih dahulu. Pastikan pompa dapat bekerja dengan baik, sambungan pipa tidak bocor, dan air dapat kembali ke kolam tanpa meluber.

4. Hubungkan Kolam dengan Sistem Filtrasi

Air kolam mengandung sisa pakan dan limbah ikan yang dapat menjadi sumber nutrisi bagi tanaman. Namun, kotoran berukuran besar sebaiknya disaring terlebih dahulu agar tidak menyumbat pompa atau pipa.

Filter sederhana dapat dibuat menggunakan wadah yang berisi spons, dakron, atau material penyaring lainnya. Filter tersebut membantu menangkap partikel padat sebelum air diteruskan menuju media tanaman.

Pembersihan filter perlu dilakukan secara berkala. Jangan membersihkannya secara berlebihan dengan bahan kimia karena sistem aquaponik bergantung pada mikroorganisme yang membantu mengolah limbah menjadi nutrisi yang dapat dimanfaatkan tanaman.

5. Masukkan Ikan ke Dalam Kolam

Setelah sistem air berjalan dengan baik, ikan dapat dimasukkan ke kolam. Pilih jenis ikan yang relatif mudah dipelihara, seperti nila, lele, atau ikan lain yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.

Jumlah ikan harus disesuaikan dengan kapasitas kolam dan kemampuan sistem filtrasi. Memasukkan ikan terlalu banyak dapat meningkatkan jumlah limbah sehingga kualitas air lebih sulit dikendalikan.

Pemberian pakan juga perlu diperhatikan. Berikan pakan secukupnya dan hindari sisa pakan menumpuk di dasar kolam. Pengelolaan pakan yang baik membantu menjaga kualitas air sekaligus mengurangi beban sistem aquaponik.

6. Tanam Sayuran di Media Aquaponik

Setelah kondisi air stabil, bibit sayuran dapat ditempatkan pada media tanam. Pastikan akar mendapatkan akses terhadap air dan nutrisi, tetapi tanaman tetap memiliki ruang untuk berkembang.

Kangkung dan pakcoy dapat menjadi pilihan bagi pemula karena relatif mudah dirawat. Tanaman dengan ukuran lebih besar sebaiknya menggunakan wadah yang lebih kuat agar tidak mengganggu sirkulasi air.

Perhatikan pertumbuhan tanaman setiap hari. Daun yang menguning, pertumbuhan lambat, atau akar yang membusuk dapat menjadi tanda adanya masalah pada sirkulasi air, kualitas air, atau keseimbangan nutrisi dalam sistem.

7. Rawat Sirkulasi Air dan Kebersihan Sistem

Perawatan menjadi bagian penting agar aquaponik tetap berjalan dalam jangka panjang. Periksa pompa, pipa, filter, dan jalur air secara berkala untuk memastikan tidak ada penyumbatan atau kebocoran.

Kondisi air juga perlu diamati. Air yang terlalu keruh, berbau tidak biasa, atau menunjukkan perubahan kondisi ikan dapat menjadi tanda bahwa sistem perlu diperiksa. Jangan menunggu sampai ikan mengalami masalah untuk melakukan pengecekan.

Tanaman juga perlu dipanen secara bertahap agar sistem tetap seimbang. Dengan perawatan rutin, kolam terpal dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari sistem aquaponik sederhana yang menghasilkan ikan sekaligus sayuran dalam satu area.

Pertanyaan Umum Membuat Aquaponik Sederhana dari Kolam Terpal

1. Apa itu aquaponik?

Aquaponik adalah sistem yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem sirkulasi air.

2. Apakah kolam terpal bisa digunakan untuk aquaponik?

Bisa. Kolam terpal dapat menjadi wadah ikan sekaligus sumber air bernutrisi untuk tanaman.

3. Ikan apa yang cocok untuk aquaponik sederhana?

Nila dan lele termasuk pilihan yang umum digunakan karena relatif mudah dipelihara.

4. Tanaman apa yang cocok untuk aquaponik?

Kangkung, pakcoy, selada, dan sawi dapat menjadi pilihan untuk sistem sederhana.

5. Apakah aquaponik membutuhkan pompa?

Umumnya membutuhkan pompa untuk mengalirkan air dari kolam menuju media tanam dan menjaga sirkulasi.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |