- Mengapa kucing liar sering buang kotoran di halaman rumah?
- Apakah memberi makan kucing liar bisa membuat mereka sering datang?
- Kenapa hewan liar terus kembali ke tempat yang sama?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Halaman rumah yang bersih dan nyaman tentu menjadi dambaan banyak orang. Namun, tidak sedikit pemilik rumah yang merasa terganggu karena area teras, taman, atau pekarangan sering dijadikan tempat buang kotoran oleh kucing liar ataupun anjing liar. Selain menimbulkan bau tidak sedap, kotoran hewan juga dapat mengganggu kebersihan lingkungan dan membuat penghuni rumah merasa kurang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan.
Masalah ini sering terjadi terutama di kawasan permukiman padat penduduk yang memiliki banyak kucing liar berkeliaran. Kucing biasanya memilih area tanah gembur, taman kecil, atau sudut halaman yang sepi untuk buang kotoran. Jika dibiarkan, kebiasaan tersebut bisa terus berulang karena kucing cenderung kembali ke tempat yang memiliki bau penanda dari kotorannya sebelumnya.
Banyak orang mencoba berbagai cara untuk mengusir kucing liar, mulai dari menyiram air hingga menggunakan bahan beraroma menyengat. Namun, tidak semua metode aman atau efektif digunakan dalam jangka panjang. Dokter hewan menyarankan agar penanganan dilakukan dengan cara yang tidak menyakiti hewan, tetapi tetap mampu membuat kucing merasa tidak nyaman berada di area tertentu.
Ada beberapa trik sederhana yang bisa diterapkan untuk mencegah kucing liar buang kotoran di halaman rumah. Dengan langkah yang tepat, halaman rumah dapat tetap bersih, nyaman, dan bebas dari bau kotoran kucing liar. Lantas apa saja trik jitu cegah kucing liar buang kotoran di halaman rumah menurut dokter hewan? Simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Hindari Memberi Makan Kucing atau Anjing Liar di Sekitar Rumah
Menurut drh. Winda Hermin Ayulian (30), salah satu penyebab utama kucing dan anjing liar sering datang ke halaman rumah adalah karena mereka menemukan sumber makanan di area tersebut. Banyak orang tanpa sadar memberi makan hewan liar di depan rumah karena rasa kasihan. Padahal, kebiasaan ini dapat membuat hewan menganggap area rumah sebagai tempat aman untuk mencari makan sekaligus tempat beristirahat dan buang kotoran.
Ketika satu ekor kucing atau anjing rutin mendapatkan makanan di suatu lokasi, hewan lain biasanya ikut datang karena mencium aroma makanan maupun bau khas dari hewan tersebut. Bau tubuh dan kotoran hewan menjadi penanda wilayah yang membuat mereka cenderung kembali ke tempat yang sama secara berulang. Akibatnya, halaman rumah yang awalnya bersih bisa berubah menjadi lokasi favorit hewan liar berkumpul.
Selain itu, sisa makanan yang tercecer di sekitar rumah juga dapat memperkuat daya tarik bagi hewan liar. Aroma makanan basah sangat mudah tercium, terutama pada malam hari saat kondisi lingkungan lebih sepi. Karena itu, drh. Winda menyarankan untuk meminimalisir kontak langsung dengan hewan liar, termasuk tidak membiasakan memberi makan di area pekarangan rumah jika tidak ingin mereka terus datang kembali.
"Pencegahan dari anjing kucing liar untuk masuk maupun buang kotoran sembarangan dengan meminimalisir kontak dengan mereka. Ketika kita memberikan makan di area sekitar rumah maka akan menarik lainnya untuk sering datang, dan bisa juga buang kotoran. Bau khas mereka akan membuat semakin sering untuk datang," ujar dokter hewan asal Sragen ini saat dihubungi melalui pesan teks pada Kamis (7/5/2026).
2. Perkuat Pagar dan Tutup Celah Masuk Hewan
Pencegahan fisik menjadi langkah penting agar kucing dan anjing liar tidak mudah masuk ke halaman rumah. drh. Winda menjelaskan bahwa rumah yang memiliki pagar tetap bisa dimasuki hewan apabila terdapat celah cukup besar di bagian bawah maupun samping pagar. Kucing dikenal sangat lincah dan mampu menyelinap melalui ruang sempit, sedangkan anjing liar sering memanfaatkan area terbuka untuk masuk mencari makanan.
Karena itu, pemilik rumah disarankan membuat perlindungan tambahan dengan memperkecil celah di pagar atau menambahkan penghalang pada area yang sering menjadi akses masuk hewan. Misalnya dengan memasang kawat, pagar tambahan, atau penutup di bagian bawah gerbang. Cara sederhana ini cukup efektif mengurangi kemungkinan hewan liar berkeliaran di pekarangan.
Selain menjaga kebersihan, pembatas fisik membantu menciptakan area yang tidak mudah dijangkau hewan. Jika akses masuk semakin sulit, hewan liar biasanya akan mencari lokasi lain yang lebih mudah didatangi. Langkah ini juga penting terutama bagi rumah yang memiliki taman kecil, area tanah gembur, atau sudut lembap yang sering dijadikan tempat buang kotoran oleh kucing liar.
"Kemudian jika rumah memiliki pagar bisa diberikan pelindungan ganda dengan membuat celah yang lebih kecil agar mereka tidak bisa masuk," lanjutnya.
3. Gunakan Aroma Menyengat yang Tidak Disukai Kucing dan Anjing
Dokter hewan yang praktik di Sukowati Petshop Sragen ini menyebutkan bahwa kucing dan anjing memiliki indra penciuman yang sangat sensitif. Karena itu, penggunaan aroma tertentu dapat menjadi cara alami untuk mengusir mereka dari area rumah. Beberapa aroma yang umumnya tidak disukai hewan liar antara lain jeruk, sereh, cuka, dan lavender.
Aroma menyengat tersebut bisa ditempatkan di area yang sering didatangi hewan, seperti sudut taman, dekat pagar, atau sekitar teras rumah. Pemilik rumah juga dapat menanam tanaman beraroma kuat seperti sereh atau lavender sebagai penghalang alami. Selain membantu mengurangi kedatangan hewan liar, tanaman tersebut juga membuat halaman terlihat lebih asri dan segar.
Meski demikian, aroma pengusir perlu diperbarui secara berkala karena baunya dapat memudar akibat hujan atau terkena panas matahari. Penggunaan bahan alami juga sebaiknya dilakukan secukupnya agar tidak mengganggu penghuni rumah. Dengan penempatan yang tepat, aroma tertentu bisa membantu menciptakan lingkungan yang tidak nyaman bagi kucing dan anjing liar tanpa perlu menyakiti mereka.
"Lalu berikan aroma yang menyengat seperti jeruk, sereh, cuka, lavender disekelilih rumah atau bisa ditanami pohonnya. Bisa juga dengan membeli semprotan anti bau khusus menghilangkan aroma kotoran hewan di petshop agar hewan tidak datang kembali untuk buang kotoran di sekitar rumah," tambah drh. Winda.
4. Bersihkan Bau Kotoran dengan Semprotan Khusus
Salah satu alasan kucing dan anjing sering kembali ke lokasi yang sama adalah karena mereka mengenali bau kotoran atau urin yang tertinggal di area tersebut. drh. Winda menjelaskan bahwa bau tersebut menjadi penanda wilayah bagi hewan. Jika aroma tidak benar-benar hilang, hewan lain juga berpotensi datang dan buang kotoran di tempat yang sama.
Karena itu, membersihkan area hanya dengan air terkadang belum cukup menghilangkan bau yang menempel. drh. Winda menyarankan penggunaan semprotan anti bau khusus yang banyak dijual di petshop untuk membantu menetralisir aroma kotoran hewan. Produk ini dirancang untuk menghilangkan bau yang masih dapat tercium oleh indra penciuman hewan, meskipun manusia mungkin sudah tidak menciumnya.
Pembersihan rutin sangat penting terutama pada area tanah, pot tanaman, atau sudut tembok yang sering terkena kotoran. Semakin cepat area dibersihkan, semakin kecil kemungkinan hewan kembali datang. Dengan lingkungan yang bebas bau penanda, kucing dan anjing liar biasanya akan kehilangan ketertarikan terhadap area rumah tersebut.
5. Kelola Sampah dengan Benar agar Tidak Menarik Hewan Liar
Menurut drh. Winda, sisa makanan yang dibuang sembarangan sering menjadi penyebab utama kucing dan anjing liar berkeliaran di sekitar rumah. Aroma makanan dari sampah rumah tangga sangat mudah menarik perhatian hewan, terutama pada malam hari ketika suasana lingkungan lebih sepi. Karena itu, pengelolaan sampah menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan.
Sisa makanan sebaiknya langsung dibuang ke tempat sampah tertutup rapat dan tidak diletakkan begitu saja di luar rumah. Tempat sampah yang mudah dibuka atau diakses hewan liar akan membuat mereka terbiasa datang untuk mencari makan. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, area rumah akan semakin sering dikunjungi dan berpotensi menjadi tempat buang kotoran.
drh. Winda juga menyarankan agar tempat sampah basah yang berisi sisa makanan ditempatkan agak jauh dari halaman utama rumah. Jika memungkinkan, gunakan tempat sampah dengan tutup kuat agar tidak mudah diacak-acak hewan liar. Lingkungan yang bersih dan minim aroma makanan akan membuat kucing maupun anjing kehilangan alasan untuk datang ke sekitar rumah.
"Hindari membuang sisa makanan langsung ke luar rumah, pastikan dalam kondisi tertutup rapat dan di taruh kedalam tempat sampah. Jauhkan tempat sampah basah sisa makanan dari sekitar rumah atau pastikan tempat sampah yang diluar tidak mudah di akses oleh hewan liar," tekannya.
6. Pastikan Pencahayaan Halaman Rumah Tetap Terang
Pencahayaan rumah ternyata juga memiliki pengaruh besar dalam mencegah kedatangan kucing dan anjing liar. drh. Winda menjelaskan bahwa hewan-hewan tersebut termasuk aktif pada malam hari atau nocturnal. Mereka cenderung mencari area yang gelap, sepi, dan minim aktivitas manusia untuk beristirahat maupun buang kotoran.
Halaman rumah yang redup atau kurang penerangan sering menjadi lokasi favorit hewan liar karena terasa lebih aman. Area taman, sudut pagar, atau belakang rumah yang gelap biasanya lebih sering dijadikan tempat berkumpul hewan pada malam hari. Karena itu, memastikan pencahayaan cukup terang dapat membantu mengurangi keberadaan mereka di sekitar rumah.
Lampu teras, lampu taman, maupun sensor cahaya otomatis bisa digunakan untuk meningkatkan penerangan di area luar rumah. Selain membantu mengusir hewan liar, pencahayaan yang baik juga membuat lingkungan terasa lebih aman dan nyaman bagi penghuni rumah. Dengan suasana yang terang dan aktif, kucing maupun anjing liar biasanya akan mencari tempat lain yang lebih tenang untuk berkeliaran.
"Pastikan pencahayaan sekitar rumah tercukupi, karena anjing dan kucing liar termasuk hewan nocturnal yang aktif ketika malam, bisa menyebabkan sering berada di sekitar rumah yang dirasa minim pencahayaan," tutup drh. Winda.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Trik Jitu Cegah Kucing Liar Buang Kotoran di Halaman Rumah Menurut Dokter Hewan
1. Mengapa kucing liar sering buang kotoran di halaman rumah?
Jawaban: Menurut drh. Winda, kucing liar biasanya memilih area yang sepi, aman, dan memiliki bau penanda dari hewan lain. Halaman dengan tanah gembur, taman kecil, atau area minim pencahayaan sering menjadi tempat favorit mereka untuk buang kotoran.
2. Apakah memberi makan kucing liar bisa membuat mereka sering datang?
Jawaban: Ya. Memberi makan kucing atau anjing liar di sekitar rumah dapat membuat mereka menganggap area tersebut sebagai sumber makanan yang aman. Akibatnya, hewan akan terus datang kembali dan berpotensi buang kotoran di sekitar rumah.
3. Kenapa hewan liar terus kembali ke tempat yang sama?
Jawaban: Kucing dan anjing memiliki indra penciuman yang tajam. Bau urin dan kotoran yang tertinggal menjadi penanda wilayah sehingga hewan lain juga tertarik datang ke lokasi tersebut.
4. Bagaimana cara menghilangkan bau kotoran hewan secara efektif?
Jawaban: Selain dibersihkan dengan air, gunakan semprotan anti bau khusus yang tersedia di petshop. Produk ini membantu menetralisir aroma yang masih dapat tercium oleh hewan meskipun manusia sudah tidak mencium baunya.
5. Apakah cara-cara ini aman untuk hewan?
Jawaban: Ya. Semua cara yang disarankan drh. Winda bertujuan mencegah hewan datang tanpa menyakiti mereka. Metode yang digunakan lebih fokus pada pengelolaan lingkungan agar rumah tidak menarik bagi kucing dan anjing liar.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5630480/original/034314500_1778228266-anjing_shihtzu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5629936/original/033893000_1778227483-kele.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5630130/original/004653800_1778227671-model_teras_kecil_untuk_kombinasi_2_usaha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527505/original/045879500_1773205084-3f5c482a-6d5f-4c2b-8d9a-9a1e393c611f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5629133/original/025053000_1778226120-ternak_sapi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5631583/original/075880000_1778230205-Model_Gelang_Emas_Harian_yang_Tetap_Menguntungkan_saat_Dijual.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5630304/original/025694200_1778227976-Inspirasi_Budidaya_Ayam_Kampung_dan_Kebun_Sayur_untuk_Kelompok_Ibu_Desa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5627525/original/078143200_1778223211-Desain_rumah_8x12_dengan_3_kamar_dan_mushola.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5627723/original/045443000_1778223602-Rumah_Kecil_Type_45_Model_Japandi_dengan_Taman_Belakang_yang_Estetik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567898/original/020082000_1777344449-buah_naga.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5626567/original/073968300_1778221341-fbcd6433-3823-450b-ae3e-2e865b96ccda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560332/original/021389400_1776664960-Penjarangan_Tunas__Shoot_Thinning_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5623745/original/001691100_1778215378-pot_Gantung_di_Atas_Meja_Kerja_atau_Jendela_COV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5621996/original/046710000_1778212390-bayam_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5621363/original/023942200_1778211264-cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5620184/original/064238600_1778209190-naski_kuni_lauk.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5619923/original/041811200_1778208665-warung_kopi_angkringan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5580025/original/020082400_1778124390-3e2fb0fe-2e4a-4757-8f29-97005d62a154.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5619320/original/057277200_1778207503-8827db78-d7c1-4544-b154-7cd303f7f96f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5619851/original/066253500_1778208611-Gemini_Generated_Image_p6fplwp6fplwp6fp.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479596/original/071385300_1768982579-20260121AA_Indonesia_Masters_Jafar-Felisha-05.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470864/original/039639300_1768266170-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481829/original/051298400_1769148336-pohon_duku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477531/original/099454700_1768839717-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473880/original/084419100_1768460771-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472024/original/057223000_1768305981-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476912/original/097996500_1768803121-tips_ternak_ikan_nila.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481613/original/044013900_1769139803-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465083/original/089254000_1767758261-Pasta_Gigi_untuk_Membersihkan_Nat_Keramik_Menghitam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481351/original/076000500_1769089844-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489268/original/078646900_1769835675-Jualan_buah_goreng__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476315/original/009598000_1768727844-batik_wanita_untuk_lebaran_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530617/original/099175500_1773466166-mud1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476747/original/053047400_1768797593-Model_Baju_Bridesmaid_Rok_dan_Atasan_Simpel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488893/original/092856000_1769769033-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_16.18.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473676/original/029754000_1768452359-Gemini_Generated_Image_k8yp8xk8yp8xk8yp_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475448/original/073386200_1768619576-desain_kandang_ayam_dari_kardus_bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495984/original/028777500_1770452855-unnamed__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490815/original/001976100_1770026229-jualan_es.jpg)