6 Cara Ternak Bekicot di Galon, Menjanjikan Jadi Sumber Penghasilan Tambahan

18 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Bekicot, hewan berlendir yang seringkali dianggap hama, kini telah bertransformasi menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi di Indonesia. Potensi budidaya bekicot semakin diminati, tidak hanya untuk memenuhi permintaan pasar kuliner dan kosmetik, tetapi juga sebagai pakan alternatif bernutrisi tinggi bagi sektor perikanan dan peternakan. Dengan modal yang relatif minim dan lahan terbatas, Anda bisa memulai cara ternak bekicot di galon bekas di pekarangan rumah sebagai sumber penghasilan menjanjikan.

Metode cara ternak bekicot di galon menawarkan solusi praktis bagi para pemula yang ingin berbudidaya tanpa memerlukan kolam besar atau peralatan rumit. Konsep ini memungkinkan kontrol kelembapan lingkungan yang lebih mudah, sebuah faktor krusial bagi kelangsungan hidup bekicot.  Artikel ini akan mengupas cara ternak bekicot di galon, dilansir dari berbagai sumber, Senin (18/5/2026).

1. Persiapan Media dan Kandang Galon yang Efektif

Langkah awal dalam cara ternak bekicot di galon adalah menyiapkan wadah yang tepat dan sesuai. Gunakan galon air bekas berukuran besar untuk memberikan ruang gerak yang cukup bagi bekicot. Ukuran galon yang memadai akan mendukung pertumbuhan bekicot agar tidak saling berebut ruang. Idealnya, 1 galon air berukuran sekitar 19 liter, diisi 15-20 ekor bekicot.

"Ada 1 galon yang kita isi 20 ekor, ada yang 15 ekor," dilansir Liputan6.com dari kanal YouTube Kamsol Sayur pada Senin (18/5/2026).

Selanjutnya, buat lubang-lubang kecil pada bagian samping atas atau tutup galon untuk sirkulasi udara yang baik. Pastikan lubang tersebut cukup kecil agar anak bekicot tidak kabur dan tetap aman di dalam kandang. Sirkulasi udara yang optimal penting untuk menjaga kesehatan bekicot.

Lapisi dasar galon dengan tanah humus atau tanah gembur setebal 5-7 cm. Tanah ini berfungsi menjaga kelembapan dan sebagai tempat bekicot bertelur, meskipun beberapa sumber menyarankan ketebalan hingga 30 cm untuk lapisan tanah. Penempatan galon juga krusial; letakkan di area yang teduh dan lembap, terlindung dari sinar matahari langsung.

2. Memilih Indukan Bekicot Berkualitas untuk Hasil Optimal

Keberhasilan budidaya bekicot sangat bergantung pada kualitas indukan yang Anda pilih. Pilihlah bibit bekicot yang sehat, tidak cacat, aktif bergerak, serta memiliki cangkang yang kuat dan utuh. Ciri-ciri ini menandakan bekicot memiliki potensi reproduksi dan pertumbuhan yang baik.

Indukan yang baik biasanya memiliki berat sekitar 70-100 gram dan panjang cangkang minimal 6-7 cm. Ukuran dan berat yang ideal menunjukkan kematangan bekicot untuk berkembang biak. Memilih indukan berkualitas akan meningkatkan peluang keberhasilan dalam cara ternak bekicot di galon.

Meskipun bekicot bersifat hermafrodit, artinya memiliki dua alat kelamin, mereka tetap memerlukan perkawinan dengan bekicot lain untuk reproduksi. Proses perkawinan ini biasanya terjadi pada malam hari, dari pukul 21.00 hingga 06.00. Memahami siklus ini penting untuk mengoptimalkan perkembangbiakan.

3. Pakan dan Nutrisi Esensial untuk Pertumbuhan Bekicot

Bekicot adalah herbivora dan sangat menyukai berbagai jenis sayuran serta buah-buahan. Pakan favorit mereka meliputi daun pepaya, gambas, daun singkong, sawi, kangkung, mentimun, dan sisa kulit buah. Pastikan semua pakan dicuci bersih untuk menghilangkan pestisida atau kotoran yang mungkin menempel.

Pemberian pakan sebaIKNya dilakukan pada sore atau malam hari karena bekicot lebih aktif mencari makan di waktu tersebut. Bekicot aktif makan hampir sepanjang waktu, sehingga pemberian pakan rutin sangat diperlukan untuk pertumbuhan yang optimal. Nutrisi yang cukup akan menghasilkan bekicot yang lebih sehat dan berkualitas.

Selain pakan utama, bekicot juga membutuhkan asupan kalsium untuk pembentukan cangkang yang kuat. Anda bisa menambahkan bubuk cangkang telur, kapur pertanian, atau tepung tulang sebagai suplemen kalsium. Kalsium sangat penting agar cangkang bekicot tidak mudah rapuh dan pertumbuhannya maksimal.

4. Perawatan Optimal untuk Pertumbuhan Maksimal Bekicot di Galon

Menjaga kelembapan adalah kunci utama dalam keberhasilan cara ternak bekicot di galon. Rutin semprotkan air secukupnya ke dalam galon agar media tetap lembap, namun hindari kondisi terlalu basah yang dapat memicu jamur dan bakteri. Keseimbangan kelembapan sangat penting untuk kesehatan bekicot.

Bersihkan sisa pakan yang tidak habis setiap hari untuk mencegah pembusukan dan mengundang hama seperti semut atau penyakit. Kebersihan kandang adalah faktor krusial untuk mencegah bekicot stres dan lambat tumbuh. Pembersihan rutin juga mengurangi risiko infeksi dan menjaga lingkungan tetap higienis.

Lindungi bekicot dari predator seperti semut, tikus, atau hewan lain dengan memastikan galon tertutup rapat dan area sekitarnya bersih. Hindari kepadatan berlebihan dalam galon. Kepadatan yang tepat akan memastikan bekicot tumbuh dengan baik tanpa stres.

5. Proses Reproduksi dan Penetasan Telur Bekicot

Setelah proses perkawinan, bekicot akan menggali tanah untuk menyembunyikan telur-telurnya. Dalam satu periode, seekor bekicot mampu menghasilkan 100-200 butir telur. Jumlah telur yang banyak ini menunjukkan potensi reproduksi bekicot yang tinggi.

Telur bekicot akan menetas dalam waktu sekitar 5-15 hari setelah diletakkan. Setelah menetas, anak bekicot akan tinggal di dalam tanah selama 5-15 hari sebelum akhirnya muncul ke permukaan. Periode ini penting untuk perkembangan awal anak bekicot.

Pindahkan indukan setelah bertelur ke kandang lain untuk menghindari kanibalisme dan memberikan ruang yang cukup bagi anak bekicot yang baru menetas. Pemisahan ini juga membantu menjaga kebersihan lingkungan penetasan dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup anakan.

6. Panen dan Pemanfaatan Hasil Ternak Bekicot

Bekicot siap dipanen ketika berumur 5-8 bulan, dengan panjang cangkang yang mencapai 8-10 cm. Ukuran ini menunjukkan bekicot telah mencapai kematangan optimal untuk dipasarkan atau diolah. Panen yang tepat waktu memastikan kualitas produk.

"Tahap pertama panen 6-8 bulan. setelah itu bekicot bisa dipanen setiap 1 minggu-15 hari sekali atau 1 bulan sekali. tergantung variasi  (varietas). " dilansir Liputan6.com dari kanal YouTube Kamsol Sayur pada Senin (18/5/2026).

Proses panen dilakukan dengan memungut bekicot satu per satu secara hati-hati untuk menghindari kerusakan cangkang. Setelah dipanen, bersihkan cangkang dari kotoran yang menempel dengan menyiram air. Bekicot yang bersih akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Bekicot dapat dimanfaatkan secara luas, baik sebagai pakan ternak seperti lele dan unggas karena kandungan proteinnya yang tinggi, maupun diolah untuk konsumsi manusia. Selain itu, bekicot juga menjadi bahan baku penting dalam industri kosmetik. Potensi pasar yang beragam ini menjadikan cara ternak bekicot di galon sebagai peluang bisnis yang sangat menjanjikan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik Ternak Bekicot

1. Mengapa bekicot cocok diternak di galon?

Bekicot cocok diternak di galon karena metode ini hemat lahan, modal minim, dan memudahkan kontrol kelembapan lingkungan yang krusial bagi bekicot.

2. Bagaimana cara menyiapkan galon untuk ternak bekicot?

Galon bekas berukuran besar (minimal 70-100 liter) dilubangi untuk sirkulasi udara, lalu dilapisi dasar dengan tanah humus setebal 5-7 cm sebagai media hidup dan tempat bertelur.

3. Apa saja pakan yang baik untuk bekicot?

Bekicot menyukai sayuran seperti daun pepaya, daun singkong, sawi, kangkung, mentimun, serta sisa kulit buah. Penting juga menambahkan sumber kalsium seperti bubuk cangkang telur.

4. Berapa lama bekicot bisa dipanen?

Bekicot umumnya dapat dipanen pada usia 5-8 bulan, ketika panjang cangkangnya mencapai 8-10 cm.

5. Apa manfaat utama dari ternak bekicot?

Ternak bekicot memiliki manfaat sebagai sumber protein tinggi untuk pakan ternak (lele, unggas), bahan baku kuliner, dan industri kosmetik.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |