6 Cara Menanam Kacang Hijau ala Petani Desa, Mudah Dipraktikkan untuk Pemula Raih Panen Melimpah

8 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Pertanian di pedesaan selalu menghadirkan proses panjang mulai dari pengolahan lahan, hingga tahap panen yang membutuhkan ketelatenan tinggi dalam setiap langkahnya. Salah satu praktik yang masih banyak diterapkan masyarakat, adalah cara menanam kacang hijau sebagai bagian dari pemanfaatan lahan bekas tanam sebelumnya, agar tetap produktif sepanjang tahun. Aktivitas ini tidak hanya berkaitan soal menanam benih ke tanah, tetapi juga mencakup pemahaman mendalam tentang pola musim, kondisi tanah, hingga kebiasaan petani dalam menjaga kesinambungan hasil pertanian.

Di berbagai wilayah desa, pengalaman lapangan menjadi dasar utama dalam menentukan keberhasilan budidaya tanaman pangan. Petani biasanya mengandalkan kebiasaan turun-temurun yang telah terbukti mampu menjaga hasil panen tetap stabil dari musim ke musim. Dalam konteks cara menanam kacang hijau, pengetahuan praktis dari petani menjadi acuan penting dalam menentukan waktu tanam setelah panen padi selesai dilakukan.

“Setelah padi dipanen, lahan tidak dibiarkan kosong terlalu lama, melainkan langsung dibersihkan dari sisa jerami, rumput liar, dan gulma yang mengganggu,” ungkap Mariana Ety, petani desa sekaligus guru sekolah dasar ini saat dihubungi Liputan6.com

Setiap tahap dalam proses pertanian juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang berubah sepanjang tahun, terutama saat musim hujan mulai berlangsung secara konsisten. Pada periode tersebut, kelembapan tanah berada pada tingkat ideal sehingga mendukung pertumbuhan awal tanaman secara lebih optimal. Dalam praktik cara menanam kacang hijau, petani memanfaatkan momentum musim hujan sebagai waktu paling tepat untuk memulai penanaman di lahan yang sudah disiapkan.

“Biasanya saya mulai menanam saat musim hujan, karena tanah lebih lembap dan tanaman lebih cepat bertumbuh,” ujar Mariana Ety saat menjelaskan kebiasaan menanam di lahannya. Lantas seperti apa proses menanamnya? Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum pada Kamis (28/5/2026).

1. Menanam Kacang Hijau di Lahan Bekas Padi

Mariana Ety menjelaskan bahwa salah satu kebiasaan yang telah lama dilakukan oleh para petani di wilayah desanya yaitu Kabupaten Kepulauan Tanimbar, adalah memanfaatkan lahan bekas panen padi sebagai media utama untuk melanjutkan aktivitas bercocok tanam, khususnya untuk tanaman kacang hijau yang dinilai memiliki daya tumbuh cukup baik pada kondisi lahan yang sudah pernah digunakan sebelumnya. Setelah proses panen padi selesai dilaksanakan, lahan tidak dibiarkan dalam keadaan kosong dalam waktu yang lama, melainkan segera mendapatkan perlakuan lanjutan berupa pembersihan menyeluruh dari berbagai sisa tanaman seperti jerami padi, rumput liar yang tumbuh tidak terkendali, serta gulma yang berpotensi mengganggu kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman berikutnya.

Biasanya setelah lahan selesai dibersihkan, bibit kacang hijau langsung ditanam di tanah. Jadi tidak terlalu banyak proses tambahan. Setelah panen padi selesai, lahannya dibersihkan dulu dari sisa rumput maupun batang padi yang masih tertinggal, baru setelah itu bibit kacang hijau langsung dimasukkan ke dalam tanah untuk ditanam. Cara seperti ini sudah lama dilakukan petani di sini dan hasilnya cukup bagus," tutur Mariana saat dihubungi tim Liputan6.com

Setelah seluruh area lahan dipastikan berada dalam kondisi bersih, rapi dan siap digunakan kembali untuk proses budidaya, benih kacang hijau kemudian langsung ditanam ke dalam tanah tanpa melalui tahapan yang terlalu kompleks atau membutuhkan proses pengolahan tambahan yang panjang. Metode penanaman seperti ini dianggap sangat efektif oleh para petani karena kondisi tanah bekas sawah umumnya masih memiliki struktur yang cukup baik dan sudah siap menerima benih baru, sehingga biji kacang hijau dapat dengan cepat menyesuaikan diri terhadap lingkungan tanah yang baru saja dibersihkan tersebut dan kemudian mulai menjalani proses pertumbuhan secara alami hingga berkembang menjadi tanaman yang sehat.

Berdasarkan pengalaman panjang yang dimiliki Mariana Ety dalam kegiatan pertanian sehari-hari, waktu yang dianggap paling ideal dan paling menguntungkan untuk melakukan penanaman kacang hijau adalah pada saat musim hujan mulai berlangsung secara stabil di wilayah tersebut. Pada periode musim hujan, kondisi kelembapan tanah berada pada tingkat yang lebih optimal, sehingga sangat membantu mempercepat proses perkecambahan benih serta memberikan dukungan alami bagi tanaman muda agar dapat tumbuh dengan lebih cepat, lebih kuat, dan tidak mudah mengalami kekeringan atau kelayuan pada fase awal pertumbuhannya.

Ia juga menambahkan bahwa momen yang paling tepat untuk memulai proses penanaman biasanya terjadi setelah musim panen padi selesai dilaksanakan dan curah hujan mulai turun secara konsisten dalam beberapa waktu. Pada kondisi seperti ini, para petani umumnya langsung melakukan pengolahan kembali terhadap lahan pertanian mereka agar tidak ada waktu kosong yang terbuang sia-sia tanpa adanya aktivitas budidaya tanaman, sehingga lahan dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk menghasilkan hasil pertanian yang produktif sepanjang tahun.

"Biasanya saya mulai menanam saat musim hujan mulai datang. Menurut pengalaman saya, kacang hijau lebih bagus ditanam pada musim hujan karena tanah masih lembap dan tanaman lebih cepat bertumbuh. Jadi setelah panen padi selesai lalu hujan mulai turun, itu waktu yang paling cocok untuk mulai menanam kacang hijau," jelasnya.

3. Masa Tumbuh dan Waktu Panen Kacang Hijau

Dalam penjelasan lebih lanjut, Mariana Ety menyampaikan bahwa tanaman kacang hijau pada umumnya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan penuh sejak masa penanaman awal hingga akhirnya siap untuk dipanen oleh para petani. Selama kurun waktu tersebut, tanaman akan melalui berbagai tahapan pertumbuhan yang cukup penting, mulai dari fase awal perkecambahan biji, perkembangan akar dan batang, pertumbuhan daun yang semakin rimbun, hingga akhirnya pembentukan polong yang di dalamnya berisi biji kacang hijau yang siap dipanen.

Apabila kondisi cuaca selama masa pertumbuhan berada dalam keadaan mendukung dan stabil, serta perawatan tanaman dilakukan secara konsisten dan sesuai kebutuhan, maka hasil panen yang diperoleh biasanya akan jauh lebih optimal baik dari segi jumlah maupun kualitas bijinya. Oleh karena itu, pemahaman mengenai siklus pertumbuhan tanaman menjadi hal yang sangat penting bagi para petani agar mereka dapat memperkirakan waktu panen secara lebih akurat dan merencanakan pola tanam berikutnya dengan lebih teratur.

"Kurang lebih sekitar tiga bulan sudah bisa dipanen. Kalau cuaca bagus dan perawatannya lancar, tanaman bisa tumbuh dengan baik sampai masa panen. Biasanya petani di sini memang sudah memperkirakan waktu tanam supaya hasil panennya bisa bagus," jelas petani desa ini.

4. Perawatan Sederhana: Kunci Hasil Panen Berkualitas

Menurut penuturan Mariana Ety, proses perawatan tanaman kacang hijau sebenarnya tidak tergolong rumit atau membutuhkan teknik yang terlalu kompleks, akan tetapi tetap memerlukan ketelatenan, kedisiplinan, dan perhatian yang dilakukan secara rutin oleh petani selama masa pertumbuhan tanaman berlangsung. Salah satu bentuk perawatan paling penting yang harus dilakukan secara berkala adalah membersihkan rumput liar yang tumbuh di sekitar area tanaman agar tidak mengganggu proses pertumbuhan kacang hijau.

Rumput liar yang tidak dikendalikan dengan baik dapat menjadi pesaing utama bagi tanaman kacang hijau dalam memperoleh nutrisi dari dalam tanah, sehingga apabila dibiarkan tumbuh terlalu banyak dan tidak segera dibersihkan, maka pertumbuhan tanaman kacang hijau dapat menjadi terhambat, kurang maksimal, bahkan berpotensi menghasilkan panen yang tidak sesuai harapan. Oleh sebab itu, kegiatan pembersihan lahan secara rutin dan terjadwal menjadi salah satu langkah penting yang tidak boleh diabaikan dalam proses perawatan harian tanaman.

5. Cara Mengelola Bibit dan Hasil Panen

Mariana Ety juga menjelaskan bahwa pada umumnya benih kacang hijau langsung digunakan untuk proses penanaman segera setelah lahan dipastikan sudah siap digunakan, tanpa perlu disimpan dalam jangka waktu yang terlalu lama. Setelah masa panen tiba dan hasil kacang hijau berhasil dikumpulkan dari lahan, biji-biji tersebut kemudian akan melalui proses pengeringan dengan cara dijemur secara langsung di bawah sinar matahari hingga benar-benar mencapai kondisi kering secara sempurna.

Proses pengeringan ini memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga kualitas biji kacang hijau agar tetap baik, tidak mudah mengalami kerusakan, serta tidak mengalami pertumbuhan kembali secara tidak terkontrol ketika disimpan dalam jangka waktu tertentu. Setelah proses pengeringan selesai dilakukan dengan baik, sebagian dari hasil panen tersebut biasanya akan disisihkan dan disimpan kembali untuk dijadikan sebagai bibit pada musim tanam berikutnya, sehingga para petani tidak perlu selalu bergantung pada pembelian benih baru setiap kali akan memulai siklus tanam berikutnya.

6. Pola Tanam Berulang di Lahan yang Sama

Salah satu kebiasaan yang hingga saat ini masih sering diterapkan oleh para petani desa, termasuk sebagaimana yang disampaikan oleh Mariana Ety, adalah melakukan penanaman kacang hijau secara berulang pada lahan pertanian yang sama dari waktu ke waktu. Setelah proses panen selesai dilakukan, lahan tersebut tidak dibiarkan dalam keadaan kosong terlalu lama, melainkan kembali diolah dan dipersiapkan untuk kegiatan penanaman berikutnya selama kondisi tanah masih berada dalam keadaan subur dan faktor musim masih memungkinkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

"Maksudnya setelah panen pertama selesai, biasanya petani kembali menanam kacang hijau lagi di lahan yang sama. Jadi habis panen tidak berhenti begitu saja, tetapi dilanjutkan lagi untuk musim tanam berikutnya selama kondisi cuaca masih mendukung dan lahan masih bagus digunakan."

Pola tanam berulang seperti ini memberikan keuntungan yang cukup besar bagi para petani karena mampu menjaga tingkat produktivitas lahan tetap stabil sepanjang tahun tanpa harus memberikan jeda waktu yang terlalu lama antara satu musim tanam dengan musim tanam berikutnya. Selain itu, sistem ini juga membantu petani dalam mempertahankan keberlanjutan produksi hasil pertanian keluarga sehingga kebutuhan pangan maupun ekonomi rumah tangga dapat tetap terpenuhi secara lebih teratur dan berkesinambungan.

Pertanyaan Seputar Cara Menanam Kacang Hijau ala Petani Desa

Apa saja ciri benih kacang hijau yang berkualitas baik?

Benih berkualitas memiliki warna hijau tua konsisten, ukuran seragam, bernas, tidak keriput, bebas hama, dan daya kecambah tinggi.

Bagaimana cara mempersiapkan lahan untuk menanam kacang hijau dengan metode tanpa olah tanah?

Lahan dibersihkan dari sisa jerami padi dan tunggul dipotong pendek tanpa perlu dibajak, terutama pada bekas sawah.

Kapan waktu terbaik untuk menanam kacang hijau?

Waktu terbaik adalah musim kemarau atau setelah panen padi untuk lahan kering baru, awal musim hujan bisa jadi pilihan.

Bagaimana tanda-tanda kacang hijau siap panen?

Kacang hijau siap panen saat sebagian besar polong menguning dan kering, atau berubah warna menjadi coklat hingga hitam.

Apa yang harus dilakukan setelah kacang hijau dipanen?

Setelah panen, polong dijemur 2-3 hari, biji dipisahkan, dibersihkan, lalu dijemur lagi hingga kadar air 8-10% untuk penyimpanan.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |