Liputan6.com, Jakarta - Halaman rumah kerap menjadi area terbuka yang rentan mengalami gangguan dari berbagai jenis hewan liar, maupun peliharaan yang memiliki kebiasaan menggali tanah. Aktivitas tersebut sering menimbulkan kondisi permukaan tanah menjadi tidak rata, merusak tanaman hias, hingga mengganggu estetika lingkungan sekitar. Dalam situasi seperti ini, cara cepat mengatasi halaman yang sering digali hewan menjadi topik penting, bagi banyak pemilik rumah yang ingin menjaga kerapian area luar hunian tetap optimal.
Permasalahan penggalian tanah di halaman biasanya dipicu oleh kondisi lingkungan tertentu seperti aroma makanan, struktur tanah yang terlalu gembur, atau keberadaan serangga kecil di dalamnya. Hal tersebut membuat hewan tertarik untuk kembali mengulang aktivitas serupa pada titik yang sama. Oleh sebab itu, cara cepat mengatasi halaman yang sering digali hewan banyak dicari sebagai solusi praktis, untuk mengembalikan fungsi halaman sebagai ruang hijau yang nyaman.
Berbagai pendekatan alami kini semakin diminati sebagai alternatif pengendalian gangguan hewan di area pekarangan rumah. Penggunaan bahan tradisional hingga tanaman tertentu dianggap mampu menciptakan lingkungan yang tidak disukai oleh hewan penggali tanah. Dalam konteks ini, cara cepat mengatasi halaman yang sering digali hewan menjadi panduan penting, di mana menjaga keseimbangan antara keindahan taman dan keamanan permukaan tanah.
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (5/7/2026).
1. Menggunakan Aroma Pengusir Alami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287563/original/060333800_1783235231-Screenshot_2026-07-05_140035.jpg)
Perbesar
Salah satu metode paling sederhana sekaligus efektif untuk mengatasi gangguan hewan yang memiliki kebiasaan menggali area halaman adalah memanfaatkan berbagai jenis aroma alami yang secara alami tidak disukai oleh mereka. Beberapa bahan rumah tangga seperti cuka, bawang putih, dan serai memiliki karakter bau yang cukup kuat dan tajam sehingga mampu mengganggu sistem penciuman hewan serta membuat mereka enggan mendekat.
Larutan campuran air dan cuka dapat diaplikasikan dengan cara disemprotkan pada titik-titik tanah yang sering menjadi lokasi penggalian. Selain itu, bawang putih yang telah dihancurkan lalu disebarkan secara merata di permukaan tanah juga dapat memberikan efek pengusiran yang cukup signifikan. Kombinasi aroma menyengat dari bahan-bahan tersebut akan menciptakan kondisi lingkungan yang tidak nyaman bagi hewan sehingga mereka cenderung menjauhi area tersebut dalam jangka waktu tertentu.
2. Menanam Tanaman Pengusir Hama
Pendekatan alami lainnya yang dapat diterapkan adalah dengan menanam berbagai jenis tanaman tertentu yang memiliki aroma khas dan tidak disukai oleh hewan penggali tanah. Beberapa contoh tanaman yang sering digunakan antara lain lavender, mint, rosemary, serta sereh wangi yang dikenal memiliki aroma kuat dan menyegarkan bagi manusia namun kurang disukai oleh hewan tertentu.
Keberadaan tanaman-tanaman ini tidak hanya berfungsi sebagai pengusir alami, tetapi juga mampu meningkatkan nilai estetika halaman rumah sehingga terlihat lebih hijau, segar, dan tertata. Secara bertahap, lingkungan yang dipenuhi aroma tanaman tersebut akan menciptakan zona yang kurang nyaman bagi hewan penggali, sehingga mereka akan mencari area lain yang lebih sesuai dengan habitatnya.
3. Menggunakan Bubuk Rempah sebagai Penghalang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287564/original/064639300_1783235231-Screenshot_2026-07-05_140159.jpg)
Perbesar
Pemanfaatan rempah-rempah dapur juga dapat menjadi solusi alami yang cukup efektif untuk mengurangi aktivitas hewan yang menggali tanah di halaman. Beberapa jenis rempah seperti cabai bubuk, lada hitam, dan kunyit memiliki aroma serta sensasi tertentu yang dapat mengganggu kenyamanan hewan saat berada di area tersebut.
Rempah-rempah ini dapat ditaburkan secara langsung pada permukaan tanah di lokasi yang sering menjadi titik penggalian. Sensasi pedas dan aroma kuat yang dihasilkan akan membuat hewan merasa tidak nyaman untuk kembali mengulangi aktivitas yang sama. Selain ramah lingkungan, metode ini juga relatif aman digunakan selama tidak diterapkan secara berlebihan agar tidak mengganggu kualitas tanah.
4. Memanfaatkan Kulit Telur dan Kulit Jeruk
Bahan dapur sederhana seperti kulit telur dan kulit jeruk ternyata memiliki manfaat tambahan dalam membantu mengatasi masalah hewan penggali di halaman rumah. Kulit telur yang telah dihancurkan dapat disebarkan di atas permukaan tanah untuk menciptakan tekstur kasar yang kurang disukai oleh hewan tertentu.
Sementara itu, kulit jeruk mengandung aroma sitrus alami yang cukup kuat sehingga berfungsi sebagai pengusir hewan secara alami. Jika kedua bahan ini digunakan secara bersamaan, efek perlindungan terhadap area halaman akan menjadi lebih optimal karena kombinasi antara tekstur tidak nyaman dan aroma menyengat dapat membantu menjaga area tetap aman dari gangguan hewan penggali.
5. Menjaga Kebersihan Halaman Secara Rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672201/original/052485200_1778472232-unnamed__15_.jpg)
Perbesar
Selain mengandalkan bahan alami, faktor kebersihan lingkungan juga memegang peranan penting dalam mencegah hewan datang dan menggali tanah di halaman rumah. Sisa makanan, sampah organik, atau bau tertentu yang tertinggal di area terbuka dapat menjadi daya tarik bagi berbagai jenis hewan.
Dengan melakukan pembersihan secara rutin dan menjaga kondisi halaman tetap rapi, maka potensi area tersebut menjadi target gangguan hewan dapat berkurang secara signifikan. Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana yang kurang menarik bagi hewan liar sehingga mereka cenderung tidak kembali ke lokasi tersebut.
6. Mengatur Tekstur Tanah agar Tidak Mudah Digali
Hewan pada umumnya lebih menyukai tanah yang memiliki tekstur gembur dan mudah untuk digali, sehingga kondisi ini sering menjadi faktor utama terjadinya kerusakan pada permukaan halaman. Untuk mengurangi hal tersebut, salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan mengubah struktur tanah agar menjadi kurang menarik bagi hewan.
Penambahan material seperti kerikil kecil atau pasir kasar pada beberapa bagian tertentu dapat membantu memperkuat permukaan tanah sehingga tidak mudah digali. Selain itu, penggunaan tanaman penutup tanah juga dapat menjadi alternatif alami untuk menstabilkan struktur permukaan halaman sekaligus memberikan tampilan yang lebih hijau dan terawat.
Penyebab dan Solusi yang Efektif
Masalah halaman rumah yang sering digali hewan merupakan kondisi yang cukup umum terjadi, terutama pada area pekarangan yang memiliki tanah gembur dan lingkungan terbuka. Aktivitas ini tidak hanya mengganggu keindahan taman, tetapi juga dapat merusak tanaman hias, struktur tanah, hingga membuat halaman terlihat tidak terawat. Untuk memahami penanganannya secara tepat, penting terlebih dahulu mengetahui faktor penyebab sebelum menerapkan berbagai solusi yang efektif.
- Salah satu penyebab utama hewan menggali halaman adalah kondisi tanah yang terlalu lunak atau mudah diolah. Tanah jenis ini sangat menarik bagi hewan seperti kucing, anjing kecil, atau bahkan tikus karena memudahkan mereka untuk mencari makanan, membuat sarang, atau sekadar beraktivitas di dalamnya. Selain itu, keberadaan sisa makanan, sampah organik, atau aroma tertentu juga dapat menjadi pemicu utama yang mengundang hewan datang ke area tersebut.
- Faktor lain yang tidak kalah penting adalah keberadaan serangga atau organisme kecil di dalam tanah. Hewan penggali sering kali mencari sumber makanan alami di dalam tanah, sehingga area yang kaya akan serangga menjadi target yang menarik. Kondisi lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya juga turut memperbesar peluang hewan kembali mengulangi aktivitas penggalian di lokasi yang sama.
- Untuk mengatasi masalah ini, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengubah kondisi lingkungan agar tidak lagi menarik bagi hewan. Menjaga kebersihan halaman secara rutin menjadi hal mendasar yang sangat penting, termasuk menghilangkan sisa makanan, dedaunan membusuk, serta bau-bau yang dapat memancing hewan datang kembali.
- Selain itu, penggunaan bahan alami sebagai pengusir hewan juga terbukti cukup efektif. Bahan seperti cuka, bawang putih, cabai bubuk, dan serai dapat dimanfaatkan untuk menciptakan aroma yang tidak disukai hewan. Penaburan bahan tersebut di area yang sering digali dapat membantu mengurangi frekuensi gangguan secara bertahap tanpa merusak lingkungan sekitar.
- Solusi lainnya adalah dengan memperkuat struktur permukaan tanah agar tidak mudah digali. Penambahan kerikil kecil, pasir kasar, atau penggunaan tanaman penutup tanah dapat menjadi cara alami untuk membuat area halaman menjadi kurang nyaman bagi hewan.
Dengan kombinasi antara pengendalian lingkungan, penggunaan bahan alami, serta perbaikan struktur tanah, masalah hewan penggali dapat diatasi secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Pertanyaan Seputar Cara Mengatasi Halaman yang Sering Digali Hewan
Mengapa hewan peliharaan saya sering menggali halaman?
Anjing bisa menggali karena bosan, mencari mangsa, mencari kenyamanan fisik, mencoba melarikan diri, mengubur barang berharga, atau mendinginkan diri. Kucing menggali untuk menandai wilayah, mencari tempat buang air yang nyaman, atau sekadar bermain.
Apa saja solusi fisik yang efektif untuk mencegah hewan menggali?
Pemasangan pagar yang ditanam minimal 30 sentimeter ke dalam tanah, penggunaan pagar kawat kasa galvanis, penutup tanah seperti kerikil atau batu hias, serta penghalang berbentuk L yang ditanam di bawah tanah sangat efektif.
Bahan alami apa yang bisa digunakan sebagai pengusir hewan penggali?
Anda bisa menggunakan ampas kopi, kotoran hewan peliharaan (untuk tikus tanah), minyak esensial seperti peppermint atau eucalyptus (untuk tikus), bubuk cabai atau merica (untuk tupai), serta cuka (untuk kucing).
Kapan sebaiknya saya memanggil ahli pengendalian hama profesional?
Anda sebaiknya memanggil profesional jika menghadapi infestasi hama yang parah, tidak yakin jenis hewan apa yang menggali halaman Anda, atau jika hewan tersebut berpotensi berbahaya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8958539/original/018332300_1782975171-Vxd5QOgQjcGvEGt3hAqWfl4nqhyMKB6zRFzmyEGF.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9287700/original/070681700_1783243825-Untitledw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9287704/original/024952500_1783245470-Untitled6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9287538/original/070767800_1783233979-Untitled2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9287664/original/032598300_1783241531-f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9287690/original/072488300_1783243459-HL_pagar_bunga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9287657/original/012339500_1783240484-Gemini_Generated_Image_nhjxxinhjxxinhjx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9287517/original/094578600_1783232091-e9b04286-354a-414a-bd69-2fba7eadba0e.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9287441/original/007541700_1783227618-Hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9287556/original/095057100_1783235201-rumah_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9111122/original/017533800_1783059849-Desain_Pergola_Belakang_Rumah_Agar_Terasa_Lebih_Sejuk_sebagai_Inspirasi_Gaya_Minimalis_hingga_Tropis_Model_Atap_Bambu.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9287507/original/094231700_1783230854-zcf428526-in-rice-field-2679153.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9287470/original/074897500_1783228851-Gemini_Generated_Image_wo7s3cwo7s3cwo7s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9287437/original/024886300_1783227176-Screenshot_2026-07-05_114820.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8958522/original/067492000_1782975167-c0cK3slLeK0ITHfGCHcUywKQGLp9ulLvXH457EKK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5323065/original/041095600_1755762529-menabung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9287486/original/055768500_1783229718-melati_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9287400/original/076932900_1783224499-aaA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9287361/original/076753800_1783220954-Untitled1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9287335/original/050545800_1783217667-8ab1d91d-2089-4abc-a602-37c0969c1a5a.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533446/original/043365700_1773737304-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530617/original/099175500_1773466166-mud1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539244/original/040883000_1774594881-rumah_minimalis_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528599/original/064914600_1773288962-Ashera_Dress_Sq1_1770721983416.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534966/original/037393500_1773906231-Rak_Susun_Minimalis_di_Sudut_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524816/original/031467100_1773012780-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508983/original/035798900_1771646536-desain_kebun_sayur__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530339/original/025873100_1773408788-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528242/original/032994000_1773267692-coq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520788/original/042905900_1772639398-Amplop_Lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529928/original/090225400_1773386765-unnamed__75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529491/original/090218200_1773361566-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525047/original/013340400_1773029609-ternak_bebek_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528263/original/059958400_1773269726-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515501/original/077125600_1772178069-unnamed__67_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530898/original/073396600_1773503661-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530444/original/000369600_1773442595-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4009875/original/001439500_1651133864-3795223.jpg)