Liputan6.com, Jakarta - Idul Adha identik dengan pelaksanaan ibadah kurban yang menjadi momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Namun di balik pelaksanaannya ada tanggung jawab besar yang kerap luput dari perhatian, yaitu memastikan prinsip kesejahteraan hewan kurban sebelum disembelih. Kesejahteraan hewan kurban bukan sekadar persoalan etika, melainkan juga berpengaruh langsung terhadap kualitas daging yang dihasilkan.
Kesejahteraan hewan mencakup berbagai aspek mulai dari pemberian pakan, akses air bersih, lingkungan kandang yang nyaman, hingga proses pengangkutan dan penyembelihan yang manusiawi. Sayangnya, masih banyak masyarakat hanya fokus pada ukuran atau harga hewan kurban tanpa memperhatikan kondisi kesehatannya secara menyeluruh. Padahal, perlakuan terhadap hewan sebelum disembelih dapat memengaruhi tekstur, warna, hingga kualitas daging.
Hewan yang diperlakukan dengan baik, tidak stres, dan kebutuhannya terpenuhi terbukti menghasilkan daging yang lebih bagus. Faisal Husen, pengelola Lembu Khambali Farm di Kabupaten Banjarnegara, mengingatkan bahwa 5 prinsip kesejahteraan hewan wajib diterapkan menjelang Idul Adha. Menurutnya, hewan kurban yang stres akibat perjalanan jauh atau perlakuan tidak layak akan menghasilkan daging yang kualitasnya menurun dan warnanya cenderung lebih pucat. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Rabu (20/5/2026).
Pentingnya Menerapkan Prinsip Kesejahteraan Hewan
Menurut Faisal, ada lima prinsip kesejahteraan hewan yang wajib diterapkan oleh setiap peternak maupun panitia kurban menjelang Idul Adha. Setiap prinsip memiliki peran penting yang saling berkaitan dalam menjaga kondisi optimal hewan kurban hingga hari penyembelihan.
"Makanya biasanya lebih disarankan membeli hewan kurban yang sudah dipelihara lama sama petani. Kalau sapi udah dipelihara lama pasti pas disembelih dagingnya bagus dan merah karena enggak di posisi stres dan capek," kata Faisal.
Sebaliknya, hewan yang baru menempuh perjalanan jauh hasil kulakan berisiko tinggi mengalami penurunan kualitas daging. "Kalau habis perjalanan jauh pasti hewannya akan stres dan capek karena perjalanan, pas dipotong pasti kualitas dagingnya jadi menurun dan warnanya biasanya lebih pucat," ungkap Faisal.
5 Prinsip Kesejahteraan Hewan
1. Bebas dari Lapar dan Haus
Prinsip pertama mengharuskan hewan kurban mendapatkan pakan berkualitas dan air minum yang cukup sepanjang masa pemeliharaan. Faisal menyarankan agar hewan kurban dipuasakan maksimal 12 jam sebelum disembelih untuk menjaga kualitas daging, karena kondisi pencernaan yang kosong membuat proses penyembelihan lebih bersih, higienis, dan meminimalkan risiko kontaminasi daging.
2. Bebas dari Ketidaknyamanan
Hewan kurban berhak mendapatkan lingkungan yang bersih, kandang memadai, serta terhindar dari cuaca ekstrem yang mengganggu kenyamanan hidupnya. Kandang yang terlalu padat dan kotor dapat memicu stres kronis pada hewan yang pada akhirnya berdampak langsung pada penurunan kualitas daging saat disembelih.
3. Bebas dari Rasa Sakit, Luka, dan Penyakit
Hewan kurban yang sakit atau terluka tidak hanya tidak layak secara syariat Islam, tetapi juga berpotensi menghasilkan daging yang tidak aman untuk dikonsumsi. Pemeriksaan kesehatan secara berkala oleh dokter hewan sangat dianjurkan, terutama menjelang Idul Adha untuk memastikan hewan bebas dari penyakit menular yang bisa membahayakan konsumen.
4. Bebas dari Rasa Takut dan Tertekan
Kondisi stres pada hewan sebelum penyembelihan terbukti secara ilmiah menurunkan kualitas daging, mengubah warnanya menjadi lebih pucat, serta memengaruhi tekstur dan aromanya. Penanganan yang lembut dan tenang selama proses pemindahan, pengikatan, serta penghindaran dari teriakan atau pukulan menjadi bagian penting dalam menerapkan prinsip ini.
5. Bebas Mengekspresikan Perilaku Alami
Hewan ternak seperti sapi dan kambing adalah makhluk sosial yang membutuhkan ruang gerak memadai serta kesempatan berinteraksi dengan sesamanya secara wajar. Hewan yang diberi ruang cukup untuk bergerak, merumput, dan bersosialisasi cenderung memiliki kondisi fisik yang lebih baik dan menghasilkan daging dengan kualitas lebih tinggi.
Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat dan Berkualitas
Selain menerapkan prinsip kesejahteraan hewan, memilih hewan kurban yang tepat juga menjadi faktor penting penentu kualitas daging. Faisal berbagi panduan praktis yang bisa langsung diterapkan saat membeli hewan kurban di lapangan. Kriteria pertama yang harus diperhatikan adalah kondisi kesehatan hewan secara visual.
"Pertama jelas harus pilih yang sehat, caranya bisa dilihat dari beberapa ciri-ciri seperti matanya harus kelihatan seger tidak ngantuk. Terus sapinya terlihat aktif tidak loyo. Terus kedua tidak cacat dalam bentuk fisik bisa dilihat entah bagian kakinya, mulutnya, matanya, dan lain-lain. Pokoknya dipastikan fisiknya normal," jelas Faisal.
Pengelola Lembu Khambali Farm itu juga membagikan trik khusus untuk menilai bobot sapi yang sesungguhnya agar tidak mudah tertipu penampilan. "Kemudian yang terakhir untuk melihat bobot sapi itu yang dilihat fokus ke bagian dada dan pantat sapi jangan cuma dilihat perutnya saja. Itu bisa jadi indikator sapi tersebut beneran gemuk secara sehat atau tidak," ungkapnya.
Dengan persiapan matang dan penerapan prinsip kesejahteraan hewan yang konsisten, kurban tidak hanya bernilai ibadah secara spiritual, tetapi juga menghasilkan daging kurban berkualitas terbaik yang bermanfaat bagi seluruh penerima manfaat.
Pertanyaan Seputar Prinsip Kesejahteraan Hewan Kurban
1. Apa yang dimaksud dengan prinsip kesejahteraan hewan kurban? Prinsip kesejahteraan hewan kurban adalah 5 standar perlakuan yang menjamin hewan bebas dari lapar, ketidaknyamanan, sakit, rasa takut, dan memiliki kebebasan mengekspresikan perilaku alaminya.
2. Mengapa prinsip kesejahteraan hewan kurban berpengaruh pada kualitas daging? Hewan yang stres atau mendapat perlakuan tidak layak akan menghasilkan daging yang lebih pucat, bertekstur buruk, dan kualitasnya jauh menurun dibandingkan hewan yang dipelihara dengan baik.
3. Berapa lama hewan kurban sebaiknya dipuasakan sebelum disembelih? Hewan kurban sebaiknya dipuasakan maksimal 12 jam sebelum penyembelihan agar saluran pencernaan kosong dan kualitas daging tetap terjaga.
4. Bagaimana cara mengetahui hewan kurban dalam kondisi sehat? Hewan kurban yang sehat dapat dikenali dari matanya yang segar dan tidak mengantuk, tubuh yang aktif dan tidak loyo, serta tidak ada cacat fisik pada bagian kaki, mulut, maupun anggota tubuh lainnya.
5. Apakah hewan kurban yang baru menempuh perjalanan jauh langsung bisa disembelih?Tidak disarankan, karena hewan yang baru menempuh perjalanan jauh dalam kondisi stres dan kelelahan akan menghasilkan daging berkualitas rendah dengan warna lebih pucat.
6. Jenis sapi apa yang paling direkomendasikan untuk kurban? Sapi pegon direkomendasikan karena harganya terjangkau sekitar Rp16-17 juta ukuran sedang, pertumbuhannya cepat, dan dapat menambah bobot hingga 1 kilogram per hari dengan perawatan yang baik.
7. Bagaimana cara mengecek bobot sapi kurban yang sesungguhnya? Bobot sapi yang sesungguhnya dapat dinilai dengan memfokuskan pandangan ke bagian dada dan pantat sapi, bukan hanya perutnya, sebagai indikator apakah sapi benar-benar gemuk secara sehat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6206456/original/078665300_1779085059-Untitledt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3591159/original/024996100_1633263120-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423360/original/043763900_1764059921-Screenshot_2025-11-25_152841.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6394982/original/052789300_1779270093-udang2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6393308/original/032631600_1779268722-unnamed__46_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6392603/original/007284100_1779268222-pawang_hujan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6200907/original/069532100_1779080023-Kebun_Bertingkat_Model_A-Frame.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6391318/original/059490900_1779266640-ide_jualan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6390693/original/057854600_1779265991-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6390411/original/024050500_1779265782-entok_semi_umbaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6384485/original/036891000_1779259676-Untitled11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4681647/original/007668500_1702277129-q4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6381821/original/084577100_1779256930-Untitleda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6388059/original/080340100_1779263264-Rumah_Kecil_yang_Terasa_Luas_untuk_Lansia_Nyaman_dan_Memudahka.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6374091/original/084586800_1779249325-ChatGPT_Image_20_Mei_2026__10.54.35.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6388422/original/025746500_1779263667-HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6379522/original/077596400_1779254565-jadul_modern_4b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6386667/original/054147500_1779261952-unnamed__36_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/831976/original/009663100_1426752393-19032015-pantai-iboh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6385692/original/067455400_1779260944-Ide_Jualan_Sayur_Segar_dan_Lauk_Matang_di_Kampung_Sebagai_Peluang_Usaha_Menjanjikan.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479596/original/071385300_1768982579-20260121AA_Indonesia_Masters_Jafar-Felisha-05.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481829/original/051298400_1769148336-pohon_duku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481613/original/044013900_1769139803-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481351/original/076000500_1769089844-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530617/original/099175500_1773466166-mud1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489268/original/078646900_1769835675-Jualan_buah_goreng__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476315/original/009598000_1768727844-batik_wanita_untuk_lebaran_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495984/original/028777500_1770452855-unnamed__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488893/original/092856000_1769769033-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_16.18.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490815/original/001976100_1770026229-jualan_es.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2262540/original/075447500_1530187074-Channa_stri_060627_7960_jtgno_ed_resize.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485348/original/055676200_1769503980-Gemini_Generated_Image_ykbuwykbuwykbuwy_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485519/original/025563700_1769510053-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490648/original/042458000_1770019622-desain_kebun_sayur_pakai_kaleng__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488293/original/093524200_1769746071-tirai_jendela1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488684/original/047569800_1769760902-kue_dari_tepung_mocaf5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495904/original/087503600_1770444952-Gemini_Generated_Image_7ycbx87ycbx87ycb.png)