5 Cara Memisahkan Kucing Berantem tanpa Kena Cakar atau Gigitan Secara Efektif

14 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Saat dua kucing mulai berantem, banyak pemilik hewan peliharaan langsung panik dan buru-buru mencoba memisahkan mereka dengan tangan kosong. Padahal, tindakan spontan seperti itu justru berisiko membuat pemilik terkena cakar atau gigitan. Dalam kondisi emosi tinggi, kucing biasanya tidak bisa membedakan mana lawan dan mana orang yang ingin menolong, sehingga naluri bertahannya menjadi lebih agresif. Tidak sedikit pemilik anabul yang akhirnya mengalami luka cukup serius karena salah cara saat melerai pertengkaran kucing.

Perkelahian kucing sendiri bisa dipicu banyak hal, mulai dari rebutan wilayah, makanan, pasangan, hingga stres karena lingkungan baru. Kucing yang biasanya tenang pun dapat berubah sangat defensif ketika merasa terancam. Karena itu, penting bagi pemilik memahami cara memisahkan kucing berantem tanpa kena cakar atau gigitan secara efektif agar situasi tidak semakin berbahaya. Teknik yang tepat bukan hanya menjaga keselamatan manusia, tetapi juga membantu kucing lebih cepat tenang setelah konflik terjadi.

Dengan penanganan yang tepat, pertengkaran kucing bisa dihentikan lebih cepat tanpa menimbulkan luka bagi pemilik maupun hewan peliharaan itu sendiri. Lantas bagaimana saja cara memisahkan kucing berantem tanpa kena cakar atau gigitan secara efektif? Berikut penjelasan lebih lanjut dari drh. Winda Hermin Ayulian (30) secara khusus kepada Liputan6.com.

1. Menyemprotkan Air untuk Mengalihkan Fokus Kucing yang Sedang Bertarung

drh. Winda Hermin Ayulian menjelaskan bahwa ketika dua kucing sedang berkelahi, pemilik sebaiknya tidak langsung memegang tubuh salah satu kucing. Dalam kondisi agresif, kucing akan bereaksi spontan dan menganggap siapa pun di dekatnya sebagai ancaman. Akibatnya, risiko terkena cakar atau gigitan menjadi sangat besar. Karena itu, salah satu cara paling aman untuk memisahkan mereka adalah dengan menyemprotkan air.

"Ketika kucing sedang berkelahi antar sesama kita tidak boleh memisahkan dengan memegang langsung salah satunya, karena kita pasti akan diserang dan jadinya luka. Cara pertama bisa dengan menyemprotkan air karena bisa mengganggu fokus mereka," ujar dokter hewan asal Sragen ini saat dihubungi melalui pesan teks pada Kamis (7/5/2026).

Air dapat mengganggu fokus kucing yang sedang bertarung. Ketika tubuh mereka terkena semprotan secara tiba-tiba, perhatian yang sebelumnya tertuju pada lawan akan terpecah. Kucing biasanya langsung berhenti sesaat karena merasa terganggu oleh sensasi dingin dan kejutan mendadak tersebut. Cara ini cukup efektif untuk menghentikan konflik tanpa perlu kontak fisik langsung.

Pemilik bisa menggunakan botol spray, gayung kecil, atau selang dengan tekanan ringan. Namun, penyemprotan tetap harus dilakukan sewajarnya dan tidak berlebihan. Tujuannya hanya untuk memisahkan, bukan membuat kucing ketakutan atau stres. Setelah berhasil dipisahkan, kedua kucing sebaiknya ditempatkan di ruangan berbeda agar suasana lebih tenang dan mereka tidak kembali saling menyerang.

2. Membuat Suara Bising agar Kucing Kaget dan Berhenti Berkelahi

Cara berikutnya yang disarankan drh. Winda Hermin Ayulian adalah membuat suara bising untuk mengganggu konsentrasi kucing. Pendengaran kucing jauh lebih sensitif dibanding manusia, sehingga suara keras atau mendadak dapat membuat mereka terkejut. Saat fokus mereka buyar, pertarungan biasanya akan berhenti sesaat dan itu bisa dimanfaatkan untuk memisahkan keduanya.

"Kedua bisa dengan suara yang bising, karena pendengaran mereka lebih peka dan sensitif maka mereka akan terganggu," lanjutnya.

Suara bising tidak harus terlalu ekstrem. Pemilik dapat bertepuk tangan keras, mengetuk meja, menggoyangkan kaleng berisi benda kecil, atau menjatuhkan benda yang menimbulkan bunyi mendadak. Cara ini cukup aman karena tidak membutuhkan kontak langsung dengan tubuh kucing. Selain itu, metode ini juga praktis dilakukan ketika perkelahian terjadi secara tiba-tiba di dalam rumah.

Meski efektif, suara bising sebaiknya tidak digunakan terlalu lama atau berlebihan. Bunyi yang terlalu keras terus-menerus dapat membuat kucing mengalami stres berkepanjangan. Setelah mereka berhenti bertarung, penting untuk segera menghalangi pertemuan kembali agar situasi tidak memanas lagi. Pemilik juga perlu tetap tenang karena kepanikan justru bisa membuat kucing semakin agresif.

3. Menggunakan Selimut atau Handuk sebagai Penutup Tubuh Kucing

Menurut drh. Winda Hermin Ayulian, selimut atau handuk bisa menjadi alat bantu yang aman untuk memisahkan kucing yang sedang berkelahi. Selimut berfungsi menutupi salah satu tubuh kucing sehingga pandangan mereka terhadap lawan menjadi terhalang. Saat visual terganggu, intensitas agresi biasanya perlahan menurun karena kucing tidak lagi fokus menyerang.

"Ketiga bisa menggunakan benda seperti selimut berfungsi sebagai penutup untuk salah satu kucing," tambah drh. Winda.

Metode ini cukup efektif terutama ketika pertarungan sudah terlalu dekat dan sulit dihentikan hanya dengan suara atau semprotan air. Pemilik dapat melempar handuk atau selimut tipis ke salah satu kucing dengan hati-hati, lalu perlahan menggesernya menjauh dari lawan. Penutup tersebut juga membantu mengurangi risiko pemilik terkena cakaran saat mencoba memindahkan posisi kucing.

Namun, penting dipahami bahwa selimut hanya digunakan sebagai penghalang, bukan alat untuk menekan atau menyakiti hewan. Setelah kucing berhasil dipisahkan, berikan waktu beberapa menit hingga emosi mereka mereda. Jangan langsung mempertemukan kembali karena kucing yang masih tegang bisa kembali menyerang dalam waktu singkat.

4. Memanfaatkan Benda Tumpul sebagai Pembatas, Bukan untuk Memukul

Selain selimut, drh. Winda Hermin Ayulian juga menyarankan penggunaan benda tumpul sebagai pembatas antara dua kucing yang sedang berkelahi. Misalnya menggunakan kardus, papan tipis, kursi plastik ringan, atau benda lain yang aman. Fungsi benda tersebut adalah menciptakan jarak agar kedua kucing tidak bisa saling menyerang secara langsung.

"Atau dengan benda tumpul tetapi tidak boleh di pukulkan ke hewan karena bisa menyebabkan cidera," sambungnya.

Cara ini sangat membantu ketika perkelahian berlangsung cukup agresif dan sulit dihentikan. Dengan adanya penghalang, fokus kucing akan terputus sehingga mereka perlahan mundur atau mencari jalan lain. Pemilik pun bisa memisahkan mereka tanpa harus menyentuh tubuh kucing secara langsung. Risiko terkena gigitan atau cakaran menjadi lebih kecil dibanding menarik salah satu kucing dengan tangan kosong.

drh. Winda mengingatkan bahwa benda tumpul tersebut tidak boleh dipukulkan ke tubuh hewan. Tindakan kasar justru dapat menyebabkan cedera fisik dan meningkatkan stres pada kucing. Prinsip utama dalam memisahkan kucing berkelahi adalah menciptakan rasa aman, bukan memberi hukuman. Karena itu, gunakan benda hanya sebagai penghalang atau alat pengarah agar kedua kucing menjauh satu sama lain.

5. Memanggil Nama Kucing Peliharaan untuk Mengalihkan Perhatian

Jika kucing yang berkelahi merupakan hewan peliharaan sendiri, memanggil nama mereka bisa menjadi cara tambahan yang cukup membantu. drh. Winda Hermin Ayulian menjelaskan bahwa kucing peliharaan biasanya mengenali suara pemiliknya. Dalam kondisi tertentu, panggilan yang familiar dapat membuat perhatian mereka teralihkan dari pertarungan.

"Panggil nama mereka jika itu hewan peliharaan juga bisa membantu," tutup drh. Winda.

Cara ini memang lebih efektif jika hubungan kucing dengan pemilik sudah dekat dan mereka terbiasa dipanggil setiap hari. Ketika mendengar suara pemilik, beberapa kucing akan berhenti menyerang sesaat atau bahkan mendekat karena merasa lebih aman. Momen tersebut dapat digunakan untuk segera memisahkan mereka ke ruangan berbeda.

Meski terlihat sederhana, memanggil nama kucing harus dilakukan dengan nada tegas dan tenang. Hindari berteriak histeris karena justru bisa membuat suasana semakin kacau. Setelah berhasil dipisahkan, penting untuk mencari penyebab pertengkaran, seperti rebutan wilayah, makanan, mainan, atau stres lingkungan. Dengan mengetahui pemicunya, pemilik dapat mencegah konflik serupa terjadi kembali di kemudian hari.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Memisahkan Kucing Berantem tanpa Kena Cakar atau Gigitan Secara Efektif

1. Kenapa kucing yang sedang berantem tidak boleh dipisahkan dengan tangan kosong?

Jawaban: Karena kucing yang sedang agresif biasanya berada dalam mode bertahan dan menyerang. Mereka bisa refleks mencakar atau menggigit siapa pun yang mendekat, termasuk pemilik sendiri. Risiko luka cukup besar karena kucing sulit membedakan mana ancaman dan mana orang yang ingin membantu saat emosi sedang tinggi.

2. Apakah menyemprotkan air aman untuk menghentikan perkelahian kucing?

Jawaban: Ya, selama dilakukan dengan wajar dan tidak berlebihan. Semprotan air hanya bertujuan mengalihkan fokus kucing agar berhenti bertarung sesaat. Hindari menyemprot terlalu keras karena bisa membuat kucing stres atau ketakutan.

3. Suara seperti apa yang bisa digunakan untuk memisahkan kucing berkelahi?

Jawaban: Suara tepukan tangan keras, ketukan benda, atau bunyi mendadak lainnya bisa membantu mengalihkan perhatian kucing. Pendengaran kucing sangat sensitif sehingga suara bising sering membuat mereka berhenti menyerang untuk sementara.

4. Apakah boleh memukul kucing dengan benda agar mereka berhenti berkelahi?

Jawaban: Tidak boleh. Benda seperti kardus, papan, atau bantal hanya digunakan sebagai pembatas atau penghalang, bukan untuk memukul hewan. Memukul kucing bisa menyebabkan cedera dan membuat mereka semakin agresif.

5. Kenapa selimut atau handuk bisa membantu memisahkan kucing?

Jawaban: Selimut dapat menutupi pandangan salah satu kucing sehingga fokus mereka terhadap lawan berkurang. Saat kontak visual terhalang, tingkat agresi biasanya ikut menurun dan pemilik lebih mudah memisahkan keduanya.

6. Apakah memanggil nama kucing benar-benar efektif?

Jawaban: Pada beberapa kasus, iya. Kucing peliharaan yang mengenali suara pemilik kadang akan berhenti menyerang saat namanya dipanggil dengan nada tegas. Cara ini lebih efektif jika hubungan kucing dan pemilik cukup dekat

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |