- Apakah anggur bisa ditanam tanpa tanah?
- Berapa pH tanah yang ideal untuk anggur?
- Apakah anggur cocok ditanam di pot?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Menentukan media tanam yang tepat merupakan fondasi utama dalam budidaya anggur karena tanaman ini sangat sensitif terhadap kelembapan berlebih, kondisi tanah yang terlalu asam, serta drainase yang buruk yang dapat memicu busuk akar dan serangan jamur, terutama di wilayah tropis dengan curah hujan tinggi. Banyak orang mengira bahwa anggur hanya membutuhkan pupuk rutin agar cepat berbuah, padahal struktur media tanam justru menjadi kunci agar akar bisa berkembang kuat, menyerap nutrisi secara optimal, serta menopang pertumbuhan cabang produktif yang nantinya akan dipangkas untuk merangsang pembuahan.
Hal ini juga ditegaskan oleh Budiono (56 tahun), Tukang Kebun Anggur asal Kulon Progo yang sudah 5 tahun mengelola kebun anggur di daerah Godean. Ia menyebutkan bahwa tahap awal yang ia lakukan sebelum menanam adalah menyiapkan lahan dengan serius, “Ya nyiapin lahan dulu, buat lubangnya 60x50. Kedalaman 60 lebar 50,” ujarnya saat wawancara pada 1 Februari 2026, karena menurut pengalamannya struktur tanah dan campuran media jauh lebih menentukan dibanding sekadar pemberian pupuk tambahan.
1. Tanah Gembur
Tanah gembur merupakan komponen utama dalam media tanam anggur karena memiliki struktur yang mampu menopang perakaran secara kuat sekaligus memungkinkan sirkulasi udara dan air berjalan dengan seimbang, sehingga akar tidak kekurangan oksigen yang sangat dibutuhkan untuk proses respirasi dan penyerapan unsur hara secara optimal. Tanah yang ideal untuk anggur biasanya berupa lempung berpasir karena memiliki kombinasi daya ikat air dan drainase yang baik tanpa menyebabkan genangan berlebih.
Jika tanah yang tersedia terlalu liat dan padat, maka akar anggur akan kesulitan berkembang dan cenderung tumbuh dangkal sehingga tanaman menjadi kurang kokoh serta rentan roboh ketika sudah memasuki fase berbuah yang bobotnya cukup berat. Oleh karena itu, proses penggemburan tanah sebelum digunakan sangat penting, baik dengan cara mencangkul, menambahkan bahan organik, maupun mencampurnya dengan pasir agar struktur menjadi lebih remah dan tidak keras ketika mengering.
Dalam budidaya di pot, tanah gembur tetap dibutuhkan sebagai dasar campuran karena menyediakan mineral alami yang tidak sepenuhnya bisa digantikan oleh media buatan, sehingga kombinasi tanah yang subur dengan bahan tambahan lainnya akan menciptakan ekosistem mikro yang mendukung pertumbuhan akar dan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman anggur.
2. Kompos dan Pupuk Kambing
Ketika ditemui pada Minggu (1/2), Budiono menjelaskan jika ia menggunakan pupuk kambing sebagai sumber nutrisi utama karena menurutnya bahan organik tersebut cukup stabil dan aman bagi akar jika sudah matang, sehingga mampu mendukung pertumbuhan daun dan batang tanpa menimbulkan panas berlebih yang bisa merusak perakaran muda. Ia menyebutkan bahwa perawatan dasarnya sederhana, “Cuma pupuk aja, kasih pupuk kotoran kambing.”
Selain pupuk kambing, ia juga membuat pupuk fermentasi sendiri dari daun anggur yang difermentasi sekitar satu bulan dan dicampur limbah dapur serta air bekas cuci beras, yang kemudian diberikan seminggu sekali untuk menjaga suplai nutrisi tetap stabil dan alami. Cara ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga memperkaya mikroorganisme dalam tanah sehingga struktur media tetap hidup dan subur.
Penggunaan kompos atau pupuk kandang matang sekitar 30 hingga 40 persen dari total campuran media tanam sudah cukup untuk menyediakan nutrisi dasar sekaligus memperbaiki tekstur tanah agar tetap remah, sehingga keseimbangan antara kesuburan dan drainase tetap terjaga dengan baik.
3. Sekam Padi
Salah satu campuran yang digunakan di kebun Budiono adalah sekam padi yang dikombinasikan dengan tanah, dolomit, dan pupuk kambing, “Ini pakai sekam padi, tanah, dolomit, sama pupuk kambing, perbandingannya kira-kira 1:1,” yang menurutnya cukup efektif menjaga media tetap porous dan tidak mudah becek saat musim hujan. Sekam padi membantu menciptakan rongga udara dalam media sehingga akar tidak kekurangan oksigen meskipun kelembapan meningkat.
Selain memperbaiki sirkulasi udara, sekam juga membantu menjaga kelembapan tetap stabil karena mampu menahan air dalam jumlah kecil tanpa membuat media menjadi basah berlebihan, sehingga sangat cocok digunakan dalam sistem tanam pot yang rentan terhadap perubahan kelembapan yang ekstrem. Sifatnya yang ringan juga membuat pot tidak terlalu berat.
4. Pasir Kasar
Pasir kasar berperan penting dalam meningkatkan porositas media tanam anggur karena sifatnya yang tidak menyimpan air secara berlebihan dan mampu mempercepat aliran air keluar dari pot maupun lahan tanam, sehingga risiko genangan yang memicu busuk akar dapat ditekan secara signifikan terutama saat musim hujan. Tanaman anggur sangat sensitif terhadap kondisi terlalu lembap dalam waktu lama.
Tanpa campuran pasir, media tanam yang didominasi tanah dan kompos cenderung menjadi terlalu padat serta menyimpan air berlebihan, yang dalam jangka panjang menyebabkan akar kekurangan oksigen dan rentan terserang jamur patogen penyebab pembusukan. Oleh karena itu, penggunaan pasir kasar sekitar 20 hingga 30 persen dari total komposisi sangat disarankan untuk menjaga keseimbangan antara daya simpan air dan drainase.
Selain membantu drainase, pasir juga memperkuat struktur media sehingga tidak mudah memadat meskipun sering disiram, yang berarti akar tetap memiliki ruang untuk tumbuh dan menyebar secara luas sehingga tanaman anggur dapat berkembang lebih cepat dan menghasilkan percabangan yang produktif.
5. Cocopeat
Cocopeat atau serbuk sabut kelapa dikenal sebagai media yang mampu menahan air dengan baik sehingga sangat membantu menjaga kelembapan stabil terutama pada musim kemarau ketika frekuensi penyiraman meningkat dan potensi kekeringan media menjadi lebih besar. Namun demikian, penggunaannya harus dikombinasikan dengan bahan lain agar tidak terlalu dominan menyimpan air.
Jika cocopeat digunakan secara berlebihan tanpa tambahan pasir atau bahan kasar lainnya, media tanam dapat menjadi terlalu lembap dan berisiko menyebabkan pembusukan akar, sehingga proporsi idealnya berada pada kisaran 20 hingga 30 persen dari total campuran agar fungsi penahan air tetap optimal tanpa mengganggu drainase.
Keunggulan lainnya adalah cocopeat membuat media menjadi lebih ringan dan mudah diolah, sehingga sangat cocok untuk budidaya anggur dalam pot besar di halaman rumah karena memudahkan proses pemindahan sekaligus menjaga struktur media tetap stabil dalam jangka panjang.
Dolomit untuk Menyeimbangkan pH dan Menambah Kalsium Magnesium
Sebagai tambahan, Anda juga bisa menggunakan dolomit. Dolomit bukanlah media tanam utama, tetapi berperan penting sebagai pembenah tanah yang membantu menaikkan pH tanah yang terlalu asam serta menyediakan unsur kalsium dan magnesium yang dibutuhkan tanaman anggur untuk memperkuat batang dan mendukung proses fotosintesis. Tanah yang terlalu asam dapat menghambat penyerapan unsur hara penting lainnya.
Di daerah dengan curah hujan tinggi, tanah cenderung cepat asam karena unsur basa mudah tercuci oleh air hujan, sehingga aplikasi dolomit secara berkala setiap enam hingga dua belas bulan dapat membantu menjaga keseimbangan pH dalam kisaran ideal 5,5 hingga 7 agar pertumbuhan dan pembungaan berlangsung optimal.
Penggunaan dolomit harus sesuai dosis karena kelebihan kapur juga dapat menyebabkan pH terlalu tinggi dan menghambat penyerapan unsur mikro seperti zat besi, sehingga pemberian sekitar satu hingga dua sendok makan untuk pot besar atau beberapa ratus gram untuk lubang tanam sudah cukup untuk menjaga keseimbangan tanah.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apakah anggur bisa ditanam tanpa tanah?
Bisa, dengan sistem hidroponik, tetapi perlu kontrol nutrisi dan pH yang ketat.
2. Berapa pH tanah yang ideal untuk anggur?
Sekitar 5,5 hingga 7 agar penyerapan nutrisi optimal.
3. Apakah anggur cocok ditanam di pot?
Sangat cocok, asalkan media porous dan pot berukuran besar.
4. Seberapa sering mengganti media tanam anggur di pot?
Umumnya setiap 1–2 tahun atau ketika media mulai memadat.
5. Apakah wajib menggunakan dolomit?
Tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan jika tanah cenderung asam.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5042496/original/065572500_1733802853-9674.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484647/original/035505300_1769480010-gorengan_frozen_food__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520480/original/014063400_1772616802-unnamed__16_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516115/original/024751500_1772256323-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510005/original/072227400_1771813792-unnamed__16_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520409/original/028091700_1772614103-Gemini_Generated_Image_s0kcz8s0kcz8s0kc.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518561/original/062496000_1772512184-melon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519974/original/020237300_1772603018-gorden.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3507990/original/033162600_1626070458-bottles-cash-with-coins-saving-money-concept_1150-12569.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520289/original/030089800_1772611712-Gemini_Generated_Image_63fkuh63fkuh63fk.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506459/original/017860000_1771468258-Untitled_design__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492461/original/078972600_1770175497-membersihkan_mesin_cuci.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519869/original/062567200_1772600141-Gemini_Generated_Image_tyd4fqtyd4fqtyd4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520268/original/073290000_1772610804-WhatsApp_Image_2026-03-04_at_14.51.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485003/original/053067300_1769491509-Pakan_Ternak_Kambing_Selain_Rumput.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520138/original/011724900_1772607162-unnamed__55_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519830/original/095111400_1772598376-ternak_ayam_petelur__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520161/original/080421700_1772607724-Gemini_Generated_Image_jd5vpijd5vpijd5v.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520101/original/072070600_1772606819-Gemini_Generated_Image_4rn2cn4rn2cn4rn2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519457/original/052864600_1772567350-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___1_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424174/original/010000300_1764135175-AI_Repair-Pro-image-9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417414/original/006322500_1763533451-rumah_dengan_taman_mini_indoor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429077/original/070740500_1764573200-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429140/original/035614400_1764575033-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427755/original/029652600_1764414367-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4479258/original/095680100_1687539864-Hutan_Eukaliptis_di_IKN.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430238/original/012907900_1764656898-inspirasi_kebun_sederhana_untuk_rumah_tipe_36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434562/original/053117900_1764933186-Hero_Helcurt.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432250/original/057900500_1764762013-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423681/original/088639200_1764072787-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428756/original/090311000_1764562291-desain_teras_rumah_kecil_ukuran_2x2_minimalis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403010/original/035564300_1762314455-Makan_imogiri_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402925/original/068934900_1762311817-model_dapur_kecil_minimalis_dengan_tungku_api_modern.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425714/original/021517000_1764235298-Pantun_Sunda_Foto_Galeri_Indonesia_Kaya_Fimela.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421804/original/032320200_1763959679-Quality_Restoration-Ultra_HD-image-8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430028/original/021123000_1764650339-mata_uang_asing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464864/original/038532400_1767752280-Membersihkan_Blender.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434416/original/001727500_1764927012-model_rumah_minimalis_di_lahan_miring__9_.jpg)