Liputan6.com, Jakarta - Kompor merupakan salah satu peralatan dapur esensial yang paling sering digunakan setiap hari. Aktivitas memasak yang intens seringkali meninggalkan sisa makanan, tumpahan minyak, dan noda membandel yang jika dibiarkan dapat berubah menjadi kerak yang sulit dihilangkan. Membersihkan kompor dengan benar menjadi kunci utama untuk menjaga kebersihan dapur dan memastikan peralatan berfungsi optimal.
Namun, banyak orang seringkali merasa frustrasi karena kerak pada kompor seolah tak kunjung hilang, bahkan setelah upaya pembersihan yang keras. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh beberapa kesalahan umum yang tidak disadari saat membersihkan. Kesalahan-kesalahan ini justru membuat noda semakin menempel kuat dan proses pembersihan menjadi lebih berat dan memakan waktu.
Memahami 5 kesalahan fatal dalam membersihkan kompor adalah langkah awal untuk mengatasi masalah kerak membandel, menjaga permukaan kompor tetap kinclong, dan memperpanjang usia pakainya. Dengan menghindari praktik-praktik keliru ini, Anda dapat menjaga dapur tetap higienis dan nyaman untuk aktivitas memasak sehari-hari.
Membersihkan Kompor Saat Masih Panas
Membersihkan kompor ketika permukaannya masih panas merupakan praktik yang harus dihindari karena dapat merusak material kompor. Perbedaan suhu yang drastis antara permukaan kompor yang panas dan cairan pembersih yang dingin bisa menjadi penyebab kerusakan.
Hal ini dapat menyebabkan retakan atau perubahan warna pada permukaan kompor. Selain risiko kerusakan material, membersihkan kompor yang masih panas juga dapat menyebabkan cairan pembersih cepat menguap, meninggalkan noda, dan berisiko menimbulkan luka bakar.
Sebelum mulai membersihkan, pastikan kompor dalam kondisi benar-benar dingin. Membersihkan saat permukaan masih panas bisa menyebabkan cairan pembersih cepat menguap, meninggalkan noda, dan bahkan berisiko menimbulkan luka bakar.
Menunda Pembersihan Setelah Memasak
Salah satu kesalahan paling umum yang sering dilakukan adalah menunda pembersihan kompor setelah selesai digunakan. Tumpahan makanan atau sisa minyak yang dibiarkan mengering akan menjadi kerak membandel yang sangat sulit dihilangkan.
Noda ini lama-kelamaan bisa menjadi kerak bila terus dibiarkan, membuat proses pembersihan menjadi lebih berat dan memakan waktu. Sisa-sisa makanan atau minyak yang mengering akan menempel kuat pada permukaan kompor, membentuk lapisan yang sulit ditembus oleh pembersih biasa.
Tindakan paling dasar dan efektif adalah membersihkan kompor setiap kali selesai digunakan. Membersihkan tumpahan sesegera mungkin saat masih basah akan jauh lebih mudah dibandingkan menunggu hingga mengering dan menjadi kerak.
Tidak Membiarkan Pembersih Bekerja Cukup Lama
Banyak produk pembersih, terutama yang berbahan alami seperti campuran baking soda dan cuka, memerlukan waktu untuk bereaksi. Bahan-bahan ini perlu melunakkan kotoran atau kerak yang menempel agar mudah diangkat.
Jika pembersih tidak dibiarkan cukup lama di permukaan, maka efektivitas pembersihan akan berkurang secara signifikan. Apabila pembersih tidak diberikan waktu yang memadai, bahan-bahan aktif di dalamnya tidak akan mampu bekerja secara optimal.
Untuk kerak yang sangat membandel, disarankan untuk mendiamkan campuran pembersih selama 15-30 menit, atau bahkan hingga 2 jam atau semalaman. Memberi waktu yang cukup bagi pembersih akan membantu melarutkan noda membandel secara efektif.
Menggunakan Pembersih atau Alat yang Salah
Menggunakan bahan pembersih yang kurang efektif adalah kesalahan fatal yang membuat kerak makin susah hilang. Bahan-bahan tertentu kurang mampu melarutkan lemak dan kotoran yang sudah mengering pada permukaan kompor.
Bahan kimia keras seperti pemutih atau amonia dapat merusak permukaan dan bahkan menyebabkan perubahan warna pada kompor. Selain itu, penggunaan alat pembersih yang abrasif seperti sikat kawat atau sabut baja dapat menggores permukaan kompor.
Disarankan untuk menggunakan cairan pembersih yang lembut dan aman digunakan, seperti baking soda atau sabun cuci piring. Sebaiknya gunakan lap mikrofiber, kain katun lembut, atau spons non-abrasif agar kaca tidak tergores.
Tidak Mengeringkan Kompor Sepenuhnya Setelah Dicuci
Kelembapan yang tertinggal setelah membersihkan kompor dapat menjadi magnet bagi debu dan kotoran. Jika dibiarkan, kelembapan ini dapat memicu pertumbuhan jamur atau bakteri, serta menyebabkan noda air yang sulit dihilangkan.
Permukaan yang lembap juga akan membuat kompor cepat lengket kembali karena debu mudah menempel. Noda air yang tertinggal tidak hanya mengurangi estetika kompor yang sudah bersih, tetapi juga dapat menjadi tempat baru bagi kotoran untuk menempel.
Mengeringkan kompor secara menyeluruh adalah langkah penting untuk memastikan hasil pembersihan maksimal dan menjaga kompor tetap bersih lebih lama. Pastikan tidak ada sedikit pun kelembapan yang tersisa setelah proses pembersihan selesai.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kesalahan Fatal Membersihkan Kompor
1. Kenapa kerak kompor semakin sulit dibersihkan?
Kerak kompor semakin sulit dibersihkan karena sisa minyak dan makanan dibiarkan mengering terlalu lama. Panas dari aktivitas memasak membuat kotoran tersebut menempel kuat dan mengeras, sehingga membutuhkan waktu dan metode khusus untuk melunakkannya.
2. Apakah aman membersihkan kompor saat masih panas?
Tidak aman. Membersihkan kompor saat masih panas berisiko merusak permukaan, menyebabkan retakan, perubahan warna, serta membahayakan keselamatan karena dapat memicu luka bakar akibat uap atau cairan pembersih.
3. Berapa lama sebaiknya pembersih didiamkan agar kerak mudah hilang?
Idealnya pembersih didiamkan selama 15–30 menit untuk kerak sedang. Untuk noda yang sangat membandel, pembersih bisa didiamkan hingga 1–2 jam atau semalaman agar kotoran melunak dan mudah diangkat.
4. Bahan apa yang aman digunakan untuk membersihkan kompor?
Bahan yang aman antara lain sabun cuci piring, baking soda, dan cuka dengan takaran tepat. Gunakan juga spons non-abrasif atau lap mikrofiber untuk mencegah goresan pada permukaan kompor.
5. Kenapa kompor harus dikeringkan setelah dibersihkan?
Mengeringkan kompor penting untuk mencegah noda air, debu menempel kembali, serta pertumbuhan jamur atau bakteri. Kompor yang benar-benar kering akan tetap bersih lebih lama dan tampak lebih kinclong.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470300/original/048386800_1768202185-Menanam_Cabai_di_Pot_Tempel_Geometris_pada_Dinding_Pagar__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470225/original/030936900_1768200664-Wispy_Birkin_Bangs_yang_Super_Tipis__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470485/original/016708400_1768207249-unnamed-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465527/original/018574400_1767769932-ilustrasi_lantai_dapur_rumah_licin_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470424/original/050227100_1768205079-Memanfaatkan_Keranjang_Plastik_Bekas_Agar_Tidak_Jadi_Sampah_di_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470197/original/057411700_1768199866-cara_tanam_terong_di_galon_bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470408/original/082887800_1768204831-unnamed-10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470187/original/016340500_1768199537-tas_spunbond__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220803/original/013925100_1747292889-ChatGPT_Image_May_15__2025__01_47_15_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469988/original/022676500_1768193641-10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470311/original/066712200_1768202518-Gemini_Generated_Image_x9s472x9s472x9s4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470318/original/083680200_1768202545-Model_Dapur_Industrial_Minimalis_Bentuk_L_dengan_Tanaman_Sayur_Selada_Air_di_Botol.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470422/original/066668000_1768205020-WhatsApp_Image_2026-01-12_at_14.49.51.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470147/original/090688200_1768198387-desain_teras_rumah_agar_terang_alami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470239/original/057313800_1768201052-lemari_dapur_berminyak_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470106/original/033474400_1768198099-Taman_Samping_Carport.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469709/original/011865600_1768178392-Desain_Rumah_dengan_Konsep__Hutan_Pangan__di_Halaman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470220/original/007860000_1768200662-unnamed-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3396087/original/023545400_1615193519-pexels-mali-maeder-802221__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470082/original/006100700_1768197026-gambar_labu_siam.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354601/original/013523100_1758259145-ChatGPT_Image_Sep_19__2025__12_08_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354530/original/059277200_1758256607-Gemini_Generated_Image_5vkn9p5vkn9p5vkn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354654/original/036226500_1758261026-Gemini_Generated_Image_9notrf9notrf9not.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360305/original/022331900_1758704064-DGDFE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)