Liputan6.com, Jakarta - Usaha kue basah menjadi salah satu sektor kuliner yang masih bisa bertahan di tengah perubahan zaman karena selalu jadi buruan. Berdasarkan pergerakan pasar di berbagai daerah, panganan ini dikonsumsi oleh hampir seluruh masyarakat dari bermacam lapisan usia untuk keperluan sarapan maupun acara-acara tertentu. Hal ini memperlihatkan bahwa perputaran uang pada peluang usaha makanan tradisional tetap tinggi dan berpotensi mendapat keuntungan besar.
Konsumen kue basah saat ini cenderung memilih produk yang siap santap pada pagi atau sore hari. Hal ini membuka kesempatan bagi para pelaku usaha untuk memproduksinya dalam skala rumahan dan berpeluang meraih pendapatan harian yang pasti. Keberhasilan dalam usaha ini ditentukan oleh cara distribusi dan pemilihan jenis kue basah yang diminati konsumen setempat.
Memulai langkah di bidang usaha ini memerlukan pemahaman dasar mengenai karakteristik produk yang memiliki, serta perhitungan keuangannya. Untuk itu, di kesempatan ini, Liputan6 akan mengulas tentang seluk beluk usaha kue basah ini. Simak selengkapnya, dihadirkan, Jumat (3/7).
1. Lemper Ayam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3571740/original/055160000_1631631752-IG_malichatun88.jpg)
Perbesar
Lemper ayam merupakan jenis kudapan berbahan dasar ketan dengan isian daging ayam yang dibungkus daun pisang. Kue basah ini memiliki peminat yang tinggi di pagi hari sebagai menu sarapan alternatif bagi pekerja kantor. Proses pembuatannya terbilang mudah, dan hanya mengukus ketan agar tekstur produk tidak keras saat dingin.
Penjualan dilakukan melalui sistem konsinyasi dengan menitipkan produk di lapak pedagang pasar tradisional sebelum subuh. Pelaku usaha menyepakati bagi hasil berkisar antara sepuluh persen hingga lima belas persen dari harga jual untuk setiap buah yang laku. Metode ini memotong biaya sewa tempat dan menghemat waktu pemasaran secara langsung kepada konsumen.
Perhitungan modal untuk satu buah produk meliputi biaya ketan, daging ayam, bumbu, dan daun pisang sebesar dua ribu rupiah. Produk kemudian dijual ke pedagang dengan harga tiga ribu rupiah, sehingga laba bersih per buah adalah seribu rupiah. Pelaku usaha disarankan untuk tidak memproduksi barang melebihi kapasitas penjualan harian agar tidak mengalami kerugian akibat barang sisa.
2. Kue Lapis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480190/original/055314400_1769047307-Untitled_design__5_.jpg)
Perbesar
Kue lapis adalah makanan tradisional yang dibuat dari tepung beras, santan, dan gula dengan tampilan berlapis warna. Makanan ini sering dijumpai dalam acara perkumpulan warga maupun acara budaya di berbagai wilayah. Ketahanan produk ini berkisar antara dua puluh empat jam hingga tiga puluh enam jam pada suhu ruangan.
Pemasaran produk ini menyasar warung kelontong di area perumahan padat penduduk melalui pengantaran terjadwal setiap pagi. Pelaku usaha memberikan fasilitas penukaran barang yang tidak laku pada hari pertama sebagai bentuk kerja sama jangka panjang. Strategi ini menjaga hubungan baik dengan pemilik warung selaku mitra distribusi utama.
Biaya produksi satu mika kue lapis menghabiskan dana sebesar seribu lima ratus rupiah untuk bahan baku dan kemasan plastik. Penjualan ke mitra warung ditetapkan sebesar dua ribu lima ratus rupiah dengan harga eceran tertinggi tiga ribu rupiah. Pelaku usaha dilarang mencampur uang hasil penjualan harian dengan uang keperluan rumah tangga agar arus kas tetap terjaga.
3. Risoles Sayur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4954409/original/082079000_1727409093-Image_by_gian_yasa_from_Pixabay.jpg)
Perbesar
Risoles sayur diolah menggunakan kulit berbahan terigu yang diisi wortel serta kentang, kemudian dilapisi tepung panir sebelum digoreng. Jenis gorengan ini menjadi pilihan camilan pada waktu sore hari di lingkungan perkantoran maupun sekolah. Tingkat konsumsi yang stabil membuat produk ini menjadi pilihan utama dalam usaha kue basah bagi pemula.
Distribusi risoles dilakukan dengan cara menitipkan produk pada penjual gorengan gerobak atau kantin sekolah yang memiliki lemari pajang. Sistem pembayaran dilakukan pada sore hari saat mengambil sisa produk yang tidak terjual di tempat tersebut. Penjual menerima laporan berkala mengenai jumlah produk yang paling sering diminati konsumen di lokasi itu.
Modal pembuatan satu buah risoles sayur tercatat sebesar seribu dua ratus rupiah untuk bahan baku dan minyak goreng. Harga setor ke kantin sebesar dua ribu dua ratus rupiah, yang menghasilkan keuntungan seribu rupiah per buah. Pelaku usaha tidak boleh memaksakan jumlah titipan yang sama setiap hari tanpa melihat data penjualan mingguan.
4. Dadar Gulung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5680821/original/009581700_1778551973-ChatGPT_Image_May_12__2026__09_08_42_AM.jpg)
Perbesar
Dadar gulung menggunakan bahan dasar tepung terigu dengan pewarna hijau daun suji serta isian parutan kelapa manis. Makanan ini memiliki pasar yang luas dari anak-anak hingga orang dewasa karena cita rasa tradisional yang khas. Pengemasan menggunakan plastik bening dilakukan secara rapi agar permukaan kulit dadar tidak kering.
Pemasaran difokuskan pada pemesanan langsung untuk acara arisan, rapat kantor, maupun kegiatan keagamaan di sekitar tempat tinggal. Informasi produk disebarkan melalui papan pengumuman warga atau melalui pesan digital kepada komunitas lokal. Langkah ini terbukti efektif menekan biaya pemasaran bulanan.
Satu resep dadar gulung membutuhkan modal seribu tiga ratus rupiah per buah untuk kelapa, gula merah, dan tepung. Harga jual untuk pesanan massal ditetapkan sebesar dua ribu tiga ratus rupiah dengan minimal pemesanan lima puluh buah. Pelaku usaha tidak boleh menurunkan kualitas bahan baku demi mengejar keuntungan instan karena dapat merusak kepercayaan konsumen.
5. Nagasari Pisang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411073/original/007533700_1762998341-nagasari.jpg)
Perbesar
Nagasari merupakan kue basah yang memanfaatkan tepung beras, santan, dan potongan pisang raja sebagai bahan utama di dalam bungkusan daun. Kue ini dimasak dengan cara dikukus selama tiga puluh menit hingga seluruh bagian matang sempurna. Keberadaan kue ini selalu dicari dalam penyusunan menu kotak makanan untuk acara formal.
Penjualan produk dilakukan melalui kerja sama dengan penyedia jasa katering pernikahan atau acara syukuran di tingkat kecamatan. Pelaku usaha bertindak sebagai pemasok tetap yang mengirimkan barang beberapa jam sebelum acara dimulai. Mekanisme ini memastikan seluruh produk yang dibuat pada hari itu langsung terjual habis.
Biaya untuk memproduksi satu buah nagasari adalah seribu empat ratus rupiah termasuk daun pisang sebagai pembungkus. Harga jual ke pihak katering disepakati sebesar dua ribu empat ratus rupiah untuk setiap buahnya. Pelaku usaha disarankan tidak menggunakan sistem piutang jangka panjang kepada pembeli guna menghindari kemacetan modal kerja.
6. Klepon
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262616/original/092614000_1781840063-ChatGPT_Image_Jun_19__2026__10_33_37_AM.jpg)
Perbesar
Klepon dibuat dari tepung ketan yang dibentuk bulat, diisi gula merah cair, dan digulingkan di atas parutan kelapa. Tekstur produk yang kenyal membuat makanan ini harus dikonsumsi pada hari yang sama saat diproduksi. Kue ini umumnya disajikan dalam wadah takir dari daun pisang untuk menjaga bentuknya.
Pemasaran dijalankan dengan membuka lapak mandiri di area pasar kaget akhir pekan atau kawasan bebas kendaraan bermotor. Penjualan secara langsung kepada konsumen akhir memungkinkan pelaku usaha mendapatkan masukan mengenai rasa secara instan. Metode ini juga memotong rantai distribusi sehingga keuntungan yang didapat menjadi optimal.
Modal bahan baku untuk satu porsi klepon berisi lima buah adalah tiga ribu lima ratus rupiah. Porsi tersebut dijual kepada konsumen dengan harga tujuh ribu rupiah, sehingga menghasilkan laba tiga ribu lima ratus rupiah. Pelaku usaha dilarang membiarkan parutan kelapa terbuka di udara bebas karena menyebabkan kelapa cepat basi.
7. Onde-Onde
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3273919/original/023130000_1603268642-003169100_1543254417-resep-onde-onde-wijen-isi-kacang-hijau-enaknya-kebangetan.jpg)
Perbesar
Onde-onde memanfaatkan tepung ketan sebagai kulit yang dilapisi biji wijen dengan isian kacang hijau kupas yang dihaluskan. Proses penggorengan menggunakan api kecil dilakukan secara perlahan agar kue mengembang sempurna dan tidak pecah. Kue ini memiliki daya simpan hingga dua puluh empat jam sebelum kulitnya mulai mengeras.
Pemasaran dilakukan melalui gerobak dorong yang ditempatkan di persimpangan jalan perumahan pada waktu sore hari. Penjualan dilakukan saat kondisi kue masih hangat untuk menarik perhatian warga yang sedang pulang kerja. Penempatan lokasi yang strategis menentukan volume penjualan harian produk ini.
Biaya produksi satu buah onde-onde berukuran sedang menghabiskan dana seribu lima ratus rupiah. Produk ini dijual langsung kepada masyarakat dengan harga tiga ribu rupiah per buah di lokasi jualan. Pelaku usaha tidak boleh menaikkan harga jual secara mendadak tanpa pemberitahuan karena dapat membuat pelanggan berpindah tempat.
8. Kue Mangkok
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474000/original/025809500_1768464326-kue_mangkok2.jpg)
Perbesar
Kue mangkok terbuat dari tepung beras, tapai singkong, dan pengembang yang dikukus hingga bagian atasnya merekah menjadi empat bagian. Penggunaan tapai singkong berfungsi memberikan aroma khas dan membantu proses pemekaran kue saat berada di dalam kukusan. Makanan ini sering diproduksi dalam berbagai pilihan warna untuk keperluan upacara.
Penjualan menyasar toko kue tradisional yang berada di pusat perbelanjaan atau terminal bus kota. Pelaku usaha mengirimkan pasokan barang setiap jam enam pagi menggunakan wadah plastik kedap udara agar kelembapan terjaga. Pengiriman yang konsisten membangun reputasi sebagai pemasok yang dapat diandalkan.
Modal untuk satu buah kue mangkok berukuran standar berkisar di angka seribu seratus rupiah. Harga jual grosir ke toko rekanan adalah dua ribu seratus rupiah dengan ketentuan pembayaran mingguan. Pelaku usaha dilarang mengabaikan kebersihan alat kukus karena sisa adonan lama dapat membuat kue baru gagal merekah.
9. Kue Pukis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7745817/original/048787000_1780553257-47b5e7b0-b7e5-48eb-b3dd-d5571ceb0b65.jpg)
Perbesar
Pukis merupakan kue berbahan dasar terigu, telur, dan santan yang dimasak dalam cetakan khusus berbentuk setengah bulan. Varian rasa yang umum digunakan adalah taburan cokelat butir atau irisan keju di bagian atas adonan. Menjalankan usaha kue basah jenis ini membutuhkan lokasi tetap karena proses memasak dilakukan langsung di depan pembeli.
Sistem penjualan dilakukan secara mandiri dengan menyewa teras depan toko swalayan lokal yang ramai pengunjung. Interaksi langsung dengan pembeli memberikan kesempatan untuk menawarkan produk dalam jumlah kotak untuk oleh-oleh. Strategi ini meningkatkan volume penjualan per transaksi konsumen.
Biaya bahan baku dan gas untuk satu buah pukis adalah seribu dua ratus rupiah setelah dihitung secara rinci. Produk dijual kepada konsumen seharga dua ribu lima ratus rupiah per buah dengan kemasan kotak kertas. Pelaku usaha tidak boleh membiarkan cetakan kue terlalu panas karena mengakibatkan bagian bawah pukis gosong sebelum matang.
10. Kue Talam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472672/original/062908000_1768372622-image_f4dd7121.png)
Perbesar
Kue talam memiliki dua lapisan utama, yaitu lapisan bawah berbahan pandan atau serabi dan lapisan atas berbahan santan kental. Tekstur kue yang lembut membuat produk ini membutuhkan cetakan kecil terpisah selama proses pengukusan berjalan. Produk ini umumnya disajikan dingin setelah dikeluarkan dari cetakan.
Metode penjualan dilakukan melalui sistem pesanan paket hantaran untuk acara instansi pemerintah atau swasta. Pelaku usaha mengajukan proposal menu beserta daftar harga ke bagian umum kantor-kantor di wilayah kota. Langkah ini membuka peluang mendapatkan pesanan rutin bulanan dalam jumlah besar.
Satu buah kue talam membutuhkan biaya produksi sebesar seribu tiga ratus rupiah termasuk kemasan mika kecil. Harga jual yang ditetapkan untuk pasar perkantoran adalah dua ribu lima ratus rupiah per buah. Pelaku usaha dilarang melewatkan pencatatan pengeluaran sekecil apa pun agar perhitungan laba rugi bulanan akurat.
11. Getuk Lindri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265416/original/070097000_1782111547-df9c29fa-ba0b-4edc-b596-a77b4c293634.jpg)
Perbesar
Getuk lindri berbahan dasar singkong kukus yang dihaluskan bersama gula, kemudian dicetak membentuk serat memanjang. Panganan ini disajikan bersama taburan parutan kelapa yang telah dikukus agar tidak mudah mengeluarkan bau asam. Produk ini menjadi alternatif pilihan panganan non-terigu yang ekonomis.
Pemasaran dilakukan dengan menggunakan sepeda motor keliling yang dilengkapi pengeras suara mini ke pemukiman padat. Rute perjalanan dibuat tetap setiap hari agar konsumen dapat memperkirakan waktu kedatangan penjual. Penjualan keliling menjangkau konsumen yang enggan keluar rumah ke pasar.
Modal untuk satu porsi getuk lindri berisi tiga potong adalah dua ribu lima ratus rupiah termasuk kelapa. Porsi tersebut dijual seharga lima ribu rupiah kepada warga di sepanjang rute keliling. Pelaku usaha dilarang memotong jalur distribusi pembagian hasil dengan pengemudi sepeda motor demi menjaga loyalitas pekerja.
12. Cente Manis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257325/original/036784000_1781235763-Screenshot_2026-06-12_103958.jpg)
Perbesar
Cente manis dibuat dari tepung hunkwe, santan, dan biji mutiara sagu yang dibungkus menggunakan plastik tebal transparan. Kue ini memiliki karakteristik padat namun lembut saat dikunyah dan tahan disimpan di dalam lemari es. Kehadiran biji mutiara memberikan motif visual pada isi kue.
Penjualan dititipkan pada jaringan warung makan siang atau warung tegal di kawasan industri. Pekerja pabrik sering membeli kue ini sebagai makanan penutup setelah selesai menyantap menu utama. Lokasi penempatan ini menjamin perputaran produk habis dalam waktu satu hari.
Biaya bahan untuk satu bungkus cente manis adalah seribu rupiah karena harga tepung hunkwe yang stabil. Harga jual ke pemilik warung makan adalah dua ribu rupiah, memberikan keuntungan seribu rupiah per bungkus. Pelaku usaha tidak boleh menumpuk stok tepung terlalu lama di gudang yang lembap agar tidak berkutu.
13. Apem Kukus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5461378/original/070189300_1767409795-apem_kukus_labu_kuning.jpg)
Perbesar
Apem kukus berbahan dasar tepung beras, gula, dan ragi yang menghasilkan tekstur berongga setelah melewati proses fermentasi adonan. Kue ini disajikan dalam bentuk potongan segitiga atau dicetak menggunakan wadah mawar kecil. Penggunaan ragi menuntut ketepatan waktu diam adonan sebelum masuk ke dalam kukusan.
Pemasaran difokuskan pada pemenuhan kebutuhan kue untuk acara kedukaan atau tahlilan warga di sekitar pemukiman. Kerja sama dijalankan bersama pengurus rukun tetangga agar informasi layanan penyediaan kue cepat sampai ke warga. Skema ini mengandalkan kecepatan produksi dalam waktu singkat.
Modal pembuatan satu buah apem kukus tercatat sebesar sembilan ratus rupiah untuk bahan baku utama. Produk dijual dengan harga seribu delapan ratus rupiah per buah untuk pemesanan di atas seratus unit. Pelaku usaha dilarang menggunakan ragi yang sudah kedaluwarsa karena adonan tidak akan mengembang.
14. Semar Mendem
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9152177/original/008245000_1783082097-Kue_semar_mendem.jpeg)
Perbesar
Semar mendem kemiripannya dekat dengan lemper, namun bagian luarnya dibalut oleh dadar telur tipis bukan daun pisang. Isian daging ayam cincang dimasak dengan bumbu gurih sebelum dimasukkan ke dalam gulungan ketan. Makanan ini memiliki nilai jual yang lebih tinggi di kelas panganan tradisional.
Pemasaran ditujukan ke toko pusat oleh-oleh kota yang berada di jalur perlintasan antarprovinsi. Produk dikemas dalam kotak isi enam buah dengan label informasi tanggal kedaluwarsa yang jelas pada kemasan. Penempatan pada pusat oleh-oleh menarik konsumen dari luar daerah.
Biaya produksi satu buah semar mendem adalah dua ribu dua ratus rupiah karena penggunaan telur pada kulitnya. Harga jual grosir ke pusat oleh-oleh adalah tiga ribu lima ratus rupiah per buah. Pelaku usaha tidak boleh mempertahankan jenis produk yang tidak laku di satu gerai tanpa melakukan evaluasi penempatan.
15. Kue Cucur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8276200/original/077882500_1782130415-Gemini_Generated_Image_yfuls5yfuls5yful.jpg)
Perbesar
Kue cucur dibuat dari adonan tepung beras dan gula merah yang digoreng dalam wajan cekung khusus dengan minyak sedikit. Teknik menggoreng menentukan terbentuknya serat di bagian tengah kue dan pinggiran yang renyah. Kue ini memiliki ketahanan fisik yang baik hingga dua hari penyimpanan.
Penjualan dijalankan dengan membuka meja jualan di depan rumah pada waktu menjelang sore hari. Target konsumen adalah warga yang sedang berjalan santai atau anak-anak yang bermain di lingkungan sekitar. Model jualan rumahan ini tidak memerlukan biaya operasional transportasi.
Modal untuk satu buah kue cucur adalah seribu rupiah untuk kebutuhan tepung dan gula aren. Harga jual kepada tetangga sekitar ditetapkan sebesar dua ribu rupiah per buah. Pelaku usaha dalam menjalankan usaha kue basah dilarang menggunakan minyak goreng bekas pakai berulang kali karena merusak rasa produk.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ide Usaha Kue Basah
Berapa modal awal untuk memulai usaha kue basah?
Modal awal untuk usaha rumahan berkisar antara lima ratus ribu rupiah hingga satu juta rupiah. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan baku gelombang pertama dan kemasan plastik kemas. Peralatan masak umumnya menggunakan alat dapur yang sudah tersedia di rumah.
Mengapa kue basah cepat basi dan bagaimana mengatasinya?
Kue basah cepat basi karena memiliki kandungan air dan santan yang tinggi di dalamnya. Cara mengatasinya adalah dengan memastikan proses pengukusan matang sempurna dan produk didinginkan sebelum dikemas. Hindari menutup wadah saat kondisi kue masih mengeluarkan uap panas.
Bagaimana cara menitipkan kue basah di pasar tradisional?
Pelaku usaha mendatangi pemilik lapak subuh di pasar pada sore hari sebelumnya untuk menyepakati jumlah titipan. Sistem yang digunakan adalah konsinyasi, di mana pembayaran dilakukan keesokan harinya berdasarkan jumlah barang yang laku. Pemilik lapak biasanya meminta komisi berkisar sepuluh hingga dua puluh persen.
Apakah usaha kue basah bisa dijalankan tanpa modal besar?
Ya, usaha ini bisa dimulai dengan sistem pesanan terlebih dahulu, di mana pembeli membayar uang muka di awal. Uang muka tersebut digunakan oleh produsen untuk membeli bahan baku pembuatan kue. Langkah ini menghilangkan kebutuhan modal besar di awal jalannya usaha.
Kue basah jenis apa yang paling laku setiap hari?
Jenis makanan yang paling stabil penjualannya adalah kelompok gorengan seperti risoles dan kelompok ketan seperti lemper ayam. Kedua jenis ini sering dijadikan pengganti menu sarapan sehingga selalu dicari konsumen pada pagi hari. Konsistensi rasa menjadi penentu utama loyalitas pembeli harian.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9262945/original/096771100_1783159349-4d6d0bbb-32d8-4f09-8957-2c53cd968d14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9262855/original/061126300_1783159283-Cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9256001/original/063061400_1783151236-ChatGPT_Image_Jul_4__2026__02_39_56_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9260694/original/051826200_1783156874-3f0663a2-957a-47c6-b9ec-43e699b35351.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9266828/original/088324300_1783164191-9d397376-e45e-4ce3-a831-331413cc10d6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9255674/original/062134000_1783150861-Gemini_Generated_Image_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9256681/original/075068000_1783152001-vitaly-gariev-2NcTLdFHpH8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4218671/original/089920200_1667890950-pexels-liliana-drew-9462766_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9261907/original/093884300_1783158273-ChatGPT_Image_Jul_4__2026__04_42_34_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9257727/original/092763200_1783153317-Gemini_Generated_Image_y5w46yy5w46yy5w4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9253166/original/058843800_1783147979-Gemini_Generated_Image_68lh8u68lh8u68lh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8958352/original/034093900_1782975098-Y4vuC77tc8hfkWSGPQXXp65Byid7gJOgSVhIkNJY.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8958527/original/023012900_1782975169-a64j7sv6nvh47wm6RcXkD2r6F4zWrvxJSIfrxVpB.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408561/original/041911700_1762825692-rupiah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5619932/original/073213400_1778208667-mie_ayam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9241005/original/080379300_1783133107-Cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5209450/original/004965600_1746433590-brown-retro-electronic-blender-device.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9239282/original/007491900_1783130767-6f8919cd-b114-4942-ae33-c6c2a4e8e7f0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9125728/original/045261100_1783070516-Cover.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533446/original/043365700_1773737304-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530617/original/099175500_1773466166-mud1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539244/original/040883000_1774594881-rumah_minimalis_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528599/original/064914600_1773288962-Ashera_Dress_Sq1_1770721983416.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524816/original/031467100_1773012780-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534966/original/037393500_1773906231-Rak_Susun_Minimalis_di_Sudut_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508983/original/035798900_1771646536-desain_kebun_sayur__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530339/original/025873100_1773408788-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529928/original/090225400_1773386765-unnamed__75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528242/original/032994000_1773267692-coq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529491/original/090218200_1773361566-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525047/original/013340400_1773029609-ternak_bebek_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515501/original/077125600_1772178069-unnamed__67_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520788/original/042905900_1772639398-Amplop_Lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4376004/original/006446100_1680078026-money-gbed170cd0_1920_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523472/original/075002900_1772839836-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530898/original/073396600_1773503661-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528263/original/059958400_1773269726-1.jpg)