Liputan6.com, Jakarta Tidak semua bunga hadir untuk merayakan cinta dan kebahagiaan. Di berbagai penjuru dunia, ada bunga yang melambangkan kematian dan menjadi bahasa bisu bagi perpisahan serta duka yang mendalam.
Sejak zaman kuno, manusia menautkan kelopak tertentu dengan akhir kehidupan, penghormatan terakhir, dan harapan akan keabadian jiwa. Uniknya, satu jenis bunga bisa berarti kematian di satu budaya, tetapi menjadi simbol cinta di budaya lain.
Dilansir dari Southside Blooms, makna simbolis bunga telah ada sejak masa kuno di Timur Tengah, Asia, dan Amerika, jauh sebelum era Victoria memformalkannya. Mengenali ragam bunga yang melambangkan kematian membantu kita memilih rangkaian duka yang tepat sekaligus memahami tradisi lintas budaya.
Apa Itu Bunga yang Melambangkan Kematian?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311827/original/094211500_1785464180-pexels-ivan-s-8963877.jpg)
Perbesar
Bunga yang melambangkan kematian adalah jenis-jenis bunga yang secara tradisional dikaitkan dengan duka cita, prosesi pemakaman, dan perpisahan dengan orang terkasih. Bunga semacam ini kerap dipakai untuk menyampaikan simpati, penghormatan, dan belasungkawa ketika kata-kata terasa tidak lagi cukup.
Meski begitu, makna sebuah bunga sangat bergantung pada budaya yang memaknainya. David Trinklein, ahli hortikultura, dikutip dari University of Missouri Extension menyatakan, "bunga putih di negara-negara Asia melambangkan kematian."
Praktik memberi arti pada bunga ini dikenal sebagai floriografi, atau yang populer disebut filosofi bunga. Melalui sistem ini, setiap kelopak dan warna menyimpan pesan tersembunyi, sehingga memahami simbolisme bunga menjadi penting agar tidak keliru dalam menyampaikan maksud.
13 Bunga yang Melambangkan Kematian dan Maknanya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311828/original/016646400_1785464181-pexels-rdne-6841606.jpg)
Perbesar
Berikut deretan bunga yang melambangkan kematian dari berbagai belahan dunia, lengkap dengan makna di baliknya. Daftar ini mencakup bunga pemakaman klasik hingga bunga yang lekat dengan citra gelap dan misteri.
Berdasarkan catatan A-Z Animals, sejumlah bunga dikaitkan dengan kematian bukan semata karena tradisi pemakaman, melainkan juga karena sifatnya yang beracun dan berbahaya bagi manusia sejak masa lampau.
- Krisan (Chrysanthemum) - Di banyak negara Eropa dan sebagian Asia, krisan putih hampir selalu hadir di pemakaman sebagai lambang kematian, duka, dan kesedihan. Sebaliknya, di berbagai budaya Asia lain bunga ini justru dimaknai sebagai umur panjang dan keberuntungan, sehingga penting memahami makna bunga krisan sebelum menggunakannya.
- Lili Putih (White Lily) - Lili menjadi bunga pemakaman paling ikonik karena melambangkan kesucian dan ketenangan jiwa. Juan Palacio, pendiri sekaligus CEO BloomsyBox, dikutip dari US Urns Online mengatakan, "bunga lili melambangkan pulihnya kepolosan jiwa orang yang telah tiada."
- Mawar (Rose) - Mawar putih menyampaikan kemurnian dan penghormatan, sementara mawar merah tua yang gelap mewakili cinta yang berpadu dengan kesedihan mendalam atas kepergian seseorang.
- Anyelir (Carnation) - Anyelir putih bermakna cinta murni dan kepolosan, sedangkan anyelir merah muda menyiratkan kenangan. Bunga ini tahan lama sehingga sering dipakai dalam karangan duka.
- Marigold - Di Meksiko, marigold atau cempasuchil identik dengan Dia de los Muertos sebagai penuntun arwah. Merujuk Invaluable, pada era Victoria marigold justru dimaknai sebagai kematian, kekejaman, atau kecemburuan, meski kini lebih diasosiasikan dengan sinar matahari.
- Hyacinth - Mengutip Kremp Florist, hyacinth berakar pada mitologi Yunani tentang Dewa Apollo dan pemuda Hyakinthos yang tewas tragis, sehingga bunga ini melambangkan kesedihan dan kerinduan yang dalam pada yang telah pergi.
- Aconite (Wolfsbane) - Bunga ini melambangkan kejahatan, bahaya, dan kematian. Sifatnya sangat beracun dan pada masa lalu digunakan untuk melumuri senjata agar makin mematikan, sebagaimana banyak bunga cantik yang beracun lainnya.
- Poppy - Poppy merah menjadi simbol untuk mengenang para prajurit yang gugur, terutama dalam Perang Dunia I. Bunga ini juga termasuk salah satu tanaman yang bisa mematikan karena getahnya menjadi bahan opium.
- Rosemary - Sejak masa kuno, rosemary ditaburkan di makam sebagai lambang kenangan dan pengingat agar yang telah tiada tidak pernah dilupakan. Kaitannya dengan kenangan bahkan tercatat dalam karya sastra klasik.
- Gladiol (Gladiolus) - Dengan batang tinggi menjulang, gladiol melambangkan kekuatan karakter, integritas moral, dan keteguhan hati orang yang telah meninggal.
- Anggrek (Orchid) - Anggrek melambangkan cinta abadi dan penghormatan yang tak pernah luntur. Anggrek putih dan ungu paling sering dipilih untuk menyampaikan simpati, seperti diulas dalam pembahasan arti bunga anggrek.
- Dahlia Hitam - Dahlia hitam atau merah gelap melambangkan kematian, kegelapan, dan kehilangan. Warnanya yang pekat memberi kesan muram yang kuat sehingga jarang dipakai untuk perayaan.
- Camellia dan Cypress - Camellia gugur utuh dari tangkainya sehingga dianggap pertanda kematian, sementara pohon dan ranting cypress sejak era Victoria menjadi lambang kematian serta perkabungan.
Bunga Kematian dalam Budaya Jepang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311829/original/026081000_1785464181-pexels-pavel-danilyuk-7317674.jpg)
Perbesar
Jepang memiliki hubungan yang sangat khas antara bunga, kematian, dan kefanaan hidup. Sebagaimana dilaporkan Tokyo Times, red spider lily atau higanbana dikenal luas sebagai "bunga kematian" yang menautkan pemakaman, area kuburan, dan alam akhirat dalam satu simbol.
Higanbana mekar bertepatan dengan O-higan, tradisi Buddha saat ekuinoks musim gugur untuk menghormati leluhur dan merenungkan ketidakkekalan hidup. Namanya bermakna "bunga dari pantai seberang", merujuk pada tepian Sungai Sanzu yang melambangkan akhirat. Karena umbinya beracun, bunga ini dulu sengaja ditanam di sekitar makam dan sawah untuk mengusir hewan pengerat, sehingga makin lekat dengan tempat peristirahatan terakhir.
Selain higanbana, ada pula sakura yang dikenal seluruh dunia sebagai lambang keindahan. Masa mekarnya yang singkat dan cepat gugur menjadikan bunga sakura sebagai simbol keindahan yang sementara dan kefanaan hidup manusia, bahkan pernah dipakai untuk mengenang para prajurit yang gugur.
Tsubaki atau camellia Jepang melengkapi daftar bunga kematian di Negeri Sakura. Cara bunga ini gugur utuh dari tangkainya dianggap menyerupai kepala samurai yang terpenggal, sehingga dimaknai sebagai kematian tragis. Kepekaan budaya seperti ini juga tercermin dalam seni merangkai bunga ikebana yang sarat filosofi hidup dan mati.
Jejak Sejarah Bunga dalam Ritual Kematian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311830/original/034114100_1785464181-pexels-cottonbro-10499703.jpg)
Perbesar
Tradisi menautkan bunga dengan kematian memiliki akar yang sangat panjang. Sistem makna ini mencapai puncaknya pada era Victoria di Inggris, ketika masyarakat memakai bunga sebagai kode untuk menyampaikan perasaan yang tidak boleh diucapkan secara terbuka, termasuk duka dan keputusasaan.
Jauh sebelum itu, bangsa Mesir kuno telah menaruh bunga di makam sebagai bagian ritual, dan di Eropa abad pertengahan bunga serta rempah harum dipakai untuk menyamarkan bau jenazah saat pengawetan belum lazim. Bahkan penelitian arkeologis menemukan jejak serbuk sari bunga di situs pemakaman kuno, yang menandakan bahwa manusia telah menghias tempat peristirahatan terakhir dengan bunga sejak puluhan ribu tahun silam.
Mawar, meski identik dengan cinta, ternyata punya sisi berkabung. Lizzie Deas, dikutip dari Grave Matters, menyebut mawar "pada dasarnya adalah bunga pemakaman", sementara cypress dan yew menegaskan suasana kematian dan melankolis dalam bahasa bunga.
Pada akhirnya, seluruh simbolisme ini bermuara pada satu fungsi: menjadi wadah emosi. Todd Van Beck, edukator layanan pemakaman, dikutip dari laman Todd Van Beck menuturkan, "Bunga adalah ekspresi visual dari cinta, simpati, dan rasa hormat." Itulah sebabnya bunga selalu hadir ketika perasaan sulit dirangkai dengan kata.
Bunga Pertanda Kematian dalam Tradisi Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4491252/original/053957400_1688529312-pexels-meruyert-gonullu-6908028.jpg)
Perbesar
Di Indonesia, bunga kematian umumnya tidak dipandang seram, melainkan sebagai penghormatan dan simbol peralihan menuju kehidupan yang lebih baik. Mengutip buku Psikologi Kematian (2008) karya Komaruddin Hidayat, kematian bukan sekadar akhir kehidupan biologis, melainkan juga momentum refleksi spiritual dan sosial yang mendalam bagi mereka yang ditinggalkan.
- Kamboja - Bunga ini paling identik dengan pemakaman di Jawa karena banyak tumbuh subur di area kuburan. Namun, makna bunga kamboja sangat berbeda di Bali, tempat ia justru dipakai untuk sesajen dan hiasan dalam upacara keagamaan Hindu. Varietas hiasnya yang dikenal sebagai kamboja Jepang atau adenium bahkan dianggap membawa keberuntungan.
- Kantil (Cempaka Putih) - Bunga kantil yang sarat mitos ini erat dikaitkan dengan dunia magis dan sering muncul dalam cerita mistis masyarakat Jawa.
- Melati - Selain melambangkan kesucian, arti bunga melati juga menyentuh tema perpisahan. Dalam acara pemakaman, melati melambangkan perpisahan, dan sebagian masyarakat masih mengaitkan melati dengan hal mistis.
- Mawar Hitam - Di Indonesia, mawar hitam yang sebenarnya berwarna merah sangat gelap dikaitkan dengan kematian, duka cita, sekaligus misteri dan keanggunan.
- Krisan Putih - Mengikuti tradisi Asia, krisan putih kian lazim menghiasi papan dan karangan duka di Indonesia. Di banyak budaya Barat pun, krisan sering dikaitkan dengan kematian dan duka cita.
Pada akhirnya, memilih bunga untuk perpisahan bukan tentang benar atau salah, melainkan tentang ketulusan. Selain merangkai bunga, ungkapan hati juga bisa dilengkapi kata-kata bunga yang penuh makna, ucapan belasungkawa Islami, ucapan belasungkawa Kristen, maupun rangkaian kata-kata turut berduka cita serta ucapan turut berduka cita yang menguatkan keluarga yang ditinggalkan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Bunga yang Melambangkan Kematian
Apa bunga yang paling melambangkan kematian?
Secara global, krisan (terutama krisan putih di Eropa dan Asia) dan lili putih adalah bunga yang paling identik dengan kematian dan pemakaman. Di Jepang, gelarnya jatuh pada higanbana atau red spider lily, sedangkan di Indonesia bunga kamboja yang paling melekat dengan citra pemakaman.
Apakah bunga krisan hanya melambangkan kematian?
Tidak. Makna krisan sangat bergantung pada budaya. Di banyak negara Eropa dan sebagian Asia Timur, krisan putih menandakan duka dan kematian, tetapi di Tiongkok dan Jepang bunga ini justru melambangkan umur panjang serta keberuntungan, dan di Amerika Serikat kerap dimaknai sebagai kebenaran dan dukungan.
Bunga apa yang cocok untuk ungkapan duka cita?
Bunga yang umum dipilih untuk menyampaikan duka cita adalah lili putih, mawar putih, krisan putih, dan anyelir, karena semuanya melambangkan kesucian, penghormatan, serta ketulusan. Warna putih menjadi pilihan utama karena memberi kesan damai dan tenang bagi keluarga yang berduka.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4288561/original/026176600_1673471360-pexels-mart-production-7679456.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312221/original/076482200_1785484197-86e76beb-6283-4086-b861-e4caed6a6bab.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312499/original/027247200_1785499474-watermarked_img_13887921445509553971.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292909/original/067786000_1783664277-1__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312372/original/085994400_1785488944-hl.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312450/original/097131400_1785493235-l.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8395658/original/029908300_1782276558-Gemini_Generated_Image_mlc9vfmlc9vfmlc9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4503170/original/094583500_1689396365-british-baby-box-CoMU052u47c-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312234/original/013422100_1785484438-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312334/original/094771000_1785488005-Gemini_Generated_Image_372x4d372x4d372x.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311057/original/037066200_1785387065-Uksab39kFUhqWoob6j632xgkCx0LjEYZgKaVI01q.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312341/original/065429200_1785488011-Untitled1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312286/original/098881800_1785485811-97be8a80-0c1f-40de-9364-395f6afc75b0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385920/original/071803600_1760948482-ddqqd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312177/original/027336500_1785482529-Gemini_Generated_Image_rw2iqyrw2iqyrw2i.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312085/original/042581000_1785479477-kelly-sikkema-3-Tc_5LROrM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312103/original/008370700_1785480605-pexels-cottonbro-6865178.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311059/original/080282900_1785387074-c53BqhErmxOxZpDo4tO3YRRXVgvqGY8XH9LO0NBB.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311989/original/091367400_1785473843-keranjang_laundry.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222291/original/004015500_1747388527-pexels-heyho-6758245.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552830/original/094815200_1775832773-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551751/original/092211600_1775740607-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4789531/original/047657400_1711842914-20240331-Malam_Paskah-AFP_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557096/original/065659700_1776318001-Gambar_Rumah_Sederhana_6x9_di_Kampung_Dekat_Sawah_yang_Jadi_Tren_Desain_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545506/original/095111700_1775196399-Gemini_Generated_Image_qunmakqunmakqunm.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449723/original/039403000_1766112570-Advertorial-Aplikasi_Alpha_Inv_Des25-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558460/original/066569600_1776419680-HL_mangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560536/original/020239000_1776672350-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7026414/original/064378700_1779801039-Gemini_Generated_Image_bb1cq2bb1cq2bb1c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559831/original/019905700_1776645721-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550117/original/093812400_1775637545-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547853/original/042614700_1775473865-dpr1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5705844/original/009190100_1778588694-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566397/original/034900000_1777180569-Desain_Rumah_50_Juta_dengan_Ventilasi_Silang_Alami_Model_Teras_Ganda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551685/original/058687600_1775734917-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547126/original/096181400_1775447470-Depan_Rumah_Coran_Minimalis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552513/original/006756700_1775811347-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546334/original/043378800_1775287299-1.jpg)