12 Tips Memanfaatkan Tandon Bekas Menjadi Kolam Gurame Produktif di Rumah, Simak Caranya

8 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Gurame menjadi salah satu ikan air tawar favorit masyarakat Indonesia berkat cita rasa lezat, nilai jual menarik, hingga permintaan pasar relatif stabil sepanjang tahun. Kondisi tersebut membuat banyak orang tertarik mencari tips memanfaatkan tandon bekas menjadi kolam gurame produktif, agar aktivitas budidaya bisa dimulai tanpa investasi pembuatan kolam permanen.

Pemanfaatan tandon bekas tidak hanya membantu menghemat anggaran, tetapi ikut mendukung gaya hidup ramah lingkungan melalui penggunaan ulang wadah berukuran besar. Persiapan media, kualitas air, pemilihan benih, hingga proses perawatan menjadi beberapa aspek penting dalam tips memanfaatkan tandon bekas menjadi kolam gurame produktif supaya hasil panen lebih optimal.

Budidaya gurame memakai tandon bekas bisa menjadi peluang usaha rumahan, bagi pemula maupun pelaku usaha skala kecil. Apabila setiap tahapan dilakukan secara tepat, pertumbuhan ikan dapat berlangsung optimal hingga masa panen tiba. Oleh sebab itu, memahami tips memanfaatkan tandon bekas menjadi kolam gurame produktif menjadi langkah awal, untuk memperoleh hasil budidaya lebih maksimal.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (14/7/2026).

1. Pilih Tandon Bekas yang Masih Layak Digunakan

Langkah pertama yang perlu dilakukan sebelum mengubah tandon bekas menjadi kolam gurame produktif adalah memastikan kondisi fisik wadah masih benar-benar layak digunakan. Periksa seluruh bagian tandon secara teliti, mulai dari dinding, bibir tandon, hingga bagian dasar untuk memastikan tidak terdapat retakan, kebocoran, lubang kecil, atau kerusakan lain yang berpotensi menyebabkan air merembes keluar. Kerusakan sekecil apa pun dapat memengaruhi kestabilan volume air dan berisiko mengganggu proses pemeliharaan ikan dalam jangka panjang. Selain itu, pilihlah tandon berbahan plastik food grade apabila memungkinkan. Material ini umumnya lebih aman karena tidak mudah melepaskan zat berbahaya ke dalam air, memiliki daya tahan lebih baik terhadap perubahan cuaca, serta mampu digunakan dalam waktu yang relatif lama tanpa mengalami penurunan kualitas secara signifikan.

Selain memperhatikan kondisi fisiknya, ukuran tandon juga harus disesuaikan dengan jumlah benih gurame yang akan dipelihara. Tandon berkapasitas besar memiliki keunggulan berupa volume air yang lebih stabil sehingga perubahan suhu, kadar oksigen, maupun kualitas air tidak terjadi secara drastis. Kondisi tersebut akan menciptakan lingkungan budidaya yang lebih nyaman sehingga pertumbuhan ikan gurame dapat berlangsung secara optimal, tingkat stres ikan menjadi lebih rendah, dan risiko kematian akibat perubahan kondisi air pun dapat diminimalkan.

2. Bersihkan Tandon Secara Menyeluruh

Sebelum tandon digunakan sebagai media budidaya, lakukan proses pembersihan secara menyeluruh agar seluruh kotoran, debu, lumut, maupun sisa bahan lain yang masih menempel dapat dihilangkan sepenuhnya. Bersihkan seluruh permukaan bagian dalam menggunakan sikat berbulu halus dan air bersih hingga setiap sudut tandon benar-benar bebas dari kerak maupun endapan yang mungkin terbentuk selama tandon tidak digunakan. Sangat disarankan untuk tidak memakai deterjen, sabun berbahan kimia keras, pemutih, ataupun cairan pembersih lain, sebab residu bahan tersebut dapat tertinggal pada permukaan plastik dan berpotensi mencemari air sehingga membahayakan kesehatan ikan gurame.

Setelah proses pencucian selesai dilakukan, jemur tandon di bawah sinar matahari selama beberapa jam agar kelembapan berkurang sekaligus membantu menghilangkan bau yang masih tersisa. Selanjutnya, bilas kembali menggunakan air bersih beberapa kali hingga benar-benar tidak terdapat sisa kotoran ataupun residu lain. Tahapan sederhana ini sangat penting untuk menciptakan media budidaya yang higienis sebelum benih ikan mulai ditebar.

3. Pasang Sistem Pembuangan Air

Kolam gurame memerlukan kualitas air yang selalu terjaga agar ikan mampu tumbuh sehat sepanjang masa pemeliharaan. Oleh sebab itu, pemasangan sistem pembuangan air menjadi salah satu komponen penting yang tidak boleh diabaikan. Buatlah saluran pembuangan pada bagian bawah atau sisi tandon menggunakan pipa PVC lengkap beserta keran agar proses pengurasan maupun pergantian air dapat dilakukan secara praktis tanpa harus mengangkat atau memindahkan tandon dari tempatnya.

Keberadaan sistem drainase sederhana tersebut akan sangat membantu dalam mengurangi penumpukan kotoran, sisa pakan, endapan lumpur halus, maupun limbah organik lain yang biasanya mengendap di dasar kolam. Apabila limbah tersebut rutin dibuang, kualitas air akan tetap terjaga, kadar amonia dapat ditekan, serta risiko munculnya penyakit akibat lingkungan budidaya yang kotor juga menjadi jauh lebih kecil.

4. Tambahkan Aerasi agar Oksigen Tetap Stabil

Walaupun ikan gurame dikenal memiliki kemampuan beradaptasi cukup baik terhadap berbagai kondisi lingkungan, kebutuhan oksigen terlarut di dalam air tetap harus dipenuhi agar proses pertumbuhan berlangsung secara maksimal. Kekurangan oksigen dapat menyebabkan ikan menjadi lemas, kehilangan nafsu makan, lebih mudah terserang penyakit, hingga mengalami pertumbuhan yang tidak optimal.

Gunakan aerator sesuai kapasitas volume air di dalam tandon agar sirkulasi air berlangsung secara merata. Pergerakan air yang dihasilkan aerator akan membantu meningkatkan kandungan oksigen terlarut sehingga kondisi kolam menjadi lebih stabil, terutama apabila jumlah ikan yang dipelihara cukup banyak. Selain itu, sirkulasi air yang baik juga dapat mengurangi terbentuknya lapisan air yang miskin oksigen pada bagian dasar kolam.

5. Isi Air Secara Bertahap

Setelah seluruh persiapan selesai dilakukan, jangan terburu-buru memasukkan benih gurame ke dalam tandon. Isi air secara bertahap sesuai kapasitas kolam, kemudian diamkan selama kurang lebih 24 hingga 48 jam, terutama apabila menggunakan air yang berasal dari jaringan PDAM. Waktu pendiaman tersebut bertujuan memberikan kesempatan bagi kandungan klorin untuk menguap sehingga air menjadi lebih aman bagi kehidupan ikan.

Apabila menggunakan air sumur, pastikan kualitas air berada dalam kondisi baik, tidak berbau, tidak tercemar limbah rumah tangga maupun limbah industri, serta memiliki tingkat kejernihan yang memadai. Air yang berkualitas akan memberikan lingkungan hidup lebih sehat sehingga ikan dapat beradaptasi lebih cepat setelah ditebar ke dalam kolam.

6. Gunakan Benih Gurame Berkualitas

Keberhasilan budidaya gurame sangat dipengaruhi oleh kualitas benih sejak awal. Oleh sebab itu, pilihlah benih berukuran relatif seragam agar pertumbuhan ikan berlangsung lebih merata. Selain itu, perhatikan kondisi fisiknya, pastikan ikan berenang aktif, memiliki bentuk tubuh normal, sisik tampak utuh, warna tubuh cerah, tidak mengalami luka, serta bebas dari tanda-tanda penyakit maupun infeksi parasit.

Benih gurame yang sehat umumnya mempunyai daya tahan tubuh lebih baik sehingga mampu beradaptasi terhadap lingkungan baru dalam waktu relatif singkat. Kondisi tersebut akan meningkatkan peluang hidup selama masa pemeliharaan sekaligus membantu menekan angka kematian, sehingga hasil panen nantinya menjadi lebih maksimal.

7. Atur Kepadatan Tebar

Kesalahan yang cukup sering dilakukan pemula adalah memasukkan terlalu banyak benih ke dalam satu tandon. Padahal, kepadatan tebar yang berlebihan dapat memicu persaingan memperoleh oksigen, ruang gerak, maupun pakan sehingga pertumbuhan ikan menjadi tidak merata. Selain itu, kondisi kolam yang terlalu padat juga mempercepat penurunan kualitas air akibat meningkatnya jumlah kotoran dan sisa metabolisme ikan.

Sebagai panduan, sesuaikan jumlah benih berdasarkan kapasitas volume air yang tersedia agar setiap ikan memperoleh ruang gerak cukup luas. Kepadatan ideal akan membantu ikan tumbuh lebih cepat, mengurangi tingkat stres, meningkatkan efisiensi pemberian pakan, serta meminimalkan risiko penyebaran penyakit di dalam kolam.

8. Berikan Pakan Berkualitas

Pemberian pakan menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan keberhasilan budidaya gurame. Gunakan pelet berkualitas tinggi yang memiliki kandungan protein sesuai kebutuhan pada setiap fase pertumbuhan ikan. Nutrisi yang seimbang akan membantu pembentukan jaringan tubuh, mempercepat pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta menghasilkan ukuran ikan yang lebih seragam saat panen.

Pakan sebaiknya diberikan sebanyak dua hingga tiga kali sehari dalam jumlah secukupnya sesuai kemampuan konsumsi ikan. Hindari memberikan pakan secara berlebihan, sebab sisa makanan yang tidak habis akan mengendap di dasar kolam dan memicu penurunan kualitas air. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kadar amonia sehingga berisiko mengganggu kesehatan ikan.

9. Rutin Mengganti Sebagian Air

Menjaga kualitas air merupakan bagian penting dalam proses budidaya gurame. Salah satu cara paling sederhana adalah melakukan pergantian sebagian air secara berkala, yaitu sekitar 20 hingga 30 persen dari total volume kolam. Pergantian air tidak perlu dilakukan secara keseluruhan agar keseimbangan lingkungan di dalam kolam tetap terjaga dan ikan tidak mengalami stres akibat perubahan kondisi air secara mendadak.

Langkah tersebut sangat efektif membantu mengurangi kadar amonia, menghilangkan kotoran terlarut, memperbaiki kualitas oksigen, sekaligus menjaga kondisi ikan tetap aktif, sehat, dan memiliki nafsu makan yang baik sepanjang masa pemeliharaan.

10. Tambahkan Tanaman Air Secukupnya

Keberadaan tanaman air dalam jumlah terbatas dapat memberikan manfaat tambahan bagi kolam gurame. Selain menciptakan suasana yang tampak lebih alami, tanaman air juga mampu menghadirkan area teduh sehingga ikan memiliki tempat berlindung dari paparan sinar matahari langsung pada waktu tertentu.

Walaupun demikian, jumlah tanaman air sebaiknya tidak berlebihan hingga menutupi seluruh permukaan kolam. Ruang terbuka tetap diperlukan agar proses pertukaran oksigen berlangsung optimal, cahaya matahari masih dapat masuk ke dalam air, dan sirkulasi udara di permukaan kolam tetap berjalan secara baik.

11. Pantau Kondisi Ikan Setiap Hari

Lakukan pengamatan terhadap kondisi ikan setiap hari untuk memastikan seluruh benih tumbuh dalam keadaan sehat. Perhatikan nafsu makan, pola berenang, respons terhadap pakan, warna tubuh, hingga kemungkinan munculnya luka atau perubahan fisik lain. Pemeriksaan rutin memungkinkan peternak mendeteksi gangguan kesehatan sejak tahap awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Apabila ditemukan ikan yang menunjukkan gejala sakit, seperti berenang tidak normal, kehilangan nafsu makan, atau muncul bercak pada tubuhnya, segera pisahkan ikan tersebut ke wadah karantina. Langkah ini bertujuan mencegah penyebaran penyakit kepada ikan lain sehingga tingkat keberhasilan budidaya tetap terjaga.

12. Manfaatkan Lokasi yang Mendapat Cahaya Matahari

Penempatan tandon juga memengaruhi keberhasilan budidaya gurame. Pilih area terbuka yang memperoleh sinar matahari pagi dalam intensitas cukup, tetapi tidak menerima paparan panas berlebihan sepanjang hari. Sinar matahari pagi membantu menjaga kondisi lingkungan kolam tetap sehat tanpa menyebabkan suhu air meningkat secara ekstrem.

Paparan cahaya dalam jumlah ideal mampu mendukung keseimbangan ekosistem kolam, membantu perkembangan mikroorganisme bermanfaat, sekaligus menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit. Penempatan lokasi yang tepat akan membuat kondisi air lebih stabil sehingga ikan gurame dapat tumbuh sehat hingga masa panen tiba.

Pertanyaan Seputar Tips Memanfaatkan Tandon Bekas

Mengapa budidaya gurame di tandon bekas cocok untuk pemula?

Budidaya gurame di tandon bekas menawarkan solusi cerdas bagi pemula karena membutuhkan modal minim dan dapat dilakukan di lahan terbatas, seperti halaman atau teras rumah.

Bagaimana cara mempersiapkan tandon air bekas agar aman untuk ikan gurame?

Tandon harus dipotong bagian atasnya untuk sirkulasi udara dan cahaya, ditambal jika ada kebocoran, lalu dibersihkan total dari lumut dan bahan kimia. Selanjutnya, sikat dengan air bersih, bilas larutan garam/antiseptik, dan jemur 2-3 hari hingga kering dan bau plastik hilang untuk sterilisasi.

Berapa padat tebar ideal benih gurame untuk tandon 1.000 liter?

Untuk tandon air bekas berkapasitas sekitar 1.000 liter, padat tebar yang disarankan adalah 50-70 ekor benih jika target panennya adalah ukuran konsumsi sekitar 500 gram per ekor.

Apa saja penyakit umum yang menyerang ikan gurame dalam budidaya tandon?

Penyakit umum meliputi bercak putih (disebabkan protozoa Ichthyophthirius multifiliis), penyakit jamur (ditandai benang halus putih), dan penyakit mata belo (disebabkan kualitas air buruk dan sisa pakan menumpuk).

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |