Liputan6.com, Jakarta - Air beras, terutama air bekas mencuci beras, kerap dianggap sebagai sisa dapur yang tidak lagi memiliki manfaat setelah proses memasak selesai, padahal cairan tersebut mengandung sejumlah kecil pati dan mineral yang dapat menjadi tambahan dalam perawatan tanaman tertentu. Penggunaannya memang tidak bisa disamakan dengan pupuk lengkap, tetapi jika diberikan dengan cara dan frekuensi yang tepat, air beras dapat menjadi salah satu alternatif sederhana untuk melengkapi rutinitas penyiraman tanaman di rumah.
Tidak semua tanaman memberikan respons yang sama terhadap air beras sehingga pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan karakter tanaman, kondisi media tanam, kebutuhan air, serta sistem drainase yang digunakan. Beberapa tanaman hias populer dan tanaman yang ditanam di tanah dapat dicoba mendapatkan air beras yang sudah disiapkan dengan benar, tetapi penggunaan berlebihan justru dapat membuat media terlalu lembap atau meninggalkan sisa pati sehingga berpotensi mengganggu kondisi tanah.
1. Peace Lily
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5459443/original/003347700_1767161399-Tanaman_Terbaik_untuk_Ruang_Tamu_dan_Bikin_Rumah_Terlihat_Lebih_Segar_dan_Hidup_Peace_Lily.jpg)
Perbesar
Peace lily menjadi salah satu tanaman hias yang dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan air beras sebagai tambahan perawatan karena tanaman ini menyukai media yang cukup lembap dan membutuhkan penyiraman secara teratur, terutama ketika ditempatkan di lingkungan yang hangat. Air beras yang bersih dan tidak mengandung garam atau bumbu dapat digunakan sesekali setelah didinginkan, sehingga tidak mengganggu rutinitas penyiraman normal yang tetap menjadi kebutuhan utamanya.
Ketika menggunakan air beras untuk peace lily, pastikan cairan diberikan langsung ke media tanam dan bukan disemprotkan ke permukaan daun karena sisa pati yang menempel dapat menjadi masalah apabila kondisi ruangan lembap. Frekuensi pemberiannya juga sebaiknya tidak terlalu sering karena tanaman tetap membutuhkan air biasa serta nutrisi lengkap dari media atau pupuk yang sesuai, sedangkan air beras hanya berperan sebagai tambahan dalam perawatan.
2. Lidah Mertua
Lidah mertua atau snake plant termasuk tanaman yang sangat familiar dan dikenal memiliki kemampuan beradaptasi pada berbagai kondisi lingkungan, sehingga sering dipilih untuk menghiasi rumah maupun ruang kerja. Tanaman ini dapat dicoba mendapatkan air beras sesekali, tetapi karena lidah mertua memiliki kebutuhan air yang relatif rendah, pemberiannya harus lebih terbatas dibandingkan tanaman yang menyukai media lembap.
Penggunaan air beras pada lidah mertua sebaiknya dilakukan ketika media tanam memang sudah membutuhkan penyiraman, bukan dengan menambahkan cairan setiap kali melihat tanaman terlihat kering di permukaan. Pastikan pot mempunyai lubang drainase yang baik agar air tidak menggenang di sekitar akar, sebab kondisi terlalu basah justru lebih berisiko bagi tanaman ini daripada kekurangan air dalam waktu singkat.
3. Spider Plant
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5459444/original/041656200_1767161399-Tanaman_Terbaik_untuk_Ruang_Tamu_dan_Bikin_Rumah_Terlihat_Lebih_Segar_dan_Hidup_Spider_Plant.jpg)
Perbesar
Spider plant merupakan tanaman hias yang cukup mudah dikenali melalui bentuk daunnya yang panjang dan menjuntai, sehingga sering digunakan untuk mempercantik rak, meja, maupun area dekat jendela. Tanaman ini dapat menjadi salah satu pilihan yang diberi air beras secara berkala karena media tanamnya tetap membutuhkan kelembapan, meskipun pemberian tersebut tidak berarti air beras harus digunakan pada setiap jadwal penyiraman.
Agar penggunaannya tetap aman, air beras sebaiknya berasal dari air cucian beras yang tidak dicampur bahan lain dan digunakan dalam kondisi segar setelah proses pencucian. Cairan tersebut dapat diarahkan langsung ke media di sekitar akar dengan jumlah secukupnya, sementara kebutuhan nutrisi utama spider plant tetap perlu dipenuhi melalui media tanam berkualitas atau pupuk yang memang dirancang untuk tanaman hias.
4. Money Plant
Money plant merupakan nama yang cukup populer dalam berbagai referensi tanaman hias dan sering dikaitkan dengan tanaman yang mudah tumbuh serta mudah dirawat di lingkungan rumah. Jika ingin mencoba air beras pada tanaman ini, penggunaannya sebaiknya ditempatkan sebagai tambahan perawatan yang dilakukan sesekali, terutama pada tanaman yang tumbuh di media tanah dengan drainase memadai.
Hal yang perlu diperhatikan adalah jangan menganggap air beras sebagai pengganti pupuk karena kandungan nutrisinya tidak lengkap untuk memenuhi seluruh kebutuhan tanaman dalam jangka panjang. Sebelum diberikan, pastikan air beras sudah tidak panas, tidak mengandung garam atau bumbu, dan tidak berbau asam akibat penyimpanan terlalu lama, kemudian siramkan secukupnya ke media tanpa membuat pot menjadi terlalu basah.
5. Pothos
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776332/original/092491700_1782875017-15045998229247717710.jpeg)
Perbesar
Pothos merupakan tanaman hias daun yang dikenal mudah dirawat dan mampu tumbuh dengan baik dalam berbagai kondisi pencahayaan, sehingga cukup sering dijadikan pilihan bagi orang yang baru mulai merawat tanaman di rumah. Air beras dapat digunakan secara terbatas sebagai tambahan penyiraman pada pothos yang ditanam di tanah, terutama jika kondisi media memiliki drainase yang baik dan tidak mudah menahan air terlalu lama.
Pemberian air beras pada pothos tetap harus dilakukan dengan prinsip secukupnya karena tanaman ini tidak membutuhkan cairan tambahan dalam jumlah besar hanya karena air tersebut mengandung pati. Gunakan air beras yang bersih dan tidak tercampur bahan masakan, kemudian tuangkan langsung pada media tanam sambil tetap memperhatikan kondisi kelembapan tanah agar akar tidak terus-menerus berada dalam lingkungan yang terlalu basah.
6. Tanaman Pakis
Tanaman pakis dapat menjadi pilihan menarik untuk penggunaan air beras karena berbagai jenis pakis umumnya menyukai lingkungan yang lembap dan media tanam yang mampu mempertahankan kelembapan tanpa menjadi becek. Karakter tersebut membuat pakis cukup menarik untuk dimasukkan dalam daftar tanaman yang dapat memperoleh air beras sebagai bagian dari perawatan tambahan, khususnya ketika tanaman ditanam dalam media yang memiliki sirkulasi udara baik.
Meski demikian, penggunaan air beras tetap harus dilakukan secara terukur karena kelembapan tinggi tidak sama dengan kondisi media yang tergenang air. Siramkan air beras secara langsung ke media dengan jumlah yang wajar dan hindari menyiramkannya pada permukaan daun secara berlebihan, kemudian berikan jeda yang cukup sebelum penggunaan berikutnya agar media memiliki kesempatan untuk mengatur kembali kadar airnya.
7. Tomat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672609/original/051492300_1778485976-unnamed__15_.jpg)
Perbesar
Tomat menjadi salah satu tanaman produktif yang menarik untuk dibahas karena selain mudah ditemukan, tanaman ini juga banyak ditanam di pekarangan menggunakan pot maupun lahan terbuka. Air beras dapat dicoba sebagai tambahan perawatan pada tanaman tomat yang tumbuh di tanah, tetapi kebutuhan nutrisi tanaman selama pembentukan batang, daun, bunga, hingga buah tetap membutuhkan sumber nutrisi yang lebih lengkap.
Jika ingin menggunakannya, air beras dapat dituangkan secukupnya pada tanah di sekitar pangkal tanaman dan tidak perlu diberikan setiap hari karena tanaman tomat tetap membutuhkan pola penyiraman yang disesuaikan dengan kondisi cuaca serta kelembapan media. Hindari air beras yang berasal dari nasi berbumbu atau air rebusan yang mengandung garam karena bahan tambahan tersebut justru dapat mengganggu kondisi tanah dan pertumbuhan tanaman.
8. Aglaonema
Aglaonema merupakan salah satu tanaman hias yang sangat familiar di Indonesia dan memiliki banyak varietas dengan corak daun menarik, sehingga sering digunakan untuk mempercantik bagian dalam rumah maupun area teras. Tanaman ini dapat dicoba mendapatkan air beras sebagai tambahan perawatan secara berkala, selama media tanam tidak terlalu basah dan pot mempunyai lubang pembuangan air yang berfungsi dengan baik.
Pemberian air beras pada aglaonema sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan kondisi media terlebih dahulu karena tanaman ini tidak membutuhkan penyiraman berlebihan hanya demi mendapatkan tambahan cairan dari air beras. Gunakan air yang bersih, sudah berada pada suhu normal, dan tidak mengandung bahan tambahan, kemudian siramkan secukupnya pada media sambil tetap menggunakan pupuk yang sesuai apabila tanaman membutuhkan nutrisi tambahan.
9. Monstera
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308353/original/090791800_1785138703-1.jpg)
Perbesar
Monstera termasuk tanaman hias yang populer karena memiliki bentuk daun khas dengan celah atau lubang alami pada beberapa jenisnya, sehingga sering digunakan sebagai elemen dekorasi untuk menghadirkan nuansa tropis di dalam rumah. Air beras dapat dicoba sebagai tambahan penyiraman pada monstera yang tumbuh di media tanah, terutama jika media mempunyai drainase baik dan tidak mudah menyimpan air terlalu lama.
Penggunaannya tetap perlu dibatasi agar tidak membuat media terlalu lembap dan meninggalkan terlalu banyak sisa pati di dalam tanah, terutama pada pot yang berada di ruangan dengan sirkulasi udara kurang baik. Berikan air beras secukupnya pada media di sekitar akar dan hindari menjadikannya satu-satunya sumber nutrisi karena pertumbuhan daun dan akar monstera tetap membutuhkan unsur hara yang lebih lengkap dari media maupun pupuk tanaman.
10. Keladi
Keladi merupakan tanaman hias yang banyak disukai karena mempunyai daun lebar dengan perpaduan warna dan pola yang menarik, sehingga sering menjadi pilihan untuk mempercantik halaman, teras, atau sudut rumah. Tanaman ini dapat dimasukkan sebagai salah satu jenis yang bisa dicoba mendapatkan air beras karena keladi umumnya menyukai media yang cukup lembap, meskipun kelembapan tersebut tetap perlu diimbangi dengan drainase yang baik.
Saat memberikan air beras, jangan langsung menambah frekuensi penyiraman hanya karena tanaman terlihat membutuhkan air karena kebutuhan tersebut tetap harus disesuaikan dengan kondisi media dan lingkungan tempat keladi tumbuh. Gunakan air beras yang tidak mengandung garam, minyak, atau bumbu, kemudian berikan secara langsung ke media dalam jumlah wajar agar manfaatnya tetap menjadi pelengkap perawatan tanpa meningkatkan risiko media terlalu basah.
Cara Menggunakan Air Beras untuk Tanaman
Air beras yang digunakan untuk tanaman sebaiknya berasal dari air cucian beras yang sederhana tanpa tambahan garam, minyak, sabun, atau bahan makanan lainnya karena kandungan tersebut dapat mengganggu kondisi media tanam. Sebelum digunakan, pastikan air berada pada suhu normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda pembusukan, kemudian gunakan dalam jumlah secukupnya sesuai kebutuhan tanaman agar tidak menyebabkan media terlalu lembap.
Beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan ketika menggunakan air beras antara lain:
- Gunakan air cucian beras yang bersih, terutama air yang berasal dari proses mencuci beras tanpa campuran bahan lain.
- Diamkan hingga suhunya normal, khususnya jika menggunakan air yang masih terasa hangat setelah proses tertentu.
- Siramkan langsung ke media, bukan membasahi daun secara berlebihan agar sisa pati tidak menempel pada permukaan tanaman.
- Gunakan secara berkala dan tidak berlebihan, karena air beras bukan pengganti penyiraman biasa maupun pupuk lengkap.
- Perhatikan kondisi media, terutama jika pot memiliki drainase kurang baik atau tanaman berada di ruangan dengan kelembapan tinggi.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Meskipun air beras mudah diperoleh dan praktis digunakan, bukan berarti semua tanaman akan otomatis tumbuh lebih subur setelah mendapatkan cairan tersebut secara rutin. Kesalahan seperti menggunakan air beras yang sudah basi, memberikan terlalu sering, menyiram hingga media tergenang, atau menggunakannya sebagai satu-satunya sumber nutrisi justru dapat membuat perawatan tanaman menjadi kurang seimbang.
Agar penggunaannya lebih aman, perhatikan beberapa hal berikut:
- Jangan menggunakan air beras berbumbu karena garam, minyak, dan bahan masakan lain dapat mengganggu media tanam.
- Jangan menyiram terlalu sering, terutama pada tanaman yang membutuhkan kondisi media lebih kering.
- Jangan mengabaikan drainase, sebab air yang menggenang dapat meningkatkan risiko masalah pada akar.
- Jangan mengganti pupuk sepenuhnya dengan air beras, karena kandungan nutrisinya tidak dirancang untuk memenuhi kebutuhan tanaman secara lengkap.
- Jangan menyimpan air beras terlalu lama, terutama jika sudah berubah aroma atau menunjukkan tanda fermentasi yang tidak diinginkan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman yang Bisa Tumbuh dengan Siraman Air Beras
1. Apakah air beras bisa membuat tanaman tumbuh subur?
Air beras dapat digunakan sebagai tambahan perawatan, tetapi tidak dapat dianggap sebagai jaminan tanaman tumbuh subur karena pertumbuhan juga dipengaruhi cahaya, air, media, sirkulasi udara, dan kecukupan nutrisi.
2. Apakah semua tanaman bisa diberi air beras?
Tidak semua tanaman memiliki kebutuhan air dan kondisi media yang sama, sehingga pemberian air beras sebaiknya dilakukan secara terbatas dan disesuaikan dengan karakter masing-masing tanaman.
3. Air beras yang digunakan sebaiknya dari mana?
Air bekas mencuci beras tanpa tambahan garam, minyak, bumbu, atau bahan masakan lain merupakan pilihan yang lebih sederhana untuk digunakan sebagai tambahan penyiraman.
4. Seberapa sering tanaman diberi air beras?
Tidak ada satu frekuensi yang cocok untuk semua tanaman, sehingga penggunaan sebaiknya dilakukan sesekali dengan mempertimbangkan kelembapan media dan kebutuhan air tanaman.
5. Apakah air beras bisa menggantikan pupuk?
Tidak, karena air beras bukan pupuk lengkap dan tanaman tetap membutuhkan unsur hara yang memadai dari media tanam, kompos, atau pupuk sesuai kebutuhan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320168/original/024904800_1786339073-ef273bfd-b3b8-429a-a4ba-f5b36f71c8f2hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320232/original/000399200_1786341051-2149523772.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320190/original/034130300_1786340025-Gemini_Generated_Image_7yi8rc7yi8rc7yi8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320152/original/063995100_1786338144-2148660349.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320144/original/020797800_1786337891-e2f5b485-c34f-4f3b-ace5-29e0fea11baa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320138/original/035658500_1786337185-66066148-f0cc-4620-8810-c57036416f02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4062734/original/032142100_1656044673-Gedung_Bank_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320081/original/020456000_1786334596-Rumah_family_friendly_yang_bisa_dicoba_dan_benar-benar_dirancang_untuk_kenyamanan_keluarga_model_rumah_satu_lantai_dengan_ruang_keluarga_di_tengah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320008/original/086264400_1786331778-fc5620f8-41e1-4195-997b-e81da6647bd2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7245165/original/067390700_1780030769-Gemini_Generated_Image_7mroj7mroj7mroj7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310281/original/009157800_1785312585-11600848515205750600.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9319919/original/036484600_1786326715-Rumah_Panggang_Pe_Modern.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262031/original/032655700_1781767940-menyiram.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9319907/original/067655400_1786325527-1babcdf0-4148-4abd-a801-b8f85f01f9cb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9319911/original/039399200_1786326348-680797ca-84bc-4ade-a319-da64968fe5ad.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9319608/original/094229100_1786261833-HL_tangan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9317979/original/046487700_1786083046-IDw23VQzemSIiKQFQ81oglQqyZ0nTIyS1XDzS9ip.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9319591/original/090443700_1786260763-HL_jalan_taman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9319550/original/015583800_1786258963-pexels-hartonosbg-34582759.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9319576/original/085044600_1786259458-lampion_botol_1.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6707818/original/004530300_1779526004-1779525648.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557096/original/065659700_1776318001-Gambar_Rumah_Sederhana_6x9_di_Kampung_Dekat_Sawah_yang_Jadi_Tren_Desain_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558460/original/066569600_1776419680-HL_mangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560536/original/020239000_1776672350-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7026414/original/064378700_1779801039-Gemini_Generated_Image_bb1cq2bb1cq2bb1c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559831/original/019905700_1776645721-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566397/original/034900000_1777180569-Desain_Rumah_50_Juta_dengan_Ventilasi_Silang_Alami_Model_Teras_Ganda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5705844/original/009190100_1778588694-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554504/original/042133400_1776073478-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566459/original/099990000_1777186387-Cara_Cepat_Bersihkan_Kulkas_Tanpa_Bongkar_Semua_Isi_dan_Tetap_Bersih_Maksimal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5753994/original/053180300_1778655561-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559169/original/005017800_1776523941-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570927/original/085307900_1777551328-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565766/original/098117700_1777086011-unnamed__30_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5697309/original/087148900_1778575609-Gemini_Generated_Image_fqdhcafqdhcafqdh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569841/original/046143800_1777456700-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560608/original/012737700_1776674546-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560766/original/050726300_1776682615-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568461/original/001756800_1777360580-kre1.jpg)