10 Tanaman Pengusir Kucing agar Tidak Buang Kotoran di Pekarangan, Dijamin Ampuh

5 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran kucing liar di pekarangan sering menimbulkan persoalan karena kebiasaan buang kotoran yang sulit dikendalikan dan berujung pada aroma tidak sedap. Kondisi ini sangat mengganggu kebersihan, termasuk memicu ketidaknyamanan bagi penghuni rumah yang harus membersihkan area secara rutin dan terkadang lokasinya menyebar.

Berbagai cara telah digunakan untuk mengatasi masalah ini, mulai dari pengusiran biasa hingga penggunaan bahan campuran dengan aroma menyengat. Sayangnya, tidak semua berhasil dan berujung kucing liar kembali datang ke pekarangan untuk buang hajat.

Namun begitu, ada cara alami lain yang mungkin bisa dicoba yakni menggunakan tanaman alami. Tanaman ini akan membuat kucing tidak betah dan akhirnya memilih kabur ke tempat lain. Lantas apa saja tanaman yang bisa secara alami mengusir kucing liar itu? Simak informasi selengkapnya, dihadirkan Liputan6, Minggu (26/4).

1. Lavender sebagai Pembatas Area Pekarangan

Lavender dapat ditanam dari bibit yang diletakkan dalam media tanah gembur di pot atau langsung di tanah pekarangan dengan memastikan aliran air tidak menggenang, lalu disiram secukupnya setiap beberapa hari agar akar dapat berkembang tanpa kondisi terlalu basah yang menghambat pertumbuhan.

Penanaman lavender sebaiknya dilakukan di area yang sering menjadi jalur masuk kucing, seperti dekat pagar atau sudut pekarangan, karena lokasi tersebut menjadi titik awal kucing mendekat sehingga keberadaan tanaman ini dapat berfungsi sebagai penghalang alami.

Perawatan dilakukan dengan memangkas bagian yang mulai mengering serta menjaga jarak antar tanaman agar tidak saling menutup, sementara aroma yang dihasilkan tanaman ini membuat kucing enggan mendekat karena indera penciumannya menangkap bau yang tidak sesuai bagi mereka.

2. Serai sebagai Penghalang Alami

Serai dapat ditanam dengan cara menancapkan batang ke dalam tanah yang telah dicampur kompos, kemudian disiram secara teratur hingga muncul tunas baru sebagai tanda tanaman mulai tumbuh dengan stabil.

Penempatan serai dianjurkan di sepanjang tepi pekarangan atau dekat area tanah terbuka yang sering dijadikan tempat buang kotoran oleh kucing, karena tanaman ini dapat membentuk barisan yang berfungsi sebagai pembatas alami.

Perawatan cukup dilakukan dengan penyiraman rutin dan pemangkasan daun yang sudah tua, sementara kandungan aroma pada serai membuat kucing menjauh karena tidak nyaman dengan bau yang tercium dari jarak tertentu.

3. Rosemary untuk Menghalangi Jalur Masuk

Rosemary dapat ditanam melalui stek batang yang ditancapkan pada tanah dengan drainase baik, lalu disiram secara berkala tanpa membuat media terlalu basah agar akar tidak mudah rusak.

Lokasi penanaman yang tepat berada di jalur yang sering dilalui kucing, seperti sisi tembok atau pinggir taman, sehingga tanaman ini dapat menjadi penghalang langsung terhadap pergerakan hewan tersebut.

Perawatan dilakukan dengan menjaga bentuk tanaman melalui pemangkasan ringan, sementara aroma dari rosemary menjadi faktor utama yang membuat kucing tidak mendekat karena tidak sesuai dengan kebiasaan penciuman mereka.

4. Mint untuk Mengusir Kucing dari Area Tanah

Mint dapat ditanam dengan cara memindahkan batang berakar ke dalam pot atau tanah pekarangan, kemudian disiram secara rutin agar pertumbuhan daun berjalan stabil tanpa gangguan.

Penanaman mint sebaiknya berada di area tanah terbuka yang sering menjadi tempat kucing menggali atau buang kotoran, karena tanaman ini dapat menyebar dan menutup permukaan tanah secara bertahap.

Perawatan dilakukan dengan mengontrol pertumbuhan agar tidak menyebar terlalu luas, sementara aroma yang dihasilkan daun mint membuat kucing tidak tertarik untuk berada di area tersebut.

5. Coleus Canina sebagai Penolak Kucing

Coleus canina dapat ditanam dari bibit yang diletakkan di tanah dengan pencahayaan cukup, kemudian disiram secara teratur untuk menjaga kelembapan media tanam.

Tanaman ini sebaiknya ditempatkan di titik yang sering menjadi lokasi kucing berhenti atau berdiam, seperti sudut pekarangan atau dekat tempat sampah, sehingga dapat langsung memberikan efek pengusiran.

Perawatan dilakukan dengan menjaga kondisi tanah tetap stabil, sementara aroma yang dihasilkan tanaman ini dikenal tidak disukai kucing sehingga mereka akan menghindari area tersebut.

6. Jeruk sebagai Penghalang Beraroma

Tanaman jeruk dapat ditanam dari biji atau bibit yang diletakkan di tanah pekarangan dengan jarak tertentu agar dapat tumbuh tanpa saling mengganggu.

Penempatan tanaman jeruk sebaiknya berada di area yang terbuka dan mudah diakses kucing, karena bagian daun dan kulit buah menghasilkan aroma yang menyebar di sekitarnya.

Perawatan meliputi penyiraman rutin dan pemangkasan cabang, sementara aroma yang dihasilkan tanaman ini membuat kucing menjauh karena tidak sesuai dengan preferensi penciuman mereka.

7. Rue untuk Mengurangi Aktivitas Kucing

Rue dapat ditanam dengan menaburkan biji ke dalam tanah yang telah diolah, lalu disiram secara berkala hingga tanaman tumbuh secara bertahap.

Penanaman dilakukan di sekitar area yang sering menjadi titik aktivitas kucing, seperti dekat pagar atau jalur masuk, agar tanaman ini dapat berfungsi sebagai penghalang langsung.

Perawatan dilakukan dengan menjaga tanah tetap dalam kondisi cukup lembap, sementara kandungan aroma pada tanaman ini membuat kucing tidak bertahan lama di sekitarnya.

8. Thyme sebagai Penutup Permukaan Tanah

Thyme dapat ditanam dengan cara menyebarkan bibit di permukaan tanah, lalu disiram secara rutin agar tanaman menyebar dan menutup area tersebut.

Penempatan thyme efektif pada area tanah terbuka yang sering menjadi tempat kucing menggali, karena tanaman ini dapat membentuk lapisan yang mengurangi akses langsung ke tanah.

Perawatan dilakukan dengan memangkas bagian yang tumbuh berlebihan, sementara aroma yang dihasilkan membuat kucing tidak tertarik untuk mendekat atau beraktivitas di area tersebut.

9. Bawang Putih sebagai Penghalang Bau

Bawang putih dapat ditanam dengan menanam siung langsung ke dalam tanah, kemudian disiram secara rutin hingga tumbuh tunas.

Penanaman sebaiknya dilakukan di sekitar batas pekarangan atau area yang sering dilewati kucing, karena tanaman ini menghasilkan bau yang menyebar di sekitarnya.

Perawatan cukup sederhana dengan menjaga kelembapan tanah, sementara aroma dari bawang putih membuat kucing menjauh karena tidak sesuai dengan kebiasaan penciumannya.

10. Geranium untuk Menjaga Area Pekarangan

Geranium dapat ditanam dalam pot atau langsung di tanah dengan memastikan media tidak tergenang air, lalu disiram secara berkala untuk menjaga pertumbuhan.

Penempatan geranium efektif di area dekat pintu atau teras, karena menjadi titik yang sering dilalui kucing saat masuk ke pekarangan.

Perawatan dilakukan dengan memangkas daun yang sudah tidak tumbuh, sementara aroma dari tanaman ini membuat kucing tidak mendekat karena memberikan respons penolakan dari indera penciumannya.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apakah semua tanaman pengusir kucing aman untuk manusia?

Sebagian besar tanaman aman, namun tetap perlu memastikan tidak dikonsumsi secara langsung.

2. Berapa lama tanaman mulai efektif mengusir kucing?

Efek mulai terasa setelah tanaman tumbuh dan menghasilkan aroma.

3. Apakah tanaman ini perlu ditanam banyak?

Jumlah disesuaikan dengan luas area yang ingin dilindungi.

4. Apakah kucing bisa terbiasa dengan tanaman tersebut?

Beberapa kucing bisa beradaptasi, namun aroma tetap menjadi faktor penghalang.

5. Apakah metode ini bisa dikombinasikan dengan cara lain?

Bisa, seperti menjaga kebersihan area agar tidak menarik kucing kembali.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |