Liputan6.com, Jakarta - Memulai usaha ternak sering kali terdengar mahal dan berisiko, padahal jika strategi yang digunakan tepat serta skalanya disesuaikan dengan kemampuan pemula, modal kecil seperti Rp50 ribu pun sudah cukup untuk menjadi langkah awal yang realistis dan terukur. Di tahun 2026, tren usaha mikro berbasis rumah tangga diprediksi semakin diminati karena banyak orang ingin memiliki penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama, sehingga model ternak skala mini menjadi solusi yang masuk akal dan fleksibel untuk dicoba.
Dengan pendekatan bertahap, fokus pada satu jenis ternak, serta memanfaatkan ruang sempit di halaman atau bahkan sudut rumah, peluang usaha ternak modal kecil ini bukan hanya sekadar eksperimen iseng, melainkan bisa berkembang menjadi sumber pendapatan rutin apabila dikelola secara konsisten dan disiplin. Berikut ini adalah sepuluh rekomendasi peluang ternak dengan modal sekitar Rp50 ribu yang cocok untuk pemula yang ingin mencoba peruntungan di 2026 tanpa tekanan finansial yang besar.
1. Ternak Jangkrik Skala Mini
Ternak jangkrik menjadi salah satu peluang usaha paling ramah pemula karena modal awalnya relatif rendah dan kebutuhan peralatannya sederhana, yaitu kotak plastik atau kardus bekas, rak telur sebagai tempat persembunyian, serta pakan berupa sayuran dan konsentrat yang harganya terjangkau. Dengan modal Rp50 ribu, Anda sudah bisa membeli telur jangkrik serta menyiapkan satu hingga dua kotak budidaya kecil sebagai percobaan awal sebelum memperluas skala produksi.
Siklus hidup jangkrik yang tergolong singkat, yaitu sekitar 30 sampai 40 hari, membuat perputaran modal menjadi lebih cepat sehingga pemula dapat segera mengevaluasi hasil panen dan menghitung potensi keuntungan secara nyata. Permintaan pasar terhadap jangkrik juga cukup stabil karena digunakan sebagai pakan burung kicau, reptil, hingga ikan predator yang banyak dipelihara oleh penghobi.
Risiko kegagalan tetap ada, terutama jika suhu terlalu lembap atau kebersihan kandang kurang terjaga, namun dengan pengelolaan sederhana dan kontrol rutin setiap hari, usaha ini dapat dijalankan sebagai percobaan awal yang relatif aman dan tidak terlalu menguras waktu maupun tenaga bagi pemula yang masih belajar memahami ritme usaha ternak.
2. Budidaya Cacing Tanah (Lumbricus)
Budidaya cacing tanah seperti jenis Lumbricus rubellus cukup menarik karena dapat dilakukan di ember atau kotak plastik dengan media sederhana berupa campuran kotoran ternak yang sudah difermentasi dan bahan organik lainnya. Modal Rp50 ribu umumnya cukup untuk membeli bibit awal serta menyiapkan wadah dan media dasar, sehingga sangat cocok bagi pemula yang ingin memulai usaha tanpa tekanan biaya tinggi.
Selain menjual cacing sebagai pakan ikan atau bahan obat tradisional, peternak juga bisa memanfaatkan hasil sampingan berupa kascing atau pupuk organik yang memiliki nilai jual tambahan di kalangan penghobi tanaman. Artinya, satu jenis budidaya dapat menghasilkan dua produk berbeda yang sama-sama memiliki pasar tersendiri.
Perawatan cacing relatif mudah karena tidak memerlukan sinar matahari langsung dan tidak menimbulkan bau menyengat jika media dikelola dengan benar, sehingga usaha ini cocok dijalankan di lingkungan rumah padat penduduk tanpa mengganggu kenyamanan sekitar.
3. Ternak Kroto Rumahan
Kroto atau telur semut rangrang memiliki harga jual yang relatif tinggi karena banyak dibutuhkan oleh penghobi burung kicau yang mengandalkan pakan alami untuk menjaga performa hewan peliharaan mereka. Dengan modal Rp50 ribu, pemula dapat membeli koloni kecil semut rangrang serta menyiapkan toples atau wadah plastik yang disusun di rak sederhana sebagai tempat berkembang biak.
Budidaya kroto memang memerlukan ketelatenan ekstra karena semut rangrang memiliki karakter agresif dan sensitif terhadap perubahan lingkungan, namun jika kondisi kandang stabil dan pakan tersedia cukup, koloni dapat berkembang dengan baik dan menghasilkan kroto secara berkala. Permintaan yang stabil membuat peluang ini menarik untuk dicoba dalam skala kecil terlebih dahulu.
Pemula perlu memperhatikan faktor kelembapan, ventilasi, serta kebersihan area budidaya agar koloni tidak mudah stres atau berpindah tempat, sehingga kontrol rutin menjadi kunci utama keberhasilan dalam usaha kroto rumahan yang dijalankan secara sederhana namun konsisten.
4. Budidaya Lele Ember (Budikdamber)
Budidaya lele dalam ember atau budikdamber semakin populer karena memungkinkan siapa saja beternak ikan di lahan sempit tanpa harus membuat kolam permanen yang membutuhkan biaya besar. Dengan modal Rp50 ribu, pemula bisa membeli benih lele ukuran kecil dan pakan awal, lalu menggunakan ember besar sebagai media budidaya yang dipadukan dengan tanaman seperti kangkung di bagian atasnya.
Sistem ini cukup efisien karena kotoran ikan dapat dimanfaatkan sebagai nutrisi tanaman, sehingga tercipta siklus sederhana yang saling menguntungkan antara ikan dan tanaman dalam satu wadah. Selain hemat tempat, metode ini juga cocok untuk percobaan awal sebelum memutuskan memperluas skala ke kolam terpal atau beton.
Meskipun terlihat praktis, pemula tetap harus memperhatikan kualitas air, kepadatan tebar benih, serta pemberian pakan agar pertumbuhan lele optimal dan angka kematian dapat ditekan seminimal mungkin selama masa pemeliharaan berlangsung.
5. Ternak Ayam Kampung Skala Kecil
Memulai ternak ayam kampung dalam skala satu hingga dua ekor dapat menjadi latihan awal bagi pemula untuk memahami manajemen pakan, kebersihan kandang, dan pertumbuhan hewan ternak secara langsung. Dengan modal Rp50 ribu, Anda bisa membeli bibit ayam kampung serta membuat kandang sederhana dari bambu atau kayu bekas yang masih layak pakai.
Ayam kampung memiliki daya tahan tubuh yang relatif baik dibanding ayam ras, sehingga lebih adaptif terhadap lingkungan pedesaan maupun perkotaan selama kebersihan kandang tetap terjaga dan pakan diberikan secara teratur. Fokus awal sebaiknya pada pembesaran ayam terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap produksi telur.
Walau skalanya kecil, pengalaman merawat ayam kampung dapat menjadi bekal berharga untuk memperluas usaha di masa depan karena pemula akan belajar langsung tentang siklus hidup ternak, pengendalian penyakit, dan pola pertumbuhan yang memengaruhi potensi keuntungan.
6. Ternak Kutu Air untuk Pakan Ikan
Kutu air seperti moina atau daphnia banyak dibutuhkan oleh pembudidaya ikan hias dan ikan konsumsi sebagai pakan alami yang bernutrisi tinggi, sehingga peluang ini cukup menarik untuk dicoba dalam skala kecil. Modal Rp50 ribu dapat digunakan untuk membeli bibit kultur awal dan menyiapkan baskom atau wadah sederhana sebagai tempat pengembangbiakan.
Proses budidayanya tidak terlalu rumit karena hanya membutuhkan air yang kaya nutrisi dan paparan cahaya cukup agar fitoplankton berkembang sebagai sumber makanan kutu air. Dalam waktu relatif singkat, populasi kutu air dapat meningkat pesat dan siap dipanen secara bertahap.
Karena ukurannya kecil dan tidak membutuhkan lahan luas, usaha ini cocok dijalankan sebagai pelengkap bagi pemula yang juga memelihara ikan, sehingga dapat menekan biaya pakan sekaligus membuka peluang tambahan dengan menjual hasil kultur ke penghobi lain.
7. Ternak Bekicot
Bekicot termasuk hewan yang mudah dipelihara karena mampu beradaptasi dengan lingkungan lembap dan tidak membutuhkan pakan mahal, cukup daun-daunan atau sisa sayuran yang masih layak konsumsi. Dengan modal Rp50 ribu, pemula dapat mengumpulkan bibit bekicot dan membuat kandang sederhana dari kayu atau bambu.
Pasar bekicot cukup beragam, mulai dari pakan ternak hingga bahan baku olahan tertentu, sehingga peluang penjualannya tidak terbatas pada satu segmen saja. Walaupun belum sepopuler ayam atau lele, usaha ini memiliki potensi tersendiri jika dikelola dengan sabar dan konsisten.
Perawatan bekicot relatif mudah karena jarang terserang penyakit serius, namun pemula tetap harus menjaga kelembapan kandang serta memastikan tidak ada predator seperti tikus yang dapat mengganggu pertumbuhan dan keselamatan ternak.
8. Budidaya Maggot BSF Skala Mini
Maggot dari lalat Black Soldier Fly atau BSF kini semakin populer sebagai pakan alternatif berprotein tinggi untuk ikan dan ayam, sehingga peluang usahanya cukup menjanjikan meskipun dimulai dari skala kecil. Dengan modal Rp50 ribu, pemula bisa membeli telur atau starter maggot serta menyiapkan wadah sederhana untuk proses pembesaran.
Salah satu keunggulan budidaya maggot adalah kemampuannya mengolah sampah organik rumah tangga menjadi biomassa bernilai ekonomi, sehingga selain berpotensi menghasilkan pendapatan, usaha ini juga membantu mengurangi limbah. Siklus hidup yang cepat membuat panen dapat dilakukan dalam waktu singkat.
Meski terlihat mudah, pengelolaan bau dan kebersihan tetap harus diperhatikan agar lingkungan sekitar tidak terganggu, sehingga disiplin dalam manajemen pakan dan lokasi budidaya menjadi faktor penting bagi pemula.
9. Ternak Burung Puyuh Skala Mini
Burung puyuh dikenal sebagai penghasil telur yang cukup cepat, bahkan dapat mulai bertelur pada usia sekitar enam minggu jika perawatannya optimal. Dengan modal Rp50 ribu, pemula bisa membeli beberapa ekor puyuh muda dan menyiapkan kandang sederhana sebagai percobaan awal.
Permintaan telur puyuh relatif stabil karena sering digunakan sebagai bahan pelengkap makanan, sehingga peluang pasarnya cukup luas mulai dari warung hingga pasar tradisional. Skala kecil memungkinkan pemula belajar memahami ritme produksi sebelum memperbesar populasi.
Kebersihan kandang dan kualitas pakan harus dijaga agar puyuh tidak mudah stres, karena kondisi lingkungan sangat memengaruhi produktivitas telur yang menjadi sumber utama pendapatan dari usaha ini.
10. Budidaya Ikan Cupang
Ikan cupang tetap memiliki pasar tersendiri di kalangan penghobi ikan hias, terutama karena warnanya yang menarik dan perawatannya relatif mudah dibandingkan jenis ikan lain. Modal Rp50 ribu cukup untuk membeli sepasang indukan dan menyiapkan wadah sederhana seperti toples atau botol bekas.
Proses pemijahan memang membutuhkan ketelitian, namun jika berhasil, satu kali kawin dapat menghasilkan puluhan hingga ratusan burayak yang berpotensi memberikan keuntungan berlipat dibanding modal awal. Skala kecil sangat dianjurkan agar pemula tidak kewalahan dalam proses seleksi dan perawatan.
Konsistensi dalam menjaga kualitas air, pemberian pakan hidup, serta pemisahan ikan jantan ketika mulai agresif menjadi kunci keberhasilan dalam usaha ikan cupang rumahan yang dimulai dari modal terbatas.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apakah benar bisa mulai ternak dengan Rp50 ribu?
Bisa, asalkan dimulai dari skala sangat kecil dan fokus pada satu jenis ternak terlebih dahulu.
2. Usaha mana yang paling cepat panen?
Jangkrik dan maggot termasuk yang siklus panennya relatif cepat dibanding lainnya.
3. Apakah harus punya lahan luas?
Tidak, sebagian besar rekomendasi bisa dijalankan di halaman sempit atau sudut rumah.
4. Apa risiko terbesar ternak pemula?
Kurang konsisten dalam perawatan dan tidak menghitung biaya pakan dengan tepat.
5. Lebih baik fokus satu atau banyak jenis?
Pemula sebaiknya fokus satu jenis dulu agar lebih mudah mengontrol risiko.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510753/original/073903300_1771837740-Kandang_Ayam.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510610/original/004124300_1771833007-Model_Atap_Teras_Rumah_Baja_Ringan_Minimalis.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510543/original/064351800_1771831630-Cat_Pagar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510548/original/045691000_1771831651-Gemini_Generated_Image_wg0n4dwg0n4dwg0n_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510524/original/045993200_1771830870-earth_tone_3a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498524/original/021480400_1770709985-Anakan_ikan_cupang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3291225/original/089683900_1604906961-EX7WXSmWAAQMq-X.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510482/original/059956400_1771829877-Cara_Membasmi_Rayap_Di_Kusen_Tanpa_Bongkar.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410270/original/086160900_1762927275-Sarang_Kecoa_di_Celah_Lantai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510454/original/085350000_1771828768-Usaha_Ternak_Rumah_Tipe_36.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510334/original/094452000_1771825982-Gemini_Generated_Image_iqsow5iqsow5iqso_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510312/original/043364600_1771824567-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510685/original/071622900_1771835144-unnamed__29_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510267/original/046723900_1771824169-Gemini_Generated_Image_am5cg4am5cg4am5c_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510661/original/078446900_1771834574-Model_Pagar_Rumah_Kecil_Warna_Netral_Biar_Terlihat_Lega.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510158/original/041805700_1771820493-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5250058/original/018575800_1749706430-batik_balita.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510583/original/034946600_1771832431-HHL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510513/original/078065700_1771830320-Gemini_Generated_Image_gj3f3egj3f3egj3f.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417414/original/006322500_1763533451-rumah_dengan_taman_mini_indoor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4606463/original/068658200_1696995206-super-snapper-UFrd8csYr1w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392924/original/013002900_1761535927-unnamed_-_2025-10-27T102956.910.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394904/original/053731000_1761643560-surat_kesepakatan_bersama.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394882/original/098461600_1761643402-desain_rumah_kecil__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394720/original/024442300_1761638556-closeup-hands-passing-contract-unrecognizable-businessman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429077/original/070740500_1764573200-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424174/original/010000300_1764135175-AI_Repair-Pro-image-9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5287705/original/038778900_1752830948-ChatGPT_Image_18_Jul_2025__16.28.33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394809/original/038370900_1761641292-gelang_emas_kecil_elegan__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394044/original/017340400_1761624269-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393361/original/050313500_1761551943-unnamed_-_2025-10-27T145111.111.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393562/original/073696600_1761559881-Wanita_menyeberangi_jembatan_tengah_hutan_di_Sukabumi__Pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392886/original/079409300_1761534480-unnamed_-_2025-10-27T094621.736.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381238/original/046456800_1760496797-Gemini_Generated_Image_old8yzold8yzold8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393186/original/082510300_1761545503-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429140/original/035614400_1764575033-1.jpg)