10 Jenis Ternak Ikan Hias Paling Menguntungkan untuk Bisnis Rumahan

1 week ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Ada banyak ternak ikan hias paling menguntungkan. Budidaya ikan hias kini menjadi pilihan bisnis rumahan yang kian populer dan menjanjikan di Indonesia. Peningkatan permintaan pasar yang stabil, bahkan melonjak signifikan selama pandemi COVID-19, menunjukkan potensi keuntungan yang besar dari sektor ini. Banyak individu mencari hiburan di rumah, salah satunya melalui kegiatan memelihara ikan hias, yang secara langsung mendorong pertumbuhan penjualan.

Berbeda dengan budidaya ikan konsumsi seperti lele yang kerap merugi, ternak ikan hias menawarkan keunggulan berupa modal operasional yang lebih ringan serta angka kematian ikan yang tidak terlalu banyak. Pengalaman dari Kelompok Tani Cibinong Mandiri membuktikan bahwa budidaya ikan hias dapat memberikan peningkatan ekonomi yang drastis bagi para pelakunya. Persentase keuntungan dari ikan hias juga cukup tinggi, bahkan ikan yang tidak masuk kategori premium masih bisa dijual sebagai pakan ikan predator.

Prospek pasar untuk ikan hias sangat luas, meliputi penjualan ke tengkulak, pengiriman antardaerah di seluruh Nusantara, hingga pemasaran melalui media sosial dan komunitas. Peluang bisnis ini sangat ideal bagi pemula, pensiunan, atau ibu rumah tangga yang ingin memulai usaha dari rumah dengan modal yang relatif minimal.

Dengan siklus panen yang cepat dan potensi keuntungan yang menggiurkan, tidak heran jika banyak yang melirik sektor ini sebagai sumber pendapatan utama atau sampingan. Jadi simak ide ternak ikan hias selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (6/4/2026).

1. Ikan Cupang (Betta Fish)

Ikan cupang, atau Betta Fish, merupakan salah satu pilihan terpopuler untuk memulai ternak ikan hias paling menguntungkan, khususnya bagi para pemula. Keunggulan utamanya adalah tidak membutuhkan tempat yang luas, cukup dengan toples atau akuarium kecil untuk budidayanya.

Harga jual ikan cupang sangat bervariasi, mulai dari Rp2.000 hingga Rp5.000 per ekor untuk grosir, dan bisa mencapai puluhan hingga ratusan ribu rupiah per ekor untuk penjualan eceran. Siklus budidaya ikan cupang juga relatif cepat, hanya sekitar 2 hingga 3 bulan dari benih hingga siap panen.

Untuk mencapai kesuksesan dalam budidaya cupang, pembudidaya perlu fokus pada kualitas warna dan bentuk sirip ikan yang menarik. Mengikuti tren pasar, seperti jenis cupang halfmoon atau plakat, juga menjadi kunci untuk memaksimalkan keuntungan.

Sebagai contoh, Muhammad Ikhwan Fahroji, seorang pembudidaya di Kediri, berhasil meraih omzet Rp15–20 juta per minggu atau sekitar Rp60–90 juta per bulan saat tren cupang sedang memuncak pada tahun 2020. Kisah sukses ini menunjukkan potensi besar dari ternak ikan hias paling menguntungkan jenis cupang.

2. Ikan Koi

Ikan koi memiliki nilai jual yang sangat tinggi, terutama untuk jenis-jenis dengan pola warna unik dan indah seperti Kohaku, Sanke, dan Bekko. Keindahan visual ini menjadikan koi sebagai salah satu pilihan ternak ikan hias paling menguntungkan yang diminati kolektor.

Siklus budidaya koi dari pemijahan hingga panen membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 3,5 bulan. Untuk menghasilkan anakan dengan variasi warna yang lebih bagus dan berkualitas, disarankan untuk menyilangkan induk yang berbeda jenis. Misalnya, betina Kohaku dengan jantan Sanke dapat menghasilkan keturunan yang lebih beragam.

Potensi keuntungan dari budidaya koi cukup menjanjikan. Dari 1.000 ekor ikan dalam satu empang, dengan modal sekitar Rp700.000 untuk pakan dan tenaga, hasil penjualan bisa mencapai Rp5.000.000. Ini menghasilkan keuntungan bersih sekitar Rp4.300.000 per empang.

3. Ikan Guppy

Ikan guppy dikenal karena kemudahannya dalam budidaya dan kecepatan berkembang biaknya, di mana mereka melahirkan anak dan bukan bertelur. Hal ini menjadikannya salah satu jenis ternak ikan hias paling menguntungkan yang ramah pemula.

Ikan ini juga sangat diminati pasar karena memiliki berbagai jenis warna yang menarik dan bervariasi. Siklus panen anakan guppy tergolong sangat cepat, hanya sekitar 1 hingga 2 bulan.

Tips sukses dalam budidaya guppy adalah memisahkan induk jantan dan betina segera setelah melahirkan. Langkah ini penting untuk mencegah induk memakan anaknya, sehingga tingkat kelangsungan hidup anakan bisa lebih tinggi.

4. Ikan Molly (Balon Molly)

Ikan molly, khususnya varian Balon Molly, dikenal dengan bentuk tubuhnya yang unik dan bulat menyerupai balon. Keunikan ini menjadikan ikan molly memiliki permintaan pasar yang stabil sebagai salah satu opsi ternak ikan hias paling menguntungkan.

Perawatan ikan molly relatif mudah, menjadikannya pilihan yang cocok untuk para pemula yang ingin mencoba budidaya ikan hias. Ikan ini tidak memerlukan perlakuan khusus yang rumit.

Tips sukses dalam budidaya molly adalah menjaga kualitas air dengan pH yang stabil. Air yang bersih dan memiliki pH seimbang akan memastikan ikan tetap sehat dan tumbuh optimal.

5. Ikan Discus

Ikan discus sangat populer karena keindahan warna dan polanya yang memukau, serta harganya yang cenderung stabil di pasaran. Keunikan ini menjadikannya buruan para kolektor ikan hias, sehingga termasuk dalam kategori ternak ikan hias paling menguntungkan bagi segmen tertentu.

Namun, budidaya discus memiliki tantangan tersendiri karena perawatannya lebih intensif dibandingkan jenis ikan hias lainnya. Ikan ini membutuhkan kualitas air yang sangat bersih dan suhu yang terjaga dengan baik.

Oleh karena itu, ikan discus lebih cocok untuk pembudidaya yang sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan yang cukup dalam merawat ikan hias. Kesabaran dan ketelitian sangat dibutuhkan untuk sukses membudidayakan discus.

6. Ikan Convict Cichlid

Ikan Convict Cichlid sangat mudah dikembangbiakkan karena induknya bersifat protektif terhadap telur dan anak-anaknya. Karakteristik ini menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk pemula yang ingin belajar budidaya ikan hias.

Kemudahan dalam reproduksi dan perawatan induknya membuat Convict Cichlid menjadi salah satu jenis ternak ikan hias paling menguntungkan dengan tingkat keberhasilan tinggi. Ikan ini tidak memerlukan banyak intervensi dari pembudidaya.

Tips sukses untuk budidaya ikan ini adalah dengan menyediakan tempat persembunyian seperti pot atau pipa paralon di dalam akuarium. Tempat-tempat ini akan digunakan induk untuk bertelur dan merawat anaknya dengan aman.

7. Ikan Tetra (Glofish/Tetra Grafis)

Ikan Tetra, khususnya varian Glofish atau Tetra Grafis, memiliki keunggulan pada warna-warni cerah yang menarik seperti hijau, biru, kuning, dan pink. Ikan ini sedang memiliki tren tinggi di pasaran saat ini, menjadikannya opsi ternak ikan hias paling menguntungkan.

Siklus budidayanya cukup cepat, sekitar 2 hingga 3 bulan dari benih hingga siap panen. Kecepatan ini memungkinkan perputaran modal yang lebih cepat bagi pembudidaya.

Untuk mengikuti tren dan memaksimalkan penjualan, pembudidaya disarankan untuk aktif memantau komunitas online seperti grup Facebook yang membahas ikan hias. Harga grosir untuk Glofish berkisar antara Rp1.000 hingga Rp1.500 per ekor, tergantung warna dan ukuran.

8. Ikan Manfish (Angelfish)

Ikan Manfish, atau yang juga dikenal sebagai Angelfish, memiliki keunggulan pada bentuk siripnya yang elegan dan variasi warna yang beragam. Karakteristik ini menjadikannya pilihan populer untuk akuarium komunitas dan salah satu jenis ternak ikan hias paling menguntungkan.

Siklus budidayanya umumnya berkisar antara 2 hingga 3 bulan dari telur hingga siap jual. Durasi ini cukup ideal untuk menjaga kontinuitas produksi.

Tips sukses dalam budidaya Manfish adalah menjaga kualitas air secara optimal dan memberikan pakan hidup seperti kutu air. Pakan hidup dapat mendukung pertumbuhan ikan yang lebih baik dan mempercepat proses pembesaran.

9. Ikan Gurame Padang (Varian Hias)

Ikan Gurame Padang, selain dikenal sebagai ikan konsumsi, juga memiliki varian hias dengan nilai jual yang tinggi di pasaran. Ini menjadikannya pilihan menarik dalam daftar ternak ikan hias paling menguntungkan.

Siklus budidayanya melibatkan 1 bulan di kolam pendederan dan 1 hingga 2 bulan di kolam pembesaran. Proses ini membutuhkan perhatian khusus pada setiap tahap pertumbuhan ikan.

Potensi keuntungannya sangat menarik; dengan modal awal sekitar Rp3.000.000 untuk membeli telur, pembudidaya bisa menghasilkan Rp15.000.000 hingga Rp20.000.000 jika panen berjalan sempurna. Namun, pembudidaya perlu mewaspadai kendala seperti cuaca ekstrem dan serangan hewan pemakan ikan seperti burung.

10. Ikan Arwana (Silver/Asian Arowana)

Ikan Arwana, baik jenis Silver maupun Asian Arowana, dikenal memiliki harga jual yang sangat tinggi, mulai dari Rp100.000 hingga jutaan rupiah per ekor. Harga ini sangat tergantung pada jenis dan ukurannya, menjadikannya salah satu jenis ternak ikan hias paling menguntungkan untuk segmen premium.

Ikan ini juga memiliki status sebagai ikan pembawa keberuntungan bagi sebagian orang, yang turut mendongkrak popularitas dan harganya. Permintaan terhadap Arwana seringkali datang dari kalangan kolektor.

Namun, budidaya Arwana memiliki tantangan besar, termasuk modal awal yang besar, perawatan yang sangat intensif, dan seringkali membutuhkan izin khusus untuk jenis tertentu. Oleh karena itu, Arwana lebih cocok untuk pembudidaya yang sudah berpengalaman dan memiliki modal yang cukup besar.

FAQ

Q: Apa yang dimaksud dengan ternak ikan hias paling menguntungkan?

A: Ternak ikan hias paling menguntungkan adalah jenis ikan hias yang memiliki permintaan pasar tinggi, siklus panen cepat (umumnya 1–4 bulan), modal awal relatif kecil, dan memberikan keuntungan bersih yang besar, bahkan bisa mencapai 50–70% dari modal.

Q: Ikan apa yang paling cocok untuk pemula dengan modal terbatas?

A: Ikan cupang adalah pilihan terpopuler karena tidak butuh tempat luas dan harga jual tinggi. Ikan guppy juga mudah dibudidayakan dan cepat beranak. Selain itu, Convict Cichlid sangat mudah dikembangbiakkan karena induknya protektif, cocok untuk pemula.

Q: Berapa keuntungan rata-rata dari ternak ikan hias?

A: Keuntungan bervariasi tergantung jenis ikan dan skala usaha. Sebagai contoh, dari 1 kolam koi dengan 1.000 ekor ikan, modal sekitar Rp700.000, hasil penjualan bisa mencapai Rp5.000.000, sehingga keuntungan bersih sekitar Rp4.300.000. Untuk ikan cupang, omzet bisa mencapai Rp15–20 juta per minggu saat tren sedang naik.

Q: Apakah bisa ternak ikan hias di halaman rumah yang sempit?

A: Ya, sangat bisa. Banyak pembudidaya sukses yang memanfaatkan halaman rumah dengan kolam terpal ukuran kecil atau akuarium. Untuk ikan cupang, bahkan cukup menggunakan toples.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |