Liputan6.com, Jakarta - Pernahkah terpikir untuk mengubah sampah dapur menjadi kebun sayur mini di rumah? Ternyata kegiatan menanam kembali atau regrowing sisa bahan makanan kini menjadi tren gaya hidup hemat dan ramah lingkungan yang sangat praktis untuk dicoba.
Cukup dengan memanfaatkan bagian pangkal, batang, atau sisa potongan yang biasanya berakhir di tempat sampah, berbagai jenis sayuran bisa tumbuh kembali dengan subur hanya bermodalkan air atau media tanam sederhana.
Berikut penjelasan lengkap dari Liputan6.com tentang jenis sayuran yang paling mudah ditanam kembali dari sisa dapur yang cocok untuk pemula.
1. Daun Bawang
Jenis sayuran paling praktis untuk ditanam kembali adalah daun bawang. Sayuran ini bisa ditanam kembali hanya dengan memanfaatkan sisa potongan bagian putih yang masih berakar.
Cukup rendam bagian akar tersebut di dalam gelas berisi sedikit air bersih dan letakkan di area yang terkena cahaya matahari. Dalam hitungan hari, tunas hijau baru akan muncul dengan cepat dari bagian tengah batang yang dipotong tadi. Jika sudah tumbuh sekitar sepuluh sentimeter, pindahkan tanaman ke pot berisi tanah agar nutrisinya tercukupi dan daunnya tumbuh lebih subur.
2. Seledri
Seledri sering menyisakan bagian bonggol bawah yang keras dan biasanya langsung dibuang ke tempat sampah begitu saja. Padahal, bonggol ini bisa diletakkan di dalam mangkuk berisi sedikit air agar daun-daun muda mulai tumbuh kembali dari pusatnya.
Pastikan air hanya merendam bagian bawah bonggol saja agar bagian atasnya tidak membusuk karena kondisi yang terlalu lembap. Setelah akar dan daun kecil terlihat kuat, seledri siap dipindahkan ke media tanah untuk dipanen berulang kali sebagai pelengkap sup.
3. Sawi Hijau dan Pakcoy
Sayuran selanjutnya yang bisa dimanfaatkan adalah sawi hijau dan pakcoy. Kedua sayuran ini memiliki struktur pangkal batang yang mirip dengan seledri sehingga sangat mudah untuk segera ditanam ulang.
Letakkan sisa potongan pangkal sawi ke dalam wadah air dangkal dan ganti airnya setiap dua hari sekali untuk menjaga kebersihan. Setelah seminggu, biasanya akan muncul tunas daun baru yang segar serta akar halus di bagian bawah batang sayuran. Pindahkan sawi ke pot tanah untuk membantu tanaman ini tumbuh lebih besar dan memiliki warna daun hijau yang lebih pekat.
4. Kangkung
Kangkung yang dibeli dari pasar biasanya memiliki batang yang cukup tua dan kuat pada bagian bawah dekat akar. Ambil beberapa batang kangkung sisa memasak, lalu rendam bagian bawahnya di dalam air hingga muncul akar-akar putih yang baru.
Kangkung termasuk tanaman yang sangat menyukai air, jadi pastikan wadahnya tidak sampai kering selama proses penumbuhan akar berlangsung. Sayuran ini bisa terus tumbuh rimbun jika ditanam di tanah yang lembap atau bahkan di dalam ember berisi air.
5. Bawang Merah
Bawang biasanya digunakan sebagai bumbu utama masakan Indonesia. Ternyata jika bawang merah mulai mengeluarkan tunas kecil sebaiknya jangan dibuang atau dipaksa untuk tetap dimasak.
Tanam siung bawang tersebut langsung ke dalam tanah dengan posisi tunas menghadap ke atas dan tutupi tipis dengan media tanam. Dalam waktu singkat, daun bawang merah atau kucai akan tumbuh tinggi dan siap dipanen untuk menjadi taburan masakan. Jika dibiarkan lebih lama, tanaman ini juga akan menghasilkan umbi bawang merah baru yang tumbuh di dalam tanah.
6. Bawang Putih
Selain bawang merah, ternyata bawang putih juga bisa ditanam kembali hanya dengan memanfaatkan satu siung yang sudah mulai bertunas atau terlihat sedikit layu. Caranya cukup sama dengan bawang merah yaitu dengan menancapkan siung bawang putih ke dalam tanah dengan bagian yang runcing menghadap ke atas dan berikan penyiraman secara rutin.
Meskipun butuh waktu lama untuk menghasilkan umbi baru, daun bawang putih yang tumbuh bisa segera dipanen dan digunakan sebagai bumbu. Aroma daun bawang putih ini sangat khas dan memberikan cita rasa yang sangat lezat pada berbagai jenis tumisan.
7. Cabai
Cabai adalah bumbu dapur utama di Indonesia yang bijinya sangat mudah disemai kembali dari sisa potongan yang terlalu matang. Ambil biji dari cabai merah atau cabai rawit yang sudah merah sempurna, lalu keringkan sebentar sebelum ditabur di atas tanah. Jaga kelembapan tanah dengan menyiramnya secara teratur hingga muncul kecambah kecil dalam beberapa hari ke depan. Menanam cabai di pot kecil sangat efektif untuk menghemat pengeluaran dapur, terutama saat harga cabai di pasar sedang melonjak.
8. Jahe
Jangan buang jahe yang mengeluarkan tonjolan kecil atau mata tunas pada bagian rimpang kulitnya. Hal ini karena bagian tersebut bisa dimanfaatkan kembali untuk menumbuhkan jahe baru. Potong bagian jahe yang bertunas tersebut dan tanam di dalam pot yang cukup luas karena jahe tumbuh menjalar ke samping.
Tanaman ini tidak membutuhkan banyak perawatan khusus selain penyiraman yang cukup dan peletakan di tempat yang agak teduh. Memanen jahe sendiri dari pot memberikan kepuasan tersendiri karena selain tidak mengeluarkan biaya besar untuk membelinya, aroma jahe juga jauh lebih segar dan kuat dibanding jahe simpanan.
9. Serai
Serai yang masih memiliki bagian bonggol bawah yang utuh bisa tumbuh kembali dengan sangat mudah melalui media air. Masukkan batang serai ke dalam gelas berisi air hingga akarnya mulai tumbuh lebat dan batangnya terlihat lebih segar.
Setelah akarnya cukup panjang, segera pindahkan ke tanah karena serai bisa tumbuh menjadi rumpun yang cukup besar dan rimbun. Selain untuk bumbu masak, menanam serai di sekitar rumah juga dipercaya efektif untuk membantu mengusir nyamuk secara alami.
10. Kemangi
Jenis sayuran yang terakhir adalah kemangi. Kemangi dapat diperbanyak dengan cara stek batang dari sisa lalapan yang masih segar dan belum layu seluruhnya. Pilihlah batang kemangi yang agak keras, buang sebagian daun bawahnya, lalu rendam batangnya di dalam air sampai muncul akar.
Pastikan gelas rendaman diletakkan di tempat yang terang namun tidak terkena terik matahari langsung agar batang tidak cepat mati. Setelah akar tumbuh cukup banyak, kemangi bisa ditanam di pot agar selalu tersedia setiap kali ingin membuat sambal.
Pertanyaan umum tentang Topik
1. Apakah semua sisa sayuran pasti akan tumbuh kembali jika direndam air?
Tidak semua bagian sayuran bisa tumbuh. Hal ini karena syarat utamanya adalah bagian pangkal batang atau akar harus masih dalam kondisi segar dan tidak busuk. Sayuran yang sudah layu total atau bagian akarnya sudah dipotong habis biasanya akan sulit untuk mengeluarkan tunas baru.
2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai sayuran bisa dipanen kembali?
Waktu pertumbuhan sangat bervariasi, namun untuk jenis daun bawang dan selada biasanya tunas baru sudah terlihat dalam 2 - 3 hari saja. Untuk sayuran yang dipindahkan ke tanah seperti cabai atau jahe, dibutuhkan waktu beberapa minggu hingga bulanan sampai siap untuk dipanen hasilnya.
3. Mengapa sisa sayuran yang direndam air seringkali menjadi busuk atau berbau?
Kondisi busuk biasanya disebabkan oleh air yang jarang diganti atau bagian batang yang terendam terlalu dalam sehingga kekurangan oksigen. Pastikan untuk mengganti air setiap hari dan hanya merendam bagian paling bawah yaitu akar atau bonggol agar tanaman tetap sehat dan tidak berlendir.
4. Apakah tanaman hasil regrowing ini membutuhkan pupuk tambahan?
Selama masih di media air, tanaman hanya mengandalkan sisa nutrisi dari batangnya, namun setelah dipindah ke tanah, pemberian pupuk organik sangat disarankan. Pupuk alami seperti kompos atau bekas air cucian beras bisa membantu tanaman tumbuh lebih subur dan memiliki daun yang lebih hijau.
5. Bisakah menanam kembali sisa dapur dilakukan di dalam ruangan tanpa sinar matahari?
Tanaman tetap membutuhkan cahaya untuk proses fotosintesis, meskipun bisa diletakkan di dalam dapur atau area tertutup. Letakkan wadah di dekat jendela atau area yang terpapar cahaya matahari tidak langsung agar tunas baru tidak tumbuh pucat dan lemah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559010/original/008841600_1776502452-perbedaan_temulawak_dan_kunyit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558984/original/036793300_1776501144-barang_bekas_yang_bisa_jadi_paranet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558918/original/007621800_1776493987-cara_membuat_kebun_aromatik_minimalis_di_teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5025675/original/057317900_1732696722-fotor-ai-20241127153544.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550240/original/048404700_1775643580-Gemini_Generated_Image_1gbekc1gbekc1gbe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558880/original/022626900_1776491334-ide_kostum_karnaval_hari_kartini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558860/original/026367100_1776489823-Perawatan_Air_dan_Kesehatan_Lele.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555851/original/050748400_1776221484-Ide_Daur_Ulang_Plastik_Jadi_Produk_Bernilai_Jual.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558804/original/001598500_1776483762-Rumah_1_Lantai_Konsep_Split_Level_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531884/original/072158300_1773636155-Tabulampot_Jeruk_Nipis_dan_Lemon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558763/original/097661600_1776481475-ac_modea.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5275552/original/044237000_1751882343-pexels-matthias-oben-2060028-3687927.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286203/original/048304500_1752737900-friends-laughin-having-fun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484256/original/042227200_1769417740-Pemangkasan_Strategis_untuk_Merangsang_Cabang_Baru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558807/original/093908100_1776483762-model_gelang_emas_bunga_clover_hitam_kekinian.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558868/original/078823100_1776489870-Desain_Kamar_Mandi_Kecil_Tanpa_Jendela_yang_Tetap_Terang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558207/original/049868000_1776409571-balai_desa_6.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558788/original/051215800_1776483126-Panduan_Usaha_Sayur_Organik_Skala_Rumah_Tangga_Panen_Cepat_30_Hari_untuk_Keluarga_Muda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558779/original/087883300_1776482354-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_10.15.28__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558747/original/010243400_1776480338-Kalung_Emas_Minimalis_yang_Nilainya_Stabil_dan_Bentuknya_Cantik.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2752731/original/038080600_1552704493-shutterstock_724191844.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464864/original/038532400_1767752280-Membersihkan_Blender.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466190/original/088167400_1767839290-Cara_Ternak_Ikan_Mas_di_Ember_Bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460813/original/018976000_1767321694-Takjil_Ramadhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460967/original/070159800_1767330511-Rumah_subsidi_Gunakan_Karpet_Berukuran_Besar__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410367/original/068469000_1762930652-Gemini_Generated_Image_kwy80xkwy80xkwy8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461005/original/069066700_1767332221-model_cincin_emas_batu_opal__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460947/original/089328700_1767328515-Batang_Kecombrang__Wikimedia_Commons_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470864/original/039639300_1768266170-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463669/original/097446700_1767667328-Gemini_Generated_Image_1cspbg1cspbg1csp.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460928/original/003883700_1767327681-model_kebun_rumah_dengan_pijakan_batu__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460978/original/052255100_1767330693-desain_halaman_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464943/original/048760100_1767754973-Kulkas_1_pintu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775954/original/075855900_1710744786-girl-wearing-hat-sitting-green-lawn-near-lake.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397086/original/041488200_1761800911-Gemini_Generated_Image_tlzh05tlzh05tlzh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460105/original/035503200_1767231872-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481829/original/051298400_1769148336-pohon_duku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477531/original/099454700_1768839717-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472024/original/057223000_1768305981-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473880/original/084419100_1768460771-1.jpg)