Liputan6.com, Jakarta - Menu sahur menjadi salah satu peluang jualan paling menjanjikan saat Ramadan karena banyak orang yang tidak sempat memasak dini hari. Kondisi ini membuat makanan praktis, murah, dan mengenyangkan selalu dicari, terutama oleh pekerja, mahasiswa, hingga anak kos yang tidak ingin ribet.
Berbeda dengan jualan takjil yang ramai menjelang berbuka, jualan sahur justru memiliki pasar yang lebih spesifik dan waktu jual yang sempit. Jika makanan enak, porsi pas, serta pengiriman tepat waktu, pembeli cenderung melakukan repeat order hampir setiap hari selama bulan puasa. Menariknya, Anda sudah bisa memulai usaha menu sahur ini hanya dengan modal Rp100 ribuan, asalkan menu yang disajikan sederhana dengan strategi jualan yang tepat.
Jika Anda mulai terpikir untuk berjualan menu untuk sahur yang murah dengan modal kecil dan bisa balik modal cepat, berikut Liputan6.com hadirkan 10 ide jualan realistis untuk pemula yang mudah dicoba, Rabu (18/2).
1. Nasi Telur Balado Bungkus Praktis
Nasi telur balado menjadi menu sahur favorit karena sederhana, murah, dan tetap terasa nikmat. Telur balado juga cocok dibuat dalam jumlah banyak sekaligus karena bumbunya meresap dan bisa tahan hingga pagi hari jika disimpan dengan baik.
Menu ini sangat cocok dijual untuk anak kos atau pekerja yang ingin sahur cepat tanpa menu rumit. Dengan tambahan sambal balado yang pedas manis, nasi telur balado sering dianggap “menu warteg rasa rumahan” yang selalu dicari.
Keunggulan lainnya adalah bahan mudah didapat, proses memasak cepat, dan porsi bisa dibuat fleksibel. Penjual dapat menambahkan topping sederhana seperti mie goreng sedikit atau tempe orek agar nilai jual meningkat.
Perkiraan modal awal (Rp100 ribuan): Rp80.000–Rp110.000 untuk 10 porsi.
Tips mengemas: gunakan kertas nasi bungkus atau box styrofoam kecil, tambahkan plastik sambal terpisah, dan sisipkan sendok plastik agar praktis.
Strategi pemasaran: jual di grup WhatsApp kos-kosan, tawarkan pre-order jam 21.00–01.00, lalu antar jam 02.30–04.00.
Cara hitung keuntungan: (Harga jual – modal per bungkus) × jumlah terjual.
Potensi balik modal: modal per porsi Rp8.000, harga jual Rp15.000, untung Rp7.000. Jika terjual 10 porsi, keuntungan Rp70.000 dan omzet Rp150.000, sehingga modal Rp100 ribuan bisa balik dalam 1 hari.
2. Nasi Ayam Suwir Pedas (Porsi Anak Kos)
Nasi ayam suwir pedas cocok dijadikan jualan sahur karena mudah dibuat dan bisa diproduksi dalam jumlah banyak. Ayam suwir juga lebih hemat dibanding potongan ayam utuh karena dapat dibagi ke beberapa porsi tanpa terlihat kecil.
Menu ini sangat populer karena rasanya bisa dibuat pedas gurih, cocok untuk lidah masyarakat Indonesia, dan mudah dimakan tanpa ribet. Ayam suwir juga lebih cepat matang sehingga cocok untuk produksi malam hari.
Jika ingin meningkatkan daya tarik, penjual bisa menawarkan pilihan level pedas. Cara ini membuat produk terlihat kekinian walaupun bahan dasarnya sederhana.
Perkiraan modal awal (Rp100 ribuan): Rp90.000–Rp120.000 untuk 8–10 porsi.
Tips mengemas: gunakan box nasi kecil, tambahkan garnish sederhana seperti irisan timun agar tampilan lebih segar, dan pastikan ayam tidak terlalu basah supaya nasi tidak cepat lembek.
Strategi pemasaran: buat poster menu digital sederhana dan sebar ke grup RT, kos, serta komunitas pekerja shift malam.
Cara hitung keuntungan: (Harga jual per porsi – modal per porsi) × jumlah terjual.
Potensi balik modal: modal per porsi Rp10.000, harga jual Rp18.000, untung Rp8.000. Jika terjual 10 porsi, untung Rp80.000 dan omzet Rp180.000, sehingga modal bisa kembali dalam 1 hari.
3. Nasi Tempe Orek + Telur Ceplok
Menu nasi tempe orek dan telur ceplok termasuk menu sahur paling aman karena bahan murah, mudah dimasak, dan cocok untuk semua kalangan. Tempe orek juga tahan lama sehingga bisa dimasak lebih awal tanpa takut cepat basi.
Menu ini cocok dijual untuk pembeli yang mencari makanan hemat tetapi tetap mengenyangkan. Telur ceplok memberikan tambahan protein tanpa menambah biaya produksi terlalu tinggi.
Keunggulan lainnya adalah tempe orek bisa dibuat manis atau pedas sesuai selera pasar. Dengan sedikit inovasi seperti sambal bawang terpisah, menu ini bisa naik kelas tanpa tambahan modal besar.
Perkiraan modal awal (Rp100 ribuan): Rp70.000–Rp100.000 untuk 10 porsi.
Tips mengemas: gunakan kertas nasi bungkus agar hemat, tambahkan plastik kecil untuk sambal, dan gunakan label “Menu Sahur Hemat” agar terlihat menarik.
Strategi pemasaran: jual sistem paket hemat “2 bungkus Rp25.000” untuk menarik pembeli yang membeli untuk pasangan atau teman kos.
Cara hitung keuntungan: (Harga jual – modal produksi) × jumlah porsi terjual.
Potensi balik modal: modal per porsi Rp7.000, harga jual Rp13.000, untung Rp6.000. Jika terjual 10 porsi, untung Rp60.000 dan omzet Rp130.000, sehingga modal Rp100 ribuan bisa kembali cepat.
4. Nasi Mie Goreng Jawa Bungkus
Mie goreng Jawa adalah menu yang selalu punya penggemar karena rasanya kuat dan mengenyangkan. Jika dipadukan dengan nasi, menu ini menjadi pilihan sahur yang pas untuk pekerja yang membutuhkan tenaga lebih.
Keunggulan mie goreng adalah bahan murah dan mudah diolah dalam jumlah besar. Penjual juga bisa menambahkan sayuran sederhana seperti kol dan sawi agar menu terlihat lebih lengkap tanpa menambah modal terlalu banyak.
Menu nasi mie goreng biasanya cepat laku karena identik dengan makanan malam. Saat sahur, banyak orang justru mencari menu seperti ini karena praktis dan mengenyangkan.
Perkiraan modal awal (Rp100 ribuan): Rp80.000–Rp110.000 untuk 10 porsi.
Tips mengemas: gunakan box kertas atau bungkus nasi biasa, pastikan mie tidak terlalu berminyak agar tidak bocor, dan gunakan plastik pembungkus luar agar aman saat diantar.
Strategi pemasaran: jual di area kos dan pekerja shift, gunakan kata promosi seperti “Sahur kenyang, harga merakyat”.
Cara hitung keuntungan: (Harga jual – modal per porsi) × jumlah terjual.
Potensi balik modal: modal per porsi Rp9.000, harga jual Rp15.000, untung Rp6.000. Jika terjual 10 porsi, untung Rp60.000 dengan omzet Rp150.000, cukup untuk menutup modal awal.
5. Nasi Sarden Pedas Rumahan
Nasi sarden pedas adalah menu sahur yang sangat praktis karena sarden kalengan mudah diolah dan cepat matang. Menu ini cocok dijual untuk pembeli yang ingin lauk enak tanpa harus menunggu lama.
Keunggulan sarden adalah rasa sudah kuat dan bisa dikombinasikan dengan cabai, bawang, dan sedikit tomat agar lebih segar. Dengan bumbu tambahan, rasa sarden bisa naik kelas dan terasa seperti masakan rumahan.
Menu ini cocok dijalankan untuk pemula karena tidak membutuhkan keterampilan masak yang rumit. Bahkan jika produksi dilakukan mendadak, sarden tetap bisa diolah cepat.
Perkiraan modal awal (Rp100 ribuan): Rp90.000–Rp120.000 untuk 8–10 porsi.
Tips mengemas: gunakan box nasi kecil, pisahkan kuah sarden agar nasi tidak lembek, dan tambahkan plastik sambal ekstra untuk meningkatkan nilai jual.
Strategi pemasaran: pasarkan sebagai “Menu Sahur Anti Ribet”, gunakan foto close-up sarden pedas agar menggoda.
Cara hitung keuntungan: (Harga jual – modal per porsi) × jumlah porsi.Potensi balik modal: modal per porsi Rp11.000, harga jual Rp20.000, untung Rp9.000. Jika terjual 10 porsi, untung Rp90.000 dan omzet Rp200.000, sehingga modal Rp100 ribuan bisa balik dalam 1 hari.
6. Nasi Tuna Suwir Pedas (Modal Minim, Rasa Premium)
Tuna suwir pedas bisa menjadi ide jualan sahur yang terlihat lebih premium walaupun modalnya tetap kecil. Tuna kalengan bisa diolah dengan cabai dan bawang sehingga rasanya mirip abon pedas, cocok dimakan dengan nasi hangat.
Menu ini cocok untuk pembeli yang bosan dengan ayam atau telur. Selain itu, tuna suwir cenderung lebih praktis karena tidak perlu proses rebus dan goreng panjang seperti ayam.
Jika dikemas rapi, nasi tuna suwir bisa terlihat seperti menu rice bowl kekinian, sehingga harga jual dapat sedikit lebih tinggi dibanding menu biasa.
Perkiraan modal awal (Rp100 ribuan): Rp90.000–Rp120.000 untuk 8–10 porsi.
Tips mengemas: gunakan box nasi hitam atau box kraft jika ada, tambahkan garnish daun kemangi atau irisan timun agar terlihat lebih menarik.
Strategi pemasaran: jual sebagai menu “Sahur ala rice bowl”, gunakan foto estetik dan tawarkan level pedas.
Cara hitung keuntungan: (Harga jual – modal per porsi) × jumlah terjual.
Potensi balik modal: modal per porsi Rp10.000, harga jual Rp18.000, untung Rp8.000. Jika terjual 10 porsi, untung Rp80.000 dan omzet Rp180.000.
7. Nasi Sayur Tumis + Telur Dadar Iris
Nasi sayur tumis dan telur dadar iris adalah menu sahur yang cocok untuk pembeli yang ingin makanan lebih sehat dan tidak terlalu berminyak. Menu ini bisa dibuat dengan bahan murah seperti kangkung, sawi, atau kol.
Keunggulan menu ini adalah proses masak cepat dan bisa dibuat banyak porsi sekaligus. Selain itu, telur dadar iris membuat porsi terlihat lebih banyak tanpa menambah biaya besar.
Menu ini juga cocok untuk pembeli yang sedang menghemat namun tetap ingin makan sayur. Dengan tambahan sambal bawang, rasa menu bisa lebih kuat dan disukai banyak orang.
Perkiraan modal awal (Rp100 ribuan): Rp70.000–Rp100.000 untuk 10 porsi.
Tips mengemas: gunakan bungkus nasi kertas, sayur ditaruh terpisah jika memungkinkan, dan gunakan plastik luar agar aman dari bocor.
Strategi pemasaran: tawarkan menu “Sahur Sehat Harga Hemat”, lalu targetkan pembeli keluarga kecil dan pekerja kantoran.
Cara hitung keuntungan: (Harga jual – modal per porsi) × jumlah terjual.
Potensi balik modal: modal per porsi Rp7.000, harga jual Rp13.000, untung Rp6.000. Jika terjual 10 porsi, untung Rp60.000 dan omzet Rp130.000.
8. Nasi Bakso Mercon Kuah (Versi Hemat)
Bakso mercon kuah bisa menjadi ide jualan sahur yang menarik karena bakso sangat disukai banyak orang. Dengan tambahan cabai dan kuah pedas, menu ini terasa lebih spesial dibanding bakso biasa.
Bakso juga mudah diperoleh, baik membeli bakso siap pakai maupun membuat sendiri. Untuk modal Rp100 ribuan, lebih realistis membeli bakso mentah siap masak agar produksi cepat.
Menu ini cocok dijual untuk pembeli yang suka makanan hangat saat sahur. Kuah pedas sering membuat pembeli merasa lebih puas dan kenyang.
Perkiraan modal awal (Rp100 ribuan): Rp90.000–Rp120.000 untuk 8–10 porsi.
Tips mengemas: gunakan cup sup besar atau mangkuk mika, pisahkan kuah dan bakso agar tidak tumpah, lalu bungkus dengan plastik rapat.
Strategi pemasaran: buat promosi “Bakso Mercon Sahur Hangat”, jual mulai jam 01.00–04.00 dengan sistem antar.
Cara hitung keuntungan: (Harga jual – modal per porsi) × jumlah porsi.
Potensi balik modal: modal per porsi Rp11.000, harga jual Rp20.000, untung Rp9.000. Jika terjual 10 porsi, untung Rp90.000 dan omzet Rp200.000.
9. Bubur Ayam Simple (Tanpa Ribet, Cepat Laku)
Bubur ayam menjadi menu sahur yang cocok untuk pembeli yang ingin makanan ringan namun tetap mengenyangkan. Bubur juga cocok untuk orang yang kurang nyaman makan nasi berat saat dini hari.
Keunggulan bubur ayam adalah bisa dibuat dalam jumlah banyak dengan modal yang relatif kecil. Topping bisa dibuat sederhana seperti suwiran ayam, kacang, daun bawang, dan kerupuk agar tetap menarik.
Bubur ayam juga cocok dijual dalam cup, sehingga lebih mudah untuk delivery. Jika dikemas rapi, bubur ayam rumahan bisa terlihat seperti produk jualan profesional.
Perkiraan modal awal (Rp100 ribuan): Rp80.000–Rp110.000 untuk 10 porsi.
Tips mengemas: gunakan cup bubur 400–500 ml, pisahkan topping dalam plastik kecil, dan gunakan sendok plastik agar pembeli langsung bisa makan.
Strategi pemasaran: targetkan keluarga dan orang tua, jual sebagai menu “Sahur ringan tapi kenyang”, dan tawarkan paket 2 cup lebih murah.
Cara hitung keuntungan: (Harga jual – modal per cup) × jumlah terjual.
Potensi balik modal: modal per cup Rp8.000, harga jual Rp15.000, untung Rp7.000. Jika terjual 10 cup, untung Rp70.000 dan omzet Rp150.000.
10. Nasi Sambal Ikan Asin + Lalapan
Nasi sambal ikan asin adalah menu sahur yang punya pasar kuat karena rasanya khas dan menggugah selera. Meskipun sederhana, lauk ikan asin selalu dicari karena cocok dimakan dengan nasi hangat dan sambal pedas.
Menu ini bisa dibuat sangat hemat karena ikan asin dapat dibeli murah dan dibagi untuk banyak porsi. Dengan tambahan lalapan seperti timun dan kemangi, menu akan terasa lebih lengkap tanpa menambah biaya besar.
Keunggulan lainnya adalah menu ini sangat cocok untuk pembeli yang suka makanan “nendang” saat sahur. Banyak orang rela repeat order karena merasa puas dengan rasa pedas gurihnya.
Perkiraan modal awal (Rp100 ribuan): Rp70.000–Rp100.000 untuk 10 porsi.
Tips mengemas: gunakan bungkus nasi kertas agar hemat, sambal ditaruh terpisah agar tidak merusak nasi, dan lalapan dibungkus plastik kecil.
Strategi pemasaran: pasarkan sebagai menu “Sahur Pedas Gurih”, lalu targetkan pembeli anak kos dan pekerja yang suka sambal.
Cara hitung keuntungan: (Harga jual – modal per porsi) × jumlah porsi.
Potensi balik modal: modal per porsi Rp7.000, harga jual Rp15.000, untung Rp8.000. Jika terjual 10 porsi, untung Rp80.000 dan omzet Rp150.000, sehingga modal Rp100 ribuan bisa balik dalam 1 hari.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Jualan apa yang cocok untuk sahur saat Ramadan?
Jualan yang cocok untuk sahur adalah makanan praktis seperti nasi telur, ayam suwir, bubur ayam, mie goreng, bakso kuah, dan lauk sederhana yang mengenyangkan.
2. Apakah modal Rp100 ribu bisa jualan makanan sahur?
Modal Rp100 ribu bisa untuk jualan makanan sahur asalkan memilih menu sederhana dan memproduksi 8–10 porsi terlebih dahulu untuk menghindari risiko rugi.
3. Bagaimana cara jualan sahur agar cepat laku?
Cara agar jualan sahur cepat laku adalah menggunakan sistem pre-order, promosi di WhatsApp Story, serta fokus pada pasar anak kos dan pekerja shift.
4. Bagaimana cara menghitung keuntungan jualan menu sahur?
Keuntungan dihitung dengan rumus (harga jual – modal produksi) × jumlah porsi terjual. Modal harus memasukkan biaya bahan, kemasan, dan gas.
5. Jam berapa waktu terbaik promosi jualan sahur?
Waktu terbaik promosi jualan sahur adalah mulai jam 19.00 hingga 23.00 karena pembeli biasanya mulai mencari menu sahur sejak malam hari.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517182/original/090204200_1772418729-Membersihkan_Panci_Gosong_dengan_Baking_Soda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517198/original/053254100_1772419094-unnamed__44_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517168/original/042210000_1772418585-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2989389/original/038930800_1575703112-aaron-blanco-tejedor-CNpYALGZhMo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516831/original/081591700_1772353398-model_set_tunik_polos_dengan_celana_kulot_untuk_baju_lebaran_simpel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497863/original/093400500_1770692715-Ternak_ayam_petelur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5183936/original/029719300_1744255645-IMG-20250410-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516875/original/076080400_1772358273-model_jilbab_untuk_lebaran_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505554/original/009608500_1771390337-Kebun_Buah_dalam_Pot__Tabulampot__di_Desa__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408482/original/058106700_1762785885-pexels-mart-production-7491116__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516781/original/012464700_1772346633-cat_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463645/original/039238500_1767666460-bawang4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769762/original/091544800_1710231454-Ilustrasi_buah-buahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515343/original/020022700_1772171345-warna_cat_teras_rumah_untuk_daerah_rawan_banjir_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516706/original/071375300_1772341907-set_lebaran3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5203329/original/000792300_1745925785-medium-shot-woman-working-late-night_23-2150171073.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505655/original/095597500_1771393086-proinsias-mac-an-bheatha-NbSBlGEp728-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516598/original/098094900_1772336314-cat_resar_anti_norak_6a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516618/original/003346700_1772336806-daur_ulang3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514959/original/000106600_1772136829-jasa_penerjemah.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424174/original/010000300_1764135175-AI_Repair-Pro-image-9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417414/original/006322500_1763533451-rumah_dengan_taman_mini_indoor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429077/original/070740500_1764573200-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429140/original/035614400_1764575033-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427755/original/029652600_1764414367-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430238/original/012907900_1764656898-inspirasi_kebun_sederhana_untuk_rumah_tipe_36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434562/original/053117900_1764933186-Hero_Helcurt.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4479258/original/095680100_1687539864-Hutan_Eukaliptis_di_IKN.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423681/original/088639200_1764072787-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428756/original/090311000_1764562291-desain_teras_rumah_kecil_ukuran_2x2_minimalis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403010/original/035564300_1762314455-Makan_imogiri_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381158/original/058589000_1760491896-Jajanan_Pasar_dan_Kue_Basah__Kelezatan_Tradisional_Tak_Lekang_Waktu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425714/original/021517000_1764235298-Pantun_Sunda_Foto_Galeri_Indonesia_Kaya_Fimela.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402925/original/068934900_1762311817-model_dapur_kecil_minimalis_dengan_tungku_api_modern.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432250/original/057900500_1764762013-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430028/original/021123000_1764650339-mata_uang_asing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421804/original/032320200_1763959679-Quality_Restoration-Ultra_HD-image-8.png)