Viral Penggemar Zootopia 2 di Tiongkok Beli Ular Berbisa, Picu Kekhawatiran

3 weeks ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Fenomena tak terduga muncul di Tiongkok menyusul kesuksesan film animasi Disney, Zootopia 2. Para penggemar film tersebut dilaporkan berbondong-bondong membeli ular berbisa asli yang menyerupai salah satu karakter baru dalam film tersebut untuk dipelihara sebagai hewan peliharaan.

Tren ini telah memicu peringatan keselamatan yang serius dari berbagai pihak. Selain itu, muncul pula pertanyaan besar mengenai legalitas pembelian serta pengiriman reptil berbisa melalui platform daring.

Dilansir Liputan6.com dari CNA, Rabu (17/12/2025), seorang penggemar bernama Qi Weihao, berusia 21 tahun, dari provinsi Jiangxi, bahkan membeli ular Indonesian pit viper seharga 1.850 yuan (sekitar Rp4 juta) hanya dua hari setelah film tersebut dirilis pada 26 November.

Demam Karakter Gary De'Snake dan Daya Tariknya

Film Zootopia 2 memperkenalkan karakter baru yang sangat populer, yaitu Gary De'Snake. Karakter ini adalah seekor ular pit viper biru dengan warna cerah yang disuarakan oleh aktor Ke Huy Quan.

Gary De'Snake terbukti menjadi hit besar di Tiongkok, bahkan mainan mewah ular tersebut menjadi salah satu barang dagangan yang paling diminati. Karakter ini diyakini terinspirasi dari ular berbisa Asia Tenggara, khususnya Indonesian pit viper (Trimeresurus insularis) yang dikenal dengan warna birunya yang mencolok.

Fenomena ini mengingatkan pada perilisan film Finding Nemo pada tahun 2003. Kala itu, film tersebut memicu penjualan ikan badut dan ikan blue tang secara berlebihan sebagai hewan peliharaan.

Lonjakan Penjualan Ular Berbisa di Platform Online

Portal berita yang berbasis di Shanghai, The Paper, melaporkan adanya lonjakan daftar penjualan Indonesian pit viper biru di berbagai platform populer Tiongkok. Platform tersebut termasuk Douyin, Xiaohongshu, dan Xianyu.

Pencarian dilakukan menggunakan kata kunci seperti "Blue Bamboo" dan "Island Bamboo Pit Viper", yang merupakan nama umum dalam bahasa Mandarin untuk spesies ular tersebut. Harga ular-ular ini dilaporkan berkisar antara Rp630 ribu hingga Rp6,6 juta, tergantung pada kondisi dan penjualnya.

Para penjual di Xianyu secara eksplisit menggambarkan ular tersebut sebagai "jenis ular biru kecil yang sama dengan Gary dari Zootopia 2". Beberapa penjual bahkan menggunakan tagar berkode seperti "Guard a piece of blue," "Poisonous snake," dan "Island Blue Bamboo" untuk menghindari moderasi konten dan menarik pembeli.

Bahaya dan Legalitas Kepemilikan Ular Berbisa

Media pemerintah Tiongkok, seperti The Beijing News, telah mengkritik para penjual karena meremehkan risiko kepemilikan ular berbisa. Mereka juga menyoroti kurangnya peringatan tentang sifat berbisa dari hewan tersebut.

Komentar tersebut memperingatkan bahwa ular berbisa bukanlah mainan dan dapat membahayakan pembeli, keluarga mereka, serta memicu insiden keselamatan publik jika menyerang atau melarikan diri. Kebanyakan pembeli tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk merawat ular semacam itu.

Wu Fenghu, seorang pengacara di Beijing Jingshi Law Firm, menyatakan bahwa penjualan ular berbisa di platform e-commerce mengancam keselamatan publik. Ia juga menunjukkan adanya celah dalam pengawasan dan regulasi. Peraturan pos Tiongkok secara eksplisit melarang pengiriman hewan hidup dan barang beracun, sehingga ilegal bagi perusahaan kurir untuk menerima atau mengirim paket tersebut.

Tindakan Tegas Platform E-commerce dan Kesuksesan Zootopia 2

Sebagai respons terhadap fenomena ini, pemeriksaan oleh CNA menunjukkan bahwa daftar penjualan Indonesian pit viper biru telah dihapus atau dibatasi dari platform Xianyu dan Xiaohongshu.

Douyin dan Xiaohongshu menyatakan bahwa mereka tidak mengizinkan penjualan hewan liar atau berbisa di platform mereka. Mereka juga akan melarang akun yang melanggar kebijakan tersebut. Xianyu, yang awalnya menyatakan bahwa Indonesian pit viper tidak termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi, kemudian mengubah kebijakannya dan melarang penjualan hewan hidup, termasuk ular tersebut.

Terlepas dari kontroversi ini, Zootopia 2 sendiri mencatat kesuksesan luar biasa di Tiongkok. Film ini menjadi film animasi asing terlaris di negara tersebut. Sejak pemutaran perdana pada 26 November, film ini telah meraup 3,15 miliar yuan (Rp6,9 triliun) dan memecahkan rekor pendapatan harian untuk film impor, melampaui Avengers: Endgame.

FAQ

Mengapa penggemar Zootopia 2 di Tiongkok membeli ular berbisa?

Penggemar Zootopia 2 di Tiongkok membeli ular berbisa karena terinspirasi oleh karakter baru bernama Gary De'Snake, seekor ular pit viper biru yang sangat populer di film tersebut.

Siapa karakter Gary De'Snake di film Zootopia 2?

Gary De'Snake adalah karakter ular pit viper biru dengan warna cerah yang muncul di film Zootopia 2 dan disuarakan oleh Ke Huy Quan.

Tidak, peraturan pos Tiongkok secara eksplisit melarang pengiriman hewan hidup dan barang beracun, sehingga penjualan dan pengiriman ular berbisa melalui platform daring adalah ilegal.

Bagaimana platform e-commerce menanggapi fenomena pembelian ular berbisa ini?

Platform e-commerce seperti Douyin, Xiaohongshu, dan Xianyu telah mulai menghapus atau membatasi daftar penjualan ular berbisa dan menyatakan akan melarang akun yang melanggar kebijakan mereka terkait penjualan hewan liar atau berbisa.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |