Ular Hijau Kecil Apakah Mematuk? Kenali Seberapa Berbahaya Mereka

3 days ago 10

Liputan6.com, Jakarta Di banyak wilayah tropis, termasuk Indonesia, keberadaan ular berwarna hijau kerap memunculkan rasa penasaran sekaligus kekhawatiran. Bentuk tubuhnya yang ramping, warnanya yang menyatu dengan pepohonan, serta gerakannya yang tenang membuat ular hijau sering dianggap jinak. Namun, sebagian orang tetap bertanya-tanya: ular hijau kecil apakah mematuk, dan jika memang mematuk, apakah berbahaya?

Pertanyaan ini semakin relevan karena banyak spesies ular berwarna hijau hidup di sekitar permukiman, kebun, dan area hijau yang sering diakses manusia. Beberapa di antaranya memang berbisa, sementara yang lain sepenuhnya tidak berbahaya. Kesamaan warna sering membuat masyarakat bingung membedakan mana yang berisiko dan mana yang tidak.

Melalui artikel ini, Liputan6.com akan membahas berbagai jenis ular hijau kecil yang umum ditemui, perilakunya, tingkat bahaya, dan apakah spesies tersebut cenderung mematuk. Informasi ini dirangkum dari laman satwa dan referensi terkait, sehingga dapat membantu Anda lebih memahami bagaimana bersikap jika bertemu ular hijau, Rabu (26/11/2025).

Memahami Karakter Beberapa Spesies Hijau Populer

Pertanyaan “ular hijau kecil apakah mematuk” tidak bisa dijawab dengan satu kalimat karena terdapat banyak jenis ular hijau, dengan karakter dan kemampuan yang berbeda-beda. Beberapa spesies berbisa kuat, sementara lainnya benar-benar tidak berbahaya, berikut ulasannya.

1. Ular Hijau Ekor Merah (Green Tree Pit Viper / Trimeresurus albolabris)

Ular hijau kecil yang satu ini bisa mematuk dan patukannya berbahaya. Informasi dari bali.com menunjukkan bahwa spesies ini merupakan ular berbisa hemotoksik yang umum ditemukan di Bali, terutama di kawasan hutan, kebun, hingga pekarangan.

Ciri-ciri utama:

  • Warna hijau terang.
  • Ekor berwarna merah atau cokelat.
  • Kepala segitiga yang jelas.
  • Pupil mata vertikal dan lubang sensor panas (heat-sensing pits).

Perilaku mematuk: Meskipun berbahaya, ular ini tidak agresif. Seperti dijelaskan dalam referensi, ular hanya akan mematuk bila merasa terancam atau terpojok. Banyak kasus gigitan terjadi karena manusia tidak sengaja menginjak atau menyentuh ular yang tersamar di pepohonan dan semak.

Efek gigitan: Venom hemotoksik menyebabkan:

  • rasa sakit intens
  • pembengkakan
  • kerusakan jaringan
  • pada kasus berat: gangguan pembekuan darah

Jadi, pada spesies ini, jawaban atas “ular hijau kecil apakah mematuk” adalah ya, dan berbahaya bila itu adalah Trimeresurus albolabris.

2. Green Tree Snake / Common Tree Snake (Dendrelaphis punctulatus)

Berasal dari Australia, ular hijau ini sering ditemukan di sekitar rumah, kebun, dan area berair. Informasi dari snakerescuesunnycoast.com.au menunjukkan bahwa ular ini tidak berbisa dan biasanya tidak agresif.

Apakah mematuk? Ular ini bisa mematuk hanya jika merasa terancam, tetapi patukannya tidak berbahaya bagi manusia. Pertahanan utamanya bukan mematuk, melainkan:

  • melarikan diri secepat mungkin
  • menggelembungkan tubuh untuk terlihat lebih besar
  • mengeluarkan bau menyengat dari kelenjar anal

Dengan demikian, untuk spesies ini, jawaban “ular hijau kecil apakah mematuk” adalah: Bisa mematuk, tetapi tidak berbisa dan tidak berbahaya.

3. Asian Vine Snake (Ahaetulla prasina)

Referensi dari HowStuffWorks menunjukkan bahwa ular hijau ini ramping, menyerupai sulur, dan umum ditemukan di Indonesia.

Fakta penting:

  • Memiliki bisa lemah.
  • Umumnya tidak membahayakan manusia.
  • Lebih mengandalkan kamuflase dibandingkan mematuk.

Apakah mematuk? Ya, jika terganggu. Namun risiko bagi manusia sangat rendah.

4. Emerald Tree Boa, Green Tree Python, dan Spesies Lain

Beberapa spesies ular hijau lain seperti emerald tree boa (Corallus caninus) dan green tree python (Morelia viridis) tidak berbisa, namun memiliki kekuatan tubuh yang besar untuk membelit mangsa.

Apakah mematuk? Bisa mematuk bila stres atau diprovokasi, tetapi gigitan mereka umumnya tidak berbahaya kecuali menyebabkan luka.

Kesimpulan Perilaku Ular Hijau Kecil

Secara umum:

  1. Ular hijau berbisa seperti Trimeresurus albolabris → Mematuk bila terancam & membahayakan.
  2. Ular hijau tidak berbisa seperti Dendrelaphis punctulatus → Jarang mematuk, tidak berbahaya.
  3. Ular hijau dengan bisa lemah seperti Ahaetulla prasina → Bisa mematuk tetapi risiko rendah.

Mengetahui ciri-ciri seperti bentuk kepala, pola warna, ukuran mata, dan keberadaan lubang sensor panas sangat membantu dalam membedakan spesies berbisa dan tidak berbisa.

FAQ Seputar Ular Kecil

1. Apakah semua ular berwarna hijau berbahaya?

Tidak. Banyak spesies ular hijau tidak berbisa dan tidak agresif, seperti green tree snake. Namun beberapa seperti green tree pit viper sangat berbisa.

2. Bagaimana cara membedakan ular hijau berbisa dan tidak berbisa?

Ular berbisa seperti viper memiliki kepala segitiga, pupil vertikal, dan lubang sensor panas. Ular tidak berbisa biasanya berkepala lonjong dan bermata bulat.

3. Apa yang harus dilakukan jika bertemu ular hijau di rumah?

Jangan panik. Jaga jarak, amati gerakannya, dan hubungi petugas penangkap ular. Jangan mencoba menangkap sendiri.

4. Apakah ular hijau kecil mematuk hewan peliharaan?

Ular tidak berbisa mungkin mematuk jika merasa terancam, tetapi tidak menyebabkan bahaya serius. Namun tetap periksa kondisi hewan ke dokter hewan.

5. Apa penyebab ular hijau masuk ke rumah?

Biasanya karena adanya sumber makanan seperti cicak atau area lembap dan rimbun tempat mereka bersembunyi.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |