Ular di Area Kandang Hewan Ternak: Ancaman atau Pengendali Tikus?

1 week ago 11

Liputan6.com, Jakarta Kehadiran ular di area kandang hewan ternak sering memicu kekhawatiran bagi peternak, terutama karena hewan ini dianggap berbahaya. Fenomena ini sebenarnya tidak sesederhana itu, dan ada fakta lainnya yang menarik. Usut punya usut, ular tidak selalu datang untuk menyerang ternak. Namun, ada pola ekologi dan perilaku yang memengaruhi kehadiran mereka sehingga peternak sebenarnya hanya perlu waspada bukan khawatir.

Dalam banyak kasus, ular justru muncul karena tertarik oleh tingginya populasi hama seperti tikus, kadal, hingga tokek di area kandang. Tikus yang memakan pakan ternak dan merusak lingkungan menjadi faktor utama yang mengundang predator alami seperti ular untuk datang. Artinya, keberadaan ular dapat menjadi tanda adanya masalah hama yang harus segera ditangani, sebelum merusak ekosistem peternakan.

Meski demikian, peternak tetap perlu memahami apakah ular yang datang termasuk jenis berbahaya atau tidak. Tanpa pemahaman yang benar, tindakan penanganan bisa salah sasaran dan justru menimbulkan risiko baru. Artikel ini menguraikan tentang dampak, penyebab, manfaat, hingga langkah aman menghadapi ular di kandang ternak. Simak informasi selengkapnya, dirangkum Liputan6, Kamis (20/11).

1. Mengapa Ular Masuk ke Area Kandang Ternak?

Ular masuk ke kandang ternak bukan tanpa alasan. Salah satu penyebab utamanya adalah keberadaan tikus yang mencuri pakan ternak dan meninggalkan jejak bau yang memancing ular untuk datang. Disampaikan akademisi dari Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Zhaza Afililla, di laman resmi universitas, kondisi ini terjadi secara alami sebagai fenomena rantai makanan. Proses pengendalian hama dengan perantara ular ini lebih alami, serta lebih baik dibanding menggunakan pestisida kimia yang berpotensi mencemari kesehatan makhluk hidup lain (hewan ternak).

Kemudian, kemunculannya biasa terjadi di kandang yang memiliki tumpukan karung, jerami, atau pakan yang tidak tertata rapi. Lingkungan demikian menciptakan ekosistem yang ideal bagi tikus, dan pada akhirnya, bagi ular. Suhu juga memengaruhi. Ular cenderung mencari lokasi yang hangat, terutama pada malam hari. Kandang ternak yang memiliki lantai tanah atau area lembap menjadi tempat persembunyian yang nyaman bagi ular untuk beristirahat atau melakukan aktivitas berburu. Ketika lingkungan mendukung, ular dapat berkeliaran lebih lama dan lebih sering kembali.

Selain itu, akses yang terbuka menjadi penyebab yang tidak disadari peternak. Kandang tanpa pagar rapat, ventilasi yang tidak tertutup kawat, atau celah pada dinding memberikan kesempatan bagi ular untuk masuk tanpa hambatan. Semakin mudah akses, semakin tinggi kemungkinan ular menjadikan kandang sebagai jalur lalu lintas harian.

Sumber Ketertarikan Ular

Kedatangan ular umumnya dipicu oleh tingginya aktivitas tikus yang menjadi sumber makanan, sehingga ular memanfaatkan area kandang sebagai zona berburu yang stabil.

  • Lingkungan Lembap dan Hangat

Area kandang yang hangat dan lembap memberikan tempat ideal bagi ular untuk bersembunyi sekaligus melacak mangsa.

  • Akses Masuk yang Terbuka

Celah pada pintu, ventilasi, atau lantai kandang sering menjadi jalur masuk ular tanpa terdeteksi.

  • Tumpukan Material sebagai Sarang Tikus

Jerami, kayu, dan karung pakan menjadi tempat favorit tikus, yang pada akhirnya mengundang kehadiran ular ke area kandang.

2. Dampak Kehadiran Ular terhadap Keamanan Ternak

Kehadiran ular dapat menimbulkan rasa panik di antara ternak, terutama unggas yang sensitif terhadap predator. Suara atau gerakan ular di malam hari dapat menyebabkan stres pada ternak sehingga menurunkan produktivitas, misalnya pada ayam petelur yang bisa mengalami penurunan kualitas dan kuantitas produksi telur. Dalam beberapa kasus, stres berkepanjangan bahkan dapat meningkatkan tingkat kematian.

Selain ancaman stres, risiko gigitan juga menjadi kekhawatiran. Ular berbisa dapat membahayakan kambing, domba, atau anakan ternak jika merasa terpojok. Namun, kejadian gigitan biasanya terjadi karena interaksi tidak sengaja, bukan karena ular secara aktif menyerang ternak. Ular lebih memilih menghindar kecuali dalam situasi terancam.

Di sisi lain, ular besar seperti sanca memang berpotensi memangsa hewan kecil seperti anak ayam atau anak itik. Kejadian ini lebih sering ditemukan di area peternakan yang kurang terawat dan dekat dengan habitat liar. Dengan mengenali pola risiko, peternak bisa menentukan langkah yang lebih terarah dalam menjaga keamanan ternak.

Risiko yang Mengancam Ternak

Dampak ular terhadap ternak bervariasi, mulai dari stres hingga potensi serangan, tergantung jenis ular dan kondisi lingkungan kandang.

  • Stres pada Unggas

Unggas yang sensitif mudah terganggu oleh kehadiran predator sehingga aktivitas makan dan bertelur menjadi tidak stabil.

  • Potensi Gigitan Ular Berbisa

Gigitan terjadi jika ular merasa terancam, dan dapat menyebabkan kematian pada ternak kecil jika tidak ditangani cepat.

  • Serangan oleh Ular Besar

Sanca atau piton dapat menyerang anak ayam atau hewan kecil apabila menemukan kesempatan di kandang yang terbuka.

3. Ular sebagai Pengendali Tikus

Meski sering dianggap ancaman, ular sebenarnya memiliki manfaat besar bagi lingkungan peternakan. Sebagai predator alami tikus, ular dapat membantu menekan populasi hama yang menjadi masalah utama di banyak kandang. Tikus tidak hanya mencuri pakan, tetapi juga membawa penyakit yang membahayakan ternak dan merusak kebersihan kandang.

Kehadiran ular juga membuat tikus enggan bergerak bebas. Aroma dan jejak keberadaan ular dapat menurunkan aktivitas harian tikus secara signifikan. Ini berarti bahkan tanpa berburu, ular sudah memberikan efek pengendalian hanya dengan berada di area kandang. Dampak ini lebih natural dibandingkan penggunaan racun atau perangkap.

Namun, manfaat ini hanya optimal jika ular yang datang termasuk jenis yang tidak berbahaya bagi ternak. Ular tikus, ular sapi, dan beberapa jenis sanca kecil merupakan contoh spesies yang ideal sebagai pengendali hama alami. Peternak perlu memahami perbedaan jenis ini dengan ular berbisa agar bisa mengambil keputusan yang lebih bijak.

Ular sebagai Solusi Alami

Ular membantu menjaga keseimbangan populasi tikus, mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, dan menjaga higienitas lingkungan kandang.

  • Efek Aroma Predator

Tikus cenderung menghindari area yang memiliki jejak bau ular, sehingga aktivitas mereka menurun dratis.

  • Pembatasan Populasi Hama

Setiap ekor ular dapat memangsa puluhan tikus per bulan, menjadikannya predator paling efisien di area peternakan.

  • Mengurangi Ketergantungan Racun

Peternak tidak perlu menggunakan rodentisida berlebihan yang bisa membahayakan ternak dan lingkungan.

4. Kesalahan Peternak dalam Menangani Kehadiran Ular

Banyak peternak panik ketika melihat ular memasuki kandang, sehingga melakukan tindakan yang justru memperburuk situasi. Salah satu kesalahan umum adalah mencoba menangkap ular tanpa pengetahuan yang memadai. Hal ini berbahaya karena ular bisa menyerang sebagai bentuk pertahanan. Tindakan spontan juga dapat mengganggu ternak lain sehingga menimbulkan kekacauan.

Kesalahan lainnya adalah melakukan pembasmian tikus menggunakan racun berlebihan. Sisa racun yang dimakan tikus kemudian tertelan oleh ular, menyebabkan ular mati dan justru memicu ledakan populasi tikus di kemudian hari. Lingkungan kandang pun menjadi tercemar dan tidak aman bagi ternak maupun hewan lain.

Selain itu, membakar sampah atau rerumputan kering di dekat kandang sering dilakukan untuk "mengusir" ular, padahal cara ini bisa merusak habitat dan membuat ular berpindah ke area yang lebih dekat dengan ternak. Kandang yang semakin panas dan bising justru meningkatkan stres pada ternak.

Tindakan yang Sering Salah

Penanganan yang keliru dapat meningkatkan risiko serangan ular dan merusak keseimbangan ekosistem di sekitar peternakan.

  • Menangkap Ular Tanpa Pengalaman

Tindakan nekat ini memicu agresi ular dan dapat membahayakan peternak sendiri.

  • Penggunaan Racun Tikus Berlebihan

Racun yang menewaskan tikus juga membunuh ular, sehingga populasi hama berkembang tanpa predator.

  • Membakar Semak Dekat Kandang

Membakar area terbuka dapat mendorong ular bersembunyi lebih dekat ke kandang untuk mencari tempat aman.

5. Cara Aman Mengusir Ular dari Kandang Ternak

Ketika ular masuk terlalu dekat dengan ternak, langkah pengusiran harus dilakukan dengan aman dan terkontrol. Cara pertama adalah menggunakan tongkat panjang atau alat pengarah untuk menggiring ular keluar tanpa kontak langsung. Ular biasanya akan bergerak menjauh jika diberi ruang. Peternak harus tetap tenang agar tidak memicu serangan defensif.

Peternak juga dapat memasang penghalang fisik seperti kawat mesh kecil di bagian ventilasi atau celah kaki kandang. Dengan mempersempit akses masuk, peluang ular kembali masuk menjadi lebih kecil. Metode ini juga secara otomatis mengurangi akses tikus, sehingga dua masalah terselesaikan sekaligus.

Selain itu, penggunaan aroma pengusir seperti minyak sereh, kapur barus, atau garam kasar dapat membantu menjauhkan ular. Meski tidak 100% efektif, metode ini dapat menjadi penghalang tambahan terutama di area dengan aktivitas ular tinggi.

Metode Pengamanan Langsung

Pengusiran ular harus dilakukan dengan teknik yang aman untuk manusia, ternak, dan ular itu sendiri.

  • Menggiring Ular Menggunakan Tongkat

Ular cenderung menghindari konfrontasi dan akan bergerak menjauh jika diarahkan dengan benar.

  • Memasang Kawat Mesh pada Celah Kandang

Penghalang fisik mencegah ular dan tikus masuk kembali ke dalam area ternak.

  • Pemanfaatan Aroma yang Tidak Disukai Ular

Aroma tertentu dapat membuat ular enggan mendekat dan membantu mengurangi intensitas kedatangan.

6. Langkah Pencegahan agar Ular Tidak Kembali ke Kandang

Pencegahan adalah cara paling efektif dalam mengatasi masalah ular di lingkungan peternakan. Mengurangi keberadaan tikus otomatis mengurangi kedatangan ular. Peternak dapat memulai dengan menata ulang area penyimpanan pakan, memastikan tidak ada tumpahan biji-bijian yang menarik tikus. Kebersihan dan pencahayaan yang baik juga membantu mencegah hama berkembang.

Menutup celah kandang dan memperkuat pagar adalah pencegahan fisik yang sangat efektif. Ular biasanya masuk melalui celah kecil yang tidak disadari peternak. Dengan menutupnya, jalur akses hilang dan ular sulit kembali. Pastikan pula untuk memangkas tanaman liar di sekitar kandang agar ular tidak memiliki tempat berlindung.

Kombinasi pengendalian hama, perbaikan struktur kandang, dan pengawasan rutin akan menciptakan lingkungan yang tidak menarik bagi ular maupun tikus. Inilah pendekatan yang paling aman dan berkelanjutan untuk jangka panjang.

Pencegahan Berbasis Lingkungan

Lingkungan yang bersih, terang, dan rapi membuat kandang tidak menarik bagi tikus dan predatornya.

  • Manajemen Kebersihan Kandang

Membersihkan sisa pakan, kotoran, dan material berserakan mengurangi habitat tikus.

  • Perbaikan Struktur Kandang

Menutup celah kecil pada dinding, pintu, dan ventilasi mencegah akses ular dan hama.

  • Pemangkasan Vegetasi Sekitar Kandang

Mengurangi semak dan rumput tinggi meminimalkan tempat persembunyian ular.

7. Kapan Harus Memanggil Petugas Ahli?

Tidak semua situasi bisa ditangani peternak sendiri. Jika ular yang masuk merupakan spesies berbisa atau berukuran besar, pemanggilan petugas profesional adalah langkah paling aman. Petugas ahli, salah satunya Damkar memiliki alat dan pengalaman untuk menangkap ular tanpa melukai hewan atau manusia di sekitarnya. Ini sangat penting untuk mencegah kecelakaan fatal.

Selain itu, apabila kehadiran ular terjadi berulang meski pencegahan telah dilakukan, petugas ahli dapat melakukan inspeksi lingkungan untuk menemukan akar masalah. Mereka bisa mengidentifikasi titik masuk, sarang tikus, serta area yang tidak disadari menjadi habitat ular. Pendekatan ilmiah ini membantu menciptakan solusi jangka panjang.

Memanggil profesional juga disarankan apabila peternak tidak mampu memastikan jenis ular yang muncul. Identifikasi yang salah berpotensi memandang remeh risiko berbahaya. Dengan demikian, bantuan ahli menjadi bagian penting dari manajemen peternakan yang aman dan berkelanjutan.

Situasi yang Membutuhkan Bantuan Profesional

Kehadiran ular berbahaya atau berulang kali memerlukan penanganan ahli untuk menjamin keselamatan ternak dan peternak.

  • Ular Berbisa atau Berukuran Besar

Jenis ini memerlukan perlakuan khusus yang tidak bisa dilakukan peternak biasa.

  • Kejadian Ular Berulang

Petugas ahli dapat menemukan sumber masalah yang tidak terlihat secara kasat mata.

  • Kesulitan Mengidentifikasi Jenis Ular

Identifikasi yang salah dapat menyebabkan penanganan keliru dan meningkatkan risiko.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apa penyebab utama ular masuk ke kandang ternak?

Ular masuk karena adanya tikus sebagai mangsa, akses terbuka, dan kondisi hangat-lembap di area kandang.

2. Apakah semua ular berbahaya bagi hewan ternak?

Tidak. Banyak jenis ular non-venom justru membantu mengendalikan tikus, sedangkan ular berbisa yang berbahaya jumlahnya lebih sedikit.

3. Bagaimana cara aman mengusir ular dari kandang?

Gunakan tongkat pengarah, hindari kontak langsung, pasang penghalang fisik, dan bersihkan area yang mengundang tikus.

4. Bagaimana mencegah ular kembali ke kandang?

Perbaiki struktur kandang, tutup celah akses, jaga kebersihan, kurangi sarang tikus, dan pangkas vegetasi sekitar.

5. Kapan harus memanggil petugas profesional?

Jika ular berbisa, berukuran besar, muncul berulang, atau tidak dapat diidentifikasi dengan jelas oleh peternak.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |