Liputan6.com, Jakarta Kehadiran ular di dalam rumah, terutama ketika bersembunyi di bawah kasur, dapat menimbulkan ketakutan sekaligus ancaman keselamatan. Tempat tidur yang lembap dan gelap sering menjadi lokasi ideal bagi ular mencari perlindungan, sehingga penting untuk memahami risiko yang menyertainya.
Dalam situasi seperti ini, kepanikan justru dapat memicu perilaku agresif dari ular. Karena itu, diperlukan langkah penanganan yang tepat dan aman. Artikel ini menjelaskan delapan tindakan darurat yang bisa dilakukan saat ular ditemukan di bawah kasur, termasuk tips pencegahan agar rumah tetap aman bagi seluruh anggota keluarga.
1. Tetap Tenang dan Jaga Jarak
Merujuk situs resmi pembasmi ular dan hewan liar Amerika, A All Animal Control & Wildlife Removal, terjadi sejumlah kasus di mana ular masuk ke dalam rumah dan bersembunyi di sekitar area tempat tidur. Penyebabnya sederhana, ular akan membuntuti mangsa yang berada di sana lalu mencari tempat berlindung yang aman, lembap dan gelap. Bawah tempat tidur atau area sekitar kasur, sangat mungkin dihinggapi ular ketika hewan melata itu masuk ke dalam hunian.
Di situs tersebut, dikatakan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan adalah menenangkan diri. Panik atau bergerak secara spontan bisa membuat ular merasa terancam dan bertindak defensif. Tetaplah diam beberapa saat untuk menilai posisi ular dan sejauh mana jaraknya dari Anda. Setelah itu, perlahan menjauh dari area kasur tanpa membuat gerakan mendadak. Hindari menyalakan lampu langsung ke arah ular karena cahaya tajam dapat memicunya bergerak. Bawa seluruh anggota keluarga keluar dari kamar, terutama anak-anak dan hewan peliharaan, agar tidak ada yang tanpa sengaja mendekati area berbahaya.
Menjaga jarak aman menjadi prioritas utama. Dengan mengamankan penghuni rumah terlebih dahulu, Anda memberi ruang bagi tindakan lanjutan yang lebih terarah, seperti mengisolasi kamar atau menghubungi petugas penanganan satwa liar.
2. Mengunci Area agar Ular Tidak Berpindah ke Ruang Lain
Begitu semua penghuni keluar dari kamar, segera tutup rapat pintu dan pastikan ular tidak dapat keluar. Gunakan kain tebal, selimut, atau handuk untuk menutup celah di bawah pintu. Tujuannya adalah mencegah ular berpindah ke area lain di dalam rumah.
Pastikan tidak ada yang membuka pintu tanpa alasan sebelum petugas datang. Anda dapat menempelkan catatan di depan kamar sebagai tanda peringatan bagi anggota keluarga lain agar tidak mendekat. Hindari pula mengintip dari dekat karena pergerakan kecil pun bisa menarik perhatian ular.
Dengan mengunci area, Anda telah melakukan langkah krusial dalam proses penanganan. Semakin kecil ruang gerak ular, semakin mudah bagi tim profesional untuk melakukan evakuasi tanpa risiko ular bersembunyi di area yang lebih sulit dijangkau.
3. Menghubungi Ahli: Jasa Evakuasi Ular atau Petugas Pemadam Kebakaran
Langkah selanjutnya adalah menghubungi pihak berwenang atau ahli satwa liar. Di Indonesia, Anda bisa menghubungi dinas pemadam kebakaran, petugas BPBD, atau organisasi pecinta reptil yang memiliki layanan evakuasi ular. Hindari mencoba menangani sendiri karena tanpa alat pelindung dan keahlian, risikonya sangat tinggi.
Saat menghubungi petugas, sampaikan informasi secara jelas: lokasi tepat ular berada, ukuran perkiraan, dan apakah ular terlihat diam atau bergerak. Jika memiliki dokumentasi foto dari jarak aman, kirimkan untuk membantu identifikasi. Hal ini memudahkan petugas menyiapkan peralatan dan strategi penanganan sesuai dengan jenis ular.
Jangan lupa pastikan pintu kamar tetap tertutup hingga petugas tiba. Biasanya, tim penyelamat akan memeriksa ruangan menggunakan tongkat penjepit dan karung penangkap khusus. Dengan langkah ini, Anda menurunkan potensi bahaya dan mempercepat proses evakuasi secara profesional.
4. Mendokumentasikan dari Jarak Aman Bisa Membantu Identifikasi Spesies
Dokumentasi visual seperti foto atau video dari jarak aman bisa membantu petugas mengenali jenis ular yang masuk ke rumah. Namun, pastikan Anda melakukannya tanpa mendekat terlalu dekat ke arah kasur. Gunakan zoom kamera dari luar kamar atau dari balik pintu yang sedikit terbuka.
Foto yang jelas dapat membantu menentukan apakah ular tersebut berbisa atau tidak, serta memperkirakan jenis tindakan yang diperlukan. Ular tertentu memiliki pola sisik yang khas, dan identifikasi ini penting untuk mencegah salah penanganan.
Meski begitu, jangan menyalakan blitz atau mengarahkan lampu senter langsung ke ular. Cahaya tajam dapat membuat hewan tersebut stres dan bergerak tak terduga. Jika tidak memungkinkan mengambil dokumentasi dengan aman, lebih baik serahkan sepenuhnya pada petugas.
5. Jangan Menangkap Sendiri Karena Berisiko Terkena Gigitan
Salah satu kesalahan paling sering dilakukan adalah mencoba menangkap atau membunuh ular sendiri. Banyak kasus menunjukkan bahwa korban gigitan terjadi justru karena berusaha mengusir ular dengan tongkat, sapu, atau tangan kosong. Langkah ini sangat berbahaya dan tidak disarankan.
Selain risiko medis, beberapa jenis ular di Indonesia termasuk satwa yang dilindungi. Tindakan membunuh atau menyakiti bisa dikenai sanksi hukum. Oleh sebab itu, penanganan harus dilakukan oleh tenaga profesional dengan alat pelindung dan metode yang sesuai.
Jika ular berhasil ditangkap oleh petugas, biasanya hewan tersebut akan dilepaskan kembali ke habitat alaminya jauh dari pemukiman. Dengan begitu, rumah Anda aman dan ular tetap hidup tanpa menimbulkan bahaya bagi manusia.
6. Jika Terjadi Gigitan, Lakukan Pertolongan Pertama Segera
Apabila seseorang sempat tergigit ular, segera cari pertolongan medis darurat. Jangan mencoba mengobati sendiri dengan cara mengikat luka, menyedot racun, atau memotong area gigitan karena dapat memperparah kondisi korban. Tetap tenangkan korban dan batasi gerakannya agar racun tidak cepat menyebar.
Letakkan bagian tubuh yang tergigit pada posisi lebih rendah dari jantung dan hindari penggunaan es atau alkohol pada luka. Jika memungkinkan, catat waktu kejadian dan foto ular untuk membantu dokter menentukan jenis racun yang mungkin masuk ke tubuh.
Segera bawa korban ke rumah sakit terdekat yang memiliki persediaan serum antivenom. Setiap menit sangat berharga; semakin cepat tindakan medis dilakukan, semakin besar peluang pemulihan penuh bagi korban gigitan.
7. Kenali Penyebab Masuknya Ular di Sekitar Lingkungan Rumah
Ular umumnya tertarik pada tempat yang lembap, gelap, dan memiliki banyak sumber makanan seperti tikus atau katak. Jika rumah tidak terawat atau banyak celah di dinding dan lantai, hewan ini dapat masuk tanpa disadari. Tempat tidur yang diletakkan langsung di lantai juga berpotensi menjadi tempat persembunyian favorit.
Selain itu, tumpukan barang seperti pakaian, kardus, atau sepatu di bawah kasur sering menjadi lokasi ideal bagi ular untuk bersembunyi. Mereka mencari ruang sempit yang memberikan rasa aman dari predator. Karena itu, kebersihan dan kerapian kamar memainkan peran besar dalam mencegah kemunculan ular.
Dengan mengenali faktor penyebabnya, penghuni rumah dapat memperbaiki kondisi lingkungan. Langkah sederhana seperti membersihkan area kolong kasur, menutup celah rumah, dan mengendalikan hama bisa mengurangi risiko secara signifikan.
8. Lakukan Pencegahan Jangka Panjang Seperti Renovasi, Kebersihan, dan Pemantauan Secara Berkala
Setelah situasi terkendali, lakukan pemeriksaan menyeluruh pada struktur rumah. Tutup setiap lubang di pondasi, rapatkan pintu dan jendela, serta pasang penutup kawat pada ventilasi. Gunakan kaki ranjang agar kasur tidak menempel langsung ke lantai.
Rutin lakukan pembersihan di sekitar pekarangan rumah, terutama di area berumput tinggi atau dekat selokan. Hindari menumpuk barang bekas atau sampah organik yang bisa menarik perhatian mangsa ular. Jika perlu, mintalah bantuan jasa pengendalian hama profesional.
Pencegahan jangka panjang juga mencakup inspeksi rutin saat pergantian musim. Ular cenderung mencari tempat hangat saat hujan tiba. Dengan langkah-langkah sederhana ini, rumah Anda akan lebih aman dan nyaman dari ancaman ular.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apakah semua ular yang masuk rumah berbahaya?
Tidak semua. Beberapa ular tidak berbisa dan berperan mengendalikan hama seperti tikus. Namun, tetap perlu diwaspadai dan ditangani oleh ahli.
2. Mengapa ular bisa sampai bersembunyi di bawah kasur?
Karena area tersebut gelap, hangat, dan aman dari gangguan. Biasanya ular masuk lewat celah pintu atau ventilasi untuk mencari tempat istirahat atau mangsa.
3. Apa yang harus dilakukan jika ular belum ditemukan tetapi diduga masih di kamar?
Jangan mencoba mencari sendiri. Tutup kamar, kunci pintu, dan hubungi petugas agar mereka dapat memeriksa dengan alat deteksi atau tongkat khusus.
4. Bagaimana cara memastikan rumah bebas ular setelah evakuasi?
Periksa setiap sudut rumah, kolong kasur, dan area lembap. Pastikan petugas memeriksa ulang sebelum Anda kembali menggunakan kamar.
5. Apakah bau tertentu bisa mengusir ular?
Beberapa bahan seperti belerang, minyak sereh, atau karbol dipercaya mengusir ular, tapi efektivitasnya tidak selalu pasti. Pencegahan terbaik tetap menjaga kebersihan dan menutup celah masuk.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)